Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 50 Waktu bersama.


__ADS_3

Kiara benar-benar heran dengan Kevin yang menariknya padahal dia baru saja duduk.


" Kenap pergi," ucap Kiara merasa aneh. Kevin tidak menjawab dan benar-benar pergi dari tempat itu sebelum kakanya melihatnya.


Kiara dan Kevin sudah berjalan di pinggir jalan di tengah keramaian orang-orang yang menikmati jajanan malam yang berbaris rapi di pinggir jalan dengan aroma yang sedap-sedap.


" Kenapa tidak jadi makan di sana?" tanya Kiara heran. Sampai sekarang dia memang tidak mendapat jawaban itu.


" Tidak apa-apa," jawab Kevin.


" Tidak apa-apa, tetapi pergi," desis Kiara masih heran.


" Sebentar," ucap Kiara.


" Ada apa?" tanya Kevin menghentikan langkahnya.


" Tunggu sebentar di sini!" ucap Kiara lalu pergi.


Kevin hanya melihat Kiara menghampiri salah satu jualan. Kevin pun mengikutinya.


" Kau mau ngapain?" tanya Kevin yang berdiri di belakang Kiara.


" Aku ingin membeli martabak telor," jawab Kiara, " kau mau?" tanya Kiara," Kevin menggeleng, orang seperti dia mana pernah memakan makanan pinggir jalan.


" Terimah kasih," ucap Kiara menerima pesananya.


" Nih," ucap Kiara memberikan sepotong martabak telur itu.


" Aku sudah mengatakan tidak, kau makan saja," ucap Kevin menolak.


" Duduk lah jika makan," ucap Kevin. Kiara mengangguk dan mereka mencari tempat duduk.


" Kau benar-benar tidak mau?" tanya Kiara memastikan lagi Kevin yang duduk di sampingnya menggeleng meyakini.


" Bukannya kau lapar?" tanya Kiara.


" Aku sudah tidak lapar," jawab Kevin.


" Tetapi, wajahmu berbohong," sahut Kiara sok tau.


" Jangan suka pilih-pilih makanan. Belum tentu makanan di pinggir jalan itu tidak sehat. Dan belum tentu makanan di Restauran bintang 5 sehigenis yang kau pikir," ucap Kiara yang memulai memakan sepotong martabak telur itu. Kevin hanya melihatnya berbicara.


" Aku tidak berpikir apapun," sahut Kevin.


Kiara menoleh ke arah Kevin.


" Lalu kenapa tidak mau makan, kalau bukan karena tempatnya, lagi pula dari wajahmu sudah jelas," sahut Kiara mengunyah makanannya.


" Jelas kenapa?" tanya Kevin.


" Ya seperti yang aku katakan, kau tidak mau makan. Karena pemilih," sahut Kiara.


" Tidak. Aku hanya tidak pernah memakannya," sahut Kevin.


" Kalau begitu makanlah, biar kau tau rasanya," ucap Kiara menyodorkan kemulut Kevin. Kevin dan Kiara saling melihat. Dan akhirnya Kevin memakan sedikit pemberian Kiara.

__ADS_1


" Kau selalu memberiku, makanan sisa darimu," ucap Kevin yang kali inj juga memakan yang sudah di gigit Kiara.


" Supaya kau menurut kepadaku," sahut kiara menatap Kevin dengan wajah serius.


" Aku bercanda," sahut Kiara tertawa kecil. Dan mengalihkan pandangannya kedepan.


Kevin geleng-geleng, becandaan Kiara tidak tau membuat perasaannya benar-benar di aduk-aduk.


" Aku tidak bermaksud memberimu itu, ini ada satu lagi, makanlah!" ucap Kiara memberikan kepada Kevin.


" Lihatlah, kau tidak mau terima, tapi mau menerima yang sudah aku makan, berati kau yang mau makanan sisa dariku," ucap Kiara yang melihat Kevin diam tanpa menerima makanan pemberiannya.


Kevin pun langsung mengambilnya agar Kiara tidak banyak mengoceh. Hal itu membuat Kiara tersenyum.


" Di makan, bukan diihat," ucap Kiara lagi. Kevin memakannya, agar Kiara diam.


" Enak bukan, atau jangan-jangan lebih enak yang sudah aku makan," celetuk Kiara membuat Kevin melihatnya. Lagi dan lagi kata-kata Kiara yang terlihat becandaan membuat kevin menanggapi dengan serius.


" Tunggu di sini sebentar!" ucap Kiara yang langsung berdiri.


" Kau mau kemana?" tanya Kevin sedikit berteriak.


" Sebentar," sahut Kiara.


" Dia selalu berbicara sembarangan," batin Kevin.


Kevin melihat Kiara menghampiri 1 gerobak. Kevin melihat makanan yang di pegangnya yang baru di makannya sedikit dan Kevin kembali memakannya. Harus di akuinya jika itu enak.


" Apa lagi yang di lakukannya," batin Kevin sambil menikmati makanan itu.


" Ini, ambil!" ucap Kiara berdiri di depan Kevin.


" Apa ini?" tanya Kevin dengan ragu mengambilnya. Setelah berpindah pada tangan Kevin Kiara kembali duduk di samping Kevin.


" Apa ini tanya Kevin lagi?"


" Itu mie tek-tek, itu sangat enak makanlah!" ucap Kiara.


" Aku tidak mau, seharunya kau tidak membelikannya," sahut Kevin menolak.


" Jika aku tidak membeli 2 piring. Kau akan mengatakan kau memakan sisa dari ku," sahut Kiara.


" Seharusnya kau bertanya dulu sebelum membelinya," ucap Kevin.


" Kalau aku bertanya. Kau akan bilang tidak mau," jawab Kiara.


" Sudah makanlah, jangan suka memilih dalam makanan. Kau tidak akan selamanya kaya," ucap Kiara to the point.


Kiara sudah memakan makanannya dengan garfu dan piring di letakkan di telapak tangannya.


" Kau sudah mengatakan itu 2 kali, sepertinya kau sangat senang jika aku miskin," sahut Kevin merasa tersinggung.


" Hmmm, supaya kau bisa memakan enak," sahut Kiara.


" Maksudmu?" tanya Kevin.

__ADS_1


" Jika kau miskin, kau akan bisa menikmati makanan yang enak," jelas Kiara.


" Ahhhh... Sudah lupakanlah, makanlah, kau tadi lapar, jadi kau harus makan," ucap Kiara.


" Kau selalu bertingkah sesukamu," sahut Kevin.


" Apa lagi yang aku lakukan, apa memberimu makan adalah kesalahan," ucap Kiara.


" Pertama, kau mengajakku makan nasi goreng. Kau menghabiskan waktuku pagi ku. Kau juga menghabiskan waktu siangku di perpustakaan setelah itu kau mengajak menonton dengan film yang tidak seusiamu dan sekarang....,"


" Ihhh, sudahlah, kau selalu perhitungan. Aku sudah mengatakan tiket itu. Aku tidak tau apa-apa dan soal yang lainnya aku minta maaf jika aku menyita waktumu. Tetapi ini hanya sesekali, kau juga butuh reflesing, jangan bekerja terus. Banyak orang yang mati muda karena terus bekerja," ucap Kiara merocos tanpa rem.


" Sekarang kau malah mendoakan ku mati," sahut Kevin kesal.


" Kenapa sih, sekarang kau jadi sensitif kayak gini," oceh Kiara, " kau sangat murah tersinggung," lanjut Kiara semakin kesal.


" Tuan Kevin makan ya, supaya kau tidak lapar oke," ucap Kiara tersenyum di depan Kevin.


" Cepat!" Desak Kiara.


Kevin menarik napasnya dan akhirnya mengalah dan memilih memakannya membuat Kiara kembali tersenyum.


" Itu masakan bapak-bapak itu," ucap Kiara sambil mengunyah makanannya.


" Apa aku bertanya?" sahut Kevin.


" Kau akan selalu bertanya, jika aku memberimu makanan," sahut Kiara. Kevin mendengus.


" Apa enak?" tanya Kiara.


" Iya enak, bisa di makan," jawab Kevin datar.


" Memang enak, makanan di pinggir jalan itu jauh lebih enak dari pada makanan di Restauran mewah," ucap Kiara.


" Kau sudah mengatakannya tadi," sahut Kevin.


" Benarkah! biar kau mengingatnya," jawab Kiara santai dengan terus mengunyah makanannya.


" Kau bisa memasak?" tanya Kevin tiba-tiba.


" Iya, aku bisa memasak, aku sering tingga di asrama. Dan tinggal mandiri di Apertemen. Jadi mau tidak mau aku haru memasak," jelas Kiara.


" Sepertinya mamamu juga pintar memasak," tebak Kevin.


" Iya dia ibu yang sangat baik, setiap pagi dia pasti repot membuatkan semua sarapan yang berbeda-beda. Papa nasi goreng special. Kak Rachel sarapan roti. Zavier bubur ayam, Ziva sereal, mama akan menyiapkan semuanya," jelas Kiara yang mengagumi mamanya.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2