Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 70 Mengungkap isi hati


__ADS_3

Kevin mengambil air putih yang tadi di berikan Arya kepadanya. Kevin berjongkok di depan Kiara yang masih memejamkan matanya. dengan kedua tangan Kiara yang saling mengatup di atas pahanya.


Wajah Kiara masih pucat. Terlihat juga tubuhnya yang bergetar hebat. Masih berada di dalam pesawat membuatnya pasti belum merasa aman.


Dia juga pasti masih takut karena berada di atas pesawat dan mungkin bisa terjadi lagi seperti apa yang barusan terjadi.


" Buka matamu, sudah tidak apa-apa!" ucap Kevin mencoba meyakinkan Kiara. Bahwa memang tidak akan terjadi apa-apa lagi.


Dengan perlahan Kiara membuka matanya dan melihat Kevin yang berada di depannya. Kevin yang tersenyum dengan wajah yang tenang.


" Minumlah!" ucap Kevin mengarahkan botol minum itu kemulut Kiara. Kiara mengangguk dan meminum air mineral itu. Tangan Kevin pasti masih memegangnya botol itu.


" Sudah lebih enakan?" tanya Kevin. Kiara menggeleng pelan dengan kepalanya berkeliling melihat tempat itu yang tidak ada orang.


" Apa masih lama sampai?" tanya Kiara yang masih takut. Kevin menggeleng.


" Tidak sebentar lagi akan sampai," ucap Kevin. Agar Kiara tenang.


" Apa akan terjadi lagi?" tanya Kiara dengan pelan. Kevin memegang pipi Kiara sembari mengusap lembut.


" Kiara tidak akan ada yang terjadi semuanya akan baik-baik saja. Aku ada di sini. Jadi kamu tidak perlu takut," ucap Kevin memberikan Kiara ketenangan.


Kiara mengangguk. Dia memang ketakutan. Tetapi dia sedikit merasa nyaman dengan Kevin yang ada bersamanya.


**********


Perjalanan semakin jauh dan syukur- syukur tidak terjadi guncangan hebat seperti apa yang terjadi tadi tadi. Kiara sudah cukup tenang walau masih takut-takut akan terjadi lagi.


Kevin sudah duduk di sampingnya dan Kiara menghadap Kevin. Kevin mengobati luka di dahi Kiara dengan lembut.


Kiara hanya melihat Kevin. Dia masih tidak percaya jika Kevin ada di pesawat yang sama dengannya. Bahkan Kevin yang sudah memberinya kenyamanan.


Karena Kiara sangat takut. Apa lagi mendengar teriakan dan kericuhan hanya akan membuatnya semakin tidak tenang.


" Kenapa kau ada di sini?" tanya Kiara yang akhirnya bicara setelah sedari tadi diam.


" Aku ada keperluan di Paris?" jawab Kevin tanpa melihat Kiara tangannya tetap fokus mengobati luka itu.


" Lalu tau dari mana aku ada di pesawat ini, kenapa sampai datang ke class ekonomi?" tanya Kiara dengan hati-hati.


Kevin melihat kearah Kiara setelah menempelkan perekat perban pada dahi itu. Kiara memang tidak mengeluh atas sakit di dahinya. Karena ketakutannya mengalahkan rasa sakit itu.


" Kenapa tidak menjawab telponku?" tanya Kevin. Bukannya menjawab pertanyaan Kiara. Kevin malah bertanya membuat Kiara menelan salavinanya.


" Apa kau ada menelpon?" tanya Kiara yang benar-benar tidak tau. Kevin mengangguk.


" Maaf! ponselku mati," jawab Kiara.


" Apa mati sampai selama itu atau sengaja di matikan?" tanya Kevin.


" Tidak aku tidak sengaja. Saat aku pulang dari Perusahaanmu aku menaiki bis dan ponselku lobet. Saat aku pulang kerumah aku langsung tidur dan tidak membuka hp sama sekali," ucap Kiara dengan apa adanya menjelaskan kepada Kevin.

__ADS_1


" Aku juga tidak mengecek ponsel setelah itu," lanjut Kiara lagi yang terus menjelaskan.


" Lalu kenapa tidak mengabariku jika kau berangkat? tanya Kevin.


" Aku tidak kepikiran," jawab Kiara.


" Tidak kepikiran?" tanya Kevin.


" Maaf," sahut Kiara menyesal.


" Lalu kenapa kau bisa kepikiran mengubah jadwal penerbangan mu. Sehingga orang yang kujanjikan untuk menjagamu tidak bisa pergi?" tanya Kevin yang terus mengintimidasi Kiara.


Wajah Kevin terlihat serius yang sedari tadi bertanya sangat lembut kepada Kiara. Memang dia harus menanyakan semua itu. Karena Kiara memang menghindarinya terus menerus.


" Itu juga sangat mendesak, aku baru mengetahui itu dari kak Rangga. Karena aku benar-benar tidak tau," jawab Kiara yang memang apa adanya.


Bukan dia yang mengubah jadwal kepergiannya. Tetapi Kakaknya. Yang memang sudah anjuran dari tempatnya bekerja.


" Apa kau tidak bisa mengirim pesan kepadaku hanya dengan satu kalimat, saat kau masih di bandara atau sudah di dalam pesawat?"


Dia terus bertanya yang benar-benar Kiara bisa membuatnya sangat khawatir.Kevin lebih seperti seorang pacar yang memarahi kekasihnya.


" Aku sangat lelah sehingga tidak kepikiran hal itu. Dan di dalam pesawat aku juga langsung tidur agar bisa lebih segar. Karena aku merasa tidak enak badan," jawab Kiara jujur.


" Apa kau sakit dari semalam?" tanya Kevin menebak. Saat memeluk Kiara dia merasakan hangat di tubuh itu dan mungkin memang benar Kiara sedang sakit.


Kiara mengangguk pelan. Dia memang sakit. Tubuhnya sangat lemah. Kiara memang akan merasa sakit dan lemah. Kalau sesuatu yang tidak penting merusak pikirannya.


" Kenapa tidak memberitahuku agar keberangkatanmu di batalkan," ucap Kevin yang begitu mencemaskan Kiara. Kiara tersenyum tipis.


" Kiara..."


" Kevin," Kiara memotong Kevin yang pasti ingin bertanya lagi.


" Kevin kau bertanya sedari tadi dan aku sudah menjawabnya. Tetapi kau belum menjawab pertanyaan an ku. Kenapa kau menghampiri class ekonomi?" tanya Kiara yang masih menunggu jawaban.


" Karena ada kau di sana," jawab Kevin terus terang.


" Apa kau mengkhawatirkan ku?" tanya Kiara pelan.


" Iya," jawab Kevin jujur. Mendengar pengakuan itu Kiara sampai melihatnya sangat dalam


" Aku sagat mengkhawatirkan mu makanya aku melihat keadaanmu, aku tidak ingin terjadi apa-apa kepadamu," lanjut Kevin yang benar-benar jujur akan hatinya.


Kiara mendengarnya sampai terdiam. Dia tidak tau apakah rasa khawatir itu hal yang wajar atau rasa khawatir yang lain.


" Apa kau masih takut?" tanya Kevin menatap dengan dalam. Kiara menggeleng cepat.


" Sebenarnya aku tidak hanya takut karena pesawat yang goyang. Tetapi aku takut dan tidak nyaman mendengar kericuhan aku hanya panik dengan hal itu," ucap Kiara menjelaskan apa yang menyebabkan rasa takutnya.


Kevin tersenyum dan mengusap pipi Kiara.

__ADS_1


" Tempat ini sangat nyaman jadi jangan takut," jelas Kevin yang memang membuat kenyamanan pada Kiara.


Kiara mengangguk-angguk kan kepalnya. Dengan jantungnya yang berdetak tidak menentu yang benar saja Kevin benar-benar seperti itu memperhatikannya.


Dia bahkan mengatakan jika benar-benar mengakui bahwa dia benar-benar mengkhawatirkan Kiara.


**********


Kiara dan Kevin duduk berdampingan. Kiara memang sangat lega dengan keberadaan Kevin di sampingnya. Entah sudah berapa jam mereka berada di dalam pesawat.


Kiara mengingat jika tadi mamanya memberinya potongan buah untuk di makan di pesawat.


Kiara bahkan lupa memakannya karena insiden yang terjadi. Kotak bekal itu sudah ada di tangannya dan membukanya.


" Kamu mau?" tanya Kiara menoleh kearah Kevin. Kali ini Kevin mengangguk tanpa menolak.


Kiara tersenyum melihatnya dan menyodorkan pada Kevin menggunakan garfu plastik. Kevin menerima suapan Kiara.


" Aku lupa memakannya tadi dan aku harus tetap memakannya Karena ini potongan dari mama," ucap Kiara.


" Apa kau masih sakit?" tanya Kevin yang masih khawatir. Kiara menggeleng.


" Aku sudah tidak apa-apa, aku jauh lebih enakan," sahut Kiara. Perhatian Kevin memang membuatnya jauh lebih enakan.


" Apa kau akan trauma naik pesawat?" tanya Kevin. Kiara menggeleng.


" Apa wajahku terlihat trauma," tanya Kiara. Kevin tersenyum menggeleng.


" Terima kasih," ucap Kevin tiba-tiba.


" Terima kasih untuk apa?" tanya Kiara bingung.


" Sudah memberiku makanan yang sudah lama tidak ku makan," ucap Kevin menatap dalam dengan dalam Kiara.


" Kau sengaja membuatnya?" tanya Kevin.


" Iya," celetuk Kiara ke ceplosan, " maksudnya tidak, hah!! Aku memang sengaja membuatnya untuk yang lainnya juga," ucap Kiara gugup yang membantah tebakan Kevin. Kevin mendengarnya mendengus.


" Apapun itu aku berterima kasih," sahut Kevin. Kiara mengangguk-anggukan kepalanya.


" Jadi dia memakannya juga," batin Kiara yang kesenangan.


" Kenapa pergi saat itu. Bukannya kau ingin memakannya bersamaku?" tanya Kevin. Membuat Kiara kaget.


" Astaga aku lupa. Jika ada kartu ucapan yang aku tulis. Kiara kenapa bodoh sekali. Pasti dia juga membacanya," batin Kiara yang gugup di depan Kevin.


" Kau tidak akan menjawabnya?" Tanya Kevin menaikkan 1 alisnya.


" Aku sudah memberi jawaban kemarin. Jika aku ingin packing," sahut Kiara masih mencari alasan.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya


Terima kasih...


__ADS_2