
Kiara ternyata bisa mencari tempat keramaian Dia bertanya kepada salah seorang warga yang di temuinya. Ternyata alamat rumahnya dan tempat tinggalnya sangat jauh. Memakan waktu perjalanan naik kendaraan 2 jam lebih.
Kiara berjalan dari pagi sampai malam. Jadi wajar jika selama itu dia baru sampai. Kiara yang memang tidak tau daerah tersebut langsung mencari penginapan.
Dia menginap di salah satu kamar hotel yang ada di sana. Untungnya dia membawa dompet dan masih bisa menyelamatkan dirinya. Kiara berada di dalam kamar mandi dan membasuh wajahnya. Melihat wajahnya di cermin.
Kiara lebih melihat wanita bodoh yang ada di sana. Dia masih tidak menyangka. Jika dia bisa seperti itu. Dia bisa jatuh cinta dan bahkan cinta itu salah.
Untuk pertama kali dalam hidupnya jatuh cinta. Selama dia hidup. Tidak ada lelaki yang kecantol di hatinya. Tetapi dengan Kevin dia merasa kenyamanan.
Tetapi apa yang terjadi. Dia malah di permainkan. Air mata itu harus kembali menetes dan dengan cepat Kiara langsung menyekanya.
" Dasar bodoh," gerutunya mengutuk dirinya sendiri dengan tersenyum mengejek diri sendiri.
Kiara menarik napasnya dan keluar dari kamar mandi. Sesampai di ranjangnya dia memegang perutnya seperti ada peperangan di sana.
" Aku lapar," keluhnya baru merasa lapar sekarang. Berhenti menangis membuatnya kelaparan. Bagaimana tidak dari tadi pagi dia tidak makan. Dan sibuk menangis sampai tidak ingat makan dan sekarang baru ingat jika ada tuntutan di dalam perut itu.
********
Kiara yang memang tidak akan bisa tidur jika tidak mengisi perutnya. Harus mencari makanan keluar. Walau tengah malam pasti banyak penjual yang memang berjualan 24 jam.
Karena di tempat keramaian Kiara tidak takut untuk keluyuran apa lagi tempat itu sangat dekat dengan hotel jadi aman-aman saja.
" Kemana aku mencari makanan," gumam Kiara yang bingung melihat di sekelilingnya.
" Di sana sepertinya masih buka," ucap nya ketika melihat warung di sebrang jalan. Saat Kiara ingin menyebrang sebuah mobil berhenti. Langkah Kiara harus terhenti.
Mobil itu juga sangat tidak asing baginya dan memang benar apa yang ditebak nya sang pengemudi langsung keluar yang ternyata Kevin.
Setelah mencari kemana-kemana akhirnya Kevin menemukan Kiara. Matanya bahkan memerah dan terlihat lelah karena mencari seharian Kiara dengan rasa khawatir yang besar.
" Kiara," lirih Kevin. Kiara langsung pergi begitu melihat Kevin.
" Kiara tunggu!" panggil Kevin. Langsung mengejar Kiara dan berhasil meraih tangan Kiara.
__ADS_1
" Lepaskan aku!" berontak Kiara ingin melepas tangannya dari Kevin.
" Tidak akan. Ayo bicara. Dengarkan aku. Kasih aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya," ucap Kevin dengan wajahnya yang memohon pada wanita yang benar-benar sangat marah kepadanya.
" Tidak ada yang perlu di jelaskan. Jadi lepaskan aku. Aku membencimu. Lepaskan aku," teriak Kiara.
" Tidak akan. Aku tidak akan melepasmu. Sebelum kita bicara," ucap Kevin semakin memegang lengan Kiara dengan kuat.
" Jika kau tidak mau melepaskanku. Aku akan berteriak," ucap Kiara dengan nada mengancam.
" Terserahmu. Tetapi aku tetap tidak akan melepasmu," ucap Kevin dengan yakin. Sementara Kiara sudah geram dan benar-benar muak dengan Kevin.
" Tolong! tolong! tolong!" teriak Kiara yang menjerit benar-benar tidak main-main dengan ucapannya dan Kevin bukannya melepas malah memegang semakin erat.
Kiara terus berteriak. Sampai beberapa orang Pria datang. Membuat Kevin tidak peduli dan tetap memegang tangan Kiara.
" Ada apa neng," tanya salah satu warga.
" Tolong saya. Dia ingin mencelakai saya," ucap Kiara dengan nada ketakutan benar-benar tidak peduli lagi dengan Kevin.
" Lepaskan dia, atau kami akan menghajarku di sini," ancam salah satu pria.
" Aku tidak akan melepasnya. Terserah kalian mau berbuat apa," sahut Kevin terus melihat ke arah Kiara. Dia memang tidak akan melepaskan Kiara. Karena melepaskan Kiara sama saja menghilangkan kesempatannya.
" Apa Kevin benar-benar gila," batin Kiara yang malah khawatir.
" Kita kasih kamu 1 peringatan lepaskan. Atau kamu akan berakhir di sini," ancam Pria itu lagi yang benar-benar emosi. Tetapi Kevin tetap kekeh dan tetap pada pendiriannya akan mempertahankan apa yang sudah di pegangnya.
" Lepaskan aku!" ucap Kiara menekan suaranya. Kevin menggeleng.
" Cari gara-gara nih," salah satu pria yang membawa kayu langsung memukul pundak Kevin. Sampai membuat Kiara kaget.
" Auhhh," lirih Kevin yang pasti sangat sakit. Kiara tidak menyangka jika Pria itu akan memukul Kevin.
" Cepat lepaskan?" teriak Pria yang memegang kayu itu. Kevin dia dan tetap keras kepala. Pria itu emosi dan memukul lengan Kevin yang memegang Kiara.
__ADS_1
ekuat-kuatnya pukulan itu tidak membuat penganan Kevin lepas. Sementara Kiara semakin panik dengan hal itu. Bahkan melihat ada darah yang menetes dari tangan Kevin. Sementara Kevin menahan sakit dengan terus menatap Kiara.
" Wah ini orang benar-benar pengen mati. Kita hajar saja," sahut Pria yang satunya benar-benar geram dengan Kevin yang menghantam mereka.
Mendengar kata menghajar membuat Kiara takut. Dia berusaha melepas kembali tangannya dari Kevin dan sama saja tidak di lepas sama sekali dan tidak menunggu lama warga-warga yanga ada di sana langsung menghajar Kevin.
Buk- bak-buk- bak- Buk- bak-buk- bak. Kevin benar-benar di hajar tanpa ampunan dan tangannya tidak lepas sama sekali dari Kiara. Sementara Kiara kaget dengan hal itu. Matanya membulat sempurna dengan orang-orang yang menghajar Kevin tanpa ampunan.
" Kevin aku mohon lepaskan aku. Apa yang kamu lakukan. Kamu jangan bodoh," batin Kiara yang ketakutan dengan Kevin yang sama sekali tidak melawan.
" Hentikan! teriak Kiara yang sudah tidak tahan melihat Kevin di pukuli. Warga menghentikan pukulannya dan Kevin terduduk karena terluka. Sementara tangannya masih tetap memegang lengan Kiara.
" Ada apa neng?" tanya warga.
" Ini hanya salah paham. Aku mengenal nya. Dia tidak inginencelakaiku. Aku hanya marah kepadanya," ucap Kiara menjelaskan agar warga-warga berhenti memukuli Kevin.
" Bagaiman sih neng," ucap salah satu warga dengan kesal.
" Aku minta maaf. Ini hanya masalahku dengan dia. Kami hanya terlibat cekcok jadi mohon maaf," ucap Kiara merasa bersalah.
" Hhhhhhh," sorak warga merasa kecewa.
" Kalau gini kita tidak tanggung jawab ya," sahut salah seorang warga.
" Maaf kan saya sekali lagi," ucap Kiara.
" Ayo pergi, ada-ada aja," sahut warga kesal dan akhirnya berpergian meninggalkan Kiara dan Kevin.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
__ADS_1
...Saya mengucapkan Selamat Hari Raya idul Fitri 1443 Hijriah terima kasih untuk semuanya....