Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 75 Pemberian


__ADS_3

Malam hari ini Kiara dan Kevin akan menghadiri acara yang penting. Acara yang akan mengakhiri pekerjaan Kiara sebagai mod.


Kiara sudah bersiap-siap di kamarnya. Kiara tampak cantik dengan dress Merah selututnya. Bagian bawah dress sedikit bervolume sehingga agak mengembang.


Sedangkan bagian atasnya menampilkan pundaknya dan sedikit bagian dadanya yang putih mulus. Karena ke-2 lengan dress tersebut berada di bawah pundaknya.


Rambutnya di gerai dan di beri keriting bagian bawahnya yang menambah penampilannya menjadi cantik. Kiara sekarang memakai anting Silver sedikit panjang agar penampilannya tidak terlalu polos.


" Sepertinya sudah cukup," ucap Kiara menyemprotkan Parfum sebagai penutup riasannya. Kiara kembali bercermin.


" Cantik," gumamnya memuji dirinya sendiri. Ya memang kenyataan dia sangat cantik. Jadi wajar dia percaya dirinya tinggi untuk memujinya dirinya.


Setelah merasa cukup dengan penampilannya. Kiara mengambil mantel dan ponselnya dia keluar dari kamarnya.


Ternyata Kevin sudah menunggunya di ruang tamu. Hentakan heels membuat Kevin berbalik badan dan melihat bidadari yang menuruni anak tangga. Kevin seperti Pria yang menunggu kekasihnya untuk di ajak dinner.


Kevin berdiri sesat melihat wanita cantik itu semakin lama semakin habis menuruni anak tangga. Matanya bahkan tidak berkedip melihat Kiara. Cantik bahkan lebih dari kata cantik.


" Aku sudah selesai," ucap Kiara saat sudah berada di depan Kevin sampai Kevin tersentak kaget.


Tidak menyangka wanita yang menarik perhatiannya itu sudah di depannya dengan wajahnya yang penuh senyum. Dan kecantikannya di atas rata-rata. Kevin bingung apakah harus memuji kecantikan Kiara di depan Kiara atau menyimpan di hatinya saja.


" Kau sudah lama menunggu?" tanya Kiara.


" Tidak," jawab Kevin datar.


" Ya sudah ayo berangkat," ucap Kiara melangkahkan kakinya. Tetapi Kevin menghentikannya dengan memegang tangan Kiara. Sampai Kiara harus berbalik lagi.


" Ada apa?" tanya Kiara heran.


" Sebentar," ucap Kevin.


Kevin berdiri di belang Kiara membuat Kiara kebingungan. Kevin mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan langsung memasangkan di leher Kiara.


Sontak Kiara kaget. Saat Kevin memasang kan kalung di lehernya. Kiara sampai menundukkan kepalanya dan melihat benda yang melingkar di lehernya tersebut.


Kalung yang begitu indah yang tidak asing untuknya. Kalung yang dilihatnya kemarin. 2 angsa kecil berwarna emas yang saling berhadapan dengan mutiara kecil di sekitar angsa tersebut.


Saat kalung itu sudah terpasang di lehernya Kiara langsung membalikkan badannya menghadap Kevin. Bukan wajah bahagia atau ceria yang ditunjukkannya. Tetapi wajah kebingungan wajahnya yang resah.


" Apa ini, kenapa harus memakaikannya di leherku?" tanya Kiara.

__ADS_1


" Itu untukmu," jawab Kevin.


" Tetapi ini tidak perlu," ucap Kiara ingin membuka kembali kalung tersebut.


Dia merasa tidak enak jika Kevin memberikan benda yang dia tau itu pasti sangat mahal. Mungkin harganya bisa mencapai miliyaran. Kevin menghentikan tangan Kiara saat berusaha membukanya.


" Pakailah, itu cocok untukmu," ucap Kevin.


" Tidak Kevin ini berlebihan. Aku tidak bisa menerima ini," ucap Kiara yang benar-benar menolak.


Jika dikatakan ingin memiliki kalung itu pasti ingin. Tetapi dia tidak punya hak untuk menerima pemberian dari Kevin.


" Kau akan menolaknya?" tanya Kevin. Kata yang sering diucapkan Kiara saat Kiara memberikan sesuatu kepada Kevin.


" Bukan itu maksudku. Tetapi ini sangat berlebihan," jawab Kiara membuat alasan agar Kevin tidak tersinggung.


" Kiara,"


" Kevin ini tidak murah dan aku tidak punya hak untuk menerima semua ini," sahut Kiara yang benar-benar menolak kalung itu. Karena dia merasa tidak berhak.


" Aku memberinya sebagai bonus atas kerja kerasmu. Apa kah kau ada yang memberimu bonus," jelas Kevin.


" Maksudnya?" tanya Kiara.


" Kiara, aku tidak tau harus memberi apa. Jadi aku rasa kau akan menyukai apa yang aku berikan dan berharap kau memakainya dan tidak melepasnya," ucap Kevin dengan tulus berbicara kepada Kiara yang meragukan pemberian itu.


Sebenarnya Kevin memberikan itu bukan karena kerja keras Kiara di Hotel milik keluarganya. Sama sekali tidak ada hubungannya. Kevin memang ingin membeli karena Kiara menyukainya.


Tidak tau kenapa dia ingin membuat wanita itu bahagia. Dia ingin memberikan sesuatu yang di inginkan Kiara.


" Kau tidak akan menolaknya kan?" tanya Kevin memastikan. Masih melihat keraguan di wajah Kiara.


" Ini pasti sangat mahal. Kenapa juga Kevin harus melakukan itu. Apa itu tidak berlebihan dan jika aku menolaknya apa dia akan marah," batin Kiara yang masih ragu dia benar-benar bingung haruskah menerima atau tidak.


" Kiara," tegur Kevin melihat Kiara yang masih bengong.


" Apa aku harus menerima ini?" tanya Kiara. Kevin menganggukkan matanya.


" Apa ini tidak berlebihan?" tanya Kiara. Kevin menggeleng. Kiara menarik napas panjang dan membuangnya perlahan.


" Baiklah! aku akan menerimanya," jawab Kiara masih penuh dengan keraguan. Tetapi dia harus menerimanya. Karen tidak ingin Kevin tersinggung.

__ADS_1


Mendengarnya Kevin tersenyum. Kiara menerima pemberiannya membuatnya hatinya bahagia.


" Ayo kita berangkat!" ajak Kevin. Kiara mengangguk. Kiara dan Kevin pun pergi dari Apartemen itu.


Kevin memang menyempatkan diri untuk membelinya. Karena melihat wajah Kiara yang tampak menyukainya membuat Kevin berkeinginan untuk membelinya.


Padahal dia seharian bersama Kiara. Tetapi dia mengambil cela sedikit untuk dapat membeli kalung itu sebagai hadiah untuk Kiara. Seharusnya Kiara tau Kevin membelinya karena memang ingin membuat Kiara senang.


Bukan karena sebagai royalti yang seperti di katakan Kevin tadi. Tetapi yang penting Kiara sudah menerimanya dan itu sudah lebih dari cukup.


Mereka sekarang sudah berada di dalam mobil. Kevin menoleh kearah Kiara yang tampak kurang nyaman. Tidak seperti biasanya. Dia akan banyak bicara.


Sekarang malah memilih untuk diam. Wajah Kiara juga tampak lesu. Tidak seceria saat melihat wanita itu menuruni anak tangga.


" Apa kalung itu membuatmu menjadi bisu? tanya Kevin membuat Kiara kaget dan melihat kearah Kevin.


" Tidak aku hanya merasa tidak pas, untuk menerima ini," sahut Kiara pelan masih saja ingin menolaknya.


" Lalu bagaimana caranya supaya kau pantas," sahut Kevin dengan nada dingin.


" Kiara aku minta maaf. Jika kau tidak nyaman dengan apa yang kuberikan. Baiklah kau bisa melepasnya jika kalung itu membuatmu tidak nyaman. Aku tidak ingin fokus hilang hanya dengan apa ku berikan," ucap Kevin dengan suara dingin.


Kiara melihat kerah Kevin. Wajah Kevin tampak kecewa dengan sikafnya yang menolak secara terang-terangan pemberian Kevin.


" Apa dia tersinggung," batin Kiara melihat wajah Kevin yang penuh kekecewaan.


" Terima kasih," ucap Kiara tiba-tiba.


" Untuk apa?" tanya Kevin.


" Kalungnya sangat indah, aku menyukainya. Aku tidak menyangka kalung yang aku lihat kemarin menempel di patung itu. Sekarang menempel di leherku. Terima kasih Kevin," ucap Kiara. Kevin menoleh kearah tersenyum tipis.


" Kau terpaksa mengatakannya?" tanya Kevin jelas sangat tau itu. Kiara menggeleng cepat.


" Tidak, aku tidak terpaksa. Bukankah memang aku menyukai ini. Jadi kenapa aku terpaksa," sahut Kiara membantah.


" Apa kau akan memakainya terus?" tanya Kevin. Kiara mengangguk cepat. Kevin tersenyum tipis mendengarnya. Kiara juga ikut tersenyum.


" Terima kasih, sudah menerimanya," ucap Kevin.


" Sama-sama," jawab Kiara.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2