Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 130 Masih melepas rindu.


__ADS_3

Kiara dan Kevin melanjutkan makan mereka dan selesai makan. Kiara belum pulang dari Apertemen Kevin dan masih berselonjoran di sofa.


Kevin yang duduk dan Kiara yang berbaring dan paha Kevin di jadikannya bantal. Tangan Kevin memainkan rambut Kiara. Sesekali mengusap-usapnya.


" Memang kalau Haria memang akan menikah dengan kak Alan?" tanya Kiara melihat kearah Kevin.


" Aku juga tidak tau. Jika memang itu benar-benar akan terjadi," jawab Kevin


" Tapi kan, bukannya dia hanya ingin kamu. Lalu kenapa harus mengorbankan rumah tangga orang lain," ucap Kiara dengan wajah sendunya.


" Aku juga tidak tau Kiara. Kenapa dia sampai seperti itu. Aku sudah beberapa kali memperingatkannya. Tetapi dia tidak pernah mendengarkanku. Dan tetap kekeh untuk niatnya itu," ucap Kevin.


" Kasian kak Saras jika sampai seperti itu. Mana mungkin dia bisa menerima pernikahan suaminya," ucap Kiara yang langsung simpatik dengan Saras.


" Kamu benar, mana mungkin dia menerima hal itu. Karena sejak awal Haria datang kerumah dia dan mas Alan bertengkar dan bahkan kak Saras meminta berpisah. Jika semua itu sampai terjadi. Yang aku juga tidak tau. Apa kah memang mereka akan berpisah jika pernikahan itu memang akan terjadi," ucap Kevin.


" Kevin. Bukannya tujuan Hari itu adalah kamu. Lalu jika dia sudah sampai menikahi kak Alan. Itu berarti tujuannya tidak akan terlaksana dan berarti dia tidak akan menikah karena memang kamu tujuannya," ucap Kiara menarik kesimpulan sendiri.


" Tetapi dia salah mencari lawan. Yang coba di bohongi ya adalah papa. Dan papa tidak menyukai hal yang bertele-tele. Dan ketika papa bicara. Mungkin Haria tidak akan bisa membantah dan akan melaksanakan pernikahan itu," ucap Kevin.


" Lalu bagaimana jika papa kamu tau tentang tujuan Haria?" tanya Kiara.


" Semuanya akan selesai. Dan Haria tidak akan mendapatkan kompensasi dari apa yang di lakukannya. Karena sebelumnya aku sudah mengingatkannya," jawab Kevin. Tanpa menghentikan tangannya memainkan rambut Kiara.


" Apa papamu begitu menyeramkan?" tanya Kiara. Kevin melihatnya dan mengangguk.


" Walau menyeramkan. Haria tidak takut dengan hal itu. Dia masih menganggap remeh tanpa tau akibatnya," ucap Kevin.


" Kamu juga," ucap Kiara. Kevin mengkerutkan dahinya.


" Aku. Kenapa dengan aku?" tanya Kevin heran.


" Kamu juga tidak takut dengan papamu. Buktinya kamu masih berhubungan denganku. Bahkan papamu sudah tau dan juga mengingatkan. Tapi kamu juga tidak takut," ucap Kiara. Kevin tersenyum mendengarnya.


" Tapi aku berbeda dengannya. Dia melakukan hal yang salah. Tetapi aku melakukan hal yang benar. Jadi wajar saja. Jika aku tidak takut sama sekali," ucap Kevin menegaskan. Kiara tersenyum mendengarnya.


" Memangnya kebenaran apa yang kamu lakukan?" tanya Kiara.


" Mencintaimu. Aku melakukan kebenaran itu dan tidak salah aku harus melanggarnya dan aku tidak takut dengan papa dan semua ancamannya. Karena aku yakin yang aku lakukan tidak salah dan aku bisa melindungimu sampai kapanpun," ucap Kevin menatap Kiara dalam-dalam. Kata-kata lembut itu membuat Kiara begitu tersentuh dan wajah cantiknya tidak lepas dari senyum merekah itu.


" Aku jadi suka. Kalau kita ada di Luar Negri," ucap Kiara.


" Kenapa?" tanya Kevin.


" Meta jadi bebas. Tidak perlu sembunyi-sembunyi untuk bersama," jawab Kiara. Kevin mengangguk tersenyum.


" Itu karena kamu datang. Apa seharusnya aku mengajakmu saat aku Ke Jerman agar waktu kita lebih banyak," ucap Kevin.


" Iya. Seharunya kamu melakukan itu. Kenapa baru punya ide sekarang. Padahal. Sewaktu kamu pamitan aku menunggu-nunggu. Kamu mengatakan. Kiara apa mau ikut ke Jerman bersamaku. Tetapi kamu malah tidak mengatakannya sama sekali," ucap Kiara dengan wajah cemberutnya.


" Jadi kamu menunggu-nunggu itu?" tanya Kevin. Kiara mengangguk-angguk.


" Baiklah. Nanti kalau aku ke Luar Negri lagi. Aku akan mengajakmu," ucap Kevin. Kiara mengangguk-angguk.

__ADS_1


" Ya sudah ini sudah malam. Ayo aku antar pulang ketempat kamu menginap!" ucap Kevin melihat arloji di tangannya. Saat Kevin menunggu Kiara untuk bangkit dari pahanya. Kiara malah bertahan membuat Kevin heran.


" Ada apa?" tanya Kevin. Kiara tidak menjawab dan menunjukkan layar ponselnya pada Kevin menunjukan Chat nya dengan kakaknya.


..." Kak Kiara tidak kembali ke Hotel. Kiara menginap di tempat teman Kiara. Banyak hal yang harus di selesaikan. Jadi kakak jangan menunggu Kiara,"...


..." Baiklah kamu hati-hati," jawab Angga....


Kevin menaikkan 1 alisnya melihat pesan Chat itu dan melihat Kiara yang malah tersenyum lebar.


" Kamu benar-benar nakal, dari mana kamu mendapat ajaran seperti itu?" tanya Kevin dengan menatap curiga.


" Aku masih merindukanmu. Lagian kita baru bertemu 3 jam saja. Jadi tidak apa-apa. Kalau aku bohong sedikit. Lagian aku tidak bohong. Memang apa adanya yang aku katakan," ucap Kiara.


" Kalau begitu katakan memang apa yang belum kita selesaikan?" tanya Kevin menatap Kiara dalam-dalam. Tatapan itu membuat Kiara menelan salavinanya.


" Katakan," ucap Kevin lagi.


" Tidak ada," sahut Kiara yang langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Kevin yang menatapnya begitu dalam membuatnya meleleh. Kevin mendengus melihat Kiara yang sekarang malah salah tingkah.


" Ya sudah sekarang kamu bangkit!" ucap Kevin. Kiara mengkerutkan dahinya dan kembali melentangkan dirinya.


" Kamu tidak mengijinkan aku menginap di sini?" tanya Kiara.


" Memang aku bilang apa. Aku tidak bilang apa-apa," ucap Kevin.


" Kamu menyuruhku bangkit," ucap Kiara.


" Memang kamu akan tidur di sini terus. Tidak kan. Kamu pindahlah kekamar. Aku akan tidur di sini," ucap Kevin.


" Baiklah!" ucap Kiara langsung duduk.


" Katakan kamarnya di mana. Maka aku akan kesana secepatnya," ucap Kiara.


" Di atas," jawab Kevin.


" Baik tuan Kevin aku akan pergi kesana," ucap Kiara. Kevin mengangguk-angguk.


Cup.


Tiba-tiba Kiara mencium pipi Kevin. Membuat Kevin panik.


" Selamat malam," ucap Kiara langsung buru-buru pergi. Kevin melihat tingkah Kiara mendengus dengan geleng-geleng kepala dan tersenyum di wajahnya.


" Dia memang ada-ada saja," batin Kevin memegang pipinya yang habis di cium Kiara. Apapun itu dia pasti senang mendapat kecupan dari Kiara sang kekasih.


***********


Di sisi lain di tempat bucin yang satunya. Siapa lagi. Jika bukan Sandy dan Clarissa. Clarissa duduk kursi meja makan. Memperhatikan Sandy yang sekarang sedang menyiapkan makanan untuknya.


Dia sudah seperti istri yang paling bahagia yang menyiapkan segalanya untuknya. Wajahnya juga tidak pernah berhenti tersenyum dengan semua kebahagian yang di terimanya.


Sandy sudah memindahkan makanan itu ke dalam piring. Sandy membuatkan Clarissa spageti yang menjadi favorite Clarissa. Setelah selesai menata cantik di atas piring. Sandy langsung menghampiri Clarissa yang sedari tadi menunggunya.

__ADS_1


" Maaf sudah membuatmu lama menunggu," ucap Sandy.


" Tidak sama sekali," jawab Clarissa.


" Ya sudah makanlah!" ucap Sandy menggeserkan piring di depan Clarissa.


" Makasih," sahut Clarissa tersenyum.


" Kamu sedang apa tadi?" tanya Sandy yang tadi sempat melihat Clarissa melihat ponselnya.


" Tidak. Aku hanya melihat laporan dari Santi mengenai perusahaan Lexus," jawab Clarissa.


" Memang ada masalah?" tanya Sandy.


" Tidak ada masalah. Hanya saja Grup Lexus lagi banyak proyek. Sementara Kevin lagi di Jerman," jawab Clarissa.


" Ngapain dia ke Jerman?" tanya Sandy.


" Perjalanan bisnis dan sekalian pacaran," ucap Clarissa yang sepertinya mengetahui hubungan adiknya itu. Sandy mengkerutkan dahinya mendengar ucapan Clarissa.


" Oh iya kamu tau dari mana?" tanya Sandy.


" Arya. Dia mengatakan kasihnya sudah menyusulnya," jawab Clarissa. Yang memang Arya tidak bisa tidak mengatakan apapun. Jika Clarissa sudah bertanya.


" Siapa kekasihnya?" tanya Sandy.


" Kamu pasti mengenalnya," jawab Clarissa sudah mulai menikmati masakan Sandy.


" Siapa? tanya Sandy heran.


" Gadis yang aku suruh kamu membujuknya untuk masuk kembali ke yayasan Lexus," jawab Clarissa.


" Kiara maksud kamu?" tebak Sandy. Clarissa mengangguk.


" Mereka pacaran?" tanya Sandy tidak percaya dengan hal itu.


" Hmmmm, mereka pacaran. Sama seperti kita. Berhubungan diam-diam," jawab Clarissa.


" Apa Kevin yang memberikan Kiara surat baik dari yayasan Lexus?" tanya Sandy bingung.


" Hmmm, kamu benar memang dia yang melakukannya," jawab Clarissa.


" Dan mereka sudah pacaran saat itu?" tanya Sandy.


" Kayaknya sih belum. Mereka masih pdk dan aku juga tidak menyangka. Akhirnya mereka malah pacaran," ucap Clarissa yang pasti tau hal itu. Karena dia lumayan kepo dengan hubungan Kevin dan Kiara.


" Ya begitulah. Kita mana tau dari mana datangnya cinta. Sama seperti kita. Yang juga tiba-tiba cinta," ucap Sandy tersenyum.


" Aku tidak tiba-tiba cinta. Memang dari dulu. Aku sudah menyukaimu dan sampai sekarang," sahut Clarissa.


" Iya, deh yang nggak mau kalau," ucap Sandy mengusap rambut Clarissa.


" Ya sudah, kamu makan lagi," ucap Sandy Clarissa menganggu dan kembali melanjutkan makannya.

__ADS_1


...Bersambung.........


__ADS_2