
Kiara berusaha mengingat bagaimana dulu saat remaja dia juga terjebak minum dan akhirnya mabok dan tidak tau apa-apa setelah itu. Bahkan sampai sekarang Kiara masih penasaran dengan orang yang bersamanya malam itu.
" Yah maklumlah, mungkin soal seperti itu aku memang sangat bodoh. Mungkin juga karena Aku terbiasa hidup di luar Negri, dengan aturan kesopanan yang tidak boleh menolak minuman dari orang yang menawarkan. Sama halnya seperti kejadian tadi malam. Hanya karena merasa tidak enak aku menerima tawaran minum dari mereka. Tetapi Aku malah kehilangan kendali lagi, aku tidak tau kenapa aku sangat lemah dengan hal itu, selalu seperti itu sangat ceroboh dengan hal yang mengerikan," Kiara terus mengoceh yang menyadari kecerobohannya. Tetapi Kevin masih diam dengan semua pemikirannya tentang Kiara dan wanita 2 tahun lalu.
" Siapa yang bersamamu saat itu?" tanya Kevin yang benar-benar ingin membuktikan jika Kiara adalah wanita yang bersamanya malam itu.
" Teman-teman ku?" jawab Kiara santai sambil mengunyah makanannya.
" Apa tidak ada yang lain, atau kejadian yang kau ingat?" tanya Kevin yang benar-benar penasaran. Kiara menggeleng.
Kevin sangat yakin jika Kiara adalah wanita itu. Bahkan semakin hari banyak bukti yang menjulur pada Kiara.
" Tidak mungkin jika wanita itu adalah Kiara. Pasti bukan Kiara. Pasti salah satu siswa yang ada di sana. Apa lagi Kiara saat itu masih sangat belia. Tidak mungkin jika wanita itu adalah Kiara. Jika iya Kiara pasti mengingat sedikit demi sedikit. Tetapi Kiara tampak santai bicara," Kevin mengalami perang batin dengan perasaannya yang tidak menentu.
Jelas dia mengingat wanita itu. Wanita yang berciuman panas dengannya. Jika itu Kiara Kevin merasa tidak mungkin. Pasti hanya kebetulan. Tetapi dia masih sangat penasaran apa lagi semua bukti mengarah pada Kiara. Bahkan Kevin yang benar-benar ingin memastikannya. Ingin bertanya langsung. Tetapi Kevin sangat ragu dan tidak mungkin menanyakan itu.
Pertanyaan Kevin membuat Kiara bingung dan seketika menghentikan makannya melihat ke arah Kevin.
" Kenapa wajahnya begitu serius, dan kenapa dia ingin mengetahui semuanya," batin Kiara yang juga bingung dengan keanehan Kevin.
" Memang kenapa?" tanya Kiara tiba-tiba. Kevin membuyarkan pikirannya dan berusaha tenang.
" Aku hanya ingin tau. Lalu apa yang kau ingat malam itu?" tanya Kevin yang benar-benar ingin memastikan.
" Tidak ada, aku sama seperti ini, aku mabuk berat dan tidak mengingat apapun," jawab Kiara lagi dengan apa adanya.
" Bukan Kiara, pasti bukan dia," batin Kevin.
" Emang ada apa?" tanya Kiara yang penasaran.
" Tidak apa-apa," jawab Kevin gugup.
" Tidak mungkin jika Kiara wanita itu, itu pasti hanya kebetulan," batin Kevin yang tidak ingin mengaitkan Kiara dengan wanita misteri tersebut.
" Kevin terima kasih, sudah menyelamatkanku dari orang-orang itu, aku tidak tau bagaimana nasibku, jika kamu tidak ada," ucap Kiara dengan tulus yang baru mengucapkan terima kasih
" Aku tidak melakukan apapun, aku hanya menjalankan tugas kakakku," jawab Kevin dengan santai. Membuat Kiara menarik ujung bibirnya jika mengingat Clarissa.
" Memang dasar semua ini gara-gara nya," desis Kiara yang langsung menunjukkan kekesalannya pada Clarissa.
" Aku lihat, kau sangat tidak aku dengan kakakku," tebak Kevin kembali makan.
" Ya, dia yang selalu menggangguku, jadi tidak ada alasan untuk akur dengannya,"' jawab Kiara apa adanya.
" Kau juga sangat tidak menyukai Lexus," ucap Kevin lagi.
" Dia pasti mendengar semuanya, mendengar di pemakaman, atau saat mabok aku bicara yang aneh-aneh," batin Kiara lesu dengan pasrah.
" Jadi kau sudah mendengar semua yang aku katakan," tanya Kiara dengan hati-hati, kevin mengangguk.
" Aku hanya tidak sengaja mendengar obrolan mu dengan kakakku dan juga mendengar sewaktu di pemakaman. Jadi aku bisa menyimpulkan jika kau benar-benar membenci Lexus," jawab Kevin.
__ADS_1
" Hahhhh, benar dia mendengar semuanya," batin Cherry menarik napasnya panjang.
" Apa aku harus bertanya apa alasanmu membenci Group Lexus," ucap Kevin melihat ke arah Kiara.
" Selera makanku jadi hilang jika harus membahas itu, aku tidak suka membahas masalah Lexus," sahut Kiara dengan lemas.
" Baiklah aku tidak akan menanyakan alasanmu, lanjutkan makanmu, setelah ini aku akan mengantarmu pulang," ucap Kevin yang tidak ingin membuat Kiara tidak nyaman.
" Iya terima kasih," ucap Kiara tersenyum dan melanjutkan makannya.
" Baguslah jika dia tidak membahas Lexus, walau aku yakin aku pasti sudah mengatakan hal yang aneh-aneh tentang Lexus," batin Kiara yang merasa lega sementara.
Kevin dan Kiara pun melanjutkan makannya. Meski masih penasaran dengan Kiara. Tetapi Kevin tidak ingin berlarut-larut dengan dengan hal itu.
Dia justru menikmati makannya dengan wanita yang baru di kenalnya. Hal itu sudah lama tidak pernah terjadi dalam hidupnya. Dia sangat nyaman bersama Kiara bahkan panjang lebar berbicara.
Sama halnya dengan Kiara yang masih kepikiran dengan apa yang di katakannya saat dia mabok. Tetapi karena makanan itu sangat nikmat. Jadi Kiara lebih mementingkan makanan. Dari pada harus memikirkan hal itu.
Setelah menikmati sarapan bersama, Kevin menepati janjinya mengantarkan Kiara pulang. Clarissa yang memang tidak di hubungi Kevin untuk menjemput Kiara ya Clarissa tidak menanyakan lagi tentang Kiara.
Walau Clarissa sudah berjanji pada orang tua Kiara bahwa dia akan memulangkan Kiara. Tetapi adik tirinya mengambil alih semuanya. Jadi lumayan meringankan pekerjaannya.
Seperti biasa ketika mobil atasan memasuki area komplek langsung di sambut para penjaga dengan tundukan kepala.
" Apa kepala mereka tidak sakit seperti itu," oceh Kiara yang kesal melihat penjaga tersebut. Penjaga yang pasti dulu pernah ingin mengusirnya.
Kevin hanya menanggapi datar dan membiarkan saja Kiara mengoceh di sampingnya.
" Terimakasih sudah mengantarku," ucap Kiara. Kevin mengangguk.
" Hmmmmm, kau banyak menolongku, aku semakin sulit untuk membalasnya. Sebaiknya katakan saja apa mau yang kau inginkan?" tanya Kiara dengan hati-hati membuat Kevin mengangkat ke-2 alisnya.
" Hmmm, jangan salah paham dulu, jujur aku tidak bermaksud apapun. Aku tidak terbiasa menerima bantuan orang lain tanpa membalasnya," ucap Kiara menjelaskan.
" Tidak perlu, aku juga tidak perlu balasanmu, aku hanya melanjutkan tugas kakakku," sahut Kevin.
" Oh, iya benar, iya memang seperti itu, itu memang seharusnya tanggung jawabnya. Tetapi dia malah mengabaikannya," ucap Kiara menyalahkan Clarissa. Kevin hanya mendengus Kiara tanpa dosa terus menyalahkan kakanya. Padahal dia ada di situ. Memang Kiara apa adanya.
" Tetapi jika kau merasa apa yang aku lakukan perlu di balas, nanti aku akan menagihnya," sahut Kevin. Kiara tertawa kecil mendengarnya membuat Kevin bingung.
" Apa ada yang lucu?" tanya Kevin.
" Itu basa-basi lama. Pria akan mengatakan hal itu. Agar hutang tidak terbayar dengan cepat. Bisa jadi sebuah alasan saja," sahut Kiara tersenyum.
" Maksudnya?" tanya Kevin bingung.
" Hahhhh, sudah lupakanlah, aku turun dulu, sekali lagi terima kasih," ucap Kiara pamit sekali lagi.
" Daaaa," Kiara melambaikan tangannya sebelum ke luar dari mobil. Kevin pun melihat Kiara yang memasuki pagar rumahnya.
Kevin tidak memasuki rumahnya. Dia langsung kekantor. Karena ada meeting dengan penting dan dia bahkan terlambat.
__ADS_1
Memang seharusnya Clarissa yang mengantar Kiara. Tetapi Kevin memilih sendiri mengantar Kiara. Entahlah dia mungkin baru merasa puas ketika wanita itu dia antar sendiri.
**********
Setelah mengantar Kiara pulang dengan selamat. Kevin langsung memutar mobilnya dia harus kembali ke Perusaan karena memang ada meeting hari ini. Tidak butuh waktu lama.
Mobil yang melaju kencang itu akhirnya tiba di depan Perusahaan Lexus. Bodyguard Kevin langsung membuka kan pintu mobil.
Kevin langsung memberi kunci mobil pada salah satu bodyguard tersebut. Dan langsung melangkahkan kakinya ke dalam perusahaan. Arya yang memang sedari tadi menunggu Kevin langsung menghampiri dengan wajah paniknya.
" Tuan baru sampai?" tanya Arya dengan panik.
" Kau lihat," jawab Kevin ketus.
" Bagaimana apa semua orang sudah berkumpul?" tanya Kevin yang sudah berada di depan lift. Tetapi Arya tidak menekan tombol lift. Setelah mendapat tatapan dari Kevin. Barulah Arya menyadari dan langsung menekan tombol lift.
" Maaf tuan," ucapnya menyadari kesalahannya.
" Kau belum menjawab pertanyaan ku?" ucap Kevin lagi yang sekarang sudah memasuki lift dan Arya yang berdiri di sampingnya dan menekan tombol lif sampai lift tertutup.
" Meetingnya sudah bubar tuan," jawab Arya dengan pelan. Kevin langsung menoleh ke arah Arya.
" Apa maksudnya?" tanya Kevin heran.
" Iya karena....,"
Belum sempat Arya menjawab pintu lift terbuka. Kevin tidak mendengarkan jawaban Arya lagi dan langsung melangkah cepat memasuki ruangan rapat.
" Tuan!" panggil Arya menyusul mengejar Kevin.
Kevin langsung membuka pintu ruang rapat. Betapa terkejutnya Kevin saat melihat Pria paruh baya yang duduk di kursi pemimpin rapat yang ternyata adalah papanya.
" Tuan meetingnya," ucap Arya yang berdiri di depan Kevin. Tetapi Arya tidak melanjutkan apa-apa ketika melihat Tuan Winata masih duduk di kursi pimpinan rapat.
" Pa," sapa Kevin menundukkan kepala.
" Bisa tinggalkan kami," sahut Winata yang fokus membaca beberapa Dokumen di dalam agenda Map berwarna hitam. Kevin menggerakkan kepalanya ke arah pintu, memberi kode pada Arya untuk pergi.
" Baik tuan," sahut Arya menundukkan kepalanya, menutup pintu sebelum pergi. Kevin melangkahkan kakinya mendekati papanya.
Jujur Kevin lumayan gugup saat berhadapan dengan papanya di Perusahaan. Kevin sudah berdiri tegak di depan papanya yang masih sibuk dengan apa yang di bacanya.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...
__ADS_1