Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 68 Berangkat


__ADS_3

" Kiara!" jawab Saras. Kevin melihat sebentar pada kakaknya.


" Lalu kenapa memberinya kepadaku?" Kevin meletakkan di samping laptopnya tidak berniat membacanya.


" Bukannya kamu menyuruh Arya untuk meminta hasil kesehatan Kiara," sahut Saras. Mendengarnya Kevin memejamkan matanya dengan giginya yang merapat


" Arya," geramnya. Dia memang meminta Arya untuk mencari tahu hasil kesehatan Kiara. Kevin hanya kepikiran dengan kesehatan Kiara yang belakangan ini kurang stabil.


Kiara yang sering sakit belakangan membuatnya penasaran. Tetapi bukan berarti Arya harus meminta dari kakak iparnya. Sama saja namanya bunuh diri.


" Tadi nya ingin kakak berikan kepada Arya. Tetapi dia lagi mengobrol sama papa. Aku rasa hal itu bukan sebagian dari pekerjaan yang di berikan papa. Makanya aku langsung mengantarnya untukmu," jelas Saras dengan suara lesu.


Memang hari ini dia bekerja dengan tidak semangat apalagi jika bukan karena masalah rumah tangganya yang di masuki orang ketiga yang membuatnya terus kepikiran. Bahkan semalaman dia terus menangis.


" Aku hanya memastikan kesehatannya. Supaya tidak kenapa-napa. Karena dia akan berangkat ke Paris dan itu sudah tugas Perusahaan," jelas Kevin dengan banyak alasan.


Bahkan Kevin salah tingkah dan pura-pura kembali menandatangani beberapa berkasnya. Seakan tidak peduli dengan hasil tes yang di berikan kakaknya.


" Iya itu sudah tugas Perusahaan dan tugasmu," sahut Saras.


" Kak,"


" Sudahlah. Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Kevin.


" Katakan!


" Apa hubungan kamu dengan wanita yang akan menjadi istrinya mas Alan? tanya Saras. Kevin terdiam sesaat dan melihat serius ke arah sang kakak.


" Dia teman ku," jawab Kevin santai.


" Teman, yang seperti apa. Apa teman lebih dari sahabat," tebak Saras penasaran.


" Itu tidak penting, jadi jangan di bahas. Yang jelasnya aku tidak ada urusan dengannya," sahut Kevin yang tidak mau berurusan dengan Haria.


" Kalian pasti dulu memiliki hubungan yang special. Karena tidak mungkin dia memelukmu," batin Saras yang ternyata juga melihat Kevin berpelukan dengan wanita yang akan menjadi istri suaminya.


" Apa masih ada lagi?" tanya Kevin.


" Sudah tidak ada. Kakak permisi dulu. Hanya menyampaikan itu saja, permisi!" ucap Saras pamit. Kevin mengangguk.


" Kenapa Arya sangat ceroboh sekali," desis Kevin membuang napasnya perlahan. Kevin pun membuka data kesehatan itu. Kevin yang juga sedikit demi sedikit mengerti masalah medis membaca dengan teliti hasil tes wanita yang membuatnya khawatir.


**********


Malam hari tiba Kevin sudah pulang kerumahnya. Dia masih terus menelpon Kiara tetapi sampai malam Kiara belum juga mengangkatnya. Bahkan ponselnya mati.


Kevin melangkah kan kakinya menuju teras kamarnya. Kevin melihat ke arah kamar Kiara yang lampunya sudah di matikan.


" Kenapa ponselnya terus mati," gumam Kevin.


" Apa dia benar-benar memikirkan kejadian itu. Apa dia sengaja mematikan ponselnya," ucapnya menebak-nebak.


Sementara Kiara benar-benar tertidur. Saat pulang Kiara juga merasa tidak enak badan akhirnya tidurnya berlanjut.


Sanga mama yang sudah selesai menggantikan pakaian tidur Kiara. Menarik selimut sampai ke dadanya. Memegang kening Kiara dengan punggung tangannya yang ternyata putrinya masih panas.


Sahila melihat dalam Kiara. Mengusap lembut pipi Kiara. Dia sangat bersyukur memiliki anak seperti Kiara. Anak yang sangat membanggakan di rumahnya.

__ADS_1


Sahila kepikiran tentang Kiara yang selalu terpisah dengan mereka. Melihat Kiara yang sekarang tidak enak badan membuat Sahila kepikiran. Bagaimana saat Kiara berada di Asrama siapa yang merawatnya.


Selama Kiara sekolah. Belum pernah sekalipun Sahila menerima telpon jika Kiara sakit. Dan pasti Kiara pernah sakit. Tetapi Kiara bukan tipe orang yang manja dan apa-apa mengeluh apalagi jika membuat orang tuanya panik.


" Maafkan mama jika mama tidak bisa memantau kamu terus sayang," ucap Sahila merasa bersalah.


Sewaktu kecil Kiara dulu sangat sering sakit. Saat Kiara bersekolah di Surabaya membuat Sahila ragu meninggalkan sang putri. Tetapi dia juga tidak bisa egois sebagai seorang ibu. Karena Kiara dari kecil sudah memiliki tekat yang kuat. Jadi dia harus mengikhlaskan sang putri.


" Selamat malam Kiara," ucap Sahila mencium kening putrinya sebelum keluar dari kamar itu.


************


Perusahaan Lexus.


" Jam berapa keberangkatan Kiara!" tanya Kevin pada Arya yang berdiri di depannya.


" Kiara sudah berangkat tuan. Pesawatnya 1 jam lagi berangkat," jawab Arya Kevin menaikkan 1 alisnya.


" Tetapi!" ucap Arya tiba-tiba menghentikan kalimatnya.


" Tetapi apa?" tanya Kevin.


" Kiara berangkat sendiri," jawab Arya. Kevin mendelik kaget mendengarnya.


" Bukannya dia berangkat bersama kakaknya?" sahut Kevin. Karena Kiara sebelumnya menyampaikan hal itu kepadanya.


" Seharusnya tuan. Tetapi kakak nya berhalangan untuk ikut. Jadi nona Kiara berangkat sendiri," jelas Arya.


" Dia berangkat sendirian," batin Kevin merasa cemas.


" Jam berapa keberangkatan ku ke Paris?" tanya Raihan.


" Atur keberangkatan pagi ini!" perintah Kevin membuat Arya kaget.


" Tapi tuan kita akan meeting penting dan juga pertemuan dengan beberapa rekan bisnis dari Luar Negri dan juga ada tuan Winata di sana," jelas Arya yang memberitahukan jadwal Kevin.


Kevin memijat kepalanya yang mulai berat. Melihat ponselnya yang sama sekali tidak mendapat kabar dari Kiara. Bahkan Kiara tidak berpamitan dengannya.


" Kau batalkan semuanya. Cari alasan untuk tidak mengikuti pertemuan itu," ucap kevin mengambil keputusan membuat Arya kaget sekaget kagetnya.


" Tuan," lirih Arya tidak percaya.


" Kau tidak mendengarku?" tanya Kevin meninggikan suaranya. Pikirannya memang tidak tenang dan mengambil keputusan tanpa memikirkan hal lain.


" Baik tuan!" jawab Arya yang sudah tidak tau haru melakukan apa-apa. Padahal bosnya itu tau tidak menepati janji dengan Tuan Winata hanya akan mencari masalah.


***********


Kiara di antarkan kakaknya ke Bandara. Tadi di rumah Kiara sudah berpamitan pada keluarganya. Sang mama juga memotongkan buah untuknya.


Karena Kiara tidak sarapan di rumah. Sebenarnya Kiara kurang bersemangat untuk pergi. Ya selain merasa kurang enak badan dia juga sepertinya tidak enak hati pasti masih kepikiran dengan kejadian semalam pemandangan yang membuatnya goyah.


Setelah pulang dari sana. Kiara memang langsung tertidur membawa pikiran itu kedalam tidurnya. Makanya kepalanya semakin berat.


Kiara turun dari mobil dengan dress model kimono lengan panjang. Berwarna coklat di atas lututnya.


" Ayo!" ajak Rangga, Kiara mengangguk sambil menenteng mantel tebal di lengannya dan Rangga menarik 1 kopernya.

__ADS_1


" Kamu duduk saja, biar Kaka yang urus," ucap Rangga. Kiara mengangguk dan duduk di tempat penungguan. Sementara Rangga mengurus kepergian sang adik.


Sebenarnya Kevin sudah menjanjikan bodyguard untuk Kiara. Tetapi Kiara mengubah jadwalnya sendiri berangkat lebih awal dan memang tidak memberitahu Kevin. Jadi wajar jika bodyguard itu tidak ada mendampinginya. Dia sepertinya sudah tidak peduli ada apa tidak yang menemaninya.


Kiara duduk dengan lesu. Seperti menunggu seseorang. Tetapi entah siapa. Kiara melihat ponselnya. Ponsel itu bahkan tidak ada notifikasi sama sekali. Kiara sangat berharap ada pesan wa yang masuk.


" Apa yang aku tunggu!" gumam Kiara masih bingung dengan dirinya sendiri.


" Kiara, sudah waktunya berangkat," tegur Rangga membuat Kiara kaget. Dia tidak menyadari jika sang kakak sudah berdiri di depannya. Karena kebanyakan melamun.


" Iya kak," jawab Kiara berdiri


" Kamu hati-hati ya, jaga diri baik-baik," ucap Rangga memegang ke-2 pundak adiknya.


Sebenarnya Kiara tidak perlu khawatir jika berada di Paris. Dia pasti tau tempat itu. Apa lagi dia sudah 2 tahun di sana. Pasti sudah sangat familiar untuknya.


" Jangan lupa nanti di pesawat. Makan buahnya dan minum obatnya," ucap Rangga mengingatkan.


" Iya kak, pasti!" Jawab Kiara tersenyum.


" Ya sudah sana!" ujar Rangga Kiara mengangguk. Sebelum pergi Kiara memeluk sang kakak sebentar.


" Kiara pamit," ucap Kiara pamit menyeret kopernya lalu pergi.


Rangga melihat punggung sang adik yang berjalan semakin jauh.


" Dia sangat tidak bersemangat. Pasti jika berhubungan dengan Lexus dia akan tidak bersemangat," batin Rangga geleng-geleng melihat adiknya yang sudah melakukan pemeriksaan.


Setelah sang adik sudah tidak terlihat lagi Rangga pun akhirnya pulang. Saat Rangga keluar dari perusahaan. Rangga berpapasan dengan Arya dan juga Kevin. Rangga langsung menundukkan kepala.


" Apa Kiara sudah berangkat?" tanya Kevin dengan cepat.


" Sudah Pak, baru saja dia masuk," jawab Rangga. Kevin langsung berlari memasuki bandara.


" Aisss," keluh Arya yang puyeng sedari tadi mengikuti sang bos, " aku pergi dulu," ucap Arya menepuk bahu Rangga. Rangga mengok kebelakang dan heran melihat Arya yang mengejar Kevin.


" Aneh sekali!" gumam Rangga.


**********


Kiara sudah berada di dalam pesawat. Arahan pramugari sama sekali tidak terdengar olehnya. Karena Kiara sibuk melamun.


Kiara yang duduk di pinggir jendela hanya melihat ke arah bawah. Di mana yang ternyata pesawat sudah landing. Kiara membuang napasnya perlahan.


Lalu memejamkan matanya. Kiara sama sekali tidak memperdulikan ponselnya. Dia bahkan tidak membukanya.


Dia memilih tidur agar kondisinya semakin membaik. Bagaimanapun pergi ke Paris adalah tugas terakhirnya agar bisa mendaftar kuliah. Jadi dia harus tetap semangat walau kondisinya kurang sehat.


Ternyata Kevin berhasil 1 pesawat dengan Kiara. Pasti semua karena Arya yang harus memutar otak bagaiman caranya. Tetapi Kevin berada di Buisnis class. Sementara Kiara di class Ekonomi.


Kevin merasa lega bisa 1 pesawat dengan Kiara. Tidak tau apa yang di lakukannya. Dia benar-benar meninggalkan pekerjaannya hanya untuk hal gila yang belum pernah di lakukannya.


" Tuan butuh sesuatu?" tanya Arya berdiri di sampingnya.


" Ambilkan aku air putih!" jawab Kevin merasa ngos-ngosan.


" Baik tuan!" Arya menundukkan kepala lalu pergi mencari pramugari untuk mengambil air putih. Tidak berapa lama Arya datang dengan mengambil 1 botol air mineral.

__ADS_1


" Ini tuan," ucap Arya. Kevin langsung mengambilnya.


Bersambung....


__ADS_2