Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 84 sampai


__ADS_3

Entah sudah berapa lama mereka di dalam pesawat. Setelah makan bersama sambil mengobrol sekarang kiara tertidur dengan nyenyak.Kiara meletakkan kepalanya di bahu Kevin.


Kevin masih bangun dengan melihat tabletnya yang mungkin memeriksa beberapa pekerjaannya. Dia membiarkan saja kepala Kiara berada di bahunya.


Kevin menoleh kesamping dan melihat Kiara yang tampak nyetak tidur. Tetapi Kiara tertidur tanpa selimut.


Kevin yang kepikiran memanggil Pramugari. Kevin berbicara menggunakan bahasa Prancis. Pramugari tersebut mengangguk dan pergi. Tidak berapa lama pramugari tersebut kembali datang dengan membawa lipatan selimut.


Setelah Kevin mengucapkan terima kasih. Kevin menggeserkan kepala Kiara dengan lembut dan menutupkan tubuh Kiara dengan selimut. Kevin tersenyum melihat wajah yang tertidur begitu cantik dan menggemaskan.


" Selamat malam," ucap Kevin mengecup lembut bibir Kiara. Kiara bergerak-gerak tanpa membuka matanya. Kiara bahkan meraih lengan Kevin dan memeluknya kembali menyender pada Kevin. Karena memang sangat nyaman.


Kevin mendengus tersenyum. Dia pun mematikan tabletnya dan mulai ikut tidur. Karena tidak ingin membuat Kiara tidak nyaman. Lama kelamaan Kevin memejamkan matanya dan ikut tidur bersama Kiara.


Tidak Kiara ataupun Kevin akhirnya tidur sama-sama nyenyak. Mungkin karena mereka kebanyakan ngobrol jadi kelelahan.


********


Ternyata pagi sudah tiba lagi. Kiara mengerjapkan matanya saat merasa sinar mata hari yang terang mengusik matanya dari jendela pesawat.


Perlahan Kiara membuka matanya dan melihat dirinya yang memeluk lengan Kevin. Sementara Kevin terbangun dan entah sudah sejak kapan dia bangun.


Menyadari apa yang di lakukannya. Membuat Kiara reflek melepas dan menjauh sedikit dari Kevin. Membuat Kevin menoleh kearahnya.


" Maaf, aku tidak bermaksud tidur dalam keadaan seperti itu," ucap Kiara merasa tidak enak. Dia takut di bilang modus.


" Tidak apa-apa," jawab Kevin santai. Justru dia sangat suka dengan hal itu. Tetapi Kiara malah salah tingkah


" Apa kita masih lama sampai?" tanya Kiara.


" 1 jam kurang lebih," jawab Kevin.


" Ohhh, begitu," sahut Kiara menganguk-angguk.


" Kamu mau sarapan?" tanya Kevin.


" Boleh," sahut Kiara yang masih pagi perutnya sudah keroncongan.


" Baiklah, aku akan memesannya," sahut Kevin.


" Ya sudah, aku mau kekamar mandi dulu," ucap Kiara menunjuk kebelakang.


" Iya," jawab Kevin. Kiara tersenyum dan pergi ke toilet.


**********


Amerika


Akhirnya Kiara dan Kevin sudah sampai di Amerika. Mereka juga langsung menaiki Taxi menuju hotel tempat mereka menginap.


Tidak berapa lama mereka sudah tiba di hotel mewah yang ada di sana. Mereka sudah memesan kamar dan sekarang mereka sudah berada di depan kamar kamar hotel.


" Masuklah, kamu istirahat!" ucap Kevin mempersilahkan Kiara masuk.


" Iya, aku masuk dulu. Kamu juga istirahat," jawab Kiara.


Kevin mengangguk. Kiara pun memasuki kamar nya dan Kevin masih berdiri di tempatnya.


Kiara tersenyum melambaikan tangannya saat ingin menutup pintu. Seperti berpamitan pada pacarnya saja. Setelah memastikan sang wanita sudah memasuki kamar itu. Kevin baru memasuki kamarnya.


Kamar mereka memang berhadapan. Karena tidak mungkin ke-2nya 1 kamar mengingat mereka tidak muhrim. Kiara yang berada di dalam kamarnya. Langsung beralih kekamar mandi. Dia memang lelah dan ingin istirahat dulu. Tetapi harus mandi dulu. Supaya tidurnya nyenyak.


*********

__ADS_1


Kevin yang sudah memasuki kamarnya duduk di pinggir ranjang. Kevin membuka kancing tangan kemejanya.


Dia sangat lelah hari ini. Meski berada di dalam pesawat dan tidak melakukan pekerjaan apa-apa. Tetapi dia merasa lelah. Mungkin karena dia juga sekalian mengurusi Kiara makanya lelah.


Karena setiap kali Kevin keluar negri 3 orag yang di katakan Kiara dayang-dayang itu selalu ikut dan dia hanya tinggal santai saja. Dia juga akan menaiki pesawat Lexus yang pasti lebih nyaman di bandingkan dari pesawat lain.


Tetapi kali ini berbeda. Justru sepertinya dia menjadi bodyguard untuk Kiara. Dia mengurus keberangkatan sendiri, mencari Taxi sendiri sampai penginapan dan lain sebagainya Kevin mengurus sendiri demi kenyamanan Kiara.


Padahal jelas Kiara bisa melakukannya sendiri. Dia juga terbiasa keluar Negri dan juga selalu melakukan apa-apa sendiri. Tetapi mungkin dia juga ingin bermanja sekalian dengan Kevin.


Sebelum tidur kevin ingin mandi terlebih dahulu. Setelah membuka kemejanya Kevin mengambil handuk dan langsung memasuki kamar mandi.


Tidak berapa lama Kevin sudah selesai mandi. Kevin keluar dari kamar mandi menggunakan handuk di lilit di pinggangnya. Kevin berdiri di depan cermin dan membelokkan kepalanya melihat punggungnya yang terluka.


" Pantas masih sakit, ternyata belum kering," ucap Kevin yang kesulitan melihat luka itu. Luka saat di dalam pesawat.


Di mana Kevin menyelamatkan Kiara yang hampir ketimpa koper. Kevin memang spele dengan luka itu dan tidak terlalu mengurusinya makanya lama kering dan dia juga masih merasakan sakit.


" Apa aku perlu ke Dokter?" tanyanya yang malah khawatir dengan lukanya. Sekarang baru kepikiran Dokter kemarin-kemarin tidak sama sekali.


" Kayaknya tidak perlu. Besok juga pasti sembuh," pikirannya kembali berubah-ubah.


Tingnong


Kevin melihat kearah pintu dan langsung menghampiri pintu membuka pintu kamarnya siapa yang datang. Yang ternyata Kiara.


Kiara melotot saat melihat Kevin tanpa pakaian membuat Kiara spontan membalikkan badannya menjadi membelakangi Kevin.


" Kenapa dia harus membuka pintu dengan keadaan seperti itu," gerutu Kiara yang justru malu melihat Kevin tanpa pakaian yang memperlihatkan tubuh kekarnya.


" Ada apa?" tanya Kevin dengan santai.


" Aku ingin mengambil ponselku, tadi kamu menyimpannya," jawab Kiara gugup tanpa membalikkan tubuhnya.


" Dia menyuruhku mengambilnya apa tidak salah," batin Kiara malah cemas.


" Kamu masih berdiri di situ?" tanya Kevin.


Kiara menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Kiara pun dengan keraguan membalikkan tubuhnya menghadap Kevin.


Tetapi dengan menundukkan pandangannya. Dia tidak berani melihat tubuh yang sispeck itu. Tubuh yang pasti di idam-idamkan para wanita di luar di sana.


" Aku akan mengambilnya," ucap Kiara dengan gugup dengan cepat masuk melewati Kevin yang masih ada di pintu.


Kevin hanya heran dengan Kiara yang berjalan tanpa melihat jalan dengan fokus. Tetapi dia tidak ambil pusing.


Kevin menunggu Kiara di depan pintu kamarnya. Kiara memang baru mengingat ponselnya saat sudah selesai mandi dan ingin tidur.


Tanpa ponsel memang tidak akan damai seperti ada yang hilang. Makanya Kiara harus mengambil ponselnya yang di tadi dititipkannya bersama Kevin.


Saat sudah mendapatkan ponselnya yang memang terletak di atas tempat tidur Kevin. Kiara membalikkan badannya, ingin keluar. Kiara melihat Kevin masih menunggu di depan pintu.


Tetapi ada sesuatu yang membuat mata Kiara fokus. Kiara melihat luka di punggung Kevin sehingga membuatnya diam di tempat melihat luka itu.


Kevin pun berbalik badan ingin melihat Kiara sudah menemukan atau tidak dan ternyata Kiara sudah berdiri menghadapnya dengan jarak 3 meter.


" Sudah ketemu?" tanya Kevin yang melihat Kiara bengong.


" Oh, iya sudah," jawab Kiara menunjukkan ponselnya.


" Kenapa punggungmu kok terluka?" tanya Kiara penasaran.


" Oh, ini insiden sewaktu di pesawat," jawab Kevin.

__ADS_1


" Pesawat," sahut Kiara. Kevin mengangguk.


" Apa itu luka karena timpahan koper," tebak Kiara. Kevin mengangguk.


" Kok nggak diobati, bukannya sudah 3 hari, kenapa di biarkan saja," ucap Kiara menghampiri Kevin dengan wajahnya yang cemas. Wajah yang tadi gugup seketika berubah menjadi cemas.


" Tidak apa-apa, hanya luka kecil," sahut Kevin.


" Luka kecil bagaimana, kalau luka kecil tidak akan seperti ini. Pasti sudah kering, ini bahkan seperti luka baru," Kiara menjadi bawel perkara luka di tubuh Kevin.


" Kiara aku tidak apa-apa," sahut Kevin meyakinkan Kiara.


" Tunggu sebentar," ucap Kiara yang buru-buru keluar dari kamar.


Dia tidak ingin mendengarkan Kevin yang mengatakan tidak apa-apa. Kevin heran kenapa Kiara berlari keluar.


Kiara bahkan tidak memasuki kamarnya dan berlari di koridor-koridor hotel. Membuat Kevin bingung dan penasaran.


" Mau kemana dia?" tanya Kevin bingung.


Tidak berapa lama. Akhirnya Kiara kembali. Kiara langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Kiara masuk saat Kevin selesai memakai kausnya.


Kevin melihat kearah pintu dan heran dengan Kiara yang datang membawa kotak obat. Kiara langsung menghampiri Kevin dan menarik tangan Kevin lembut.


" Harus diobati. Jika tidak akan infeksi," ucap Kiara membawa Kevin keatas tempat tidur.


" Aku sudah katakan tidak apa-apa," Kevin masih keras kepala dengan kata-kata nya.


" Harus," tegas Kiara dengan wajahnya yang serius.


Kevin menurut dan duduk di pinggir ranjang sementara Kiara berada di belakang Kevin dengan 1 kakinya melipat dan satu menggantung.


" Maaf bisa kau membuka bajumu. Biar aku tidak kesulitan mengobatinya," ucap Kiara dengan lembut.


" Baiklah," sahut Kevin yang menurut menarik kaosnya keatas sehingga kembali terbuka.


Wajah Kiara jadi meringis saat melihat luka Kevin yang ternyata parah dan Kevin mengatakan hanya luka kecil.


Dengan cepat Kiara mengambil kapas dan melap agar kering karena luka itu sangat basah.


Saat Kiara mencampurkan kapas dengan cairan dan mengoles pada luka Kevin membuat Kevin mendesis kesakitan.


" Auuhhh," lirih Kevin.


" Katanya tidak apa-apa, nyatanya apa sakit juga kan," ucap Kiara dengan kebawelannya.


" Aku juga tidak tau jika, akan separah itu," sahut Kevin menahan sakit.


" Seharusnya kamu mengatakan dari awal agar aku mengobatinya dan tidak akan sampai separah ini," ucap Kiara yang terus mengobati luka Kevin dengan lembut. Mendengarnya Kevin tersenyum.


" Kamu khawatir?" tanya Kevin.


" Bagaimana aku tidak khawatir, ini juga gara-gara aku," sahut Kiara merasa bersalah.


" Ini bukan salah kamu. Dan kamu benar seharusnya aku mengatakan kepadamu jadi tidak akan seperti ini," ucap Kevin dengan tenang.


Kiara terus mengobati dengan lembut sampai melakukan trip terakhirnya memberi perban untuk luka itu. Sementara Kevin terus tersenyum saat mendapat perhatian dari Kiara. Sesuatu yang penting untuknya.


" Sudah selesai," ucap Kiara.


Kevin langsung berbalik badan. Membuat Kiara yang tidak siap dengan cepat mengalihkan pandangannya kekirinya membuat Kevin heran dengan Kiara.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2