
" Ada apa?" tanya Kevin mengkerutkan dahinya.
" Pakai bajumu cepat," protes Kiara.
Kevin mendengus tersenyum ternyata itu alasan Kiara menjadi gugup sejak tadi.
" Buruan," desak Kiara yang terus menutup matanya dengan telapak tangannya.
" Baiklah," sahut Kevin.
Kevin langsung mengambil pakaiannya dan memakainya. Tetapi matanya tidak lepas menatap Kiara yang malu-malu dengan pipinya yang memerah. Wanita yang di depannya itu begitu menggemaskan.
" Sudah," ucap Kevin.
Kiara pun membuka telapak tangan dari matanya dan meluruskan pandangannya dan kaget melihat Kevin masih belum sempurna memakai pakaiannya.
Kiara langsung reflex menutup matanya kembali dengan ke-2 tangannya.
" Kevin," pekik Kiara geram. Karena Kevin mengerjainya. Kevin tertawa kecil.
" Kenapa kau menipuku," geram Kiara semakin kesal.
" Sudah Kiara aku sudah memakainya," sahut Kevin lagi yang tertawa kecil melihat Kiara yang malu-malu. Kevin sengaja mencari gara-gara dengan Kiara.
" Bohong, kamu mengerjaiku," sahut Kiara tidak mudah percaya.
Kevin pun memegang ke-2 lengan Kiara Menyinggirkan telapak tangan itu dari wajah Kiara yang memerah.
" Aku tidak membohongimu," ucap Kevin mendekatkan wajahnya pada Kiara yang masih menutup mata.
" Buka matamu, aku sungguh tidak membohongimu," ucap Kevin.
Kiara pun membuka matanya perlahan setelah yakin dengan perkataan Kiara. Yang ada Kiara semakin kaget dengan wajah Kevin yang begitu dekat dengannya.
Sehingga Kiara harus menahan napasnya saat wajah Pria tampan tidak ada jarak dengan wajahnya. Belum lagi mata indah Kevin menatapnya dengan tatapan dalam yang memiliki arti.
Tatapan itu begitu menusuk sampai uluh jantungnya. Membuat darahnya berdesir kencang. Dengan peperangan di dalam sana.
" Aku tidak bohongkan," ucap Kevin dengan suara serak.
" Tapi kamu mengerjaiku," sahut Kiara yang masih kesal.
" Maafkan aku. Aku tidak bermaksud," sahut Kevin. Kalau salah harus meminta maaf dan paling mudah baginya jika hanya sekedar meminta maaf.
" Hmmm! Ya sudah aku kembali kekamar dulu," ucap Kiara gugup mencoba tenang. Padahal dia sangat gugup dengan Kevin. Jangan tanya wajahnya sudah seperti kepiting rebus sangking memerahnya.
Tidak ingin semakin gugup. Kiara pun berdiri dengan perlahan lebih baik pergi dari pada semakin gugup saat mendapat tatapan seperti itu.
Tetapi Kevin menarik tangannya dan menjatuhkannya keranjang membuat Kiara sontak kaget saat dia sudah berbaring dan Kevin berada di atasnya menindih tubuhnya.
" Kevin apa yang kamu lakukan?" tanya Kiara schok dengan matanya membulat sempurna dan pasti wajahnya panik.
__ADS_1
" Di sinilah sampai besok pagi," ucap Kevin. Membelai rambut Kiara.
" Ta_ta_tapi aku punya kamar," jawab Kiara gugup.
" Aku ingin kau tetap di sini," Kevin pun bangkit dari atas tubuh Kiara dan berbaring di samping Kiara.
Kevin langsung meletakkan tangannya di bawah leher Kiara dan menarik Kiara kedalam pelukannya. Sehingga Kiara sudah berada di bidang dada Pria itu.
Sontak hal itu membuat Kiara semakin dek-dekan dengan keberadaanya. Telinganya bisa mendengarkan banyak gemuruh di dada itu. Apa iya jantung Kevin juga berdebar dengan kencang sama dengan jantungnya.
" Seperti ini lah sampai besok pagi!" pinta Kevin dengan suara seraknya.
" Tapi Kevin," Kiara dengan gugup kembali berusaha menolak dia sangat tidak yakin dengan permintaan Kevin.
" Bagaimana aku bisa tidur dalam keadaan seperti ini. Selain tidak aman jantungku juga tidak aman. Dan tidak mungkin tidur seperti ini," batin Kiara yang benar-benar bingung.
Kiara benar-benar begitu gemetaran dengan posisinya sampai-sampai tangan Kiara di bawah sana meremas dressnya.
Kevin menundukkan kepalanya dan melihat Kiara. Kiara juga mengangkat kepalanya dan melihat Kevin.
Pandangan itu bertemu membuat ke-2 nya hanya membuat jantung ke-2nya tidak aman.
Dia semakin dek-dekan dengan Kevin yang menatapnya. Tatapan Kevin adalah kelemahannya.
" Aku tidak akan melakukan apapun. Aku hanya ingin kamu di sini," ucap Kevin dengan lembut. Hembusan napas itu membuat Kiara merinding.
" Bisakan?" tanya Kevin memastikan.
" Kiara!" tegur Kevin.
Kiara menganggukkan kepalanya sekali. Kevin tersenyum dan mencium kening Kiara. Kevin kembali memeluk Kiara dengan erat.
" Kiara terima kasih," ucap Kevin.
" Untuk apa?" tanya Kiara.
" Karena kamu hadir dalam hidupku. Aku sangat bahagia bisa dipertemukan orang sepertimu," ucap Kevin dengan tulus. Kiara mendengarnya tersenyum.
" Aku juga, aku banyak perubahan saat bertemu denganmu. Aku tidak tau. Tetapi aku sangat nyaman," ucap Kiara.
" Tidurlah, besok kita akan pergi," ucap Kevin.
" Iya kamu juga tidur," sahut Kiara. Kevin mengangguk. Keduanya perlahan memejamkan mata mereka.
Tidur dalam berpelukan yang mungkin Kiara merasa tidak akan pernah terjadi dalam hidupnya. Begitupun dengan Kevin yang memang sangat nyaman bersama Kiara. Dia selalu ingin Kiara berada di sisinya.
************
Indonesia Jakarta.
Haria ternyata tinggal di rumah Kevin. Dan sekarang Haria berada di kamarnya yang memang di sediakan untuknya. Haria mondar-mandir seperti setrikaan dan sebentar-sebentar mengacak rambutnya frustasi.
__ADS_1
Haria memang tampak steres, entah apa yang mengganggu pikirannya. Wajahnya juga terlihat marah.
" Untuk apa aku di rumah ini. Kalau Kevin saja tidak ada di sini. Kemana dia?" gumamnya dengan nada kesal.
Ternyata Kevin menjadi permasalahannya yang membuatnya steres. Pria yang di kekarnya tidak ada dan untuk apa dia ada di rumah itu.
" Dia sudah 5 hari tidak pulang, aku menelponnya dan sama sekali dia tidak mengangkat bahkan pesan wa ku tidak di balas," Ocehnya benar-benar sangat kecewa dengan kecewa.
Haria duduk di pinggir ranjang menyisir belahan rambutnya kebelakang dengan 5 jarinya bahkan meremasnya dengan kuat.
" Aku sudah melakukan banyak hal Kevin. Selama bertahun-tahun aku menjadi orang sukses agar bisa bersanding denganmu. Pengorbananku sangat banyak. Aku melakukannya hanya untukmu sampai aku rela akan di nikahkan dengan kak Alan. Aku melakukan semuanya hanya demimu," ucap Haria dengan matanya bergenang.
" Aku tidak akan melepaskan mu begitu saja Kevin. Kita akan kembali bersama seperti dulu. Aku akan melakukan apapun demimu demi cinta kita. Kau tidak akan bisa menghindariku dan melarikan diri dariku," ucap Haria yang benar-benar sangat terobsesi dengan Kevin.
Dia benar-benar tidak peduli dengan apapun dia hanya ingin rencananya berjalan mulus dan bisa hidup bersama Kevin pria yang sangat di cintainya.
" Kau akan tetap menjadi milikku," tegasnya dengan keyakinan yang penuh
Krekk dorongan pintu kamar yang lumayan kuat membuat Haria kaget. Dan melihat Clarissa yang ada di depan pintu kamar itu. Clarissa dengan wajahnya yang ketus dan seperti terlihat kemarahan di sana.
" Kamu bisa menjelaskan apa yang kamu katakan tadi?" tanya Clarissa dengan wajahnya yang serius menatap bola mata Haria yang mulai panik.
" Kak Clarissa," lirih Haria berdiri dengan kegugupannya melihat kemunculan Clarissa dengan tiba-tiba.
" Sejak kapan kakak di situ?" tanya Haria dengan gemetar.
" Sejak awal kamu bicara. Dan katakan apa maksud kamu sebenarnya. Apa yang kamu katakan tadi?" tanya Clarissa menekan suaranya.
Dia yang memang baru pulang saat ingin kekamarnya. Clarissa yang melewati kamar Haria yang terbuka sedikit dan mendengar semua perkataan Haria yang mengenai Kevin. Membuatnya kaget.
Tidak sabaran mendorong pintu ingin mengetahui kepastian dari perkataan itu.
" Kamu sengaja masuk kedalam rumah tangga Kak Alan, dan kak Saras. Demi tujuan kamu untuk bersama Kevin," ucap Clarissa menyimpulkan sendiri sebelum di jawab Haria.
Haria yang mendengarnya semakin panik. Tangannya terus mengatup dengan gemetar menghadapi Clarissa.
" Aku menyuruhmu menjawab bukan diam mematung," sahut Clarissa yang geram dengan Haria.
" Aku mencintai Kevin dan aku ingin bersamanya," sahut Haria.
" Kamu mencintai orang lain. Jika orang lain yang kamu cintai. Lalu kenapa masuk kedalam rumah tangga orang lain," ucap Clarissa mengeraskan suaranya.
" Aku tidak punya pilihan lain. Kakak tau bagaimana dulu hubunganku dengan Kevin. Kakak tau aku dan dia saling mencintai dan kakak juga tau. Bagaimana om Winata menentangnya dan aku tidak mau itu terjadi. Aku mengalah dan pergi meninggal kan kevin. Dan Aku mati-matian bekerja keras agar derajatmu sama dengan keluarga ini agar aku bisa kembali bersama Kevin," sahut Haria menjelaskan.
" Lalu menurut kamj dengan kamu masuk kedalam rumah tangga orang lain. Kamu bisa bersama Kevin. Gunakan otak kamu siapa yang kamu hadapi," ucap Clarissa mengingatkan Haria salah orang jika membuat rencana gila itu.
" Apa yang kamu lakukan. Oh aku tau kamu hanya ingin berada di rumah ini agar bisa memadu kasih dengan Kevin. Kamu ingin bermain api di rumah ini," ucap Clarissa menarik kesimpulan.
" Jika memang itu bisa membuatku kembali bersama Kevin kenapa tidak," sahut Haria berterus terang dengan apa yang di pikirkanny.
Bersambung....
__ADS_1