Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 83 otw Amerika.


__ADS_3

Akhirnya Kiara dan Kevin kembali ke apartemen setelah seharian berada di luar dengan berbagi aktivitas mereka yang mereka lakukan berdua. Kevin bahkan mengantarkannya ke kamarnya.


" Bersihkan kamarmu sebelum tidur!" ucap Kevin menyinggung hal tadi pagi.


" Ishhhh, aku sudah mengatakan lupakan, kenapa masih diingat," desis Kiara kesal dengan Kevin yang mengejeknya.


" Jika bersih, kau akan tidur nyaman," lanjut Kevin lagi.


" Iya," sahut Kiara menekan suaranya seakan tidak iklhas.


Dia sangat dongkol dengan Kevin yang terus mengulang-ulang kalimat itu. Kevin mendengus dengan senyumnya yang sangat suka membuat Kiara ngambek. Mungkin wajah Kiara sangat menggemaskan jika ngambek.


" Ya sudah tidurlah! ucap Kevin, Kiara mengangguk, Kevin ingin melangkah. Tetapi tangannya tertahan Kiara.


" Ada apa?" tanya Kevin.


" Aku percaya dengan penjelasan mu tadi," ucap Kiara mengingatkan tentang Ladya.


" Aku rasa aku sudah sangat mengenalmu dan kau tidak mungkin melakukan yang aku pikirkan kepadanya. Jadi aku percaya mengenai itu. Dan pikiranku sudah bersih tidak ada salah paham dan lainnya lagi," ucap Kiara membuat Kevin tersenyum.


" Baiklah, kalau begitu masalah itu selesai. Bukannya kita tidak akan membahasnya lagi," jawab Kevin. Kiara mengangguk


" Dan...," Kiara memberi jeda pada kalimat tanggung nya.


" Dan apa?" tanya Kevin.


" Jangan tanya bagaimana perasaanku kepadamu. Aku rasa kamu tau bagaimana perasaanku kepadamu," lanjut Kiara dengan tenang mengatakan kalimat itu.


Kevin tersenyum mendengarnya. Mengusap pipi Kiara dengan lembut.


" Kamu benar, seharusnya aku tidak perlu bertanya. Karena aku tau bagaimana perasaanmu. Begitu juga denganku," sahut Kevin.


" Iya," sahut Kiara.


" Ya sudah, kamu istirahatlah. Tidur yang nyenyak selamat malam," ucap Kevin.


" Selamat malam, jangan lupa mimpi yang indah," sahut Kiara.


" Iya," sahut Kevin.


Kiara pun masuk kedalam kamarnya sementara Kevin masih ada di depan kamarnya. Setelah memastikan Kiara masuk barulah Kevin pergi dan masuk kedalam kamarnya.


*********


Kiara mulai memasukkan barang-barang nya kedalam koper. Seharusnya dia pulang hari ini. Tetapi dia ingin ke Amerika bersama Kevin.


Pesawat mereka berangkat jam 10 pagi waktu Paris. Kiara memang baru menyempatkan diri beberes pakaian nya sekalian kamarnya yang harus rapi sebelum ditinggalkannya, jangan sampai Kevin benar-benar mencapnya gadis jorok.


Untungnya Kiara sudah mandi dan selesai bersiap-siap. Hanya tinggal urusan koper dan juga kamarnya yang belum selesai.

__ADS_1


Sementara Kevin sudah siap sedari tadi. Dia menunggu di ruang tamu dengan koper yang sudah di sampingnya. Kevin fokus pada tabletnya.


Ternyata Kevin sedang menonton rekaman cctv yang baru di berikan Arya. Rekaman cctv yang di minta Kevin jauh-jauh hari. Rekaman dari aula pesta yang di adakan alumni seangkatan Kiara.


Kevin tersenyum saat memang benar jika Kiara adalah orang yang bersamanya saat itu. Gadis dengan dress putih yang tidak ada bedanya sampai sekarang. Gadis itu yang berciuman dengannya di acara pesta.


Kevin memang tidak menyangka jika Kiara benar-benar wanita itu. Tetapi jelas dia merasa lega. Firasatnya memang tidak salah. Dia memang sudah merasa aneh saat pertama kali bertemu diift.


Suara hentakan heels membuat Kevin menoleh kebelakang melihat Kiara yang mengangkat kopernya menuruni anak tangga. Kevin langsung mematikan rekaman itu, beranjak dari duduknya menaiki anak tangga menghampiri Kiara.


" Sini biar aku angkat," Kevin mengambil alih pekerjaan Kiara.


Membawanya turun. Kiara tersenyum dan menyusul Kevin menuruni anak tangga. Kevin mana mungkin tega membiarkan Kiara kesulitan dalam mengangkat koper.


" Kita berangkat?" tanya Kiara. Kevin mengangguk.


" Oke," sahut Kiara membulatkan jempol dan jari telunjuknya. Kevin menyuruhnya jalan terlebih dahulu. Kiara jalan di depan dan Kevin di belakang sambil mendorong 2 koper .


************


Bandara


Kiara dan Kevin sudah sampai di Bandara. Mereka turun dari taxi. Supir Taxi membantu mengeluarkan koper-koper mereka dari dalam bagasi. Arya dan 2 bodyguard Kevin memang tidak ikut. Jadi mereka memang harus mandiri.


Setelah barang bawaan di keluarkan semuanya dari dalam Taxi . Kiara dan Kevin memasuki bandara dengan menyeret koper masing-masing. Dan memegang paspor dan tiket masing-masing.


" Kamu tunggu di sini, biar aku yang cek," ucap Kevin. Kiara mengangguk dan duduk di tempat peninggian. Sementara Kevin mengurus semuanya.


Setelah semuanya selesai. Kevin dan Kiara pun melakukan beberapa prosedur, pemeriksaan koper dan lain sebagainya. Setelah itu Kiara dan Kevin menaiki pesawat.


Pastinya mereka akan menaiki pesawat Buisnis Class dan mereka juga duduk bersebelahan.


" Kalau kamu mau istirahat, istirahatlah," ucap Kevin saat sudah duduk di samping Kiara


" Iya," jawab Kiara


" Ngomong-ngomong kita berapa hari di Amerika?" tanya Kiara.


" Hanya 2 -3 hari, bukannya kemarin aku sudah mengatakannya," jawab Kevin.


" Oh begitu, aku lupa," sahut Kiara tertawa kecil.


********


Kiara dan Kevin selama di dalam pesawat banyak mengobrol ada saja yang mereka bicaranya. Memang sangat nyambung bila berbicara. Kevin bukan tipe orang yang nanyang bicara tetapi dengan Kiara dia benar-benar banyak bicara.


Kiara memang tipe yang banyak ngobrol dan untungnya bertemu sama Kevin yang juga banyak ngobrol. Jadi ke-2nya benar-benar nyaman. Seperti sekarang mereka sedang melihat layar tablet dengan berdekatan sampai kepala mereka gempet.


Ternyata Kevin menunjukkan Kiara universitas Harvard yang akan di masuki Kiara. Kevin memang alumni dari sana. Jadi wajar jika Kevin banyak taunya.

__ADS_1


" Memang boleh, di keluargamu memilih universitas lain selain Lexus?" tanya Kiara menoleh kearah Kevin.


" Jika universitasnya sangat populer seperti Harvard jelas di perbolehkan. Aku belajar bisnis. Jadi memang sangat di butuhkan untuk membangun perusahaan," jelas Kevin.


" Aku kira tidak boleh. Kalau begitu kenapa kak Clarissa terus menahan ku di kampusnya. Apa itu hanya permainan politik saja," ucap Kiara menebak-nebak.


" Kiara kamu adalah aset dari Lexus. Jujur jika kamu yang sebenarnya memberikan pengaruh besar pada yayasan Lexus. Bahkan kamu 1 murid memiliki nilai paling tertinggi di seluruh kampus di dunia. Makanya Kak Clarissa tidak bisa melepas kamu," jelas Kevin.


" Begitu rupanya," sahut Kiara santai.


" Kau menyadari hal itu?" tanya Kevin.


" Aku tidak menyadarinya. Hanya saja terkadang aku heran, beberapa orang mengenalku dan bahkan menginginkan menjadi seperti ku. Bahkan idolaku yang paling special juga menginginkan aku seperti itu," ucap Kiara.


" Idola special, siapa?" tanya Kevin penasaran.


" Alana," jawab Kiara.


" Adikku?" tanya Kevin memastikan. Kiara mengangguk.


" Katanya dia mengidolakanku. Aku tidak tau apa yang di lihatnya sampai dia harus mengidolakan ku," ucap Kiara.


" Mungkin dia ingin menjadi wanita pintar seperti kamu," ucap Kevin.


" Benarkah, aku tidak tau kalau aku sepentat itu," sahut Kiara.


" Kalau memang aku aset Lexus seperti yang kamu katakan tadi. Lalu kenapa kamu membantuku. Bukannya itu akan merugikan perusahaan keluargamu?" tanya Kiara.


" Aku tidak tidak tau. Aku hanya ingin memberimu kesempatan. Dan jika aku sudah memberimu kesempatan. Maka kamu tidak boleh mengecewakanku," ucap Kevin menatap Kiara dalam-dalam dengan serius.


" Baiklah, aku tau itu," sahut Kiara.


" Oh iya Kevin apa kak Clarissa tau kalau kamu yang memberikanku surat baik?" tanya Kiara penasaran.


" Iya dia tau," jawab Kevin.


" Lalu apa pendapatnya?" tanya Kiara.


" Dia pasti kecewa dengan tindakanku. Tapi mau bagaimana lagi. Aku sudah terlanjur melakukannya," jawab Kevin singkat.


" Apa itu tidak akan bermasalah dengan hubunganmu dan kak Clarissa?" tanya Kiara merasa cemas dan tidak enak. Kevin tersenyum melihat keseriusan Kiara dan memikirkan hal itu.


" Kiara, kamu jangan memikirkan hal itu. Sama sekali tidak. Mungkin dia akan kehilangan yang terpenting untuknya. Tetapi aku yakin dia akan sadar jika kamu bukan miliknya dan dia tidak bisa menahanmy terus menerus," ucap Kevin.


" Kalau aku bukan miliknya, lalu aku milik siapa?" tanya Kiara menatap Kevin membuat Kevin terdiam.


" Lupakan," sahut Kiara mengalihkan pandangannya kemabil fokus melihat tablet. Kevin mendengus dengan senyumannya saat melihat Kiara yang seperti itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2