
Setelah memakan kuenya sampai habis. Kiara membantu mamanya memasak nasi kuning yang sederhana namun pengerjaannya sangat sulit dan memakan waktu banyak.
Kiara sedang mengiris kol untuk campuran mie. Dia sudah tidak sabaran dengan masakan nasi kuning itu. Lalu membawanya pada Kevin dan memakannya bersama. Sepertinya itu sudah direncanakannya sejak awal.
Kiara memang tidak terlaku ingin memakannya. Tetapi dia sangat ingin memberi Kevin makanan itu. Seakan dia ingin melakukan banyak hal untuk Kevin.
" Auhhh," lirih Kiara saat jarinya terkena pisau bahkan darahnya menetes.
" Auhhh, perih," keluh Kiara menggoyang-goyangkan jarinya.
" Kiara hati-hati, dong," sahut Sahila melihat kiara mengisap darah di jarinya. Maklumlah Kiara kebanyakan melamun jadi sampai membuat jarinya teriris.
" Iya ma, maaf," sahut Kiara menahan sakit.
" Ya sudah sana kasih obat dulu," ucap Sahila.
" Iya ma," jawab Kiara bergegas dari dapur. Kiara menuju ruang keluarga yang ternyata ada Ziva yang menonton TV.
Ziva memang tidak sekolah karena datang bulan. Jika datang bulan di hari pertama dan itu membuat hormon Ziva sangat buruk dan tidak memungkinkannya untuk sekolah.
Padahal sekarang Ziva santai-santai saja. Dia bahkan menonton Televisi sembari memakan kripik kentang.
" Kenapa kak?" tanya ziva melihat Kiara sebentar dengan suara kriuk-kriuk dari mulutnya.
" Kena pisau," jawab Kiara sudah duduk di sofa membuka laci pada meja yang ada di depan sofa.
" Kok bisa?" tanya Ziva tanpa melihat Kiara.
" Bantuin mama masak, jadi kurang fokus makanya sampai kayak gini," jawab Kiara mulai membalut heandsaples di jarinya yang luka.
" Serius amat nontonnya, katanya sakit," sahut Kiara menyindir.
" Lihat drama langsung sembuh," jawab Ziva dengan santainya.
" Lihat deh kak, ceweknya kalau sudah jatuh cinta pasti akan melakukan apapun demi Pria yang di cintainya," ucap Ziva melihat layar televisi dengan serius.
Kiara langsung menoleh ke arah drama Korea yang di tonton adiknya.
" Dia sampai repot-repot memasak untuk Pria yang di sukainya. Padahal dia tidak bisa memasak. Dia bahkan tadi hampir jatuh. Karena saking semangatnya. Cinta memang aneh. Bisa-bisanya membuat kita melakukan sesuatu yang tidak pernah kita lakukan," lanjut Ziva dengan teori cintanya. Kiara terdiam dan malah tertarik untuk meresapinya.
" Cinta, apa itu..., Tidak mungkin, apaan sih Kiara," batin Kiara mulai bimbang dengan hatinya.
" Aisssh. Tetapi cinta itu memang indah, kita bisa melakukan apapun demi orang yang kita cintai. Menurut kita kebahagiannya adalah kebahagian kita sendiri," sahut Ziva dengan senyum-senyum membuat Kiara geli.
" He, kamu itu masih kecil, nggak usah ngomongin soal cinta," sahut Kiara sewot.
" Kakak sih nggak pernah jatuh cinta makanya tidak mengerti," ejek Ziva dengan senyumnya.
" Sok tau kamu," sahut Kiara kesal.
" Jadi kakak pernah jatuh cinta?" tanga Ziva yang kepo.
" Ishhhh, bodo amat. Belajar sana. Sekolah yang benar dulu baru ngomongin cinta," tegas Kiara berdiri lalu pergi kearah dapur. Kebanyakan mendengarkan teori Ziva hanya membuat hatinya penuh kebingungan.
" Tipe-tipe kalau jatuh cinta bakalan bucin," gumam Ziva menerka-nerka kakaknya kedepannya bagaimana jika nanti akan jatuh cinta.
Kiara kembali kedapur menghampiri mamanya yang sibuk memasak makanan yang di mintanya.
" Sudah di obati?" tanya Sahila. Kiara mengangguk.
__ADS_1
Kiara kembali membantu mamanya memasak. Setelah hampir selesai. Kiara naik keatas dulu ingin mandi. Karena setelah itu dia akan pergi langsung.
Tidak butuh waktu lama untuk membersihkan dirinya. Kiara yang sudah segar menuruni anak tangga dengan dress pink di atas lututnya dengan bunga-bunga Daisy yang membuat dress itu sangat lucu.
Rambutnya digerainya. Kiara juga memakai pita rambut berwarna putih. Yang membuatnya tambah imut. Kiara seperti anak SMA yang sedang melakukan kencan di hari pertama.
Dengan semangat Kiara kembali kedapur melihat hasil pengerjaannya dan mamanya yang sedari tadi mereka kerjakan.
" Sudah selesai ma?" tanya Kiara.
" Hmmm, kamu mau makan biar mama ambilkan," sahut Sahila yang merapikan dapur.
" Nanti aja," sahut Kiara mencari tempat bekal di rak piring. Dengan cepat Kiara mendapatkan bekal berwarna ping.
Kiara meletakkan di atas meja dan mengisi bekal itu dengan nasi kuning dan lauk-pauk nya.
" Untuk siapa?" tanya Sahila.
" Hmmm, untuk teman," jawab Kiara dengan santai memasukkan nasi beserta mie, ayam goreng, irisan telur dadar dan orek tempe.
Kiara begitu semangat mempersiapkan bekal itu dengan senyum lebar di wajahnya yang tak pernah hilang. Sahila yang melihatnya sedikit aneh melihat putrinya yang tampak bahagia.
" Akhirnya selesai juga," gumamnya melihat arloji tangannya yang sudah jam 10 pagi.
" Ma, Kiara pergi dulu ya," ucap Kiara pamit.
" Kamu tidak jadi makan?" tanya Sahila.
" Nanti aja," sahut Kiara mencium punggung tangan mamanya dan buru-buru pergi.
" Kenapa dia terlihat bahagia sekali," gumam Sahila geleng-geleng dengan kelakuan Kiara.
" Kenapa harus tinggal di perumahan seperti ini. Taxi saja tidak boleh memasuki lokasi ini," gerutunya kesal di depan pagar rumahnya dengan bekal yang terus di pegangnya.
Tiba-tiba pintu pagar rumah Kevin terbuka dan memperlihatkan Saras. Kiara tersenyum menundukkan kepala ketika melihat wanita itu.
" Bukannya dia dokter yang waktu itu di rumah sakit," batin Kiara masih tersenyum sembari mengingat-ingat.
" Saras juga tersenyum tipis. Lalu memasuki mobil yang pintunya di bukakan oleh supir.
" Apa Dokter itu juga salah satu keluarga Kevin. Ya seharusnya Iya. Karena dia keluar dari rumah Kevin. Tapi masa iya semua yang keluar dari rumahnya anggota keluarganya," batin Kiara yang melihat mobil itu melaju santai.
Ternyata di dalam mobil Saras menengok kebelakang melihat kearah Kiara.
" *Kamu masih terlalu muda untuk masuk kedalam hubungan itu. Kamu tidak akan kuat Kiara jika kamu menyadari apa yang kamu lakukan salah. Kamu salah menjalin hubungan dengan keluarga itu,"
" Keluarga Winata itu sangat menyakitkan. Aku dulu melakukan segalanya memperjuangkan hubungan ku dengan Alan. Aku Dokter magang yang jatuh cinta dengan pria anak pemilik dari rumah sakit tempatku bekerja."
" Aku dan Alan. Berhasil menyelamatkan hubungan itu. Tetapi setelah menikah masalah sebenarnya adalah itu," batin Saras meneteskan air matanya*,"
Tidak tau apa yang akan di lakukannya. Saat suaminya benar-benar akan menikahi wanita lain hanya karena seorang anak.
*************
Setelah menaiki bus akhirnya Kiara sampai di Perusahaan Lexus. Langkahnya masih sangat cantik dengan wajahnya yang penuh senyum berjalan gontai. Dengan bekal yang masih di pegangnya. Tidak sabar akan memberikan pada Kevin.
Sementara Kevin masih berada di dalam mobil yang di setiri Arya. Mereka menuju Perusahaan yang sebentar lagi akan sampai.
" Tuan lusa anda ada jadwal kuliah," ucap Arya melihat dari kaca spion memperingatkan jadwal Kevin.
__ADS_1
" Kapan aku berapa aku berangkat?" tanya Kevin.
" Besok malam tuan," jawab Arya.
" Bagaimana dengan Kiara. Kapan dia berangkat ke Paris?" tanya Kevin.
" Besok pagi tuan," jawab Arya.
" Kamu sudah menyiapkan orang yang aku suruh?" tanya Kevin.
" Sudah tuan, Dedi dan Broto akan mengawasi Kiara," jawab Arya.
" Lalu siapa teman Kiara pergi?" tanya Kevin penasaran.
" Kakak perempuannya," jawab Arya.
Kevin hanya mengangguk dan mobil itu pun sampa di depan Perusahaan. Arya keluar dari mobil dengan buru-buru dan langsung membukakan pintu mobil untuk sang atasan.
" Silahkan tuan!" ucap Arya membungkukkan tubuhnya. Kevin merapikan jasnya. Lalu keluar dengan wibawanya.
" Kevin!" panggil seorang wanita membuat Kevin berbalik badan.
" Haira," lirih Kevin. Haria pun menghampiri Kevin.
" Aku ingin bicara denganmu," ucap Haria memegang lengan Kevin.
" Aku sedang banyak pekerjaan, sebaiknya kau pulang," jawab Kevin yang menolak untuk bicara.
" Aku mohon sebentar saja," ucap Haria dengan wajahnya yang selalu sedih. Wajah Haria memang seperti itu wajah yang seperti banyak pikiran, wajah yang ingin di kasihani.
Kevin melihat ke arah Arya. Arya yang mengerti menundukkan kepala. Lalu pergi.
" Katakan ada apa?" tanya Kevin.
" Jangan bicara di sini, kita cari tempat," ucap Haria.
" Aku sudah katakan, aku sibuk, jika ingin bicara. Bicaralah," jelas Kevin.
" Tapi Kevin..."
" Sepertinya kau memang tidak ingin bicara," sahut Kevin ingin pergi. Tetapi baru melangkah Haria langsung memeluknya.
" Aku merindukanmu, jangan pergi," ucap Haria memeluk erat. Kevin menelan salavinanya tanpa membalas pelukan itu.
" Kenapa kau terus menghindariku Kevin. Kau harus tau perasaan ku masih sama seperti dulu, aku mencintaimu Kevin. Aku menerima perjodohan dengan kak Alan agar aku bisa menemuimu. Agar hubungan kita bisa seperti dulu," ucap Haria menjelaskan pada Kevin tentang kemunculannya.
" Kevin aku ingin tetap bersamamu. 5 tahun aku berusaha di Luar Negri, menjadi Desainer sukses. Agar bisa sederajat denganmu. Agar bisa kembali padamu dan mendapat restu dari papamu," lanjutnya lagi dengan air matanya yang sudah jatuh.
" Aku mencintaimu Kevin. Perasaanku tidak pernah hilang. Aku mohon jangan menghindariku. Aku hanya ingin kita melanjutkan hubungan kita," Haria berusaha menjelaskan kepada Kevin.
" Apa yang kau katakan, kau melakukannya dengan masuk kedalam rumah tangga kak Alan. Dan kau katakan ingin bersamaku," sahut Kevin.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
__ADS_1
Terima kasih...