Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 148 Kebijakan orang tua


__ADS_3

Pagi hari kembali Kiara keluar dari kamarnya dengan wajahnya yang lesu dan tidak bersemangat. Tidak tau tadi malam dia tertidur atau tidak.


Tapi kalaupun tidur pasti tidak nyenyak karena masih memikirkan masalahnya dengan Kevin yang sama sekali tidak mudah.


Saat Kiara keluar kamar Kiara langsung bertemu dengan sang mama.


" Mama," ucap Kiara merasa sendu.


" Papa menunggumu di taman belakang," ucap Sahila.


" Papa," sahut Kiara. Sahila mengangguk.


" Memang ada apa?" tanya Kiara bingung. Tetapi perasaannya sudah tidak enak.


" Ayo sayang nanti kamu juga tau, papa kamu sudah menunggu sedari tadi," ucap Sahila. Kiara mengangguk dan mengikuti mamanya.


" Kenapa perasaanku tidak enak, apa lagi ini," batin Kiara merasa tidak tenang.


Dan pada akhirnya Kiara dan sang mama pun sampai taman belakang yang di mana ada papanya yang berdiri membelakangi mereka.


" Mas," tegur Sahila. Danu berbalik badan dan melihat putri yang di panggilnya sudah datang.


" Mari duduk Kiara," ucap Danu. Kiara mengangguk dan duduk. Sahila dan Danu pun duduk di depan Kiara.


" Ada apa papa memanggil Kiara?" tanya Kiara penasaran.


" Apa kamu baik-baik saja?" tanya Danu. Kiara mengangguk padahal jelas dia sedang berbohong. Karena nyatanya dia tidak baik-baik saja.


" Papa ingin membicarakan apa sama Kiara?" tanya Kiara lagi dengan wajahnya yang menyimpan kesedihan.


" Kiara apa benar kamu berpacaran dengan anak dari pak Mitra Winata?" tanya Danu to the point.


Kiara mendengarnya kaget. Tetapi mungkin tidak kaget-kaget amat. Karena dia tau. Pertanyaan itu akan didapatkannya.


" Jadi papa sudah tau, Om Winata benar-benar langsung bertindak," batin Kiara yang terlihat pasrah.


" Sayang papa kamu sedang bertanya, jawablah," sahut Sahila.

__ADS_1


" Apa Om Winata yang memberitahunya pada papa?" tanya Kiara walau sudah tau jawabannya tetapi dia ingin mendengarnya lagi.


" Iya, dia memberitahu papa masalah itu," jawab Danu memang pada kenyataannya.


" Saat tadi papa kekantor, Pak Winata langsung menyuruh papa keruangannya dan mengatakan jika kamu berpacaran dengan putranya Kevin Alex Vino Winata CEO perusahaan Lexus," jelas Danu pada putranya.


" Awalnya papa tidak percaya dengan kata-kata itu. Dan papa rasa tidak mungkin. Tetapi melihat ekspresi kamu, sudah menjawab semuanya. Jika memang kamu menjalin hubungan dengannya," ucap Danu.


" Tidak ada lagi yang di sembunyikan. Ya Allah kenapa semuanya seperti ini," batin Kiara yang terlihat pasrah dengan keadaannya.


" Iya pa, Kiara memang berpacaran dengan Kevin. Kita pertama kali ketemu saat Kiara berangkat ke Indonesia dan selebihnya Kiara dekat dengan Kevin dan sampai akhirnya kami berpacaran," ucap Kiara jujur apa adanya.


" Maaf pa, Kiara tidak memberitahu ini," lanjut Kiara yang merasa bersalah. Sahila dan Danu saling melihat dengan wajah mereka yang sendu.


" Apa yang dikatakan Om sama papa?" tanya Kiara.


" Apa hubungan Kiara dan Kevin membuat papa mengalami kesulitan karena Om Winata?" tanya Kiara yang sudah tau hal itu pasti akan terjadi.


" Sayanya kamu jangan berpikiran yang buruk-buruk. Jelas mama sama papa tidak akan mengalami kesulitan apapun. Kalau anaknya bahagia," sahut Sahila tersenyum tipis. Senyum seakan menutupi apa yang terjadi tetapi ingin memberikan semangat kepada anaknya.


Walau Winata pasti sudah menyuruhnya untuk menyuruh Kiara mengakhiri hubungan putrinya dengan Kevin. Tetapi bagi Danu kebahagiaan putrinya jauh lebih penting. Kiara yang mendengar kata-kata papanya. Meneteskan air matanya dan langsung menyekanya.


" Hey, sayang kenapa menangis," sahut Sahila yang memegang tangan Kiara.


" Maafkan Kiara ma, pa, Kiara sudah membuat mama dan papa kesulitan, maafkan Kiara. Karena masalah Kiara mama dan papa harus ikut berpikir," ucap Kiara yang merasa bersalah.


" Hey, sayang apa yang kamu bicarakan bukannya papa kamu tadi sudah menjelaskan. Mama dan papa tidak ikut campur dan mungkin berpikir. Jadi kamu jangan banyak berpikir yang lain-lain. Karena memang tidak ada yang perlu di pikirkan," ujar Sahila meyakinkan putrinya.


" Tapi ma," sahut Kiara.


" Sudah-sudah, jangan menangis. Tidak ada yang perlu di tangisi. Sekarang kamu masuk kembali kekamar. Kamu istirahat dulu. Mama melihat kamu tidak tidur tadi malam. Jadi kamu istirahat di ya," ucap Sahila yang memang melihat kekacauan putrinya.


" Iya Kiara, istirahat lah dulu, kamu harus istirahat, jangan memikirkan apa-apa," sahut Danu yang setuju.


" Sana sayang," suruh Sahila lagi. Kiara menganggu dan akhirnya berdiri dan tidak bicara lagi pergi dengan lemas dan tidak bersemangat.


Kepergian Kiara membuat Danu membuang napasnya perlahan kedepan. Sahila pun meletakkan tangannya di atas punggung tangan suaminya yang berada di atas meja. Danu menoleh ke arah istrinya dan Sahila menganggukkan matanya.

__ADS_1


" Semuanya akan baik-baik saja. Apapun itu jika Kiara dan Kevin tidak ingin mengakhiri hubungan itu. Kita tidak bisa menyuruhnya. Karena tidak ada gunanya semuanya. Jika putri saja tidak mendapat kebahagian. Karena dia tidak punya kewajiban untuk berkorban. Tetapi kita sebagai orang tua sangat punya kewajiban untuk berkorban dan sudah tanggung jawab kita memberikannya kebahagian," ucap Sahila. Danu mengangguk tersenyum tipis pada istrinya.


" Kamu benar, Hhhh," kepala Danu berkeliling melihat di sekitarnya. " Apa lah gunanya semuanya. Jika anak kita saja tidak bahagia. Kita juga membesarkan seorang anak untuk dia bahagia," sahut Danu. Sahila tersenyum mendengarnya.


" Kamu akan siap dengan semuanya?" tanya Danu pada istrinya.


" Aku pasti siap. Karena dari dulu aku selalu siap dengan apapun," sahut Sahila tersenyum lebar. Dan Danu meraih istrinya ke pelukannya. Mereka seakan sama-sama menguatkan.


Di sisi lain ternyata Rangga dan Rachel melihat dan mendengar pembicaraan orang tua.


" Kamu sudah tau lama hubungan Kiara dan Kevin?" tanya Rangga.


" Masih baru, eh sudah ketahuan saja," sahut Rachel.


" Aku tidak percaya sih. Jika Kiara akan menjalani hubungan dengan CEO perusahaan. Tetapi yang aku lihat Kevin itu sayang sama dia," sahut Rangga. Rachel melihat sang kakak.


" Jangan bilang kalau kakak tau hubungan mereka?" tanya Rachel curiga.


" Ya mau gimana lagi. Mereka sendiri yang memang terang-terangan. Jadi bagaimana orang tidak tau," jawab Rangga.


" Jadi kakak benaran tau?" tanya Rachel. Rangga mengangguk.


" Kaka pernah melihat Kevin Kerumah sakit dan bukan hanya itu banyak lagi lah yang kakak lihat. Makanya kakak bilang Kevin itu terlihat sayang sama Kiara. Buktinya Kevin juga bisa membuat Kiara jatuh cinta padanya," sahut Rangga.


" Ya ampun apa hanya mama dan papa saja yang baru tau hubungan itu," sahut Rachel. Tidak percaya jika di rumahnya sudah tau hubungan sang adik.


" Ya apa lagi," sahut Rangga.


" Oh, iya kak Rangga, memang apa yang tadi di katakan Om Winata?" tanya Rachel penasaran.


" Ceritanya panjang. Tapi intinya aku suka cara papa dan mama mengatasi masalah ini. Tidak membuat Kiara merasa di pojokkan dan mama dan pala lebih memikirkan kebahagiannya di bandingkan apapun," ucap Rangga.


" Kaka benar, semoga saja masalahnya cepat selesai," ucap Rachel dengan penuh harapan.


" Amin," sahut Rangga.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2