
Clarissa terus melihat bagaimana adiknya yang sangat memperhatikan Kiara.
" Katanya tidak suka, buktinya apa," ucap Clarissa memperhatikan Kevin yang terus menatap Kiara. Tatapan dalam yang penuh arti.
" Apa benar Kevin menyukainya. Wau kalau sampai Iya, aku tidak percaya hati Kevin yang seperti es akhirnya mencair karena wanita seperti Kiara," gumamnya menebak-nebak adiknya benar-benar jatuh cinta atau tidak.
" Tuan Kevin?" tegur pegawai yang melihat Kevin.
" Panggil kakaknya kemari dan suruh bawa adiknya pulang!" Perintah Kevin.
" Baik tuan!" staf itu pergi setelah mendapat perintah dari Kevin.
Kevin masih berjongkok melihat Kiara yang masih tidur mungkin lebih tepatnya menjaga Kiara tidur. Setelah mendengar hentakan langkah kaki yang semakin dekat Kevin berdiri lalu pergi.
Dugaannya benar orang yang datang adalah Rangga kakak Kiara.
" Ya ampun, dia sampai ketiduran di sini," oceh Rangga langsung menggendong Kiara ala bridal style dan membawanya pulang.
Kevin melihat Rangga membawa Kiara, lalu dia pun meninggalkan tempat tersebut setelah memastikan Kiara benar-benar pergi.
Kevin memasuki lift, saat pintu lift ingin tertutup. Kakaknya langsung menyetop dan masuk kedalam lift dan berdiri di samping Kevin.
" Aku tidak percaya jika Kiara menjadi brand ambassador Lexus," ucap Clarissa yang memulai obrolan. Tetapi Kevin tidak menanggapi omongan kakaknya.
" Kamu sepertinya akan menjaganya?" tebak Clarissa membuat Kevin menoleh ke arah kakanya.
" Apa kakak sudah memberikan semua undangan?" tanya Kevin yang tidak ingin membahas masalah Kiara. Membuat Clarissa tersenyum tipis.
" Kamu kenapa, membicarakannya saja membuat kamu jadi gelisah," sahut Clarissa.
" Aku tidak mengerti maksud kakak, dan aku rasa kita tidak perlu membahas orang yang tidak berkaitan dengan pertanyaanku," ucap Kevin.
" Benarkah, lalu Kiara berkaitan dengan perasaanmu," tebak Clarissa.
" Maksud kakak?" tanya Kevin dengan serius.
" Mengambil dana beasiswa milik Kiara yang sempat di tolaknya dan menyimpannya, tidak ada komplain sama sekali sewaktu dia berada di pesawat di ruangan yang sama denganmu, selalu berdiri di teras kamar dan melihat ke arah kamar Kiara. Bahkan bertemu di dekat pagar dan memberinya penghangat saat dia tertidur, apakah tidak berkaitan dengan perasaan," ucap Clarissa seakan tau apa-apa yang di lakukan Kevin. Hal itu membuat terdiam.
" Aku tidak suka, jika kakak harus membututi ku diam-diam," sahut Kevin dengan suara dinginnya.
" Jangan salah paham Kevin, jika aku mengikutimu dan mengawasimu, mungkin lebih parah yang akan aku dapatkan. Tetapi aku hanya tidak sengaja melihatnya. Lagi pula aku tidak suka harus membuntuti orang, aku bukan bodyguard," ucap Clarissa dengan tersenyum.
Ting pintu lift terbuka. Kevin pun langsung keluar dan tidak ingin mendengarkan semua ucapan kakaknya yang tidak masuk akal.
Clarissa hanya melihat kepergian adiknya.
" Kamu hanya berusaha menyembunyikan perasaan kamu," batin Clarissa.
**********
Mentari pagi kembali datang. Kiara mengerjap-ngerjapkan matanya ketika sinar matahari mengganggu tidurnya. Kiara menguap panjang dengan mengangkat tangannya ke atas.
" Ahhhhhh, apa aku ada di kamar," ucapnya membuka matanya sempurna dan melhat ke adannya yang memang berada di kamar. Kiara perlahan duduk mengumpulkan nyawanya beberapa kali dia menguap.
Kiara melihat ke dalam selimut dirinya masih memakai dress tadi malam. Tetapi sudah di lapisi dengan jas.
" Punya siapa ini," ucap Kiara membuka jas tersebut.
" Apa ini punya kak Rangga," tebaknya menghirup aroma jas itu.
" Ahhhh, tidak mungkin ini sangat wangi, sementara kak Rangga tidak memiliki wangi tubuh seperti ini," gumamnya bingung.
__ADS_1
" Lalu ini punya siapa," ujarnya kebingungan.
Tanpa ambil pusing Kiara pun bangkit dari ranjangnya dan membuka pintu menuju teras kamarnya. Meletakkan ke-2 tangannya di pagar balkon dan menghirup udara pagi hari.
Mata Kiara turun kebawah yang ternyata Kevin yang ingin masuk kemobil berdiri mematung melihat dirinya membuat Kiara kaget.
" Sejak kapan dia di situ?" tanya Kiara yang malah gugup.
Kiara pura-pura tidak melihat dan melihat ke lain arah. Tetapi yang ada Kiara malah salah tingkah di lihatin terus oleh Kevin. Pada akhirnya Kiara mengalah dan memilih untuk masuk kembali dari pada tambah salah tingkah.
" Kenapa sih dia terus melihatku," batin Kiara yang kebingungan dan memilih keluar dari kamar.
Kiara menuruni anak tangga langsung ke dapur untuk mengambil minum. Tenggorokannya sangat kering.
" Sudah bangun Kiara?" tanya Sahila yang mencuci piring.
" Iya ma," jawab Kiara menuang air putih dari despenser, " oh iya ma Kiara tadi malam pulang sama siapa?" tanya Kiara sambil meneguk air putih tersebut.
" Sama kak Rangga, kamu ketiduran, jadi dia menggendong kamu sampai kekamar," jawab Sahila.
" Oh begitu," sahut Kiara.
" Ya sudah kamu sana mandi, lalu sarapan, habis itu istirahat lagi, nanti malam kamu kan harus menghadiri peresmian Hotel Lexus," ucap Sahila mengingatkan Kiara.
" Ihhhh, kenapa juga harus nanti malam," sahut Kiara yang seketika menjadi tidak bersemangat.
" Sudah jangan terus mengeluh, nggak baik," ucap Sahila.
" Iya ma," sahut Kiara tidak bersemangat, lalu menuruti mamanya kembali kekamarnya mandi dan sarapan pagi. Dia memang harus istirahat lagi agar nanti malam fit.
**********
Mengingat malam ini adalah peresmian hotel Lexus. Kiara tidak perlu waktu lama untuk bersiap.
Kiara sudah mengganti pakaiannya dengan dress panjang berwarna merah tanpa lengan sehingga memperlihatkan bahunya yang indah.
Dress yang di gunakan Kiara membuat tubuhnya terbentuk sempurna. Karena memang dress itu sangat padat sehingga kemolekan tubuhnya terlihat seperti seorang bintang papan atas.
Sebenarnya Kiara tidak nyaman menggunakan dress tersebut. Tetapi itu dress yang di berikan Perusaan kepadanya dan mau tidak mau harus di pakainya karena memang sudah di siapkan khusus untuknya.
Rambutnya di lilit kesamping dengan sedikit gelombang sehingga membuat penampilannya semakin cantik dengan polesan make up natural.
" Apa aku harus pergi kesana," gumanya sambil memakai anting. Kiara benar-benar sangat malas untuk pergi ke Acara yang mengharuskannya hadir.
" Ahhhhh, sudahlah semua sudah terlanjur," ucapnya merapikan sedikit rambutnya, " aku sudah terlanjur kontrak mana bisa berbuat apa-apa lagi, semua sudah terlanjur," lanjutnya yang masih terus mengoceh.
Setelah selesai bersiap. Kiara langsung keluar dari kamarnya dengan membawa tas kecil yang di pegangnya.
Kiara menuruni anak tangga yang ternyata keluarganya sudah menunggunya di sana. Termasuk papa dan Rangga yang akan ikut bersama Kiara.
" Ya ampun kak, Kiara tumben cantik," puji Zavier dengan tidak ikhlas, padahal harus di akuinya kakaknya memang cantik, Zavier aja yang gengsian.
" Ishhh," desis Kiara kesal.
" Memang cantik kok," sahut Ziva yang takjub dengan kakaknya.
" Lumayan lah," sahut Rachel yang juga tidak ingin terlalu memuji.
" Sudah-sudah jangan pada ribut, ayo kita berangkat sudah hampir telat," ucap Danu.
" Ya sudah ma, Kiara pergi dulu ya," ucap Kiara pamitan mencium punggung tangan mamanya.
__ADS_1
" Iya sayang semoga sukses ya," ucap Sahila.
" Rangga juga ma pamit," ucap Rangga yang juga berpamitan pada mamanya.
" Iya kamu jagain adik kamu," ucap Sahila memberi kepercayaan pada putranya.
" Iya ma," jawab Rangga.
" Ya sudah papa pergi dulu," ucap Danu yang juga berpamitan.
" Hati-hati pa," ucap mereka serentak melihat kepergian papanya.
" Semoga semuanya lancar," batin Sahila yang penuh harapan.
***********
Hotel Lexus
Di depan hotel Lexus sudah banyak mobil berparkir dengan rapi. Para penjaga keamanan dengan stelan seragam yang sama sudah mulai berkeliaran menjaga ke amanan di sekitar hotel.
Para media juga sudah mulai berdatangan, Meraka tidak mungkin absen untuk mengambil berita yang mungkin akan menjadi trending topik dalam beberapa hari kedepan.
Papan iklan foto Kiara yang sudah terpampang di Billboard, berpose dengan beberapa tempat di hotel tersebut mempromosikan hotel tersebut.
Mobil Danu yang Kendari Rangga juga sudah berhenti di depan Lexus. Kiara yang duduk di belakang jujur sangat dek-dekan. Ini pertama kali baginya datang ke acara formal.
Apa lagi acara perusahaan yang di hadiri orang-orangnya penting dari beragam kalangan yang berbeda dari usia dan yang lainnya.
Sementara Kiara selama ini hanya menghadiri acara-aca sekolah dan beberapa event kampus yang pasti jelas berbeda dengan sekarang.
" Kiara," tegur Danu.
" Iya pa," jawab Kiara.
" Kamu jangan gugup. Papa sudah meminta nona Clarissa mendampingi kamu," ucap Danu yang tau ke gugupan Kiara.
" Kenapa juga harus dia," batin Kiara yang kesal.
" Kakak juga akan mengawasi kamu dari jauh, jadi jangan mencemaskan apa-apa," sambung Rangga.
" Iya," sahut Kiara dengan tidak bersemangat.
" Ya sudah kita turun," ucap Danu mulai membuka pintu mobil. Kiara dan Rangga juga menyusul.
Saat bersamaan mobil Kevin juga berhenti dan Arya membukakan pintu mobil Kevin yang keluar langsung melihat ke arah Kiara.
Kevin harus mengakui jika Kiara terlihat sangat cantik. Karena mata Kevin memandang dari bawah sampai atas seperti menilai penampilan Kiara. Kiara mengeluarkan senyum tipisnya pada Kevin. Walau Kevin tidak membalas senyumnya.
Rangga dan Danu menundukkan kepala sedikit saat melihat Kevin. Kevin membalas dengan menunduk juga. Lalu melangkahkan kakinya dengan gagah dan pergi.
" Ayo Kiara," ajak Rangga Kiara mengangguk dan berjalan menuju depan lobi yang sudah ramai orang.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...
__ADS_1