Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 69 Insiden pesawat


__ADS_3

" Awasi Kiara!" perintah Kevin sembari membuka tutup botol itu.


" Baik tuan!" jawab Arya langsung pergi.


" Apa dia seistimewa itu sampai harus di awasi. Pasti lah. Jika tidak tuan Kevin tidak mungkin sampai meninggalkan semua pekerjaannya demi bocah itu," gerutu Arya yang langsung mengecek ke Class ekonomi.


Arya melihat Kiara yang ternyata sedang tidur lelap.


" Dia bahkan sangat santai. Lalu apa yang di khawatirkan. Memang kalau di atas pesawat apa yang harus di awasi ada-ada saja," Arya terus mengoceh karena mengawasi Kiara merupakan pekerjaan paling memuakkan untuknya.


" Dia sudah di pastikan aman. Sebaiknya aku pergi. Aku juga mau istirahat," gumam Arya yang langsung pergi.


************


Saras pulang kerumahnya, saat keluar dari mobilnya Saras berpapasan dengan Haria. Calon istri dari suaminya. Saras menghentikan sebentar langkahnya lalu melanjutkan kembali melewati wanita itu.


" Kak Saras tunggu!" Haria mencegah kepergian Saras dengan memegang tangannya. Saras langsung melepas tangannya dari wanita itu.


" Aku ingin menjelaskan semuanya. Sungguh aku tidak bermaksud untuk...." omongan Haria berhenti ketika Saras mengangkat tangannya memberi tanda stop.


" Jika kau bicara denganku hanya untuk menjadi akur dengan ku, atau ingin menjalin keakraban, Kau salah besar. Karena itu tidak akan terjadi. Aku akan berpisah dengan laki-laki yang kau inginkan. Jadi kau tidak perlu membuang tenaga untuk akur denganku. Kau akan menjadi istri satu-satunya," ucap Saras dengan yakin benar-benar muak dengan wanita baru yang masuk kedalam rumah tangganya.


" Kakak akan menceraikan kak Alan?" tanya Haria tidak percaya.


" Iya, sesuai dengan kemauanmu," sahut Saras dengan yakin.


" Tetapi kakak salah, aku tidak menginginkan pernikahan itu. Aku melakukan itu karena Kevin," sahut Haria mencoba menjelaskan.


" Sudah kuduga dia memang punya hubungan dengan Kevin," batin Saras.


" Kak, aku dan Kevin_"


" Kau salah jika mencoba mempermainkan kepala keluarga di rumah ini," sahut Saras memotong pembicaraan


" Kau juga salah jika Kevin akan kembali kepadamu. Dengan cara apa yang kau lakukan. Aku rasa semua akan sia-sia," lanjut Saras.


" Apa kakak sudah tau?" tanya Haria.


" Iya aku tau rencanamu. Kau melakukannya hanya untuk bersama Kevin dengan mengorbankan rumah tangga ku. Dan mungkin bukan cuma aku yang akan tau. Pak Winata akan tau jika kau terlalu banyak bicara," sahut Saras dengan sinis memperingatkan Haria.


Jelas hal itu membuat Haria was-was. Memang benar Winata bukan orang sembarangan. Winata jika mengetahui semuanya hidupnya juga akan selesai. Bahkan lebih parah dari 5 tahun lalu.


" Tapi kak, percayalah ini akan berhasil. Aku hanya menginginkan Kevin," sahut Haria dengan yakin dengan wajahnya yang pasti selalu sedih.


" Aku tidak perlu mempercayaimu, jadi jangan pernah mencoba untuk dekat denganku," Saras menjeda bicaranya, " dan Kevin, kau salah paham jika dia masih menyukai mu. Aku rasa ada wanita yang lebih berharga di bandingkan dirimu," lanjut Saras langsung pergi membuat Haria heran.


" Kak Saras!" panggil Haria. Tetapi Saras tidak mempedulikannya.


" Apa maksudnya. Apa Kevin sudah memiliki wanita lain. Tidak mungkin, Kevin tidak mungkin tertarik dengan wanita lain, aku sangat mengenalnya," batin Haria yang merasa was-was.


Haria memang sangat percaya diri. Jika dia adalah cinta pertama Kevin dan juga akan menjadi cinta terakhir Kevin. Dia juga sangat yakin Kevin tidak mungkin jatuh hati pada wanita lain. Itu mustahil baginya.


***********

__ADS_1


Pesawat.


Perjalanan pesawat sudah 3 jam. Tetapi Kiara masih saja tertidur. Sementara di dalam pesawat sedikit ricuh karena pesawat tiba-tiba goyang.


" Kenapa ini?" ucap salah satu penumpang.


" Kenapa goyang?" sahut yang satunya. Kepanikan mulai terjadi di dalam pesawat.


" Perhatian untuk para penumpang angar tetap tenang. Silahkan di pakai sabuk pengamannya. Semuanya di harapkan tenang," pramugari memberikan arahan kepada para penumpang yang semakin panik.


Goyangnya pesawat semakin parah di dalam pesawat semakin ricuh dan penuh ketakutan. Kiara yang tertidur pun akhirnya terbangun. Kiara memijat kepalanya dan merasakan goyang pesawat yang semakin kuat.


" Ada apa ini?" batinnya mulai panil. panik melihat di sekitarnya yang ricuh dengan wajah penuh ketakutan.


Kiara melihat kejendela dan melihat berada di awan yang gelap dengan petir yang kuat. Suara teriakan penumpang membuat Kiara sangat was-was dan sudah keringat dingin.


" Semua penumpang di harapkan tetap tenang pakai sabuk pengan untuk menjaga keselamatan," suara pramugari itu bahkan terdengar sudah sangat bergetar.


Meski sangat profesional. Tetapi dia juga manusia yang dipenuhi ketakutan.


Di dalam pesawat semakin ricuh dengan teriakan, tangisan anak, dan doa-doa yang di panjatkan menurut agama masing.


" Kenapa seperti ini," Kiara ikut panik berusaha tenang.


Jujur dia sangat ketakutan apa lagi mendengar teriakan membuatnya sangat takut. Kiara mencoba memasang sabuk pengamannya.


Tetapi matanya langsung melihat anak kecil bersama seorang ibu yang kesulitan memasang sabuk pengaman itu.


Kiara berdiri dengan memegang kuat bangku. Lalu membantu sang ibu yang kesulitan membantu anaknya.


Kiara kembali ketempat duduknya goyangan pesawat semakin kuat sehingga kepala Kiara kejedot kursi. Kiara yang menahan sakit berusaha kembali ketempat duduknya. Tangannya sudah sangat dingin dengan air matanya yang harus jatuh.


" Mama," 1 kata itu terucap saat dia benar-benar ketakutan dan mungkin takut tidak akan bertemu keluarganya lagi. Apa lagi bukan hanya dirinya dia juga melihat beberapa orang sudah terluka seperti dirinya.


Sementara Kevin yang berada di Buisnis class juga merasakan goyangan pastinya sama.


" Kiara," lirih Kevin yang teringat dengan Kiara dan langsung membuka sabuk pengamannya langsung menuju class ekonomi.


Goyangnya pesawat semakin parah sampai tas-tas yang berada di atas-atas mulai berjatuhan. Kiara masih berusaha berjalan ketempat duduknya dengan dahinya yang ternyata sudah berdarah bahkan darah mengalir sampai kematanya.


Saat ingin kembali. Tiba-tiba bagasi di atas kepala Kiara terbuka dan koper ingin jatuh kepada Kiara.


Kevin yang sudah tiba di sana langsung melihat Kiara yang kesulitan berjalan. Kevin melihat keatas dan melihat koper yang akan menimpa Kiara.


Kevin bergegas menghampiri Kiara walau kesulitan melangkah. Dengan memegang bangku-bangku pesawat. Sebagai bahannya berjalan.


Koper itu hampir mengenai Kiara. Tetapi untungnya Kevin sudah sampai dan memeluk Kiara yang akhirnya koper itu jatuh punggung Kevin.


" Ahhhh," lirih Kevin saat merasa sakit. Kiara kaget siapa yang memeluknya. Kiara mengangkat kepalanya.


" Kevin," lirih Kiara tidak percaya dengan pria yang memeluknya erat.


" Kau tidak apa-apa?" tanya Kevin melihat kening Kiara yang berdarah tetapi Kiara masih menggeleng.

__ADS_1


Kevin mencoba membawa Kiara ketempat duduk agar Kiara tidak terpelanting Kesana kemari. Kevin terus memeluknya merasakan tubuh Kiara yang bergetar, Kevin tau pasti Kiara sangat ketakutan.


Kiara memeluk kuat pinggang Kevin. Wajahnya berlindung di dada bidang Kevin dengan memejamkan matanya. Para penumpang sudah mulai sesak napas. Alat pernapasan pun sudah berturunan.


Kevin menggeserkan ke pinggir jendela. Kevin dan Kiara berhasil duduk Kevin langsung memakaikan Kiara alat pernapasan ketika melihat Kiara yang sudah sesak napas.


" Kiara tenanglah," ucap Kevin yang sangat khawatir.


Bahkan Kevin tidak mempedulikan dirinya dan hanya fokus pada Kiara. Kiara yang benar-benar sangat takut yang duduk di sebelahnya hanya terus memeluk erat Kevin meremas baju itu dengan tangan yang melingkar di pinggang Kevin.


" Semua akan baik-baik saja," kata yang keluar dari mulut Kevin dapat di dengar Kiara. Tetapi dia yang sangat takut tidak mampu bicara. Dia hanya pasrah jika pesawat itu akan jatuh.


Goyangan pesawat terjadi selama 10 menit. Untungnya pilot bisa mengendalikannya sehingga pesawat sudah aman kembali. Ucapan syukur terdengar dari dalam pesawat. Karena masih di beri kesempatan untuk hidup.


Kevin yang duduk di samping Kiara dengan napasnya naik turun. Sementara Kiara masih tetap memeluknya dengan tubuhnya yang bergetar.


Kevin menundukkan kepalanya melihat Kiara yang masih memejamkan matanya masih ketakutan. Kevin mengusap punggung Kiara memberikan kenyamanan agar Kiara tidak ketakutan. Kevin juga membantu membuka alat pernapasan Kiara.


..." Para penumpang di harapkan tenang, dan kembali keposisi duduk masing-masing," arahan pramugari kembali terdengar....


Kevin Menyinggirkan rambut Kiara yang menutupi wajahnya ke belakang telinganya. Kevin melihat Kiara masih memejamkan matanya dengan wajahnya yang sangat pucat.


" Kiara tenanglah, sudah tidak apa-apa," ucap Kevin dengan lembut.


" Aku takut, aku mohon jangan tinggalkan aku, aku takut," ucap Kiara dengan suaranya yang bergetar sangat ketakutan.


" Iya aku tidak akan meninggalkan mu aku janji," ucap Kevin mempereratkan pelukannya, sambil mengusap pundak Kiara agar Kiara lebih tenang. Dia sangat paham dengan apa yang dirasakan Kiara dan mungkin saja Kiara bisa trauma.


Pramugari kembali membereskan koper-koper yang sempat berjatuhan dan ada juga beberapa yang memberikan obat pada penumpang yang luka. 1 pramugari menghampiri tempat duduk Kevin dan Kiara.


" Pak, silahkan obati luka istrinya," ucap pramugari itu asal-asalan.


Ya dia menganggap seperti itu. Karena wanita yang di katakannya istri itu terus memeluk Pria tampan itu. Kevin mengambil obat itu tanpa banyak bicara.


" Kiara biar aku obati luka di dahimu," ucap Kevin. Kiara menggeleng. Sepertinya Kiara sangat tidak nyaman dengan suasana di dalam pesawat itu. Dia bahkan tidak melepas dirinya dari pelukan Kevin.


Kevin melepas pelukan itu, melihat Kiara yang masih memejamkan mata. Kevin meraih tangan Kiara menggengamnya dengan erat.


" Ikut dengan ku," ucap Kevin.


Kiara heran dan tanpa menjawab Kiara mengikut dengan terus memegang kemeja Kevin. Dia begitu sangat ketakutan jadi wajar saja. Untung ada Kevin yang membuatnya tenang. Jadi dia merasa sangat aman.


Kevin membawa ha ke buisnis Class yang kebetulan hanya ada Kevin di sana. Arya memang tidak tau di mana dan Kevin bahkan tidak ingat.


Jika Arya juga ada di dalam pesawat itu. Kiara sudah mengambil fokusnya dia hanya memikirkan Kiara dan maaf harus melupakan Arya yang memang tidak tau entah di mana.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2