
Clarissa yang melihat ada 2 pria di depannya. Pasti tidak jauh-jauh dari pikirannya. Jika dia jadikan untuk melayani 2 Pria itu.
" Ini tidak mungkin. Kau jangan gila aku tidak mau melakukannya," ucap Clarissa yang Langsung menolak. Jika harus melayani 2 pria sekaligus.
" Diamlah! jangan banyak protes karena kau tidak bisa berbuat apa-apa lagi," sahut Pria itu tersenyum kemenangan.
" Kau sungguh gila. Aku tidak mau melakukannya. Lepaskan aku. Lepaskan!" Clarissa memberontak dan berusaha melesakan tangannya yang sudah terlanjur di ikat.
Dia benar-benar terjebak. Masuk perangkap pria itu dan sekarang dia tidak akan bisa lepas lagi. Sementara 2 Pria itu tersenyum saling melihat seakan meninkmati pemandangan di depan mereka. Di mana Clarissa seperti ulat yang kepanasan karena berusaha ingin melepaskan diri.
" Tidak mungkin. Bagaimana ini. Apa yang harus aku lakukan," batin Clarissa kebingungan. Dengan penuh ketakutan. Wajahnya yang sangat panik dengan tindakan pria itu.
" Dasar kurang ajar," umpat Clarissa memaki sepuasnya.
Pria yang baru masuk itu langsung mengambil botol anggur dan mendekati ranjang berdiri di samping Clarissa dan langsung menumpahkan isi anggur di dalam botol itu seperti menyiram tanah kuburan.
" Apa yang kau lakukan dasar gila. Hentikan perbuatan kalian hentikan!" teriak Clarissa tidak habis pikir mendapat perlakuan seperti itu.
" Ha-ha-ha-ha-ha," suara tertawa lepas terdengar dark 2 Pria yang menikmati perbuatan mereka. Sementara Clarissa sudah meneteskan air mata dengan terus meronta untuk di lepaskan. Tetapi mana mungkin mereka melepaskannya.
" Sebaiknya kita mulai semuanya cantik," ucap Pria yang mengancamnya dan mulai membuka pakaiannya.
Clarissa geleng-geleng. Dia tidak ingin semua itu terjadi. Tetapi Pria itu sudah merangkak ke atas ranjang dan mendekati Clarissa. Clarissa menolak dengan menendang-nendang pria itu. Wajah pria itu sampai terkena kaki Clarissa dan membuatnya geram.
Plakkk Pria itu langsung melayangkan tamparan pada Clarissa. Tamparan yang sangat kuat tanpa ampunan dan membuat Clarissa yang tidak bisa melakukan apa-apa.
" Kau benar-benar kurang ajar. Aku sudah baik-baik padamu. Tetapi kau terlalu banyak tingkah," geram Pria itu.
Plakkk. Pria itu kembali menampar pipi Clarissa dan sampai ujung bibir Clarissa berdarah dan Clarissa tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Sampai dia benar-benar lemas. Lemasnya Clarissa menjadi keuntungan untuk mereka berdua.
" Nona-nona. Kau memang sengaja mencari masalah. Jadi temanku marah. Seharusnya kau diam dan menutut saja. Masalahnya tidak akan sampai seperti ini," sahut Pria yang baru datang itu.
" Kau benar-benar kejam. Kau sudah menipuku," ucap Clarissa dengan suaranya yang memelan dengan air matanya yang menetes.
__ADS_1
" Jangan marah sayang. Aku hanya ingin kita bersenang-senang," sahut Pria itu meraba paha Clarissa membuat Clarissa merasa jijik.
1 pria yang tadi masih berdiri mulai mendekati ranjang dan memegang kaki Clarissa meraba paha Clarissa sampai Clarissa tidak bisa melakukan apa-apa. Sementara Pria yang mengancamnya merobek kasar piyama Clarissa.
" Aku mohon jangan lakukan itu. Aku mohon hentikan lepaskan aku. Aku tidak mungkin melakukan hal itu," ucap Clarissa berharap di kasihani.
Ternyata Clarissa hanya bermimpi di kasihani. Pria itu bahkan sudah menciumi lehernya dan Clarissa gelenga-geleng kepala agar bisa menghindari sentuhan menjijikkan itu. Tetapi lagi-lagi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena tubuhnya di kuasai.
" Clarissa kamu lebih pantas menjadi seorang pelacur. Ini yang kamu cari selama ini," batin Clarissa yang benar-benar pasrah dengan keadaannya. Melawan sudah tidak ada gunanya lagi.
Clarisa memejamkan matanya dengan pasrah menerima pada dirinya. Dia memang sudah tidak berarti apa-apa lagi.
Brukkkk dobrakan pintu membuat 3 orang di dalam ruangan itu kaget dan pasti kesal dengan aktivitas yang sudah berjalan. Sementara Clarissa langsung membuka matanya.
" Lepaskan dia!" bentak Sandy yang ternyata datang. Clarissa mengangkat kepalanya dan ternyata melihat jelas Pria yang di kejar-kejar ada di depan pintu.
" Sandy. Dia ada di sini," batin Clarissa.
" Siapa kau, beraninya mengangu kami, apa urusanmu dengan semua ini. Kau mengganggu kesenangan kami," sahut Pria yang mengancam Clarissa langsung berdiri dengan mengepal tangannya.
" Aku akan menunjukkan siapa diri ku," ucap Sandy menutup pintu kamar dan tanpa aba-aba langsung melayangkan pukulan pada Pria itu. Membuat temannya juga langsung ikut bangkit dan membantu temannya yang bertengkar dengan Sandy.
Di dalam kamar hotel itu terjadi baku hantam. Sandy melawan 2 Pria itu yang sama-sama kuat. Mereka saling menyerang dan Clarissa yang masih terikat hanya berharap jika Sandy tidak kenapa-napa. Apa lagi Sandy sempat mendapat beberapa pukulan karena tidak bisa mengelak.
" Semoga Sandy tidak apa-apa," batin Clarissa yang sangat khawatir.
Tetapi perkelahian yang akhirnya di menangkan Sandy yang mana 2 orang itu sudah tersungkur dan babak belur. Dan Clarissa merasa lega dengan Sandy yang berhasil melumpuhkan 2 Pria itu.
" Hapus semua situs yang kau miliki. Jika kau berani menipuku. Aku akan juga memegang Vidio mu berasa Pria itu. Dan akan langsung aku kirim agar kau menerima akibatnya," ucap Sandy memberi ancaman pada Pria itu.
" Cepat beritahu kode situsnya," gertak Sandy dengan suara lantangnya.
" Ba-ba-baiklah," jawab Pria itu langsung memberikan kode situsnya.
__ADS_1
Karena dia juga takut dengan Sandy badan aja yang gede. Tetapi penakut. Karena Sandy sudah mendapatkan kode situsnya dengan cepat Sandy langsung menghapus bersih.
Sehingga Clarissa benar-benar aman. Dan tidak ada lagi yang bisa mengancamnya. Clarissa juga merasa lega. Karena vidionya benar-benar sudah tidak ada lagi.
" Jika kalian berani menggangunya. Aku tidak akan memberi kalian ampunan. Jika kalian hanya akan menjadi parasit. Maka aku akan membunuh kalian," ucap Sandy dengan penuh penekanan dan penegasan dan memberi ancaman pada 2 orang itu.
2 orang itu terdiam dengan memegang luka mereka. Menahan sakit dengan pukulan Sandy yang memang tanpa ampunan. Padahal Sandy juga terluka.
Lalu Sandy menoleh ke arah Clarissa yang sudah sangat hancur. Dengan cepat Sandy menghampiri Clarissa dan langsung melepas ikatan tangan Clarissa.
Membuka jaketnya dan menutupkan pada tubuh Clarissa yang terbuka karena pakaiannya yang sudah di robek paksa.
Tanpa berpikir panjang. Akhirnya Sandy langsung menggendong Clarissa ala bridal style membawanya keluar dari kamar itu tanpa ada pembicaraan.
Menanyakan apa Clarissa baik-baik saja atau apapun. Sandy memang terlihat sangat cuek. Jadi wajar dia seperti itu. Memang itulah sifatnya.
Clarissa juga diam seribu bahasa. Dia pasti sangat malu dengan kejadian itu dan benar-benar menjadi wanita paling hina di depan Sandy. Wanita yang menjijikkan dan tidak punya harga diri.
***********
Mobil yang di kendarai Sandy berhenti di depan rumahnya. Sandy yang tidak mungkin mengantarkan Clarissa dengan keadaan yang berantakan, memilih untuk membawanya pulang kerumahnya.
Dia keluar dari dalam dan membuka pintu mobil untuk Clarissa dan menggendong Clarissa kembali. Memasuki rumahnya. Sandy baru menurunkan Clarissa ketika sudah sampai di depan kamar mandi yang ada di kamarnya.
" Mandilah. Agar tubuhmu. Tidak bau alkohol," ucap Sandy dengan lembut. Clarissa mengangguk dan melangkah pelan memasuki kamar mandi.
Setelah kepergian Clarissa kekamar mandi. Sandy duduk di pinggir ranjang dengan mengusap wajahnya sampai kerambutnya dengan ke-2 tangannya.
" Kenapa aku bisa datang terlambat. Sampai dia harus mendapatkan luka fisik seperti itu," batin Sandy yang merasa bersalah pada Clarissa. Padahal dia sudah datang tepat waktu dan menyelamatkan Clarissa dari orang-orang yang sakit jiwa itu.
Tetapi Sandy masih merasa datang terlambat. Mungkin karena melihat luka di wajah. Clarissa membuatnya iba dan simpatik pada Clarissa. Wajah Clarissa juga tadi pucat membuatnya sangat khawatir kepada wanita yang mengejar-ngejarnya.
Tetapi belakangan ini terkesan cuek padanya. Mereka baru berbicara kemarin sewaktu Sandy juga menyelamatkannya dari pria yang sama.
__ADS_1
Bersambung.....