
Tidak berapa lama Sandy pun akhirnya duduk menghampiri kembali keruang tamu dan menghampiri Clarissa yang sudah duduk di atas lantai yang di alasi karpet. Sandy ikut duduk di samping Clarissa.
" Ayo makan! kamu belum pernah makan," ucap Sandy. Clarissa mengangguk dan melihat piring yang berisi spageti.
" Kamu yang memasaknya?" tanya Clarissa.
" Hmmm, cobalah. Aku tidak tau cocok ke lidah mu atau tidak," ucap Sandy mempersilahkan.
" Kamu bisa memasak?" tanya Clarissa.
" Kamu harus mencobanya dulu. Supaya aku bisa di katakan bisa memasak atau tidak," ucap Sandy. Clarissa menganggu tersenyum.
Tanpa berpikir lama Clarissa pun melilitkan garfu pada spageti tersebut dan langsung memakannya dengan perlahan sambil melihat Sandy yang menunggu penilaian dari Clarissa.
" Bagaimana apa enak ?" tanya Sandy. Clarissa langsung mengangguk.
" Ini enak sekali. Bahkan mengalahkan masakan Restaurant bintang 5," ucap Clarissa yang langsung memuji masakan Sandy. Karena memang menurutnya sangat enak.
" Benarkah, kamu berlebihan," sahut Sandy tersenyum dan juga mulai memakan masakan yang di buatnya sendiri.
" Aku tidak berlebihan. Ini memang enak," sahut Clarissa kembali mengunyah makanannya.
" Ya sudah. Makanlah jika memang enak," ucap Sandy. Clarissa mengangguk dan kembali memakannya.
" Kamu tinggal sendiri di sini?" tanya Clarissa di sela-sela makannya.
" Iya. Aku sendiri di rumah ini," jawab Sandy.
" Tidak ada pembantu rumah tangga?" tanya Clarissa sangat heran. Jika Sandy bisa-bisanya tinggal sendirian dengan rumah Serapi dan sebersih itu. Tanpa ada asisten rumah tangga.
" Tidak ada," jawab Sandy. Clarissa tampak kaget mendengarnya.
" Kenapa?" tanya Sandy yang melihat Clarissa tampak bengong.
" Aku heran saja. Kamu bisa sendirian dengan semua ini. Rumah kamu bersih, rapi dan pasti kalau makan. Kamu juga akan memasak sendiri," ucap Clarissa yang salut dengan Sandy.
" Kamu benar. Aku melakukan sendiri," sahut Sandy membenarkan.
" Kamu bisa membagi waktu. Padahal kamu juga sibuk mengajar. Aku tidak tau bagaimana kamu membagi waktu kamu," ucap Clarissa.
" Tidak ada yang sulit. Aku terbiasa mandiri sejak kecil. Jadi masalah waktu. Tidak ada yang perlu di cemaskan. Toh selama ini semuanya baik-baik saja. Aku bisa bekerja, makan dan yang lainnya," ucap Sandy dengan simple sambil terus makan.
Clarissa menanggapi dengan kagum. Sampai matanya tidak lepas menatap Sandy.
__ADS_1
" Makanannya ada di piring bukan di mataku. Jadi jangan melihatku terus," ucap Sandy menggoda Clarissa.
" Aku tidak heran. Mengapa mahasiswi di kampus tertarik padamu. Ternyata kamu begitu sempurna," ucap Clarissa yang tidak berhenti untuk tidak memuji Sandy.
" Kamu berlebihan. Aku tidak merasa mereka menyukaiku," sahut Sandy yang merendahkan diri di depan Clarissa.
" Memang itu kenyataannya. Semua orang menyukai mu. Termasuk aku," sahut Clarissa membuat Sandy mendengus tersenyum.
" Kalau begitu katakan sejak kapan kamu menyukaiku dan kenapa kamu menyukaiku. Kamu penasaran denganku. Atau masalah lainnya," tanya Sandy yang menatap dalam Clarissa.
" Aku menyukaimu. Semenjak kamu di nobatkan menjadi dosen terbaik di Universitas Lexus," jawab Clarissa.
" Wau itu sangat lama," sahut Sandy yang merasa itu sudah ada 2 tahun lalu.
" Hmmmm, tapi itu kenyataannya. Aku menyukaiku saat itu dan kamu benar. Aku memang penasaran denganmu dan jujur aku ingin kau menemaniku di atas ranjang. Tetapi itu sangat sulit digapai. Kau bahkan tidak tertarik denganku. Sampai begitu lama," jelas Clarissa.
" Berarti kau menyukaiku. Hanya karena penasaran. Dan selah itu terjadi. Apa kau masih menyukaiku?" tanya Sandy.
" Sandy. Aku memang awalnya penasaran denganmu. Tetapi saat aku melihatmu dekat dengan wanita. Aku jadi merasa. Jika sebenarnya. Aku tidak hanya penasaran. Tetapi benar-benar menyukaimu. Aku sangat cemburu dengan wanita yang berbicara denganmu. Kau sangat manis berbicara padanya. Semetara kepadaku kau sangat ketus. Dari situ aku bisa memastikan perasaanku yang benar-benar menyukaimu," jelas Clarissa. Membuat Sandy yang mendengar penjelasan itu bingung.
" Wanita. Wanita yang mana. Perasaan aku tidak pernah dekat dengan seorang wanita," sahut Sandy yang heran dengan kata-kata Clarissa.
" Yang datang bersamamu di acara peresmian Hotel Lexus," sahut Clarissa yang jelas masih mengingat itu.
" Shirin maksud kamu?" tanya Sandy yang mengingat-ingat. Dia datang ke peresmian hotel itu bersama Shirin.
" Mungkin. Karena setauku dia bekerja sebagai Pramugari Hotel Lexus," ucap Clarissa. Sandy tersenyum setelah mengetahui wanita yang mana yang di maksud Clarissa.
" Kenapa kamu tersenyum apa yang lucu?" tanya Clarissa heran dengan Sandy.
" Jadi itu juga alasannya. Kenapa kamu langsung menghindar dari ku," sahut Sandy. Clarissa mengangguk memang apa adanya.
" Clarissa kamu salah paham. Shirin adalah sepupuku. Ibu ku dan ibunya adik Kakak. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Karena kita bagian dari Lexus dan mendapatkan undangan datang ke Hotel Lexus. Jadi kita pergi bersama," ucap Sandy dengan penjelasannya.
" Sepupu," sahut Clarissa masih kurang yakin.
" Iya. Shirin adalah sepupuku yang bekerja sebagai Pramugari di pesawat Lexus. Lagian dia juga sudah memiliki kekasih. Jadi mana mungkin. Kami memiliki hubungan lebih dari sepupu," ucap Sandy menjelaskan lagi.
" Begitu rupanya," ucap Clarissa pelan. Yang merasa malu. Karena sudah salah paham dengan Sandy.
" Clarissa aku tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun dan bahkan kamu yang pertama. Sama halnya dengan hubungan seksual. Aku tidak pernah melakukannya. Aku melakukan pertama kali denganmu," ucap Sandy yang mengatakan berterus terang.
Clarissa yang mendengarnya sampai menelan salavinanya. Dia tidak percaya dia wanita yang pertama kali di sentuh.
__ADS_1
" Tapi kamu sudah seperti berpengalaman," ucap Clarissa pelan. Sandy mendengarnya mendengus tersenyum.
" Aku tidak tau kenapa aku nekat melakukannya. Aku harus menyadari. Jika aku tidak bisa mengendalikan diri ku," sahut Sandy.
" Sudahlah, kita jangan membahas masalah itu lagi. Aku merasa tidak nyaman," sahut Clarissa yang malu jika arah bicara mereka ke arah sana.
" Baiklah. Kita lupakan semuanya. Masalah Shirin sudah selesai. Kamu sudah tau kebenarannya. Kamu juga tau jika aku hanya menyukai satu wanita ya itu kamu," ucap Sandy yang meyakinkan Clarissa. Clarissa tersenyum mengangguk-angguk dengan wajahnya yang memerah.
" Ayo lanjutkan makan lagi. Kita terlalu banyak cerita. Sampai lupa makan," ucap Sandy. Clarissa mengangguk dan kembali Fokus makan. Dan Sandy juga kembali menyendokkan spageti itu kemulutnya.
" Oh iya. Bagaimana dengan kamu. Apa kamu tidak punya rencana untuk pulang!" tanya Sandy tiba-tiba.
" Kamu mengusirku," sahut Clarissa yang langsung berpikiran buruk.
" Tidak. Aku tidak mengusirmu. Aku hanya bertanya saja. Apa papa mu tidak akan mencarimu," ucap Sandy yang terlihat memang khawatir.
" Tidak. Aku sudah mengatur semuanya. Setau papa aku sedang di Paris mengurus universitas di sana dan Santi juga sudah mengurus semuanya. Jadi papa tidak akan tau jika aku akan ada di Indonesia," ucap Clarissa menjelaskan. Makanya dia terlihat sangat santai.
" Kamu yakin papa kamu tidak akan tau?" tanya Sandy yang malah khawatir.
" Hmmm, aku yakin semuanya akan baik-baik saja jadi jangan khawatir," sahut Clarissa.
" Baiklah, aku hanya sedikit cemas," ucap Sandy.
" Jangan cemas. Jadi aku bolehkan tinggal di sini?" tanya Clarissa melihat Sandy membutuhkan jawaban iya atau tidak. Sandy mengangguk dengan tersenyum.
" Aku akan membantumu beres-beres," ucap Clarissa.
" Tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri," sahut Sandy menolak.
" Aku tetap ingin membantumu. Sekalian aku ingin belajar. Bukannya kamu akan menikahiku. Itu berarti aku akan menjadi istrimu dan aku harus bisa mengerjakan semua itu sendiri," ucap Clarissa dengan raut wajah bahagia membuat Sandy tersenyum merekah.
" Kamu ingin menjadi istriku?" tanya Sandy. Clarissa mengangguk dengan cepat.
" Aku juga ingin menjadi suamimu," sahut Sandy. Clarissa tersenyum dan dengan cepat mengecup bibir Sandy.
Cup.
" Aku mencintaimu," ucap Clarissa yang terlihat sangat bucin.
" Aku juga mencintaimu," jawab Sandy mengusap-usap pucuk kepala Clarissa.
" Ayo makan lagi," ucap Sandy kembali Fokus pada makanan. Clarissa mengangguk dan kembali menikmati makanan mereka.
__ADS_1
Bersambung.......