
" Aku tidak tau. Apa itu bisa di katakan senior," ucap Kevin.
" Kenapa aku tidak pernah melihatmu," sahut Kiara bingung.
" Aku jarang datang. Aku hanya menyesuaikan dengan jadwal pekerjaanku," jawab Kevin.
" Kau keren sekali. Selalu belajar. Aku juga ingin setelah lulus S1. Aku melanjutkan kuliah. Sama seperti mu. Sampai mendapat gelar yang banyak," ucap Kiara dengan senyumnya.
" Kau ingin menjadi wanita karir?" tanya Kevin.
" Ya menjadi wanita karir. Dan juga menjadi seorang istri," jawab Kiara yang malah membicarakan pernikahan.
" Kau ingin menikah di usia muda?" tanya Kevin.
" Tidak terlalu muda. Tetapi memang menikah itu impianku. Tetapi setelah aku lulus dulu baru memikirkan pernikahan," jawab Kiara. Kiara mendengus mendengar nya.
Wanita di sampingan itu memang selalu bicara apa adanya. Kiara memang adalah salah satu tipenya. Kiara gadis yang pintar yang selalu netral menjalani kehidupan. Meski memiliki kepintaran.
Tetapi Kiara berpikiran untuk tetap menikah dan mempunyai keinginan untuk menjalani rumah tangga. Sangat jarang di jaman moderan seperti ini ada wanita seperti Kiara. Bagaimana dia tidak terkagum-kagum.
" Jam berapa kuliahmu di mulai?" tanya Kiara.
" 1 jam lagi," jawab Kevin. Kiara menoleh arloji di tangannya.
" Kita cari sarapan dulu. Aku lapar," ucap Kiara memegang perutnya.
" Baiklah! sahut Kevin tanpa menolak. Seharusnya mereka memang sarapan dulu.
" Kau mau sarapan apa?" tanya Kevin.
" Apa yang kau berikan," jawab Kiara membuat Kevin mengkerutkan dahinya..
" Aku selalu memberimu makanan dan kau selalu menerimanya dan memakannya. Tetapi aku belum pernah mendapatkan makanan dari mu. Jadi aku ingin kau yang pilihkan," ucap Kiara membuat Kevin mendengus dengan senyumannya.
" Baiklah!" jawab Kevin.
Kiara tersenyum dan kembali melihat pemandangan di luar jendela. Angin yang masuk membuat rambutnya menari-nari. Kevin hanya tersenyum ketika menoleh kearah Kiara.
***********
Akhirnya Kiara dan Kevin sudah menikmati makan yang di pilihkan Kevin untuk Kiara. Mereka duduk di salah satu kursi di taman dengan memakan roti yang digulung stauberry.
Seperti creppy yang di luarnya diberi coklat. Mereka memakan roti itu dengan tisu sebagai pelapis.
" Aku tidak tau kau menyukainya atau tidak," ucap Kevin yang hanya membeli asal saja.
" Makanan ini merupakan buruan jika orang-orang datang ke Paris," sahut Kiara. Yang pasti mengetahui makanan itu. Memang khas dari Paris.
" Kau mengatakan seperti itu. Seperti kau tidak menyukainya," tebak Kevin tidak melihat ketertarikan di wajah Kiara saat memegang makanan yang belum di cobanya. Sementara Kevin sudah mengigit ujung makanannya.
__ADS_1
" Aku tidak pernah mencobanya. Karena aku tidak menyukai stauberry," jawab Kiara yang memberikan alasannya.
" Kau tidak menyukai stauberry?" tanya Kevin memastikan. Kiara mengangguk.
" Kalau pisang?" tanya Kevin.
" Aku menyukainya?" jawab Kiara.
" Seharusnya kita bertukaran, aku juga tidak menyukai stauberry. Aku mengambilnya yang isiannya pisang. Aku tidak tau kalau kau tidak menyukainya. Dan aku pikir semua wanita menyukai stauberry," jelas Kevin.
" Aku akan membelinya kembali," ucap Kevin memutuskan.
" Tidak usah! cegah Kiara, " tempatnya sangat jauh. Aku akan memakan rotinya dan akan membuang isiannya," ucap Kiara mengambil jalan tengah.
" Kau yakin?" tanya Kevin ragu. Kiara menganggukkan kepalanya.
Dia sebenarnya sangat ragu memakannya. Tetapi dia juga tidak mungkin memakannya. Kevin sudah membelikannya. Sementara selama ini Kevin selalu menerima pemberiannya.
" Kau mau mencoba punya ku?' tanya Kevin yang tidak tega melihat Kiara terpaksa memakan makanan yang tidak iya sukai. Kiara menoleh kearah roti milik Kevin yang sudah di gigit.
" Boleh," sahut Kiara tanpa menolak.
Kevin tersenyum semakin mendekatkan dirinya pada Kiara. Kevin menyodorkan makanan kemulut Kiara.
Kiara langsung mengigit tepat dari bekas gigitan Kevin. Kevin tersenyum melihat Kiara yang apa-apa memang tidak pernah ragu.
" Ternyata sangat enak," ucap Kiara mengunyah makanan itu dengan teliti, " kalau aku tau ada isian pisang. Pasti dari dulu aku sudah mencobanya. 2 tahun diparis. Tetapi tidak tau sama sekali memang sangat aneh," ucap Kiara merasa lucu.
" Tidak tau aja. Aku hanya merasa tidak mau memakan," jawab Kiara, " Kalau kau bagaiman?" tanya Kiara.
" Aku juga tidak tau kenapa aku tidak ingin memakannya. Saat melihat buah stauberry. Aku hanya tidak tertarik untuk memakannya, jawab Kevin.
" Bukan alergi?" tanya kiara. Kevin menggeleng.
" Aku juga bukan alergi," sahut Kiara. Kiara berpikir sejenak melihat kearah Kevin seperti memiliki ide.
" Apa ingin mencobanya," tanya Kiara mendapat ide tiba-tiba.
" Boleh. Kenapa tidak," sahut Kevin tidak keberatan dengan tawaran Kiara. Kiara tersenyum tipis.
" Baiklah, kau yang mencoba duluan," ujar Kiara menyodorkannya kemulut Kiara. Kevin memegang tangan Kiara dan memutar balik makanan itu kearah mulutnya.
" Kau saja yang duluan," ucap Kevin.
Kiara mengangguk dan coba mengigit ujung roti yang di dalamnya terdapat stauberry. Kevin memperhatikan cara Kiara makana.
" Bagaimana?" tanya Kevin. Kiara mengangguk sambil mengunyah. Dia belum bisa berbicara bagaimana rasanya.
Kiara kembali mendekatkan makanan pada Kevin. Kevin pun mengigit di mana Kiara menggigit tadi. Kevin juga meneliti rasanya.
__ADS_1
" Not bad," ucap Kevin melihat Kiara. Kiara mengangguk.
" Hmmm, benar ini bisa dimakan. Tidak seburuk yang aku pikir," sahut Kiara tersenyum dan memakan kembali.
Kiara juga kembali memberikan pada Kevin dan Kevin dengan senang aneh hati menerima suapan dari Kiara.
" Aneh sekali aku memakan stauberry untuk pertama kali dengannya," batin Kiara yang terus melihat kearah Kevin.
" Kenapa aku harus tertarik untuk memakan. Sesuatu yang aku sama sekali tidak ingin memakannya. Tetapi dengannya aku malah memakannya," batin Kevin yang terus melihat Kiara dengan penuh arti.
...Terkadang memang kita menjadi tidak suka dengan makanan kerena tidak pernah ingin mencobanya. Setelah mencoba mungkin kita bisa menyukainya....
...Sama halnya dengan manusia. Kita tidak menyukainya karena tidak mau berusaha mengenalnya. Tetapi ketika sudah mengenalnya. Tidak seburuk yang kita pikirkan....
**********
Clarissa sedang berada di ruangannya. Sedari tadi. Clarissa mondar-mandir di depan meja kerjanya sambil memegang ponselnya. Clarissa sangat frustasi barusan dia menerima foto-foto dirinya tanpa busana dengan Pria yang pernah tidur dengannya.
Hal itu membuat Clarissa steres. Pria yang tidur dengannya berusaha untuk mengancamnya dan memerasnya.
Tok-tok-tok.
" Masuk! Perintah Clarissa dengan suara sedikit keras. Ternyata Santi Asistennya yang datang menemuinya
" Bagaimana apa kau sudah tau siapa dia?" tanya Clarissa pada Santi.
Clarissa menyuruh Santi untuk menyelidiki pria yang bernama Ramon itu. Keturunan bule yang tinggal di Indonesia.
" Maaf Bu. Tetapi tidak ada informasi yang saya dapatkan," jawab Santi gugup.
" Kurang ajar. Sialan siapa dia. Beraninya dia mengirim foto itu. Apa yang di inginkannya," umpat Clarissa mengepal tangannya.
" Kau cari tau siapa dia. Aku akan membunuhnya karena sudah berani mempermainkanku," tegas Clarissa dengan amarahnya yang besar.
" Baik Bu," jawab Santi langsung pergi.
Drett ponsel yang digenggam Clarissa berdering. Clarissa melihat panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal.
📞" Hallo," ucap Clarissa langsung mengangkatnya.
📞" Bagaimana baby," ucap suara serak seorang Pria yang jauh menelpon di sana.
📞" Berani sekali kau menelponku. Kau belum tau siapa aku," teriak Clarissa dengan penuh emosi mendapat telpon dari Pria yang mempermainkannya.
📞" Jangan galak-galak nanti cantiknya hilang," sahut Pria itu dengan Santai.
📞" Bajingan apa yang kau inginkan. Apa uang yang aku berikan tidak cukup untukmu," ucap Clarissa menekan suaranya.
📞" Tenanglah sayang bicara santai saja. Aku tidak butuh uangmu," ucap pria itu.
__ADS_1
Bersambung....