
Kiara masih penasaran dengan apa yang lebih penting dari ingatannya dan Kevin malah sengaja membuatnya sangat penasaran. Dan bukan malah memberitahunya apa yang terjadi sebenarnya yang membuatnya penasaran.
" Memang apa katakan yang sebenarnya?" tanya Kiara yang masih ingin tau.
" Sudahlah lupakan. Yang penting kamu sudah mengingat di mana tempat kita bertemu dan itu sudah cukup. Karena memang benar di sana kita pertama kali bertemu dan dari pertemuan itu aku selalu memikirkanmu," jawab Kevin yang masih saja tidak jelas dan membuat penasaran.
" Begitu rupanya," sahut Kiara. Yang sedikit kecewa. Karena tidak mendapatkan jawaban yang jelas. Yang pasti membuatnya kebingungan dan pasti masih bertanya-tanya apa yang penting itu.
Kevin meraihnya kedalam pelukannya dan memeluk Kiara dengan erat. Kiara memang kedinginan. Karena hujan jadi lumayanlah Kevin bisa menjadi penghangat nya.
" Bagaimana tentang persiapanmu ke Amerika, apa ada yang sulit?" tanya Kevin yang memang belum pernah menanyakan hal itu.
" Lancar-lancar saja," jawab Kiara. Padahal dia belum menyiapkan Apa-apa. Bahkan belajar saja. Clara belum pernah. Karena memang hatinya baru tenang selama 2 hari ini saja. Jadi Wajar dia belum mempersiapkan apa-apa. Tetapi mengatakan lancar saja. Agar Kevin tidak menjadi khawatir
" Baguslah jika begitu. Semoga semuanya lancar dan kamu bisa lulus beasiswanya dan bisa kuliah di sana dan lulus dengan baik," ucap Kevin dengan banyak harapan pada Kiara.
Karena memang dia sangat mendukung Kiara dalam masalah pendidikan itu. Apa lagi itu adalah salah satu impian Kiara. Jadi dia akan menjadi orang yang pertama yang mendukung hal itu. Kiara mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Kevin.
" Kamu jadi menemani ku. Untuk daftar ulang?" tanya Kiara. Sebelumnya Kevin memang menjanjikan hal itu pada Kiara. Dan pasti Kiara akan sangat bahagia. Jika Kevin memang menepati janjinya.
" Iya aku akan menemanimu," jawab Kevin membuat senyum lebar di wajah itu, " Tetapi," sahut Kevin yang ternyata masih mempunya kata tetapi.
" Tetapi apa?" tanya Kiara penasaran.
" Aku tidak tau. Bagaimana cara minta izin pada orang tuamu," jawab Kevin.
" Kamu akan minta izin?" tanya Kiara tidak percaya. Kevin mengangguk.
" Apa harus minta izin?" tanya Kiara.
" Jika aku bersamamu pergi kesana. Aku harus meminta izin," jawab Kevin.
" Benar juga. Kevin tidak mungkin meminta izin pada mama dan papa. Pasti mereka akan banyak pertanyaan," batin Kiara yang juga bingung.
" Tetapi jangan khawatir, aku akan memikirkannya. Agar aku bisa menemanimu ke Amerika dengan izin orang tuamu," sahut Kevin yang sepertinya. Tidak ingin kekasihnya kepikiran dengan masalah itu.
" Iya," jawab Kiara mengangguk. Kevin tersenyum dan kembali memeluk erat Kiara.
" Jika kamu mau tidur, maka tidurlah. Aku akan membangunkanmu. Jika hujan sudah selesai," ucap Kevin. Kiara hanya menganggukkan kepalanya.
" Jika dalam keadaan seperti ini. Mana mungkin aku ingin hujan turun. Di pelukmu sangat nyaman dan sama sekali tidak ingin tertidur," batin Kiara dengan tersenyum dan perlahan memejamkan matanya.
__ADS_1
************
Setelah hujan selesai Kiara dan Kevin kembali melanjutkan kencan mereka. Ternyata mereka menghabiskan waktu di dalam perpustakaan yang menjadi bagian favorite mereka. Mereka duduk bersebelahan di atas kursi dengan buku yang berbeda yang mereka baca dengan fokus.
Ternyata gaya orang pacaran orang pintar sangat berbeda. Bisa-bisanya mereka pacaran di perpustakaan dengan membaca buku dengan serius bahkan tidak saling melihat. Nanang perlu di tiru gaya pacaran mereka.
Tidak banyak yang di lakukan mereka. Karena memang tidak bisa sembarangan berjalan yang takut tiba-tiba ada yang mengawasi mereka. Jadi mereka memang menghabis kan waktu di tempat-tempat yang tertutup.
Padahal jelas jika jalan-jalan di luar akan lebih menarik. Tetapi namanya juga pacaran yang sembunyi-sembunyi jadi harus memikirkan hal-hal yang di takutkan jangan sampai mereka ketahuan dan masalahnya akan semakin berabe.
Sekarang Kiara dan Kevin sedang menikmati makam malam. Dari pagi sampai malam mereka memang masih berkencan. Mereka juga makan di Restaurant yang tertutup hanya ada mereka berdua duduk di lesehan dengan makanan yang ada di depan mereka. Makanan western.
" Apa makanannya enak?" tanya Kevin sambil mengunyah makanannya.
" Iya, sangat enak," jawab Kiara yang memang apa adanya. " apa kamu suka kemari?" tanya Kiara.
" Tidak terlalu sering. Hanya sekali-kali saja," jawab Kevin.
" Kamu bisa memasak?" tanya Kiara.
" Aku tidak tau apa itu bisa di katakan bisa memasak. Tapi nanti aku akan memasakkanmu. Biar kamu bisa menilai sendiri," ucap Kevin yang mempunyai niat untuk memasakkan Kiara.
" Berarti kamu bisa memasak. Jika dari mendengar ucapanmu," ucap Kiara dengan yakin. Kevin menggedikkan bahunya. Dia tidak percaya diri. Jika itu bisa di katakan bisa memasak.
" Iya nanti aku akan memasakkan mu. Sekarang kamu makan. Habiskan makanannya. Setelah itu kita pulang," ucap Kevin melihat malam memang sudah semakin larut.
" Kamu akan mengantarku?" tanya Kiara.
" Iya," jawab Kevin.
" Apa tidak apa-apa?" tanya Kiara ragu.
" Tidak. Aku akan mengantarmu sampai depan rumah. Jadi jangan khawatir. Makanlah jangan memikirkan apa-apa lagi," ucap Kevin.
" Baiklah," sahut Kiara menganggukkan kepalanya dan melanjutkan makannya. Begitu juga dengan Kevin yang sama-sama melanjutkan makannya.
**********
Haria yang berada di kamarnya. Duduk di atas tempat tidurnya dengan bersilah kaki dan di atas kakinya di beri bantal dengan laptop yang terpasang di sana.
Kepalanya sedikit menunduk pada layar laptop dengan wajahnya yang sangat serius. Yang ternyata Haria sedang mencari tau siapa Kiara.
__ADS_1
" Jadi Kiara adalah salah satu anak emasnya Lexus. Tetapi kenapa Om Mitra Winata tidak mengenalinya. Padahal dia sudah melihat fotonya. Om Winata pasti belum menyelidiki siapa Kiara. Karena melihat dari ciri-ciri nya," batin Haria menerka-nerka saja.
" Atau jangan-jangan ini juga. Makanya Kak Clarissa tau. Jika Kiara dekat dengan Kevin. Karena pasti Kiara adalah salah satu anak didiknya. Lalau kenapa wanita itu di do dari kampus," Haria bertanya-tanya dengan penuh kebingungan dia tidak bisa menyimpulkan apa-apa.
Haria sebenarnya tidak bisa berbicara apa-apa karena Kiara dengan dirinya. Sama-sama memiliki kelebihan. Kiara yang masih mudah dengan IQ yang tinggi dan menjadi wanita terpintar.
Dia memang menjadi wanita karir yang sukses. Tetapi jika Kiara lulus kuliah tidak menutup kemungkinan jika Kiara juga bisa melebihi dirinya.
" Kenapa kamu sangat cepat berpaling Kevin," batin Haria yang pasti tidak terima dengan Kevin yang tidak mempedulikannya dan memilih wanita yang baru di selidiki nya. Asal usulnya.
" Tapi apapun itu. Om Winata juga tidak merestui hubungan kalian. Jadi belum tentu wanita itu bisa memiliki kamu. Karena aku akan masih berjuang untuk membuat kamu kembali padaku," ucapnya yang masih mengharapkan Kevin akan bersamanya.
************
Setelah berkencan seharian Kevin pun akhirnya mengantarkan Kiara pulang ke depan rumahnya. Kevin sepertinya tidak takut jika papanya bisa saja menangkapnya di sana. Ya namanya juga bucin jadi Kevin lebih ketidak peduli.
" Ya sudah. Aku masuk dulu," ucap Kiara berpamitan sambil membuka seat belt iya.
" Iya," jawab Kevin dengan tersenyum.
" Makasih sudah mengantarku. Dan terima kasih untuk hari ini. Kamu sudah meninggalkan pekerjaanmu untukku dan menghabiskan waktu bersamaku," ucap Kiara yang seakan terharu dengan hal simple yang di dapatkannya dari Kevin. Yang membuatnya merasa bahagia.
" Sama-sama. Aku yang berterima kasih. Karena sudah memberiku banyak kesempatan dan aku sangat bahagia," ucap Kevin. Kiara mengangguk dengan tersenyum.
" Ya sudah. Kalau begitu aku masuk," ucap Kiara lagi.
" Iya, istirahatlah," jawab Kevin. Kiara mengangguk dengan tersenyum dan ingin membuka pintu mobil. Saat ingin membuka pintu mobil Kevin menghentikan tangannya.
" Ada apa?" tanya Kiara. Kevin membuka seat beltnya dan memegang kedua pipi Kiara dan mencium lembut kening Kiara.
" Tidur yang nyenyak," ucap Kevin. Kiara tersenyum dengan mengangguk.
" Kamu juga," sahut Kiara. Kevin mengangguk.
" Daa," ujar Kiara melambaikan tangannya. Kevin mengangguk. Seperti biasa setelah memastikan kekasihnya memasuki rumahnya. Barulah Kevin memasuki rumahnya.
Bersambung....
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
__ADS_1
Jangan lupa terus kasih suport Vote. like koment dan jadiin vavorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...