
Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai ibu rumah tangga Sahila masuk ke kamarnya dan melihat suaminya masih sibuk bekerja di meja kerjanya. Sabila juga membawa secangkir kopi untuk suaminya yang tau suaminya pasti sangat sibuk.
" Masih banyak mas yang harus di kerjain?" tanya Sahila meletakkan secangkir kopi di depan suaminya dan merapikan meja kerja suaminya.
" Iya, tapi sebentar lagi akan selesai, kamu tau sendiri soalnya harus selesai dengan cepat," sahut Danu. Sahila menganggu.
" Lalu bagaimana dengan Kiara mas apa dia sudah tanda tangan kontrak?" tanya Sahila yang duduk di pinggir ranjang.
" Sudah tadi siang, Kiara juga melakukan pemotretan beberapa kali," jawab danu.
" Lalu apa reaksinya, apa dia masih kesal atau bagaimana?" tanya Sahila lagi.
" Kamu tau sendirikan Kiara bagaimana jika sudah berhubungan dengan Lexus. Ya tidak perlu di katakan, kita pasti tau apa isi hatinya," jawab Danu.
" Aku juga jadi khawatir dengannya. Dia tidak terbiasa menjalankan pekerjaan seperti itu. Aku takut jika dia tidak bisa menjaga dirinya," ucap Sahila dengan penuh kekhawatiran.
" Hmmmm, aku tau apa yang kamu pikirkan. Semua itu memang tidak mudah. Tapi aku sama Rangga akan menjaganya, jadi kamu jangan khawatir semoga Kiara juga bisa menjaga dirinya. Karena dia gadis yang pintar dan dia pasti tau mana yang baik dan benar," sahut Danu berfikir positif.
" Iya aku juga berharap seperti itu, semoga saja semuanya baik-baik saja," sahut Sahila tersenyum.
" Kita berdoa saja, lagi pula kontrak yang di ambil Kiara hanya 2 bulan saja," ucap Danu.
" Aku tau Kiara pasti kesulitan dengan semua ini, tapi aku yakin dia bisa ikhlas menjalaninya," sahut Sahila. Danu mengangguk dan menikmati kopi buatan istrinya.
" Ya sudah, aku ke luar sebentar," ucap Sahila.
" Iya," jawab Danu.
*********
Kiara berada di dalam kamarnya. Dia duduk di meja riasnya. Tadi siang Kiara kembali melakukan pemotretan untuk iklan hotel Lexus.
Kali ini Kiara memang mengalah demi papanya dan kakanya. Dia harus menjadi brand ambassador Lexus selama 2 bulan. Kontrak yang paling pendek di ambilnya. Kalau ada yang lebih pendek akan itu yang di pilihnya.
Pikirannya lumayan terganggu dengan propesi nya sekarang. Hal yang paling di hindarianya belum lulus kuliah tapi dia sudah memberikan jasanya kepada Lexus. Sementara dia bersih keras mati-matian keluar dari kampus itu untuk menghindari hal yang menyebalkan itu.
" Tinggal 1 hari lagi adalah peresmian hotel Lexus apa yang akan aku lakukan besok, aku juga tidak tau harus berbuat apa. Aissss kenapa aku terjebak dalam hal ini," Kiara bergerutu di depan cermin membayangkan bagaimana besok ke adaannya.
" Ahhhhh, sudahlah semua juga sudah terlanjur mau gimana lagi. Kita lihat sajalah besok bagaimana," gumamnya yang tidak ingin ambil pusing.
tok-tok-tok-tok
" Masuk!" sahut Kiara.
" Kiara," sapa Sahila berdiri di depan kamar Kiara.
" Mama, ada apa, masuk ma," ucap Kiara, Sahila tersenyum dan memasuki kamar Kiara menghampiri Kiara yang berada di sisi ranjang. Sahila juga duduk di samping Sahila.
" Kamu sedang apa?" tanya Sahila, mengusap rambut Kiara.
" Tidak ada, hanya mau tidur saja?" jawab Kiara.
" Bagaimana persiapan kamu?" tanya Sahila.
" Kiara tidak mempersiapkan apa-apa, Kiara dengar mereka yang mempersiapkan. Dan sebum acara persemian lusa. Kiara besok harus melakukan pemotretan lagi," jawab Kiara.
" Ya sudah, kamu istirahat saja, supaya besok tidak terlalu lelah," ucap Sahila memberi saran.
" Iya ma," jawab Kiara.
" Ya sudah mama kekamar dulu, istirahatlah," ucap Sahila lagi. Kiara hanya mengangguk dan melihat mamanya ke luar dari kamarnya.
Kiara yang memang lelah, memilih langsung tidur, dia memang sangat mengantuk.
__ADS_1
*********
1 hari sebelum peresmian hotel Lexus.
Malam hari sudah tiba kembali setelah melewati pagi dan siang hari. Kevin masih berada di Hotel Lexus untuk mengecek tentang persiapan untuk besok peresmian Hotel Lexus.
Selain Kevin pasti ada juga. Clarissa, Evan dan Alex. Sesuai perintah papa mereka. Mereka harus benar-benar memantau persiapan untuk besok.
Mereka juga punya tugas masing-masing yang sesuai dengan bidang mereka. Mereka semua bekerja sama demi mempersiapkan peresmian Hotel yang baru.
Sudah jam 10 malam tetapi Hotel tersebut masih di penuhi para staf dan yang lainnya yang akan mengubah lobi hotel menjadi gedung pesta mewah. Mengingat tamu-tamu besar akan hadir besok.
Sementara di sisi lain Kiara juga masih ada di sana. Dia terus melakukan pemotretan dan dari tadi pagi dia juga sudah mengadakan syuting iklan.
Kiara terus menerus berpose dengan baju yang sudah entah ke berapa. Lelah pasti tapi dia melakukannya demi papanya.
Seperti janji Rangga dia memang menemani adiknya untuk melakukan pemotretan tersebut tanpa meninggalkannya sedikit pun. Karena Rangga tau dunia itu tidak baik untuk Kiara.
Seperti sekarang ini. Foto Kiara yang sudah menyebar mulai banyak Pembisnis yang melihatnya dan mulai penasaran dan bahkan ada beberapa dari mereka yang menunggu Kiara selesai syuting sekedar ingin berkenalan.
Makanya Rangga selalu menjaga Kiara, agar Kiara tidak terlalu akrab dengan pembisnis-bisnis tersebut yang pasti hanya memiliki niat jahat saja.
" Oke, istirihatlah sebentar," teriak sang Romy.
" Apa istirahat, apa masih ada lagi?" tanya Kiara dengan ketus.
" Ada 1 pakaian lagi," jawab Romy dengan entengnya
" Mau sampai kapan mau sampai subuh," sahut Kiara geram.
" Sabarlah, 1 jam lagi selesai," ucap Romy yakin.
" Ishhh, kau pikir aku robot," decak Kiara menghentakkan kakinya dan pergi keruang ganti. Rangga yang ada di situ hanya pasrah.
" Adik mu galak," ucap Romy. Rangga menggedikkan bahunya.
" Mau gimana lagi," sahut Rangga.
*************
Clarissa terus memantau beberapa staf yang memegang bagian dekor.
" Taro di sana lebih bagi!" ucap Clarissa menunjuk sudut ruangan. Ke-2 pegawai itu pun meletakkan bunga besar tersebut.
" Nona Clarissa," tegur Santi sekretarisnya.
" Hmmm," jawab Clarissa dengan deheman.
" Romy fotografer sudah mengirim beberapa hasil pemotretan, nona silahkan periksa dulu," ucap Santi.
" Apa pemotretannya sudah selesai?" tanya Clarissa yang masih terlihat sibuk.
" Belum masih ada beberapa lagi, nona periksa dulu!" tegas Santi.
" Kau ini bawel sekali, cepat bawa kemari," sahut Clarissa kesal. Santi pun langsung mengambil laptop.
" Ini nona," Santi memberikan laptop itu pada Clarissa.
" Ambil kursi!" perintah Clarissa.
Santi menghela napas dan mencari kursi dan untung saja langsung mendapatkan kursi dan langsung memberikannya pada Clarissa.
Clarissa langsung duduk dan meletakkan laptop tersebut di atas pahanya dan melihat foto-foto.
__ADS_1
Wajah Clarissa berubah menjadi kaget ketika melihat model yang ada di layar laptop tersebut. Yang ternyata wanita yang di kenalnya.
" Dia menjadi modelnya?" tanya Clarissa dengan wajah kagetnya melihat Kiara yang menjadi brand ambassador Hotel terbaru Lexus.
" Iya nona," jawab Santi.
" Aku tidak salah, tumbennya dia mau, dan dia punya bakat menjadi model," ucap Clarissa harus mengakui 1 lagi keahlian Kiara.
" Yang saya dengar model yang seharunya menjadi brand ambassadornya cansel dan tidak sengaja menemukan nona Kiara," jelas sang pegawai.
" Apa dia juga sudah kontrak?" tanya Clarissa melihat ke arah Santi.
" Sudah nyonya, Kiara kontrak 2 bulan," jawab Santy.
" Benarkah!" sahut Clarissa benar-benar tidak percaya.
" Apa dia masih ada di sini?" tanya Clarissa.
" Iya Kiara ada di ruang Pemotretan lantai 6," jawab Pegawai tersebut.
" Hmmmmm, ya sudah, aku melihatnya dulu," ucap Clarissa memmeberikan laptop itu dan ingin menemui Kiara.
Mungkin yang akan di lakukan Clarissa adalah mengejek Kiara. Karena kuping Clarissa selalu panas dengan Kiara yang terang-terangan membenci Lexus dan sekarang malah menjilat ludahnya sendiri.
Ya Clarissa mungkin sudah menyiapkan ejekannya. Dari raut wajahnya terlihat Clarissa tertawa tipis. Dari dalam lif sampai keluar dari lift.
**********
Kiara sudah kembali mengganti pakaiannya dengan dress hitam di atas lututnya tanpa lengan dan menunjukkan bagian bahu dan dadanya.
Kiara kelelahan dan akhirnya ketiduran di salah satu kursi dalam ke adaan duduk dan menyadarkan punggungnga ke dingding.
Rasa kantuknya memang tidak tertahankan biasanya jam 11 malam Kiara belum tidur. Tetapi mungkin dia benar-benar lelah karena dari pagi terus bekerja.
Kevin yang memang ingin bertemu fotografer dan ingin melihat persiapan terakhir, tidak sengaja menemukan Kiara yang tertidur pulas.
Kevin menghentikan langkahnya berdiri menatap Kiara. Dia bisa melihat wanita itu sangat lelah. Kevin juga mengetahui Kiara sejak tadi pagi bekerja. Kevin melihat arlojinya sudah jam 11 malam.
" Tuan Kevin butuh sesuatu?" tanya salah satu staf yang melihat Kevin berdiri mematung.
" Apa pemotretannya sudah selesai?" tanya Kevin dengan suara dingin.
" Masih ada beberapa lagi tuan," jawab staf tersebut.
" Katakan kepada mereka sudah cukup. Tidak perlu banyak-banyak dan suruh mereka pulang semuanya," ucap Kevin.
" Baik tuan!" sahut staf tersebut dengan menundukkan keppalanya lalu pergi melapor apa yang di katakan Kevin.
Kevin yang melihat Kiara tertidur membuka jaket kotak-kotak coklat yang di pakainya dan menutupkan ke tubuh Kiara. Membalut tubuh yang terbuka dan pasti Kiara kedinginan.
Tubuh Kiara sedikit menggeliat saat Kevin memasangkan jaket itu, tetapi Kiara tidak terbangun yang mungkin karena terlalu nyenyak. Seketika perasaan kasihan muncul dari hatinya paling dalam.
Ternyata Clarissa sudah sampai di lantai 6 dan saat ingin menemui Kiara Clarissa menghentikan langkahnya saat melihat adiknya memperhatikan Kiara.
Bukannya pergi Clarissa malah terus melihat dengan bersembunyi di balik tembok dan menyaksikan adiknya yang terlihat peduli dengan seorang wanita.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
__ADS_1
Terima kasih...