Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 34 mengetahui sesuatu.


__ADS_3

Kiara hanya memprotes minuman yang di berikan Kevin kepadanya. Rasa Asam di lidahnya juga terpancar dari raut wajahnya.


" Apa ini kenapa rasanya asam sekali?" tanya Nayra yang terus memprotes.


" Bukannya aku sudah mengatakan, jika itu air lemon," jawab Raihan.


" Ishhhh, kapan kau mengatakannya," sahut Kiara. Kevin mendengus mendengar ucapan Kiara.


" Habiskanlah, biar pikiranmu juga ikut jernih. Jika tidak apapun yang aku katakan sekarang akan secepatnya kau lupakan," sahut Kevin. Kiara mengangguk dan meminum kembali air yang berada di dalam gelas itu.


Dengan dahi yang berkerut, Kiara menelan sampai habis. Kiara bahkan menaikkan bahunya ke atas karena memang air itu sangat masam. Setelah meminum habis, Kiara memberikan gelas yang kosong itu pada Kevin.


" Aku tetap merasa pusing," sahut Kiara yang tidak merasa ada reaksi apa-apa.


" Tidak ada obat yang langsung menyembuhkan," sahut Kevin.


" Oh, begitu," ucap Kiara pelan.


Tok-tok-tok-tok ketukan pintu membuat Kevin menoleh ke arah pintu. Kevin langsung berdiri dan membuka pintu. Ternyata staf hotel yang membawakan paper bag.


" Ini yang tuan minta," ucap Staff tersebut memberikan paper bag tersebut pada Kevin.


" Terimakasih!" ucap Kevin meraihnya.


" Ada lagi yang tuan butuhkan?" tanya wanita cantik itu.


" Tidak ada," jawab Kevin.


" Baiklah tuan, jika tidak ada saya permisi dulu. Nanti jika tuan butuh sesuatu panggil.saya saja," ucap Staff tersebut dengan menundukkan kepala.


" Iya," jawab Kevin dan langsung menutup kembali pintu kamar. Kevin kembali berjalan mendekati Kiara yang masih terlihat memijat-mijat kepalanya.


" Gantilah pakaianmu, Pakaianmu sebelumnya tertumpah alkohol. Tidak mungkin kau makainya lagi dan tidak mungkin juga kau pulang dalam keadaan seperti ini. Jadi gantilah," ucap Kevin memberikan paper bag tersebut.


Kiara mengambilnya dan melihat isinya. Melihat pakaian berwarna coklat. Tetapi tidak tau modelnya seperti apa. Karena masih terlipat rapi.


" Di mana?" tanya Kiara.


" Kalau kau tidak keberatan, di sini juga boleh," sahut Kevin dengan becandaan. Kiara langsung mengkerutkan dahinya.


" Mana mungkin," sahut Kiara kesal.


" Ada kamar mandi, jadi ganti di kamar mandi," ujar Kevin lagi.


" Lagi pula aku apa-apan sih, bisa-bisanya aku bertanya seperti itu.


" Kau belum menggantinya?" tanya Kevin yang melihat Kiara malah bengong.


" Hmmmm, iya akan aku ganti," ucap Kiara yang langsung bergerak dari tempat tidurnya dan memasuki kamar mandi.


Setelah beberapa menit mengganti pakaian. Kiara melihat dirinya di depan cermin. Dia melihat pakaian yang di pakainya sangat pas ke tubuhnya. Dress berbahan baldu berbentuk kimono dengan lengan panjang di bawah lutut.


" Kok bisa pas," gumamnya merasa nyaman dengan pakaian tersebut.


" Ahhhhh, sudahlah, kepala ku masih tetap sakit, kenapa juga aku bisa terjebak di hotel ini. Tetapi apa yang terjadi ya. Dia mengatakan tidak terjadi apa-apa. Tetapi bukannya orang yang kebanyakan minum alkohol identik dengan aneh-aneh ya," gerutu Kiara melihat dirinya di cermin.


Setelah beberapa lama, Kiara keluar dari kamar mandi. Saat Kiara keluar dia melihat di meja sudah tertata banyak makanan.


" Sudah selesai," tanya Kevin yang melihat Kiara berdiri dengan tidak nyaman.

__ADS_1


Kiara mengangguk sambil menggosok-gosok lehernya dengan tangannya. Dia sangat gugup berada di dalam 1 ruangan dengan Kevin.


" Bukannya ini kamar yang aku salah masuk tempo lalu," batin Kiara yang mengingat hal tersebut.


" Ehhhh, kalau begitu aku pulang dulu," ucap Kiara pamit.


" Makanlah dulu! obat yang kau minum menguras tenaga mu," sahut Kevin menawarkan Kiara.


" Obat, obat apa, dan kapan aku meminumnya?" tanya Kiara bingung.


" Mereka mencampurkan minumanmu dengan obat. Jadi makanlah dulu baru pulang," ucap Kevin singkat.


" Begitu," sahut Kiara gugup dan duduk di lantai di samping Kevin di depan makanan yang tersusun di atas meja.


" Memang obat apa yang aku minum?" tanya Kiara penasaran.


" Afrodisiak," jawab Kevin mulai menata makanan kepiring.


" Apa itu?" tanya Kiara yang memang tidak tau jenis obat apa yang di katakan Kevin. Bahkan batu mendengarnya sekali. Sebelum menjawab Kevin melihat kearah Kiara.


" Obat perangsang," jawab Kevin. Kiara tetap bingung dan sepertinya memang tidak tau apa itu.


" Obat apa itu?" tanya Kiara polos yang benar-benar tidak tau membuat Kevin membuang napasnya pelan kedepan. Dia bingung harus memberi tahu Kiara atau tidak.


" Apa kau sungguh tidak tau jenis obat apa itu?" tanya Kevin memastikan. Dengan polosnya Kiara mengangguk mengambil gelas untuk minum.


" Itu obat untuk penarik hasrat untuk lawan jenis, Siapa pun yang meminumnya. Gairah di tubuhnya akan semakin tinggi," jawab Kevin.


" Uhuk,uhuk, uhuk," mendengarnya Kiara langsung batuk tersedak minuman. Lalu melihat ke arah Kevin.


" Apa kau harus menjelaskan sedetail itu?" sahut Kiara yang merasa malu mendengar penjelasan itu.


" Tapi tidak perlu menjelaskan, apa susahnya mengatakan lihat di internet," sahut Kiara kesal dan menyesal menanyakan hal itu pada Kevin.


" Aku tidak kepikiran. Aku kira kamu hanya pura-pura tidak tau. Dan hanya mengujiku. Karena biasanya orang pintar pasti mengetahui jenis obat itu," jelas Kevin yang menahan senyumnya. Melihat Kiara yang tampak malu.


" Ishhhh, sama saja. Lalu apa yang terjadi, apa aku benar-benar tidak melakukan hal bodoh," tanya Kiara dengan hati-hati.


" Pasti kau melakukan hal bodoh," jawab Kevin dengan santai. Membuat Kiara kaget dan refleks menelan salavinanya.


" Dan tidak mungkin aku jelaskan apa-apa saja itu. Jika kau benar-benar penasaran, kau bisa mencari sendiri reaksi obat itu, atau aku akan menjelaskan lagi," sahut Kevin menantang.


" Ishhh, cukup aku bisa mencari tau sendiri," sahut Kiara semakin kesal. Kevin hanya mengangguk dan kembali menata makanan kepiring.


" Lalu, kau sendiri bagaimana, kau mengambil kesempatan atau tidak?" tanya Kiara dengan mendesak.


" Aku sudah mengatakan tidak melakukan apapun kepadamu, Kau mau percaya atau tidak itu pilihan mu," jelas Kevin menyakinkan sekali lagi.


" Ishhhh, kalau begitu lupakan semuanya, aku tidak akan menanyakan itu lagi," sahut Kiara dengan cepat.


" Semoga saja aku tidak melakukan hal yang aneh-aneh kepadanya," batin Kiara yang merasa was-was.


" Kau sangat suka, menyuruh orang untuk melupakan secepat itu," sahut Kevin yang mulai makan.


" Ahhhhh sudah lah terserahmu, aku mau makan," sahut Kiara kesal dan langsung mengambil makanan.


Kevin hanya mendengus melihat Kiara yang masih di penuhi rasa khawatir. Namun sengaja di tutupi dengan tingkahnya yang aneh.


" Astaga," tiba-tiba Kiara menepuk jidatnya.

__ADS_1


" Ada apa?" tanya Kevin bingung.


" Orang tuaku, aissss kenapa kau tidak menyadarkan ku saja tadi malam, mereka pasti khawatir. Ponselku di mana," oceh Kiara mengingat orang tuanya dan berdiri yang mungkin ingin mencari ponselnya.


Tetapi Kevin menghentikannya langkah Kiara dengan memegang tangan Kiara, membuat Kiara langsung melihat ke arah tangannya.


" Mereka sudah tau, kak Clarissa sudah mengurusnya, jadi jangan khawatir," ucap Kevin menahan Kiara untuk pergi.


" Serius?" tanya Kiara tidak percaya. Kevin mengangguk.


" Makanlah! jika tidak makanannya akan dingin. Aku akan mengantarmu pulang, setelah makanannya habis," perintah Kevin lagi.


" Oh, baiklah jika memang seperti itu, jika sudah aman baiklah," ucap Kiara kembali duduk di samping Kevin.


Kiara kembali mengisi makanan kepiringnya. Mungkin benar kata Kevin. Jika dia makan. Rasa sakit di kepalanya akan hilang.


" Apa kau pernah minum alkohol sebelumnya?" tanya Kevin mengunyah makanannya.


" Iya, pernah, tapi papaku tidak tau. Ini juga jangan beritahu kepada mereka, dia pasti akan memarahiku," ucap Kiara yang merasa takut.


" Kenapa, apa kau tidak bebas meminumnya?" tanya Kevin.


" Ya nggak lah. Mana mungkin di keluargaku di bebaskan meminum minuman haram itu," jawab Kiara dengan apa adanya, " Hmmmm, kau tidak akan mengatakannya kan?" tanya Kiara memastikan.


" Aku tidak punya keuntungan untuk memberitahu hal itu," jawab Kevin dengan santai.


" Syukurlah, aku pegang kata-katamu," ucap Kiara. Mendengar ucapan Kiara. Kevin malah tersenyum tipis tanpa di ketahui Kiara.


" Berati ini pertama kali untukmu minum," tebak Kevin sambil memasukkan makanan kemulutnya. Kiara menggeleng.


" Kau pernah minum sebelumnya?" tanya Kevin Kiara mengangguk.


" Ini kedua kalinya aku minum minuman beralkohol. Sebelumnya aku sudah pernah minum. Sewaktu acara kelulusan di SMA Lexus di Singapura," jawab Kiara membuat Kevin Menghentikan makanan yang ingin masuk kemulutnya dan melihat ke arah Kiara yang berbicara serius sambil makan.


" Apa itu party kelulusan?" tanya Kevin tiba-tiba.


" Iya benar sekali, itu acara party kelulusan SMA Lexus," jawab Kiara memperjelas. Wajah Kevin langsung berubah dengan tanda tanya besar.


" Kapan kau lulus dari sana?" tanya Kevin yang memang mengetahui Kiara lulusan SMA Singapore. Tepi tidak tau kapan Kiara lulus dari sana. Dan apa yang barusan di dengarnya dari mulut Kiara. Membuatnya semakin penasaran.


" 2 tahun lalu, tanggl 9 bulan 5," jawab Kiara mengingat tanggal pesta kelulusan itu dengan benar.


" Apa itu di gedung Lexus?" tanya Kevin lagi yang seperti ingin memastikan sesuatu.


" Iya, saat itu kami para siswa yang datang ke gedung itu untuk ikut party kelulusan," jawab Kiara membuat napas Kevin saling memburu. Dia semakin meyakini. Jika Kiara adalah wanita yang bersamanya malam itu.


" Apa mungkin Kiara wanita itu?" batin Kevin yang menerka-nerka wanita yang berciuman panas denganya malam itu.


" Kejadiannya hampir sama, lagi dan lagi aku harus menerima tawaran minuman dari orang lain. Karena merasa tidak enak. Tetapi malah kebablasan untuk minum," jelas Kiara mengingat kejadian itu.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2