Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 97 pertemuan di Restaurant.


__ADS_3

Ditengah mereka menikmati makan malam mereka bersama. Tiba-tiba mata Kiara melihat ke arah pintu Restaurant di mana Kiara melihat Arya Asisten Kevin yang memasuki Restaurant.


" Itu kan Pak Arya. Dia ada di sini. Apa Kevin juga ada?" batin Kiara yang agak menaikkan kepalanya yang mencari-cari Kevin apakah ikut atau tidak dengan Arya.


Ternyata memang benar Kevin menyusul di belakang Arya yang berbicara dengan seseorang pria yang mungkin klien Kevin.


" Hah, itu dia," gumam Kiara kesenangan dan langsung berdiri seakan ingin memanggil Kevin.


" Kiara ada apa?" tanya Danu heran dengan Kiara yang tiba-tiba berdiri seperti melihat seseorang.


" Hah!" seketika Kiara menjadi bengong dia tidak mungkin memanggil Kevin.Itu sangat tidak etis. Kevin juga ada klien sementara dia juga sedang bersama keluarganya.


" Ada apa? Apa ada sesuatu?" tanya Danu lagi.


" Tidak pa," jawab Kiara linglung.


Kiara pun akhirnya kembali duduk. Dia mengurungkan niatnya untuk mendatangi Kevin.


Kiara langsung mengambil ponselnya dan ingin mengetik pesan. Kiara kembali mengurungkan niatnya karena pesan tadi saja tidak di balas oleh Kevin.


Kiara membuang napasnya perlahan kedepan dengan menyandarkan tubuhnya. Matanya melihat terus ke arah Kevin yang sekitar 7 meter dari mejanya. Kiara sangat berharap Kevin melihatnya.


" Ada apa dengannya. Kenapa aku merasa dia seperti menghindariku. Apa itu hanya perasaanku saja," batin Kiara yang benar-benar galau dengan Kevin yang membuatnya tanda tanya.


" Kiara makan dong, dari tadi melamun aja?" tegur Rangga yang memperhatikan adiknya yang terlihat sangat murung.


" Tau, hari ulang tahun, bukannya ceria. Malah murung," sambut Rachel.


" Kak Kiara seperti putus cinta saja," celetuk Zavier. Membuat Kiara langsung melihatnya.


" Cinta, emang kak Kiara punya pacar," sahut Ziva mengejek.


" Sudah, jangan malah membahas yang lain-lain, ayo kalian lanjuti makannya," sahut Sahila yang lagi-lagi harus stand by sebelum muncul keributan.


" Ayo Kiara di makan!" ujar Sahila yang sudah menghidangkan untuk Kiara. Kiara pun mengangguk dan akhirnya makan.


Kasian juga keluarganya sudah repot-repot untuknya tetapi dia sendiri seperti tidak menghargai hanya karena perasaannya yang tidak tenang.


Kevin yang berbicara dengan kliennya. Akhirnya tidak sengaja melihat ke arah Kiara. Tetapi Kiara sedang tidak melihatnya. Saat itu Sahila sedang mengajaknya bicara.


Sangat sakit rasanya hanya melihat. Tetapi tidak bisa menyapa. Atau paling tidak menyapa lewat pesan. Ada sesak di dada itu sampai membuat Kevin menarik napas dengan dalam.


Bagaimana tidak seharusnya dia mengabari Kiara. Bahkan Kiara menunggu itu. Karena tadi pagi memberinya pesan. Tetapi dia tidak bisa melakukannya.


" Aku tau kau pasti bingung dengan semua ini. Maaf kan aku Kiara. Aku tidak tau harus melakukan dari mana. Aku tidak tau harus berbuat apa. Aku tidak tau harus menggambil sikaf seperti apa. Seharusnya kau tidak masuk kedalam hidupku Kiara. Aku hanya membuat menderita," batin Kevin mengalihkan pandangannya.


Semakin melihat Kiara dia akan semakin sakit. Semakin bersalah pada wanita yang mampu merubah hidupnya. Belum apa-apa tetapi dia meninggalkan wanita saat hubungan mereka semakin dekat. Namun sangat yang membuat lebih sakit. Mengakhiri tanpa ada kata perpisahan.


Saat Kevin sudah tidak melihatnya. Kiara kembali melihat dan melihat Kevin. Kevin masih sama terus fokus berbicara pada kliennya.


" Bicaralah Kevin aku mendengarmu bicara. Aku ingin tau ada apa. Aku menunggumu menjelaskan semua tentang wanita itu. Aku menunggumu Kevin berbicara kepadaku," batin Kiara.


Tiba-tiba Kiara melihat Arya berdiri dan pergi yang sepertinya Arya ingin ke toilet. Tiba-tiba sesuatu terlintas di kepala Kiara.


Kiara langsung memotong kue ulang tahunnya. Kiara melihat di sekitar tempat seperti mencari sesuatu. Kiara memasukkan kue tersebut kedalam piring bersih.


Lalu Kiara pun berjalan menuju kasir. Keluarganya yang sibuk sendiri dengan cerita dan makanan sampai tidak menyadari Kiara yang sedang pergi.

__ADS_1


Ternyata Arya memang benar memang sedang ke toilet. Arya keluar dari toilet Pria tersebut.


" Aaaaaa," pekik Arya sedikit berteriak saat melihat Kiara di depannya. Dia benar-benar kaget dengan kedatangan Kiara


" Apa yang kau lakuakan?" tanya Arya masih memegang dadanya yang sesak dengan kesulitannya bernapas.


" Kau tidak tau ini toilet Pria, apa kau tidak bisa melihatnya," cicit Arya masih memegang dadanya.


" Hay pak Arya," sapa Kiara dengan manis dengan mengangkat telapak tangannya.


" Tumben kau ramah," sahut Arya merasa curiga. Pastilah selama ini Kiara sangat judes kepadanya dan sekarang sangat ramah. Jelas ada udang di balik bakwan.


" Apa aku seburuk itu, sampai Bapak heran kepadaku," sahut Kiara dengan memelankan suaranya.


" Sudah jangan basa-basi. Katakan apa yang kau mau?" tanya Arya. Kiara langsung tersenyum lebar dan langsung memberikan Arya paper bag kecil yang sedari tadi di pegangnya.


" Apa ini? tanya Arya bingung.


" Tolong berikan kepada Kevin, aku mohon jangan ditolak, sekali ini saja. Tolong berikan pada Kevin. Please," ucap Kiara memohon pada Arya.


Dia memang harus memohon dan berbicara manis. Karena Arya merupakan musuhnya. Jika dia judes Arya tidak mungkin menolongnya jadi dia harus bersandiwara untuk kali ini.


" Kenapa tidak berikan sendiri?" tanya Arya yang benar-benar ketus. Bahkan tidak mengambil kantung yang di pegang Kiara.


" Apa gunanya dia bertanya, tinggal ambil saja susah," batin Kiara benar-benar kesal.


" Ayolah Pak Arya berikan pada Kevin. Please. Aku mohon tolong yah, aku sedang tidak bisa menemuinya. Kan bapak sering bersama ha. Jadi aku mohon berikan ya," ucap Kiara merengek memohon terus pada Arya. Dia benar-benar ingin di kasihani.


Huhhhhhhhhh


" Ada maunya aja baru berbicara manis," sindir Arya mengambil kantuk itu. Kiara langsung tersenyum lebar.


" Ini tidak racun kan?" tanya Arya sini.


" Tidak! mana mungkin," jawab Kiara membenarkan.


" Ya sudah, sangat merepotkan," ucap Arya ketus dan langsung pergi meninggalkan Kiara.


" Makasih paka Arya, aku akan membalas kebaikanmu," teriak Kiara seperti tarjan. Arya yang mendengarnya geleng-geleng. Memang Kiara selalu membuatnya repot.


" Hhhhhh, semoga saja Pak Arya cepat memberikannya dan Kevin langsung memakannya," gumam Kiara dengan penuh harapan.


***********


Kiara pun kembali ketempat keluarganya. Kiara melihat ke arah Kevin dan melihat Arya belum memberikan. Apa yang tadi di berikannya kepada Arya.


" Kenapa belum memberikannya," batin Kiara yang masih menunggu-nunggu.


" Kapan dia akan memberikannya," Kiara terus bergerutu di dalam hatinya.


" Oke sudah selesai kan semuanya, sekarang waktunya kita pulang," sahut Sahila yang memang melihat makanan sudah habis.


" Ahhhhhh, kenyang banget," ucap Ziva mengusap-usap perutnya.


" Kiara kamu masih ada yang mau di makan?" tegur Sahila.


" Memang kita sudah mau pulang?" tanya Kiara linglung.

__ADS_1


" Iya, sudah malam juga kan. Memang kamu masih mau makan yang lain?" tanya Sahila.


" Katanya tadi sudah ngantuk!" sahut Rachel yang sudah kekenyangan.


" Ada yang mau di makan Kiara?" tanya Sahila memastikan.


" Oh tidak ma," jawab Kiara.


" Ya sudah ayo kita pulang," sahut Danu mulai berdiri.


Kiara masih tetap menoleh ke arah Kevin. Ingin memastikan Arya sudah memberikannya atau belum. Tetapi tangan Rachel langsung mengandeng lengan Kiara membawa Kiara pergi yang masih bengong.


Sesampai di parkiran mama dan papanya sudah masuk mobil terlebih dahulu sementara Kiara masih bengong dan terus melihat kedalam Restaurant.


" Kak Kiara cepat masuk!" suruh Ziva. Kiara mengangguk dan akhirnya masuk. Kiara, Ziva dan Rachel duduk paling belakang. Sementara Rangga dan Zavier menaiki mobil. Maklumlah mereka tidak punya alvard yang muat untuk semuanya.


Setelah melihat mobil itu pergi. Kevin baru menoleh keluar. Seakan menyembunyikan hatinya yang sebenarnya ingin menghampiri Kiara dan mungkin akan memeluknya untuk memberi Kiara ketenangan.


************


Kevin pun akhirnya selesai meeting dan kembali ke perusahaan meski sudah malam hari. Masih ada beberapa pekerjaan yang harus di kerjakannya.


Lagi pula dia memang sengaja menyibukkan diri agar fokusnya bisa hilang dari Kiara. Kiara terus melintas di pikirannya.


" Mana datanya?" ucap Kevin mengulurkan tangannya meminta data pada Arya yang berdiri di depannya. Arya yang memang membawanya langsung memberikannya.


" Ya sudah, kamu kalau mau pulang, pulanglah, aku akan menyetir sendiri," ucap Kevin dengan suara beratnya menggambarkan dia yang benar-benar lelah.


" Baik tuan," jawab Arya menundukkan kepalanya.


" Tuan," tegur Arya.


" Ada apa?" tanya Kevin membaca fokus apa yang di berikan Arya barusan dengan bersandar di bangku kerjanya.


" Ini tuan," Arya meletakan paper bag kecil di mejanya di samping leptopnya.


" Apa itu?" tanya Kevin melihat sebentar


" Tadi Kiara memberikannya. Sewaktu di Restauran dia menemuiku di toilet," Jawab Arya membuat Kevin melihat kembali benda itu.


" Kalau begitu saya permisi tuan," ucap Arya pamit menundukkan dan langsung pergi dari ruangan Kevin.


Kevin seakan mencoba untuk tidak peduli. Kembali fokus pada pekerjaannya. Membolak-balikan seperti mengelakkan sesuatu.


Pada akhirnya Kevin tidak tahan dan kembali melihat apa yang di berikan Kiara kepadanya. Kevin yang penasaran pun akhirnya membukanya melihat kotak kecil tersebut.


Kevin membuka kotak itu yang ternyata berisi 3 potongan kue. Kevin mengambil kartu ucapan yang ada di dalamnya.


...Ini kue ulang tahunku. Aku ingin memberinya pada mu. Karena kemarin kita tidak memotong kue bersama. Ucapkan terima kasih saat menelponku atau ajak aku bertemu dan berterima kasihlah karena aku memberimu kue ini....


...Kenapa tidak menelponku. Kenapa tidak menjawab pesanku. Aku bingung Kevin. Jangan seperti ini aku akan kepikiran terus. Makanlah kuenya dan hubungi aku. Aku ingin banyak bercerita dengan mu," tulisan tangan Kiara membuat mata Kevin berkaca-kaca....


" Aku sudah tau akan seperti ini. Kiara aku mohon lupakan aku. Aku memang tidak bertanggung-jawab atas apa yang aku mulai. Kiara aku tidak pantas untukmu, jadi lupakan aku,"


" Kamu berhak bahagia. Dan bukan dengan laki-laki pengecut seperti ku. Aku tidak pantas Kiara untukmu," ucap Kevin di dalam hatinya dengan perasaannya yang benar-benar galau.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2