
Mood Clarissa tambah buruk ketika melihat Sandy dengan wanita yang sama.
" Apa dia sebahagia itu, siapa wanita itu, dia bahkan tertawa tanpa mengingat apa yang di katakannya ke padaku, apa wanita itu adalah kekasihnya. Sampai dia harus bicara seperti itu," gumanya kesal yang di penuhi rasa cemburu.
Tiba-tiba Santi menghampiri Clarissa yang berdiri mematung dengan wajah yang tidak enak di pandang.
" Bu," tegur Santi.
" Cari tau wanita itu!" ucap Clarissa yang masih melihat Shirin dan Sandy. Santi pun mengikuti arah mata Clarissa kemana.
" Dia seo....,"
" Besok lapor padaku," sahut Clarissa memotong pembicaraan dan langsung pergi dengan kekesalan.
Membuat Santi merapatkan giginya kesal dengan Clarissa yang tidak mendengar lanjutannya. Padahal dia tau siapa Shirin dan tidak perlu melaporkan besok. Tetapi namanya juga Clarissa, bos yang melakukan suka-suka.
" Dasar atasan menyebalkan, apa harus menunggu besok, kenapa juga dia ingin tau siapa wanita itu," desis Santi kesal yang melihat ke arah Shirin dan Sandy yang sekarang sudah memasuki mobil.
************
Kamar 808.
Kevin menunggu di luar kamar dengan memegang ponselnya. Setelah menelpon sang kakak. Setelah beberapa menit salah satu staf hotel keluar dari kamar tersebut.
" Bagaimana apa sudah selesai ?" tanya Kevin pada Staf hotel tersebut.
" Sudah tuan, saya sudah menggantikan bajunya," jawab karyawan tersebut.
" Baiklah jika begitu," sahut Kevin.
" Apa dia memiliki obat untuk Kiara," batin Kevin merasa Kiara harus meminum obat agar rasa panasnya di tubuhnya bisa hilang.
" Hmmmm apa kamu tau obat...." Kevin menghentikan kalimatnya merasa tidak cocok untuk bertanya. Sementara staf hotel menunggu lanjutan dari ucapan Kevin.
" Obat untuk apa tuan?" tanya Staff tersebut.
" Untuk dia," jawab Kevin berusaha santai.
" Tetapi nona itu terlihat mabuk dan melihat tubuhnya seperti habis meminum obat..."
" Sudah jangan lanjutkan," sahut Kevin menghentikan kalimat Staff hotel tersebut, " saya tidak menyuruh kamu untuk berpendapat. Jadi jangan lanjutkan," sahut Kevin.
" Maaf tuan, jika sudah tidak ada lagi, saya permisi tuan," ucap staf tersebut menundukkan kepalanya.
" Iya pergilah!" sahut Kevin. Pelayan mengangguk dan memilih pergi. Kevin menarik napasnya panjang bisa-bisa dia gila menghadapi Kiara yang ada di kamar hotel tersebut.
Kevin pun memilih kembali memasuki kamar. Meski pakaian Kiara sudah diganti. Dengan rambutnya yang sudah terurai. Tetapi reaksi tubuh Kiara tidak berubah. Kiara masih menggeliat di atas kasur. Bahkan lebih parah seperti ulat keket.
Deru napas Kiara semakin tidak beraturan. Kiara terus meremas seprai dengan kuat. Kiara bahkan kembali terduduk dan ingin membuka piyama nya.
Kevin langsung sigap duduk di ranjang menghentikan kegilaan Kiara.
" Kiara jangan," lirih Kevin mencegah perbuatan Kiara.
" Panas, ruangan ini sangat panas sangat panas, tong hidupkan AC nya, aku mau mandi, tubuhku sangat panas," Kiara kembali meracau tidak jelas.
__ADS_1
" Apa obatnya akan bersaksi terus, sampai kapan dia akan seperti ini, apa dia meminum terlalu banyak," batin Kevin yang mencemaskan dirinya.
" Apa yang mereka berikan kepadaku, kenapa aku seperti ini. Aku sangat tidak nyaman. Kepalaku sakit, seperti ingin pecah," Kiara terus mengeluhkan apa yang terjadi padanya.
Perasaannya yang tidak enak dan yang lainnya yang sangat aneh dan tidak pernah di rasakannya sebelumnya.
Kevin berdiri dan mengambil air putih yang di letakkan di atas meja. Kevin kembali duduk di pinggir ranjang dan memberi Kiara minum.
" Minumlah!" ujar Kevin menyodorkan minuman itu pada mulut Kiara. Tetapi Kiara langsung menepis tangan Kevin sampai air tumpah separuh ke atas tempat tidur. Membuat Kevin tambah pusing saja.
" Jangan memberiku minum lagi, aku sudah banyak minum," oceh Kiara yang menunjuk-nunjuk Kevin. Kiara sudah membuka matanya sedikit dan berusaha mengenali Kevin.
Kevin hanya menarik napas panjang dan harus sabar pada Kiara yang benar-benar kehilangan kendali. Kevin meletakkan gelas kembali di atas meja.
Saat Kevin ingin berdiri. Kiara menarik Kevin yang tidak siap akhirnya jatuh ketubuh Kiara yang sudah terbaring di ranjang.
Kevin yang ingin bangkit dari tubuh wanita yang seperti cacing kepanasan itu. Tetapi Kiara menahan dan malah mengalungkan tangannya di leher Kevin.
" Kamu mau kemana, jangan pergi, aku nyaman seperti ini," racau Kiara yang menahan tubuh Kevin di atasnya. Kevin harus menahan napas dengan wajahnya Kiara yang sangat dekat. Bahkan hidung mereka bersentuhan.
" Lepas Kiara," Kevin berusaha menyinggirkan tangan Kiara dari lehernya. Kiara geleng-geleng dengan wajahnya yang cemberut yang begitu menggemaskan.
" Kamu tidak boleh pergi, kamu harus di sini," oceh Kiara dengan wajahnya yang memohon. Kiara meraba wajah Kevin dengan jarinya. Sungguh sentuhan Kiara membuat Kevin semakin gila.
" Jangan seperti ini," ucap Kevin dengan suara seraknya. Kiara tertawa melihat wajah Kevin.
" Kamu tampan. Jadi kan aku milikmu, aku ingin bersamamu," perkataan Kiara semakin kacau. Kiara bahkan mengecup bibir Kevin sekilas.
Membuat mata Kevin terbelalak. Kiara sungguh menggoda imam Kevin. Yang ada Kevin semakin kepanasan. Kiara tertawa geli saat melepas kecupannya.
" Manis," ucap Kiara terkekeh. Sementara Kevin sudah gila dengan perlakuan spontan Kiara. Kiara melanjutkan kegiatannya mengusap-usap bibir Kevin dengan jarinya.
Saat hampir sampai, Kiara malah memejamkan matanya. Kevin langsung menghela napas panjang.
" Apa yang aku pikirkan apa aku sudah gila," gumam Kevin. Tidak bisa membohongi dirinya jika dia menginginkan Kiara.
Untung saja Kiara sudah diam. Dengan perlahan Kevin melepaskan tangan Kiara dari lehernya dan beranjak dari tempat tidur dengan beberapa kali membuag napasnya.
Hampir saja Kevin benar-benar khilaf, dengan Kiara. Yang kehilangan kendali. Untung saja Kiara sudah tenang. Obat perangsang di tubuh Kiara jelas membuat Kiara gelisah terus. Kiara terus meracau tidak jelas.
Kevin hanya bisa menahan dirinya untuk tidak melakukan itu. Dia pria normal melihat gadis menggeliat seperti ulat siapa yang tidak ingin menerkamnya.
Apa lagi Kiara gadis yang sangat cantik dan memiliki tubuh yang sempurna. Mungkin 1 malam tidak cukup untuk hal itu. Belum lagi beberapa kali Kiara menggodanya.
Bahkan Kiara sampai menciumnya. Tetapi Kevin menahan hasratnya untuk tidak melakukan hal yang lebih jauh dan memilih mengelak.
Dia mengetahui Kiara wanita seperti apa. Dia juga tidak memiliki hubungan apa-apa dengan wanita itu. Jadi dia tidak mungkin menjadi pria brengsek yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
Setelah Kevin juga mulai tenang Kevin menarik selimut sampai ke dada Kiara. Kevin melihat wajah Kiara yang tertidur yang sangat tenang. Kevin mengusap wajahnya. Mungkin Kevin sudah merasa aman sekarang.
*************
Pagi hari kembali, sinar matahari yang cerah membuat Kiara mengerjapkan matanya. Tusukan cahayanya mengganggu tidurnya. Kiara memijat kepalanya yang terasa sangat berat.
Mata indah itu perlahan terbuka menyipit. Kiara melihat langit-langit ruangan di mana dirinya berada. Dia tidak mengetahui dia mana dia. Kiara terus mengamati seisi ruangan yang seperti kamar yang sangat luas.
__ADS_1
Kiara perlahan duduk dan kaget dengan keberadaanya.
" Di mana aku, apa aku semalam," pikirannya mulai tidak tenang ketika mengingat dia bersama beberapa Pria matang yang menawarkan minuman kepadanya dan bodohnya dia meminum minuman itu dan bahkan mengingat beberapa kali meminumnya.
" Tidak!"pekik Kiara melihat dirinya yang sudah tidak memakai pakaiannya dan mengganti dengan piyama putih.
" Apa yang terjadi, siapa yang membawaku kemari, dan apa mungkin, nggak, itu nggak mungkin," Kiara semakin panik ketika menerka-nerka apa yang terjadi. Dia berusaha mengingat hal yang terjadi semalam dengan terus memijat kepalanya yang semakin berat.
" Sial, kenapa aku di sini, itu tidak mungkin, apa yang harus aku lakukan," Kiara semakin cemas dan takut dengan apa yang di dalam pikirannya.
" Kau sudah bangun," suara itu membuat Kiara langsung menoleh dan kaget melihat Kevin yang memakai bathrobe putih dengan membawa segelas air putih
" Kau," lirih Kiara dengan wajah kaget, " Kenapa dia ada di sini?" batin Kiara semakin cemas.
" Minumlah rasa sakit di kepalamu akan hilang," ucap Kevin duduk di samping Kiara menyodorkan minuman kepada Kiara yang masih kaget.
" Apa yang terjadi? kenapa aku bisa di sini? dan kenapa kau bisa ada di sini? dan apa semua ini, kenapa aku seperti ini? cecar Kiara dengan beribu pertanyaan dengan cepat-cepat dan butuh jawabannya.
" Tenanglah tidak terjadi apa-apa," jawab Kevin santai.
" Apa kau yakin, apa aku bisa percaya?" tanya Kiara yang ragu masih dengan wajahnya yang ketakutan
" Kau tidak punya pilihan lain selain percaya kepadaku," sahut Kevin.
" Aku serius," ucap Kiara geram yang tidak tenang dengan keberadaannya dan keadaannya.
" Iya tidak terjadi apa-apa, kau dalam pengaruh alkohol aku membawamu kemari dan setelah itu tidak ada yang terjadi. Aku tidak melakukan apa kepadamu," ucap Kevin meyakinkan Kiara.
" Benarkah?" tanya Kiara masih ragu. Kevin mengangguk.
" Lalu kenapa pakaianku berganti?" tanya Kiara masih takut-takut.
" Staf hotel yang menggantinya karena pakaianmu sebelumnya tidak nyaman kau pakai saat tidur. Jadi aku menyuruh Staf untuk menggantinya," jawab Kevin apa adanya.
" Benar seperti itu, kau memang sungguh-sungguh tidak melakukan yang aneh-aneh kepadaku kan?" tanya Kiara masih tidak percaya.
" Iya aku tidak melakukan apapun," jawab Kevin meyakinkan.
" Ahhhhhh, syukurlah jika begitu," sahut Kiara bernapas lega.
" Minumlah, rasa sakitnya hilang," ucap Kevin masih memegang gelas.
" Apa ini," tanya Kiara sudah meraih gelas tersebut.
" Air lemon, untuk menghilangkan rasa mual dan dakit kepalamu juga akan jauh lebih baik," jawab Kevin.
Kiara mengangguk dan meneguknya dengan exsperesi wajah masam. Sesuai dengan yang di rasakannya.
" Asem sekali," protes Kiara.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
__ADS_1
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...