Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 108 Membawa


__ADS_3

Kevin yang sudah terduduk lemah di tanah mengangkat kepalanya dan melihat Kiara. Sementara Kiara yang tangannya masih di genggam Kevin melihat Kevin yang sudah penuh dengan luka. Darah yang mengalir di mana-mana. Tetapi untunglah Kevin masih terlihat tampan.


" Apa yang kamu lakukan?" tanya Kiara dengan napasnya yang terasa sesak. Kevin tidak menjawab dan hanya melihat Kiara.


Mereka saling melihat. Kiara harus menyaksikan Kevin di keroyok tanpa dan melihat luka di seluruh wajah itu.


*********


Tidak ada pembicaraan di antara ke-2nya. Kevin yang memang tidak akan melepaskan Kiara dan bahkan rela di pukuli. Asalkan Kiara memberinya 1 kesempatan.


Akhirnya Kiara pun membawa Kevin kedalam kamar hotel di mana tempatnya menginap. Dia tidak akan tega melihat Pria itu yang terluka parah karena dirinya.


Kiara dan Kevin sudah berada di dalam hotel.


Dengan tangan yang masih sama. Digenggam erat. Agar Kiara tidak lari darinya.


Kiara membawa Kevin mendekati ranjang. Duduk di lantai dengan bersandar di dinding ranjang. Sementara Kiara masih berdiri di depan Kevin. Melihat Kevin dengan wajahnya yang penuh kepanikan.


" Kau masih ingin memegang tanganku seperti ini?" tanya Kiara dengan suaranya yang serak.


" Jika aku tidak melakukannya. Kau akan pergi," ucap Kevin.


" Kenapa kau sangat bodoh. Seharusnya kau tidak melakukan ini," ucap Kiara.


" Aku tidak ingin kau pergi. Makanya aku melakukan ini," jawab Kevin.


" Bukan begini caranya. Kau bisa terbunuh jika melakukan hal ini," ucap Kevin.


" Hanya ini caranya dan terbukti. Cara yang aku lakukan memang berhasil," ucap Kevin dengan senyum menahan sakit di wajahnya. Sudah terluka masih sempat-sempatnya dia tersenyum. Sementara Kiara sudah sangat ketakutan.


" Lepaskan tanganku," ucap Kiara.


" Jangan menyuruhku melakukan itu. Aku tidak akan melakukannya," sahut Kevin masih tetap keras.

__ADS_1


Kiara pun akhirnya melepaskan tangannya dengan paksa dari Kevin. Kevin memang sudah sangat lemah dan akhirnya tangan itu terlepas dengan napasnya yang semakin berat.


" Kiara. Aku mohon dengarkan aku," ucap Kevin dengan serak sambil memegang perutnya. Kiara pun tidak menanggapi apa yang di katakan Kevin. Dia langsung pergi keluar dari kamar.


" Kiara!" panggil Kevin denagn suaranya yang lemas.


Kevin sudah tidak memiliki tenaga untuk mengejar Kiara agar tidak pergi. Kiara juga tidak merespon panggilan itu dan tetap pergi.


" Kenapa tidak memberiku kesempatan?" ucap Kevin dengan suara lemasnya. Lukanya benar-benar sangat parah sampai berbicara pun sangat sulit.


Kevin berusaha untuk berdiri. Yang pasti dia akan mencari Kiara dan akan menjelaskan semuanya. Dia tidak akan mengijinkan Kiara pergi darinya. Walah dia juga sudah terluka parah.


Kevin memang kesulitan untuk berdiri. Bahkan beberapa kali terjatuh. Dia juga batuk dan mengeluarkan darah sampai lantai di penuhi darah.


Brukk.


Pintu kamar kembali terbuka dan ternyata Kiara yang datang kembali dengan membawa kotak obat. Kiara melihat Kevin semakin parah. Melihat mulut Kevin mengeluarkan darah. Kevin tersenyum yang melihat Kiara ternyata kembali.


" Apa yang kamu lakukan apa kamu tidak bisa diam sebentar," ucap Kiara yang semakin panik. Kiara mengambil tisu dan langsung melap darah itu dengan wajahnya yang sangat cemas.


Tidak menunggu lama. Kiara langsung membuka kotak obat. Mengambil kapas dan langsung menuangkan cairan yang tidak tau apa itu dan membuat ke luka Kiara.


" Auhhhh," lirik Kevin saat kapas itu menyentuh lukanya. Yang mungkin sangat perih.


Kiara tidak mempedulikan dan tetap mengobati Pria itu. Dia tau itu akan sakit. Tetapi dia lebih sakit melihat Kevin yang terluka parah seperti itu.


Kevin hanya menahan sakit saat Kiara yang terus mengobati lukanya tanpa melihat matanya. Sementara Kevin terus melihat Kiara.


" Aku tau kamu tidak akan pergi," ucap Kevin dengan menahan perih. Kiara tidak menjawab dan hanya dia terus melanjutkan pekerjaannya.


Kiara yang di penuhi rasa ketakutan. Tangannya yang bergetar mengobati luka itu. Wajahnya penuh kecemasan dan sekarang sudah meneteskan air mata.


Dan Kevin harus melihat tetesan air mata di pipi wanita yang di cintainya.

__ADS_1


" Kiara," tegur Kevin mencoba memegang pipi Kiara. Tetapi Kiara menjauh. Dia benar-benar sangat marah dengan Kevin. Apa lagi dengan tindakan Kevin yang bisa membuat Kevin mati di depannya.


" Kiara kenapa menangis?" tanya Kevin. Kiara tidak peduli dan tetap melanjutkan mengobati luka itu. Bahkan suara Kiara Sengugukan terdengar pelan.


" Kiara, jangan menangis," ucap Kevin.


" Diamlah! Kevin," bentak Kiara yang akhirnya melihat mata Kevin yang sedari tadi bicara.


" Apa kau tidak bisa diam. Jangan menggangguku. Aku sedang mengobatimu. Kenapa kau melakukan semua ini kepadaku. Kenapa membuatku ketakutan seperti ini. Kau tau apa yang kau lakukan itu menakutkan. Kau ingin melihatku menyesal dengan semua ini. Iya," ucap Kiara dengan marah-marah.


Di saat dia panik. Kevin malah menganggap semuanya lucu dan masih bisa tersenyum. Sementara dirinya sangat schok. Bukan hal yang mudah baginya dengan semua ini.


Kevin membuatnya harus menyaksikan orang-orang menghajar Kevin. Dia pasti terkejut dengan semua itu. Itu sangat menakutkan untuknya.


" Kau sangat jahat Kevin. Kau sengaja melakukan itu kepadaku. Kau benar-benar sangat jahat. Seharusnya kau tidak melakukan ini kepadaku. Kenapa kau melakukan ini," ucap Kiara menatap Kevin dengan kesal. Air mata yang terus mengalir.


" Maafkan aku, membuatmu seperti ini. Aku tidak bermaksud," ucap Kevin dengan suara seraknya.


Kevin memegang kedua pipi Kiara dan mengusap air mata Kiara dengan lembut. Menatap mata wanita yang penuh ketakutan itu dengan rasa penyesalan. Dia menyadari jika tindakannya tadi. Hanya akan membuat Kiara ketakutan sama seperti sekarang bahkan dia bisa merasakan tubuh wanita itu bergetar hebat.


" Aku minta maaf," ucap Kevin lagi yang hanya bisa meminta maaf pada wanita yang di sakitnya.


" Tidak akan. Aku aku tidak akan memaafkanmu kau sangat jahat kepadaku. Kau sangat sejahat itu kepadaku. Kau tidak peduli dengan dirimu. Kau pikir semua ini hanya sebuah lelucon saja. Kau pikir nyawamu sangat banyak. Kau pikir kau tidak akan mati jika orang-orang tadi masih terus memukulimu," ucap Kiara yang marah-marah di depan Kevin dengan derain air mata yang terus mengalir.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya


Saya mengucapkan Selamat Hari Raya idul Fitri 1443 Hijriah terima kasih untuk semuanya.

__ADS_1


__ADS_2