Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 140 kaget.


__ADS_3

Mereka sudah berkumpul di meja makan dan hanya tinggal Winata dan tamunya yang membuat semua orang penasaran.


" Ma memang kita akan malam sama siapa?" tanya Alana pada mamanya Mariana.


" Mama juga tidak tau. Papa kamu tidak memberitahu apa-apa," jawab Mariana.


" Sudah tunggu saja Alana siapa tamu papa kamu," sahut Janika istri pertama Winata.


" Iya ma," jawab Alana.


Setelah lama menunggu akhirnya Winata juga datang. Winata duduk di kursi di mana iya biasa duduk. Winata melihat satu persatu orang-orang yang ada di meja makan itu.


" Mana tamunya papa kenapa tidak ada," batin Clarissa yang bertanya-tanya. Karena tidak melihat tamu sang papa.


" Kenapa tiba-tiba aku merasa ada yang ada yang aneh. Tetapi apa aku juga tidak tau. Bahkan tamu papa juga tidak datang," batin Saras yang juga merasakan ada yang aneh.


" Clarissa!" tegur Winata tiba-tiba. Clarissa langsung kaget ketika Winata memanggil namanya.


" Iya pa," jawab Clarissa sedikit gugup.


" Apa pekerjaan kamu seberat itu di Paris. Sampai tidak selesai-selesai?" tanya Winata.


" Gawat kenapa papa bahas masalah pekerjaanku aku harus mengatakan apa," ucap Clarissa yang semakin gugup. Yang tadinya dia pikir dia akan aman. Tetapi tidak dia tidak aman sekarang papanya mulai membahas masalah pekerjaannya.


" Clarissa apa juga kamu kelelahan sampai tidak bisa menjawab pertanyaan papa?" tanya Winata.


" Aduh kenapa kak Clarissa jadi gugup seperti itu. Bagaimana jika papa tau. Jika aku juga tidak menyusulnya," batin Evan yang ikut-ikutan gugup dia juga takut ketahuan karena yang tadinya. Dia yang di suruh untuk menyusul Clarissa membantu pekerjaan Clarissa.


Tetapi Evan juga melakukan penyimpanan. Evan malah pergi menemui istrinya di kampung halaman Shirin.


" Hmmm, iya pa. Memang agak banyak kesulitan dan untung ada Evan yang datang membantuku," sahut Clarissa yang langsung cepat menjawab dengan penuh ketangan.


" Untung saja. Kak Clarissa menjawabnya pintar," batin Evan merasa sedikit lega.


" Kau tidak biasanya bekerja seperti itu. Kau biasanya sangat tidak membutuhkan orang lain," sahut Winata.


" Maaf pa. Tetapi kali ini pekerjaannya agak sulit. Tapi Clarissa janji. Lain kali. Clarissa tidak akan bekerja lama-lama dan akan menyelesaikannya dengan cepat," ucap Clarissa yang langsung membuat steatmen agar sang papa tidak mencurigainya lagi.


" Hmmmm, bagus lah jika begitu," sahut Winata.


" Ahhhhh, syukurlah semuanya baik-baik saja. Aku merasa lega dengan semuanya. Untungnya papa tidak tanya kemana-mana. Aku sih kelamaan bersama Sandy. Jadi sekarang kayak gini. Lain kali aku harus lebih hati-hati," batin Clarissa merasa lega sedikit.


" Akhirnya papa sudah mengakhiri pembahasan itu. Ya paling tidak papa tidak tau kalau aku sama sekali tidak pernah menyusul kak Clarissa. Lagian gimana mau di susul dia saja tidak ke sana," batin Evan yang merasa lega sesaat.


" Bagaimana dengan kamu Haria. Apa silaturahmi kamu dan saudara-saudara kamu berjalan dengan lancar?" tanya Winata yang langsung mengarah pada Haria.


" Iya om. Semuanya sangat lancar," jawab Haria sedikit gugup. Pasti gugup karena sedang berbohong. Dia padahal tidak ke Surabaya dia sedang sibuk-sibuknya mengurusi hubungan Kevin dan Kiara.

__ADS_1


" Begitu rupanya," sahut Winata mengangguk-angguk saja.


" Iya Om," sahut Haria lagi.


" Memang lancar sangat lancar. Sampai semua rencana ku berhasil dan kau menerima hasil pekerjaanku," batin Haria tersenyum tipis.


Lagi-lagi senyum tipisnya di tangkap sara. Saras memang lebih cocok sebagai pakar eksperesi sangat tau apa yang ada di pikiran Haria.


" Aku tidak yakin dia ke Surabaya. Aku memang mengantarnya. Tetapi pasti dia tidak ada di sana. Jika iya. Kenapa Kevin menelponku. Apa sebenarnya wanita ini justru menyusul Kevin ke Jerman," batin Saras yang mencurigai gerak-gerik Haria.


***********


Bandara.


Kevin menyeret kopernya berjalan dengan langkah yang berwibawa menuju lobi bandara. Dia berada di Bandara Indonesia dan bukan Bandara Paris. Yang memang seharusnya Kevin ke Paris. Tetapi tiba-tiba semuanya di cansel nya. Karena perasaannya yang tidak tenang.


" Kenapa Kiara tidak mengangkat telpon ku. aku semakin khawatir kepadanya. Apa dia menyembunyikan sesuatu," batin Kevin yang mencemaskan Kiara.


Sesat meminta izin pada Kiara untuk meneruskan pekerjaannya ke Paris. Respon yang di berikan Kiara membuat Kevin merasakan ada yang janggal.


Merenungi dan mencoba mencari tau. Tetapi Kevin tidak menemukan apa-apa yang akhirnya Kevin pun memutuskan membatalkan semua pekerjaannya demi menemui Kiara dan ingin tau ada apa dengan kekasihnya itu


Keresahannya bertambah saat sudah tiba di Indonesia. Kevin beberapa kali menghubungi Kiara. Tetapi sama sekali Kevin tidak mendapat jawaban telon yang membuatnya semakin khawatir dengan Kiara.


Sambil menelpon dan menyeret kopernya. Kevin menaiki Taxi yang menunggu di depan Bandara. Memang tidak ada yang tau kepulangannya.


************


Kiara tidak mengangkat telpon itu. Karena dia sudah tiba di depan rumah Winata. Satpam memang langsung menyuruhnya untuk masuk. Yang mungkin juga sudah mendapat perintah sebelumnya dari Winata.


Kiara masih berdiri di depan rumah itu dengan memegang ponselnya yang masih bergetar.


" Kevin nanti aku akan menelponku aku sedang ada urusan penting," tulis Kiara dalam pesannya. Agar Kevin tidak menelponnya lagi.


" Baiklah, katakan jika urusanmu sudah selesai," balas Kevin.


Kiara tidak membalas lagi. Kiara tidak membahas lagi. Karena dia sudah di tunggu salah seorang wanita yang berdiri di depan pintu yang mungkin akan mengantarkannya pada Winata.


" Mari nona," ucap wanita itu mempersilahkan Kiara untuk masuk.


" Tenang Kiara. Kamu harus tenang tidak akan ada yang terjadi. Semuanya akan baik-baik saja," batin Kiara yang lagi-lagi memenangkan dirinya padahal dia begitu gugup.


Sebelum melangkahkan kakinya masuk ke rumah itu. Terlihat Kiara menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Setelah itu Kiara pun melangkahkan kakinya masuk ke rumah itu.


Kiara hanya modal nekat ke rumah itu. Bahkan mentalnya sudah berkurang. Dari rumah dia begitu yakin dan seakan-akan bisa menghadapi semuanya. Tetapi sekarang dia malah semakin gugup apalagi langkahnya sudah memasuki rumah Mitra Winata.


Kepalanya berkeliling melihat isi rumah itu yang pasti barang-barang yang ada di rumah itu tidak murah. Jika di tanya Kiara takjub atau tidak. Jelas Kiara takjub. Tetapi bukan itu tujuannya ke rumah itu.

__ADS_1


Kiara Kerumah itu untuk mengetahui maksud dan tujuan Winata bukan menjadi sensus barang-barang mewah milik Winata.


" Tuan tamu anda sudah datang," ucap pelayan tersebut. Saat sudah sekitar 5 meter dari meja makan.


Mendengar ucapan pelayan wanita itu. Semua mata langsung tertuju pada tamu yang sedari tadi membuat mereka penasaran. Ada yang sampai membalikkan tubuhnya untuk melihat Kiara.


Beberapa orang yang ada di meja makan itu langsung schok dengan tamu Winata yang ternyata adalah Kiara. Kiara yang Saras kenal. Kiara yang Clarissa kenal. Dan pasti Alana juga kenal. Apa lagi Haria.


" Kiara," batin Saras dengan wajah terkejutnya tidak percaya wanita yang berdiri gugup denah. tangannya yang saling menggenggam di depan itu adalah tamu papanya.


" Kenapa Kiara bisa ada di sini,?" batin Clarissa yang pasti tidak kalah kagetnya melihat kehadiran Kiara yang tiba-tiba. Ada di rumah itu.


" Ada apa ini, apa yang terjadi," perasaan Saras semakin tidak karuan melihat kehadiran wanita itu.


" Kiara. Kenapa om Winata memanggilnya. Apa jangan-jangan om Winata ingin mengatakan kepada Kiara bahwa Kiara harus mengakhiri hubungannya dengan Kevin," batin Haria yang memikirkan kearah sana. Dia kaget dengan kehadiran Kiara. Tetapi dia sedikit bahagia Karena merasa. Kehadiran Kiara karena efek dari bocornya hubungan Kiara dan Kevin.


" Ayo kemari Kiara!" ajak Winata. Kiara kembali membuang napasnya perlahan kedepan dan melangkah dengan keberanian.


" Kak Kiara, kok papa mengundangnya," batin Alana yang juga heran dengan kehadiran wanita yang di kenalnya.


" Bukannya wanita ini yang tinggal di depan," batin Evan yang mengingat-ingat Kiara itu siapa.


" Kamu mengenalnya sara?" tanya Alan berbisik pada Saras. Saras mengangguk.


" Siapa gadis ini. Kenapa mas Winata mengundangnya," batin Janika yang penasaran dengan Kiara.


" Siapa lagi wanita ini, kenapa mas Winata selalu saja membuat orang-orang penasaran," batin Mariana yang juga penasaran.


Kiara pun akhirnya mendekati meja makan dan melihat satu-per satu orang di sana. Yang pasti beberapa orang yang ada di sana sudah di kenalnya dan hanya Kevin yang tidak ada di sana.


" Ayo Kiara duduk!" ucap Winata mempersilahkan. Kiara mengangguk pelan dan duduk di dekat Winata tepat di samping Haria. Karena memang itu bangku yang kosong.


" Kiara, tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja. Tidak akan ada masalah," batin Kiara yang menenangkan dirinya sendiri. Sementara Kevin yang berada di dalam Taxi memijat kepalanya. Meski Kiara memberinya pesan tetapi dia merasa ada yang tidak beres.


" Ini adalah Kiara. Tamu saya," ucap Winata memperkenalkan tamunya kepada orang-orang yang ada di meja makan itu. Kiara tersenyum tipis dengan menundukkan kepalanya.


" Sepertinya dari kalian ada yang sudah mengenalnya?" tanya Winata. Clarissa langsung menelan salavinanya. Jelas dia tau siapa Kiara.


" Iya pa, Alana mengenalnya," sahut Alana dengan santai. Semua mata tertuju pada Alana.


" Benarkah?" tanya Winata.


" Iya pa. Kak Kiara tinggal di depan rumah kita bukan dan dia juga salah wanita yang paling pintar. Bukan salah satu. Tetapi memang dia yang paling pintar," jawab Alana dengan senyum di wajahnya yang memperlihatkan dia sangat mengagumi Kiara.


" Papa lihat kamu sangat menyukainya Alana?" tanya Mitra Winata.


" Benar pa. Malahan kak Kiara adalah idola Alana. Alana ingin sepertinya yang pintar dalam akademik yang berpikiran luas dan dari dulu sudah sekolah di lain daerah bahkan negara," ucap Alana yang tidak segan-segan memuji Kiara di depan semua orang.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2