
Setelah menutup telpon dari Robert Kiara langsung duduk di pinggir ranjang.
" Seharusnya aku mengambil dana itu kemarin, dan tidak menolaknya, padahal dana itu cukup lumayan dan bisa buat tambahan kuliah," gumam Kiara yang menyesal menolak dana miliknya kemarin.
Kiara melangkahkan kakinya menuju teras kamarnya. Kiara menengok ke arah kamar Kevin.
" Masa iya aku harus memintanya?" batin Kiara merasa tidak wajar jika harus memintanya.
Ternyata Kevin kembali ke luar dan kembali melangkahkan kakinya menuju teras kamarnya. Kevin berdiri dengan ke-2 tangan berada di dalam saku celananya dan pasti matanya melihat kearah Kiara.
Kiara yang mendapat tatapan itu langsung melambaikan tangannya dengan tersenyum. Kevin melihat itu menanggapi dengan bingung bahkan Kevin menoleh ke belakangnya,melihat apa ada orang yang di sapa Kiara.
" Ishhhh, apa dia sesombong itu, bukannya katanya aku boleh menyapa, tapi sih, dia mengatakan terserah. Kata terserah memang meluas sangat banyak. Tapi kan itu sudah mengartikan iya," gerutu Kiara menurunkan tangannya. Kiara kesal dengan Kevin yang sama sekali tidak meresponnya.
Maklumlah Kiara Kevin, tidak tau cara menyapa yang baik.
" Apa memang benar dia sekaku itu. Masa iya," gumam Kiara yang seperti ingin menguji Kevin. Kiara masih melihat ke arah Kevin begitupun dengan Kevin.
Kiara langsung menunjukkan jarinya kebawah tidak tau apa yang di maksud Kiara. Hal itu jelas membuat Kevin bingung bahkan Kevin melihat kebawah karena tidak mengerti maksud dari Kiara.
Kiara juga mengajukan jempolnya membuat Kevin semakin bingung. Setelah itu Kiara langsung pergi dari teras tersebut dan langsung ke luar dari kamar.
" Aku ingin melihat apa memang iya dia sekaku itu," gerutu Kiara sambil menuruni anak tangga. Kiara juga melihat keluarganya yang berkumpul di ruang tamu. Seperti biasa pasti mengobrol.
" Mau kemana Kiara?" tanya Sahila yang melihat Kiara menuju pintu.
" Mau keluar sebentar," jawab Kiara singkat.
" Kirain mau pacaran," celetuk Rachel.
" Emang ada yang suka," sambung Rangga yang langsung mengejek.
" Syirik aja," sahut Kiara kesal dan langsung pergi.
Kiara benar-benar ingin menguji apakah Kevin benar-benar secuek itu. Setelah ke luar dari rumahnya Kiara mendorong pagar rumahnya.
Saat pintu pagar terbuka sempurna, betapa kagetnya Kiara yang sudah melihat Kevin sudah berdiri di depan pagar rumahnya. Kevin berdiri dengan santai bersandar di pagar dengan ke-2 tangan di letakkan di dadanya.
" Astaga benar dia ada di sini," batin Kiara yang tidak percaya. Dia hanya menguji Kevin. Tetapi tidak menyangka Kevin ada di depannya. Kiara tersenyum menghilangkan rasa gugupnya.
" Kau memanggilku?" tanya Kevin.
" Hah, oh itu, aku hanya," Kiara menjadi gugup akhirnya. Karena dia tidak tau harus menjawab apa.
" Kenapa?" tanya Kevin lagi yang menunggu jawaban.
" Oh iya, aku mengira kau tidak melihatku tadi, jadi aku hanya iseng, aku juga mengira kau tidak akan turun," sahut Kiara dengan terbata-bata.
" Iseng," sahut Kevin.
" Astaga Kiara apa harus kamu mengatakan iseng, kamu tau tidak waktu untuk orang seperti dia pasti sangat berguna dan kamu hanya mengatakan iseng," batin Kiara yang merasa bodoh.
" Bukan seperti itu, jangan salah paham dulu, aku tidak bermaksud untuk membuang waktumu, jadi aku mohon jangan salah paham," ucap Kiara merasa bersalah dengan wajah paniknya
" Aku tidak mengatakan apapun," sahut Kevin.
" Oh iya aku tau," sahut Kiara yang justru menjadi canggung.
" Lalu kau memanggilku hanya iseng, atau ada yang memang yang ingin kau katakan?" tanya Kevin.
" Apa aku harus menanyakan masalah itu kepadanya," batin Kiara yang bingung harus menjawab apa.
Kevin masih menunggu jawaban Kiara yang malah kebingungan.
" Iya nanti saja aku mengatakan niatku, maaf sudah mengganggumu, aku masuk dulu, Daaaaa..," ujar Kiara melambaikan tangannya dan buru-buru langsung memasuki rumahnya.
Sementara Kevin bingung melihat Kiara yang tampak aneh, membingungkan dan hanya membuatnya penasaran.
__ADS_1
" Apa yang ingin di katakannya," batin Kevin kebingungan.
Kiara belum memasuki rumahnya dia masih menyandarkan tubuhnya di dingding pagar rumah.
" Aisss, kenapa aku bodoh sekali di depannya," gerutu Kiara yang beberapa kali terlihat sangat bodoh di depan Kevin.
" Apa dia sudah pergi," ucapnya membalikkan tubuhnya dan mengintip Kevin dari lobang-lobang pagar tersebut dan yang benar saja Kevin masih berdiri seperti awal.
" Kenapa dia belom pergi," batin Kiara yang menjadi bingung.
" Ahhhhh sudahlah apa itu akan menjadi urusanku, bodo amat," ucap Kiara dan memilih masuk rumah dengan rasa malu yang banyak.
************
Mentari pagi kembali tiba. Keluarga Danu Bramana mulai menikmati sarapan pagi seperti biasanya.
" Ayolah Kiara, plisss," Rangga terus mengikuti Kiara yang menuruni anak tangga memohon kepada adiknnya itu.
" Aku bilang tidak-tidak, sudah cukup kemarin!" tegas Kiara yang sudah sampai meja makan untuk memulai sarapan. Yang lainnya juga sudah mulai berkumpul.
" Kiara kali ini saja, kontraknya hanya 2 bukan, plisss," bujuk Rangga lagi.
" Aku tidak mau," tegas Kiara sekali lagi. Rangga melihat papanya.
Dan Danu pun tidak menganggapi. Dia terlanjur kesal dengan Rangga yang asal-asalan dalam bekerja. Pertama mengganti model pemotretan dengan adiknya dan sekarang menambah masalah lagi.
Karena model yang di janjikan Rangga sudah tidak bisa di pakai lagi karena sudah terlanjur Kiara yang mengambil pemotretan itu dan mau tidak mau Rangga harus mati-matian membujuk Kiara agar mau menjadi brand ambasador hotel Lexus dan menghadiri acara peresmian.
" Kiara jika kamu tidak mau, kakak dan papa akan selesai," sahut Rangga mengatakan resikonya. Kiara langsung menoleh ke arah papanya yang fokus makan.
Dia tidak ingin memaksa Kiara walaupun pada akhirnya karirnya akan selesai untuk waktu 2 hari memang tidak ada yang bisa di lakukan.
" Sudahlah Kiara terima aja, bayarannya juga mahal, lagi pula kan 2 bulan saja. Bahkan tidak sampai," sahut Rachel yang memang sudah tau permasalahannya.
" Benar kak, masa iya papa akan berhenti kerja, sekolah kita bagaimana," sahut Ziva yang mulai was-was.
" Kiara kamu coba pertimabangi dulu," ucap sang mama.
" Ma, semua itu nggak gampang, ini bukan hanya masalah Lexus saja. Tetapi Kiara juga tidak pernah tau dunia itu," sahut Kiara.
" Tenang saja Kiara papa dan kakak kan ada di sana, jadi kamu aman kita akan terus mengawasi kamu," sahut Rangga terus membujuk Kiara membuatnya yakin.
" Ishhhh, entalah," sahut Kiara kesal yang malas mendengarkan kakaknya.
******
Mendengar permohonan kakaknya dan melibatkan alasan yang membawa nama papanya. Membuat pikiran Kiara menjadi tidak konsen.
Kiara yang bekerja di Restauran harus membagi fokusnya dengan apa yang di bicarakan kakaknya.
" Kenapa aku harus terjebak dalam hal ini," batinnya yang tampak lesu melap meja.
" Mbak, tolong bilnya," ucap salah satu pembeli yang mengangkat tangannya.
Karena tidak fokus membuat Kiara bengong dan tidak mendengarkan apa kata pengunjung tersebut.
" Mbak, hello," ucap pengunjung tersebut menguatkan suaranya.
" Salah satu pelayan melihat Kiara yang sedari tadi di panggil tapi tidak merespon dan tetap pada pekerjaannya yang tidak jelas membuat, teman satu kerjanya bingung dan menghampiri Kiara.
" Hey Kiara," tegur nya membuat Kiara kaget.
" Ha, iya kenapa?" tanya Kiara gugup.
" Kamu di panggil malah bengong," ucap temannya menunjuk ke arah meja pengunjung yang memanggilnya, Kiara langsung melihat dan buru-buru langsung menghampiri meja tersebut.
" Maaf Bu maaf," ucap Kiara menundukkan kepala merasa bersalah.
__ADS_1
" Kamu ini, kerja kok nggak beres," protes pengunjung yang sudah terlanjur kesal.
" Maaf Bu, maafkan saya sekali lagi," Kiara terus menundukkan kepalanya meminta maaf.
" Ya sudah, mana Billnya," ucap pengunjung tersebut dengan ketus.
Dengan buru-buru Kiara langsung memberinya.
" Lain kali, jangan seperti ini, ingat pembeli adalah raja, kamu mengerti," tegas pengunjung tersebut memberi peringatan.
" Baik Bu, saya minta maaf, sekali lagi maaf," jawab Kiara yang mengakui kesalahannya lalu pergi dari meja tersebut.
" Semua gara-gara kak Rangga," cerocos nya yang langsung menyalahkan kakanya.
*******
Grup Lexus.
Kevin fokus di ruangannya dengan tumpukan berkas yang harus di tandatangani. Kevin mengingat sesuatu dan menghidupkan telpon.
" Kamu keruangan saya sekarang!" perintah Kevin dalam telponnya.
tok-tok-tok-tok.
Setelah mematikan telpon pintu langsung di ketuk.
" Masuk!" perintah Kevin.
Orang yang di telpon Kevin adalah Sekretarisnya Astri. Sekretaris cantik itu dengan sopan melangkahkan kakinya memasuki ruangan bosnya.
" Bapak memanggil saya?" tanyanya menundukkan kepala.
" Mana yang saya minta kemarin?" tanya Kevin.
Astri yang sudah mengerti maksud Kevin langsung meletakkan map kuning yang di genggamnya dan meletakkan di meja Kevin.
Kevin langsung membukanya yang halaman pertama saja sudah menunjukkan bio Kiara yang benar-benar lengkap.
Dan juga beberapa foto Kiara sewaktu melakukan pemotretan di hotelnya yang akan diresmikan.
" Bu Kiara resmi menjadi Brand ambasador Hotel Lexus," sahut Astri sebelum di tanya membuat Kevin langsung melihat ke arahnya, melihat dengan tidak percaya.
" Kamu yakin?" tanya Kevin yang masih ragu.
" Benar Pak," jawab Astri
" Bukannya dia hanya pengganti sementara?" tanya Kevin yang sudah mengetahuinya.
" Iya pak, tetapi karena model sebelumnya tidak bisa, jadi tim penyelengara memutuskan untuk menjadikan Bu Kiara sebagai brand ambasador hotel Lexus," jelas Astri.
" Apa dia sudah tanda tangan kontrak?" tanya Kevin.
" Saya rasa hari ini dia akan tanda tangan kontrak, hanya 2 bulan kontrak yang akan di ambilnya," jawab Astri lagi.
" Apa dia yakin menjadi brand ambassador Hotel Lexus," batin Kevin yang ragu dengan keputusan Kiara. Mengingat Kiara sangat membenci Grup yang di pimpin keluarga tersebut.
" Oh begitu, ya sudah kamu boleh kembali kerja," ucap Kevin.
" Baik pak," sahut Astri menundukkan kepala, lalu pergi.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
__ADS_1
Terima kasih...