
Arya sangat kesal dengan Kiara yang menyindirnya secara terang-terangan.
" Kau akan memakannya kan?" tanya Kiara memastikan.
" Baiklah," sahut Kevin tanpa banyak bicara yang akhirnya menerima pemberian Kiara. Kiara tersenyum tipis. Lalu Kevin langsung masuk kemobil. Arya menutup pintu mobil setelah tuannya masuk.
" He, bersikaplah biasa kepadaku, kau pikir aku ******* yang ingin menyerang atasanmu," ucap Kiara dengan kesal kepada Arya.
" Berani sekali bocah sepertimu berbicara dengan orang tua seperti itu," sahut Arya kesal.
" Apa kabar dengan dirimu. Seharusnya orang tua sepertimu tidak menganggap bocah seperti ku sebagai *******. Dan asal kau tau aku tidak takut denganmu," sahut Kiara ketus.
" Bye," lanjutnya mengibaskan rambutnya yang terikat sampai ujung rambut itu mengenai mata Arya.
" Dasar bocah ingusan," teriak Arya kesal.
Kiara berbalik badan dan menjulurkan lidahnya mengejek Arya yang membuatnya kesal. Kevin dari dalam mobil melihat hal itu mendengus tersenyum.
Ternya wanita yang di lihatnya beberapa hari ini. yang mungkin terlihat serius. Ternya begitu menggemaskan. Apa lagi saat Kiara harus berdebat dengan 2 bodyguardnya.
Sementara 2 bodyguard itu juga menahan tawa karena Arya yang mendapat serangan dari Kiara.
" Apa kalian," sahut Arya kesal menjadi bahan tawa akibat ulah Kiara.
" Anak itu benar-benar mempermalukan ku," batin Arya yang kesal dengan Kiara.
*********
Kevin sibuk bekerja di ruangannya apalagi jika tidak fokus pada laptopnya. Kevin mengambil berkas yang ada di samping laptopnya saat mengambilnya Kevin melihat paperbag yang di berikan Kiara tadi siang.
Kevin mengambilnya dan mengeluarkan isinya. Melihat kotak makanan persegi panjang. Setelah melihat cukup lama. Kevin akhirnya membuka isinya yang ternyata spageti. Lengkap dengan sumpitnya.
Kevin mencium aroma makanan itu. Seperti seorang Chef yang meneliti penampilan luar makanan sebelum di makan.
Memang benar kata Kiara tadi itu adalah makanan yang di pesankan kliennya. Tetapi memang Kevin tidak memakannya. Kerena tidak biasa makan dengan apa yang di berikan orang lain.
Tanpa menunggu lama Kevin langsung mengambil makanan itu dengan sumpit dan langsung mengunyahnya.
Mulutnya mengunyah seperti meneliti rasa dari makanan itu. Tapi sepertinya cocok di lidah Kevin sampai Kevin memakannya lagi.
Sebenarnya Kevin bukan tipe laki-laki yang suka makan dari makanan kotak. Atau makanan dari tempat apapun selain dari piring.
Dia cukup pemilih dalam makanan, dari jenis makanan, tempat dan lainnya. Mungkin terbawa dari masa kecilnya yang serba higenis di dalam keluarganya.
Tetapi apa yang baru di dapatkannya dari Kiara. Sangat tertarik untuk di makannya. Kiara benar dia memang belum makan siang sama sekali. Jadi makanan yang di berikan Kiara cukup membantu dan mengisi perutnya sampai makanan itu habis.
************
Kiara yang siap-siap ingin bekerja menuruni anak tangga dengan stelan rajut berwarna krim dan rok kembang sepanjang pahanya. Dengan tas yang di silangkan di dadanya.
" Ma, Kiara berangkat dulu," ucap Kiara pamit pada mamanya yang sedang mencuci piring di dapur.
" Kiara tunggu sebentar," sahut Sahila. Mematikan keran air dan melap tangannya.
" Ada apa ma?" tanya Kiara menghampiri mamanya.
" Sayang sebelum pergi kamu antar ini dulu, untuk kak Rangga. Tadi dia buru-buru dan tidak sempat sarapan," ucap mamanya memberikan bekal untuk putranya.
__ADS_1
" Ihhhhh, mama males banget, lagi pula tumbennya nggak sarapan, ngerepotin aja," rengek Kiara yang malas jika harus bertemu kakanya.
" Sayang sudahlah, kasian kakak, kamu dia pasti belum sarapan, ayo sana," bujuk Sahila.
" Ya sudah, kak Rangga di mana?" tanya Kiara tidak ikhlas.
" Rangga lagi di Hotel mempersiapkan syuting dengan model hotel, kamu Kesana ya," ucap mamanya.
" Hotel Lexus?" tanya Kiara mengkerutkan dahinya.
" Benar sayang. Hotel yang akan di resmikan," jawab Sahila, jelas hal itu membuat mood Kiara semakin burung.
" Ishhhhh, kenapa juga harus di sana," protes Kiara jelas tidak suka.
" Sayang sudahlah jangan mengeluh terus, ayo sana!" titah Sabila.
" Ya udah," sahutnya tidak ikhlas mencium punggung tangan mamanya dan mencium pipi mamanya.
" Assalamualaikum," ucap Kiara sebelum pergi.
" Walaikum salam," jawab Sahila melihat ke pergian putrinya.
" Hhhhhhhh," Sahila membuang napasnya perlahan melihat kelakukan putrinya.
***********
" Bagaimana perkembangan peresmian hotelnya?" tanya Kevin pada Arya di sampingnya sambil berjalan buru-buru.
" Hari ini akan ada pemotretan model untuk peresmian hotel, saya sudah mengecek persiapannya dan sepertinya tidak ada masalah," jelas Arya dengan yakin setelah mendapat kabar dari Danu.
*********
Hotel Lexus
Taxi yang di naiki Kiara sudah sampai di hotel tersebut. Ya dia harus menemui kakanya karena perintah mamanya untuk membawakan sarapannya.
Sebenarnya Kiara sangat malas harus menghampiri kakak nya belum lagi kakak nya juga berada di Lexus.
Kiara memasuki hotel yang akan di resmikan kalau dia tidak salah mendengar 5 lagi. Karena papa dan kakaknya sering membicarakan masalah itu.
Kiara mencari-cari di mana kakaknya. Banyak orang yang berpapasan dengannya. Dengan kesibukan masing-masing. Yang memang seperti terlihat report.
Setelah bertanya dengan salah satu orang yang di temuinya. Akhirnya Kiara menuju tempat pemotretan yang katanya kakanya sedang ada di sana.
" Ahhhhh, sial, kenapa Monika tiba-tiba seperti ini," desis Rangga kesal dengan temannya yang menjadi model.
Dengan tiba-tiba mengirim pesan wa dengan mudahnya mengatakan tidak bisa melakukan pemotretan awal karena masih berada di luar kota karena penerbangannya. di tunda.
Beberapa kali Rangga mengusap kasar wajahnya dan bahkan mengacak rambutnya frustasi. Dia sudah tidak tau lagi harus melakukan apa. Pemotretan harus di lakukan. Jika tidak papanya akan memarahinya karena tidak bejus bekerja.
" Di mana lagi aku harus mendapatkan model," gumamnya terus melihat kontak mencari temannya yang bisa menggantikan sementara Monika. Tetapi mendadak semua sibuk.
" Rangga bagaimana?" Teriak sang fotografer yang terus memegang kameranya.
Mereka juga sudah menunggu lama. Persiapan sudah di lakukan tetapi orang yang di foto tidak juga muncul.
" 1 jam lagi," sahut Rangga dengan entengnya.
__ADS_1
Akhirnya Kiara melihat kakanya setelah lelah mencari.
" Ah, itu dia kak Rangga," gumamnya kelelahan lalu menghampiri kakaknya yang terlihat stres.
" Kak," tegur Kiara.
" Apa lagi," sahut Rangga yang belum melihat adiknya.
" Galak amat," sahut Kiara kesal. Rangga pun melihat wanita tersebut.
" Kamu ternyata," sahut Rangga kesal.
" Issstt nih, sarapan dari mama," ucap Kiara kesal memberikan bekal tersebut pada kakaknya.
" Taro aja situ," sahut Rangga yang tanpa mempedulikan Kiara.
" Issss," desis Kiara meletakkan di atas meja.
" Sok sibuk," batin Kiara
" Rangga, gimana?" tanya fotografer.
" Bentar," sahut Rangga terus mengulur waktu.
" Ngapain di tunggu lagi, orangnya juga udah ada," sahut fotografer melihat ke arah Kiara.
Sementara Kiara sibuk melihat-lihat di sekitarnya dengan kepalanya berputar tanpa mendengarkan omongan fotografer tersebut.
" Maksudnya?" tanya Rangga bingung.
" Kau ngapain nahan-nahan modelnya, ini kan modelnya," ucap fotografer menunjuk Kiara. Kiara bingung dengan maksud fotografer. Rangga juga bingung sampai membulatkan matanya.
" Ya biasalah, kalau cantik memang pasti lama," ucap fotografer lagi membuat Kiara dan Rangga saling melihat.
" Woy, sini bawa nih buruaan," panggil fotografer tersebut dengan melambaikan tangannya. 2 wanita pun menghampirinya
" Ayo bawa dia ganti baju. Dah mepet waktunya," ucap fotografer dengan cepat.
" Maksudnya apa apaan?" tanya Kiara bingung melihat ke arah kakaknya.
Rangga juga bengong, seketika mulutnya langsung tidak bisa berbicara.
" Ayo nona," ajak 2 wanita itu langsung membawa Kiara memegang tangan kiri dan kanan Kiara.
" Kak Rangga ini maksudnya apaan," teriak kaira terus menengok kebelakang ke arah kakaknya.
" Kenapa jadi seperti ini," desis Rangga mengacak rambutnya.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...
__ADS_1