Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 135 bertemu.


__ADS_3

Kiara hari ini menjaga chofee shop bersama Rachel. Semenjak Rachel mengetahui rahasia terbesar adiknya. Mereka menjadi akrab mendadak seperti sekarang ini Kiara menemani Rachel menjaga usaha keluarganya itu.


Kiara juga tampak bersemangat melayani para pembeli dari mulai meracik kopi sampai mengantar- ngantar kemeja. Dia melakukan dengan semangat dan pastinya dengan senyum cerianya. Yang memang selalu di tampilkan nya.


Jika tersenyum seperti itu. Dia memang akan semakin cantik dan pengunjung akan semakin ramai. Menikmati kopi sambil melihat senyum Kiara.


Ting.


Tangannya harus berhenti meracik kopi ketika melotkan notif wa masuk. Kiara langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam kantung celemeknya dan melihat pesan yang masuk.


Senyumnya bertambah lebar. Ketika melihat pesan wa dari sang pacar.


" Aku akan pulang hari ini. Kemungkinan akan berangkat malam," tulis Kevin dalam pesannya. Kiara tampak menghitung jarinya sepertinya menghingtung waktu kapan tibanya Kevin di Indonesia.


" Kamu tidak merespon apa-apa?" tanya Kevin yang ternyata menunggu tanggapan Kiara. Kiara sibuk menghitung waktu. Sampai telat membalas pesan. Padahal sang pacar sudah menunggu jawabannya.


" Aku senang kamu pulang. Aku tidak percaya jika akhirnya kamu pulang," jawab Kiara.


" Iya. Aku hanya memberi tahu. Tunggu aku. Begitu aku pulang. Aku akan langsung menemuimu," ucap Kevin. Kiara semakin tersenyum lebar mendengarnya.


" Iya aku pasti menunggumu. Aku akan membuatkan mu makanan yang kamu sukai," balas Kiara yang sudah punya ancang-ancang di kepalanya.


" Aku semakin tidak sabar. Tunggulah aku sebentar lagi," ucap Kevin.


" Pasti, kamu hati-hati jika dalam perjalanan," pesan Kiara.


" Iya. Kamu juga hati-hati di sana jika beraktivitas," jawab Kevin.


" Pasti!" tulis Kiara.


" Baiklah, aku lanjutkan dulu pekerjaanku. Nanti kalau sudah mau berangkat. Aku mengabarimu," ucap Kevin.


" Iya," jawab Kiara.


" I love you 💝💝," ucap Kevin


" I love you to 💝💝," jawab Kiara.


Kiara langsung memeluk ponselnya begitu chatingan mereka berakhir. Dia benar-benar sangat bahagia. Akhirnya Kevin pria yang ditunggu-tunggu pulang juga.


Tanpa Kiara sadari Rachel sedari tadi di belakangnya dan mungkin Rachel juga mengintip chatingan Kiara dan juga Kevin.


" Ehemm," tegur Rachel, menyenggol punggung Kiara dengan lengannya sampai Kiara goyang


sedikit.


" Ishhh, kak Rachel," ucap Kiara langsung memasukkan kembali ponselnya ketempatnya.


" Senyam-senyum, kenapa apa dapat pesan dari pacar," goda Rachel tampak sewot.


" Kepo," sahut Kiara.


" Ishhhh, ya jelas kepo lah, gini nih. Kalau sudah pacaran jadi senyum-senyum sendiri kayak orang gila," ucap Rachel memutarkan jarinya di depan wajah Kiara


" Ya bagaimana aku tidak senyum. Kevin akan pulang," sahut Kiara dengan semangatnya.


" Kevin akan pulang?" tanya Rachel. Kiara mengangguk.

__ADS_1


" Makin parah dong," ucap Rachel. Membuat Kiara mengkerutkan dahinya.


" Kok makin parah?" tanya Kiara aneh.


" Dia nggak ada aja. Kamu sudah bucin nya minta ampun. Gimana dia ada. Kamu pasti akan semakin bucin kepadanya," tebak Raquel.


" Ishhh, kakak mah. Kau nggak segitunya kali," sahut Kiara yang langsung membantah.


" Nggak segitunya gimana. Tuh sangat kelihatan dari wajah kamu," ucap Rachel dengan menyipitkan matanya meneliti eksperesi wajah adiknya seperti pakar ekspresi.


" Itu mah pikiran kakak aja. Tapi kenyataan aku kayak gitu. Aku pacaran sama Kevin itu positif," jelas Kiara menegaskan.


" Iya lah, asal benar saja," sahut Rachel mengangguk-angguk.


" Bye the way. Kakak sendiri bagaimana. Mana pacar kakak. Bukannya kakak nggak pernah jomblo ya," ucap Kiara yang tiba-tiba saja menanyakan hal itu. Padahal dia tidak pernah kepo dengan urusan orang lain. Apalagi membahas masalah asmara orang lain. Itu nggak dia amat.


" Tapi kali ini sudah jomblo," jawab Rachel dengan wajah kesalnya. Tampaknya manganya yabg terakhir membuatnya kesal. Sampai eksperesi nya seperti itu.


" Ohhhh, jomblo tuh. Pantas saja sewot dan rada-rada iri," sahut Kiara dengan nada menyindir. Membuat Rachel langsung menatap horor.


" Maksud kamu apa. Eh jangan mentang-mentang punya pacar. Jadi bicara sembarangan. Jangan menghina kaum jomblo ya," sahut Rachel yang tiba-tiba emosian.


" Issshhh, kakak apa-apaan sih lebay amat. Aku aja nggak mikir apa-apa," sahut Kiara mengelak. Padahal dia memang sedang mengejek sang kakak.


" Bohong tuh kamu, wajah kamu itu jelas menunjukkan kalau kau sedang mengejek kakak," tegas Raquel.


" Sok tau," sahut Kiara menahan tawanya. Dia seakan sangat bahagia dengan Rachel yang emosian.


" Ishhh," desis Rachel yang mengambil buku menu dan memukulkan pada lengan Kiara.


" Kak, sakit," keluh Kiara mengusap-usap lengannya dan ingin membalasnya.


" Maaf, benar nona yang bernama Kiara?" tanya Pria tersebut mengarahkan telapak tangannya pada Kiara. Menanyakan dengan sopan.


" Iya benar saya Kiara," jawab Kiara gugup dan melihat kakaknya seakan ingin bertanya siapa Pria itu.


" Jika tidak keberatan mari ikut dengan saya," ucap Pria itu membuat Kiara semakin bingung dan Rachel kaget dengan ajakan Pria itu.


" Apa-apan kamu mengajak main pergi adik saya sembarangan. Memang kamu siapa?" tanya Rachel yang tampak kesal.


" Siapa dia kenapa dia mengajakku malah ikut dengannya. Mengajaknya juga terlihat santai," batin Kiara dengan heran..


" Saya asisten pribadinya tuan Mitra Winata," ucap Pria tersebut memperkenalkan siapa dia. Rachel dan Kiara kaget mendengarnya. Kiara bahkan kesulitan menelan salavinanya dan dia mulai panik seketika.


" Apa asisten Mitra Winata," batin Rachel yang langsung gelisah.


" Tuan Mitra Winata ingin menemui anda dia menunggu di perpustakaan depan," ucap Pria itu lagi menyampaikan apa yang di perintahkan tuannya.


" Kenapa om Winata ingin menemuiku?" tanya Kiara di dalam hatinya. Penuh kepanikan. Kiara menoleh ke arah kakaknya seakan minta pendapat dengan kakaknya. Rachel menggedikkan bahunya. Dia juga tidak tau harus menanggapi seperti apa. Yang jelas dia juga merasa khawatir.


" Maaf nona, apa bisa menemui Tuan saya sebentar?" tanya Pria itu memastikan.


" Sudahlah Kiara kamu temui aja dulu," ucap Rachel memberi saran. Kiara mengangguk-angguk ragu.


" Saya tunggu di luar," ucap Pria itu menundukkan kepalanya dan langsung keluar.


" Kak kenapa om Winata ingin menemuiku?" tanya Kiara cemas.

__ADS_1


" Kakak juga tidak tau apa dia tau. Kalau kamu punya hubungan dengan Kevin," ucap Rachel menebak-nebak dengan kegugupan.


" Aku juga tidak tau kak. Kalau iya pasti Kevin bicara sesuatu," jawab Kiara tambah panik. Tangannya bahkan sudah berkeringat dan bergetar.


" Ya sudah lah Kiara. Kamu temui aja dulu. Kamu jangan mikir aneh-aneh. Kamu harus tenang dan kamu tau kan apa yang harus kamu jawab. Jika kamu masih ingin merahasiakannya. Kamu rahasiakan. Pokoknya kamu Taulah harus menjawab apa. Intinya. Kamu tidak boleh gugup," ucap Rachel memberi adiknya sedikit masukan.


" Iya kak, sebaiknya aku temui dulu om Winata," sahut Kiara sambil membuka celemeknya dan meletakkan di meja.


" Kamu jangan gugup ya," ucap Rachel memberi saran lagi. Kiara mengangguk-angguk.


" Aku pergi dulu," ucap Kiara pamit. Rachel mengangguk dan melihat adiknya pergi.


Karena panik Rachel menyusul sampai depan pintu cofee shop dan melihat melihat adiknya bersama pria tadi menyebrang jalan yang pasti menuju perpustakaan.


" Semoga saja. Tidak terjadi apa-apa pada Kiara. Kasihan dia jika hal itu terjadi padanya. Kenapa juga orang seperti Kiara. Harus mengalami semua ini," batin Rachel dengan tangannya yang saling mengatup.


Dia benar-benar sangat takut jika sang adik kenapa-kenapa. Jelas dia takut. Karena hal itu. Bukan hal yang mudah. Sang adik yang harus berurusan dengan keluarga Mitra Winata.


************


Kiara berjalan perlahan menuju perpustakaan dan Pria yang tadi memanggilnya berjalan di depannya yang mungkin menunjukkan di mana tuannya.


" Ya Allah semoga tidak terjadi apa-apa. Aku tidak tau kenapa tiba-tiba. Tapi aku mohon berikan aku ketenangan aku benar-benar sangat gugup," batin Kiara yang sedari tadi hanya berdoa.


" Silahkan nona," pria itu mempersilahkan Kiara pada Mitra Winata yang duduk santai menunggunya dengan secangkir kopi di mejanya.


Kiara yang melihat Winata 5 meter darinya semakin dek-dekan. Perasaannya semakin tidak tenang. Ketika melihat sangat dekat pria yang menakutkan itu.


" Ayo nona!" tegur pria itu lagi ketika Kiara masih diam saja. Kiara mengangguk dan langsung berjalan dengan perlahan. Kehadapan Mitra Winata.


Jantung Kiara semakin tidak aman ketika sudah berada di depan Mitra Winata dan Kiara langsung menundukkan kepalanya memberi sapaan.


" Terima kasih sudah membawanya kemari," ucap Winata pada asistennya. Mendengar suara dingin itu membuat Kiara semakin takut


" Kalau begitu saya permisi dulu tuan," ucap Pria itu berpamitan. Mitra Winata mengangguk dan Pria itu pun pergi.


" Kamu yang bernama Kiara?" tanya Winata melihat Kiara. Kiara mengangkat kepalanya dan menatap takut-takut pada Winata.


" Benar pak," jawab Kiara duduk.


" Mari duduk jangan berdiri saja," ucap Winata dengan senyum. Tetapi senyum itu sangat menakutkan untuk Kiara. Tetapi Kiara pun akhirnya duduk dan kembali dia hanya berusaha untuk tenang dan terlihat benar-benar santai.


" Kamu mau minum apa?" tanya Mitra Winata menawarkan.


" Tidak usah pak," jawab Kiara yang menunduk gugup.


" Tidak apa-apa. Kamu katakan saja. Perpustakaan ini adalah milik saya. Jadi tamu saya akan di layani dengan baik," ucap Winata. Mendengarnya Kiara cukup kaget. Karena dia juga baru tau kalau perpustakaan yang sering di kunjungi adalah milik Lexus.


" Kamu mau teh biar saya suruh pelayan membuatnya?" tawar Winata lagi. Kiara mengangguk pelan. Dia takut jika menolak akan membuat Winata tersinggung.


Winata pun langsung memanggil pelayan dan memerintahkan untuk membuatkan Kiara teh.


" Aku tadi melihat-lihat data perpustakaan ini. Kamu termasuk pengunjung langganan dan yang paling sering datang membaca buku dan meminjam banyak buku. Penjaga perpustakaan mengatakan. Kamu bahkan bisa menghabiskan 1 harian membaca buku di perpustakaan ini," ucap Winata. Kiara dia saja dengan perasaannya yang takut-takut.


" Kamu suka membaca?" tanya Winata.


" Iya pak," jawab Kiara gugup.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2