Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Episode 26


__ADS_3

Clarissa terus melihat dari kaca spion bagaimana Alana dan Kiara yang seperti sangat akrab.


" Fokuslah menyetir," celetuk Kiara yang sadar bahwa dia di lihati.


" Kau pikir aku supir mu," sahut Clarissa kesal. Kiara hanya menggedikkan bahunya.


" Bukan berarti aku masuk mobilmu, aku akan bisa di bujuk masuk universitas mu," sahut Kiara dengan pelan. Membuat Clarissa kesal.


Ya dia memang mengharapkan apa yang di katakan Kiara. Tetapi sebagai wanita yang berwibawa seakan harga dirinya turun karena bocah seperti Kiara yang terus berbicara sembarangan kepadanya.


" Dasar, bocah ingusan, bisa-bisanya Kevin tertarik dengannya," batin Clarissa kesal. Mengingat adiknya pernah melihat Kiara dengan tatapan penuh arti.


" Kakak tidak akan kuliah lagi di universitas Lexus?" tanya Alana dengan mudahnya Kiara mengangguk cepat membuat Alana heran.


Tetapi Alana tidak ingin menanyakan alasannya karena sudah tidak sempat. Karena mereka sudah memasuki komplek perumahan.


Clarissa, Alana, dan Kiara sama-sama turun.


" Terima kasih, nona Clarissa sudah mengantarku," ucap Kiara tersenyum. Clarissa hanya menanggapi jutek. Dia tau wanita yang di depannya itu tersenyum juga tidak ikhlas.


" Ayo Alana, masuk!" Ajak Clarissa yang berjalan terlebih dahulu.


" Daaaaa, makasih untuk tadi," ucap Alana melambaikan tangannya dan buru-buru masuk rumahnya. Kiara hanya tersenyum dan juga ikut melambaikan tangannya.


" Apa dia sesenang itu hanya karena tidur. Lagi pula kakaknya datang sebagai perusuh," batin Kiara kesal lalu masuk kerumahnya.


***********


Malam hari tiba Kevin keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju mandi. Mata Kevin mengarah kepada pintu menuju pagar sepertinya dia ingin melihat Kiara.


Ya dengan langkah pelan dia mendorong tirai pintu itu dan melihat ke arah kamar Kiara.


Kiara yang memasuki kamarnya. Meletakkan tasnya di atas tempat tidur.


" Kenapa cuacanya sangat panas?" gumam kiara yang merasa kegerahan.


" Sebaiknya aku mandi," ucapnya dengan cepat Kiara membuka pakaiannya tanpa menyadari jika horden di pintu teras kamarnya.


Uhuk uhuk, uhuk


Kevin langsung terbatuk saat menyaksikan hal itu dan dengan cepat menutup tirai pintu itu.


" Apa yang aku lakukan," batin Kevin yang merasa dirinya benar-benar bodoh seperti mengintip seorang wanita yang berganti pakaian.


Tok-tok-tok-tok.


Kevin memenangkan pikirannya dan kembali fokus ketika mendengar ketukan pintu kamar itu.

__ADS_1


Kevin menarik napas dan menghembuskannya ke depan membuka pintu kamarnya yang ternyata mengetuknya adalah pelayannya.


" Ada apa?" tanya Kevin.


" Tuan Winata sedang menunggu di ruang keluarga," ucap pelayan tersebut.


" Hmmmm, baiklah, aku akan kesana?" jawab Kevin. Sebelum pergi sang pelayan menundukkan kepalanya.


Setelah berganti pakaian Kevin menuju ruang keluarga yang ternyata anggota keluarga juga berkumpul di sana. Kevin menundukkan kepalanya kepada papanya dan mengambil posisi duduk di samping kakanya Evan.


" Hmmm, baiklah kalian sudah berkumpul semuanya," ucap Winata yang akan memulai maksud dan tujuannya mengumpulkan anak dan istrinya.


" Kevin," tegur Winata.


" Iya pa," sahut Kevin.


" Bagaimana dengan peresmian hotel Lexus. Hanya tinggal 4 hari lagi?" tanya Winata mengingatkan.


" Semuanya lancar, dan peresmiannya akan tetap di adakan 4 hari lagi. Arya dan beberapa orang yang mengambil alih dalam proyek itu sudah mengatur dengan baik," jelas Kevin.


" Baiklah jika seperti itu," sahut Winata cukup merasa puas, " Janika," tegur Winata.


" Iya mas," sahut Janika.


" Kamu urus pesta peresmian hotel itu dari makanan dan dan dekor dan yang lainnya," perintah Winata.


" Dan kamu Clarissa, urus tamu yang akan datang. Segera kirim undangan dari semua rekan bisnis Group Lexus dan Yayasan. Semua rekan bisnis di dalam negri maupun di luar negri dan tamu-tamu penting lainnya!" perintah Winata.


" Baik pa," jawab Clarissa.


" Evan, Alan, kalian juga atur apa-apa aja yang penting. Jangan ada kesalahan sedikitpun. Semua harus sebagus mungkin," tegas Winata


" Iya pa," sahut Alan dan Evan serentak.


" Kalian semua ingat, banyak tamu penting yang akan datang dari luar maupun dalam Negri jadi sewaktu menghadiri acara nanti bersikap ramah kepada siapa saja, layani tamu sebaik mungkin," jelas Winata mengingatkan. Mereka hanya mengangguk.


" Aku harus tampil sempurna agar terlihat mencolok. Biar orang-orang tau aku istri kesayangan mas Winata," batin Mariana istri ke-3 nya dengan tersenyum.


" Aku harus menunjukkan kepada orang-orang jika aku yang berperan penting dalam peresmian hotel ini," batin Janika.


" Perayaan pembukaan hotel juga sebagai memperingati kematian Alm ibu Kevin dan Evan. Jadi semuanya harus sebaik mungkin, aku ingin sesempurna mungkin," ucap Winata mengingatkan.


Semua mengangguk. Memang keluarga itu terbiasa memperingati hari kematian istri pertama Winata. Winata memang selalu mengingat kematian istrinya yang bertepatan dengan ulang tahun ALM istrinya.


Istri pertamanya menurutnya sangat sabat. Karena sabar. Makanya dia akan memberi kesepesialan walau sudah mati. Dan semua anggota keluarga termasuk istri ke-2 dan ke-3 nya akan menghormati hal itu.


***********

__ADS_1


Setelah pembahasan selesai Kevin kembali kekamarnya. Mengingat peresmian hotel dia pasti mengingat hari ulang tahun mamanya yang bertepatan dengan hari kematian mamanya.


Sedih pasti tapi Kevin tidak bisa mengungkapkan kesedihannya dengan bercerita. Dia hanya bisa berbicara dari hatinya yang diam.


Kevin duduk di pinggir ranjangnya dan mengambil bingkai foto sang mama. memanggang bingkai foto mamanya. Sekedar menatap dan mengusap foto itu tanpa mengatakan apapun.


Kevin kembali meletakkannya dan melihat di samping foto itu ada coffee dan kue yang di berikan Kiara tadi yang memang belum sempat di makannya.


Kevin mengambilnya, memegang kue tersebut mengendusnya. Ragu untuk memakannya. Tetapi akhirnya memakan ujung kue tersebut. Kevin mengamati rasanya di dalam mulutnya dan memakan lebih banyak lagi.


Bahkan dia tersenyum saat memakannya kue yang menurutnya enak tersebut. Kevin juga mencoba coffee tersebut walau sudah dingin tetapi dia harus mengakui itu sangat enak.


Kevin mengangguk-angguk seperti menikmatinya dan bahkan kesedihannya hilang ketika memakan pemberian Kiara. Matanya menoleh ke arah pintu teras itu. Tetapi tidak berminat Kesana.


Takut jika dia kembali melihat hal yang tidak seharusnya di lihat.


" Dia sangat ceroboh," ucap Kevin tetap menikmati makanannya.


**************


Kiara di dalam kamarnya menelpon Robert yang dulu mengurusnya di universitas di Lexus yang ada di Paris.


📞" Aku butuh dana itu, aku mau kuliah secepatnya. Bukannya kau mengatakan itu adalah hak ku," ucap Kiara dalam telponnya.


📞" Tapi dana itu sudah tidak ada bersama ku Kiara," sahut Robert jauh di ujung sana.


📞" Apa kau sudah memberikannya kepada orang lain?" tanya Kiara yang kecewa sedikit.


📞" Tidak dana itu di pegang oleh, adiknya Bu Clarissa, tuan Kevin," jawab Robert membuat Kiara kaget.


📞" Kevin, apa dia tau masalahku dengan universitas," batin Kiara.


📞" Jadi jika kau mau dana itu, kau bisa menemuinya dan bicaralah baik-baik aku yakin dia akan memberikannya," sahut Robert memberi saran.


📞" Oh begitu, baiklah, aku akan coba," ucap Kiara menutup telponnya.


" Jadi dana itu ada bersamanya. Tapi masa iya aku harus memintanya," batin Kiara yang kebingungan.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2