Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 126 saling merindukan.


__ADS_3

Kiara dan keluarganya juga sedang menikmati sarapan bersama. Rachel yang duduk di depan Kiara. Tampak melihat Kiara terus menerus.


Sampai Kiara yang menyadari jika kakaknya Rachel yang terus melihatnya. Rachel memang sangat penasaran dengan adiknya itu. Jadi wajar saja dia terus melihati Kiara seperti akan menemukan sesuatu.


" Apaan sih kak Rachel. Kok sampai segitunya melihat ku, apa dia masih kepikiran dengan masalah kemari," batin Kiara yang risih dengan Rachel.


" Kiara bagaimana proses ujian kamu. Apa semuanya lancar?" tanya Danu di sela-sela makan sambil melihat ke arah Kiara.


" Lancar pa. Papa tenang aja. Semuanya baik-baik aja kok," jawab Kiara.


" Memang kapan ujiannya akan di laksanakan," Sahu Rangga bertanya.


" Bulan depan kak. Soalnya ada pengunduran. Jadi ditunda sampai bulan depan," jawab Kiara.


" Setelah ujian selesai akan langsung masuk kuliah. Atau ada proses lagi?" tanya Rangga.


" Hmmmm, kalau sudah lulus. Kayaknya sih langsung menunggu pengumuman kapan masuk. Mungkin sih. Tapi semoga aja seperti itu," jawab Kiara.


" Kalau kakak beneran keterima. Berarti kakak akan ke Luar Negri lagi dong?" sahut Zavier dengan wajahnya yang cemberut.


" Ya. Kakak akan kembali ke Luar Negri. Tidak lama kok. Palingan sekitar. 1 setengah tahunan," jawab Kiara


" Apa kakak tidak bisa tinggal di Indonesia saja. Jangan tinggal di luar Negri," ucap Zavier yang benar-benar tidak ingin. Jika kakaknya akan kembali ke Luar Negri lagi.


" Memang kenapa Zavier tumben amat," sahut Rangga.


" Ya Zavier sedih aja. Kalau kakak tidak tinggal bersama kita lagi," sahut Zavier dengan wajah cemberutnya.


" Zavier kakak kamu itu ke Luar Negri untuk pendidikan. Jadi seperti pepatah yang mengatakan. Kejarlah ilmu sampai ke negeri Cina. Jadi kalau kakak kamu ke Luar Negri untuk pendidikan seharunya kamu bahagia dan bangga. Bukan malah sedih seperti itu," sahut Sahila.


" Lagian apaan sih. Alay banget. Nggak biasanya juga kayak gitu," sahut Ziva.


" Sudahlah. Zavier. Makanya kamu rajin belajar. Biar bisa kuliah di Luar Negri. Kalian juga sebentar lagi. Akan ujian akhir semester bukan. Jadi kamu harus belajar yang benar. Agar nilai kamu bagus," ucap Kiara memberi saran adiknya.


" Benar kata kakak kamu. Kamu harus rajin belajar. Agar bisa kuliah di tempat yang bagus dan menjadi orang yang benar," sahut Danu menambahi. Dia memang selalu memberikan kata-kata masukan itu pada anak-anaknya.


" Iya pa," jawab Zavier tetap lesu.


" Oh iya Kiara. Bagaimana dengan orang yang mengurus keperluan kamu. Kamu belum memperkenalkannya sama mama," ucap Sahila tiba-tiba membuat Kiara melotot terdiam dan menelan salavinanya.


" Mengurus Kiara. Apa maksud mama," batin Rachel kebingungan.


" Memang siapa yang mengurus Kiara," sahut Rachel tiba-tiba.


" Kak Rachel. Kenapa harus di tanya lagi, bikin ribet aja," batin Kiara geram dengan kakaknya.


" Memang mengurus apa?" sahut Rangga yang juga penasaran.


Kiara melihat semua orang yang tampak melihatnya dengan menunggu jawaban yang keluar dari mulutnya.


" Oh, itu," sahut Kiara menjadi gugup.


" Apaan sih Kiara. Kayak main rahasia-rahasian segala," sahut Rachel.


" Kak Rachel kenapa sih. Kok belakangan suka banget mojoki aku," batin Rachel.


" Kiara. Kenapa diam?tanya Rachel lagi yang memang terlihat mendesak adiknya.

__ADS_1


" Ya itu yang mengurus beberapa keperluanku saat mendaftar di universitas Harvard," ucap Kiara yang menjawab dengan cepat agar semua orang tidak semakin curiga dengannya.


" Siapa orangnya?"tanya Rachel penasaran.


" Teman, teman Kiara," jawab Kiara singkat.


" Memang siapa?" tanya Rachel lagi yang tampak kepo.


" Apaan sih kak Rachel. Banyak tanya dari tadi, dia memang sangat aneh. Selalu pengen tau," batin Kiara yang benar-benar kesal dengan Rachel.


" Nanti kakak juga tau siapa orangnya. Dia masih sibuk. Jadi nanti kalau ada waktu akan bertamu kerumah kita," jawab Kiara yang terlihat santai.


" Apa itu Kevin ya," batin Rachel yang tampak menebak-nebak.


" Cowok apa cewek?" tanya Rachel yang benar-benar penasaran.


" Apaan sih kak Rachel kepo amat," sahut Ziva.


" Tau, banyak nanyak dari tadi. Sudah di bilang nanti akan bertamu kerumah. Jadi jangan di tanya lagi," sahut Rangga yang seakan mengamankan suasana. Membuat Kiara merasa lega. Dengan helaan napasnya.


" Syukurlah ada juga yang mengakhiri semuanya," batin Kiara benar-benar bernapas lega.


" Aku yakin pasti ada hubungannya dengan Kevin. Kiara pernah bilang dia tidak akan bisa kuliah di tempat lain. Jika tidak ada persetujuan dari universitas Lexus. Dan Kiara juga pernah bilang jika pimpinannya sengaja menghalang-halanginya. Kalau Kiara tiba-tiba bisa kuliah di tempat lain. Pasti ada orang dalamnya dan banyak kemungkinan itu adalah Kevin. Mereka memang benar-benar memiliki hubungan yang special. Aku sangat yakin itu," batin Rachel yang masih mengumpulkan banyak teori untuk menarik kesimpulan dari hubungan adiknya dan juga Kevin seorang Ceo dari perusahaan di mana papanya bekerja.


" Ya sudah kita lanjutkan sarapan kembali," sahut Danu. Yang lain mengangguk dan kembali melanjutkan sarapan mereka.


" Untung tidak ada yang bertanya lagi. Kalau tidak aku mau jawab apa," batin Kiara yang merasa lega. Tetapi Rachel masih terus melihatnya dengan tatapan yang ingin mengetahui sesuatu.


*********


Selesai menyelesaikan pekerjaannya. Kevin kembali ke Apertemen miliknya yang ada di Jerman. Kevin membuka jasnya. Meletakkan di atas tempat tidur, melonggarkan dasinya. Lalau membuka kancing lengan bajunya. Melipatnya keatas.


Sementara di Indonesia di kamar Kiara terlihat kosong dan terdengar suara air dari dalam kamar mandi yang kemungkinan Kiara sedang ada di dalam kamar mandi.


Krekkkk.


Tiba-tiba pintu terbuka yang ternyata Rachel sedang memasuki kamar itu. Kepala Rachel duluan masuk terlebih dahulu. Melihat di sekitar dulu. Baru melangkah masuk kedalam.


" Kiara pinjam hair dryer," ucap Rachel tampak menguatkan volume suaranya agar Kiara mendengarnya.


" Iya ambil saja," jawab Rachel sendiri. Dia yakin Kiara pasti tidak mendengarnya. Karena suara air yang ribut.


Rachel langsung melangkah kemeja rias Kiara dan langsung mengambil hair dryer milik Kiara.


Drattt drrrt tiba-tiba ponsel Kiara yang berada di atas tempat tidur berdering.


" Kiara. Ada yang menelpon," teriak Rachel. Tidak ada sahutan dari Kiara.


" Apa dia mendengarnya. Mana mungkin," oceh Kiara. Yang akhirnya memutuskan mendekati ranjang dan mengambil ponsel itu. Belum mengambil Rachel sudah melihat panggilan masuk yang dari Kevin.


" Kevin," lirih Rachel kaget.


" Apa itu Kevin anak tetangga depan," tanya penasaran.


" Sepertinya memang itu Kevin yang ada di depan," batin Rachel yang penasaran.


Ingin mengambil ponsel itu untuk memastikannya. Tiba-tiba suara air mati. Rachel langsung menjauhkan ponsel itu dan pura-pura sibuk. Kiara pun keluar langsung dari kamar mandi dengan piyama tidurnya.

__ADS_1


" Tuh ponsel kamu bunyi," ucap Rachel.


" Lalu kakak ngapain di sini?" tanya Kiara heran.


" Nih, pinjam. Oke aku pergi dulu," ucap Rachel yang langsung melangkah pergi.


" Apaan sih aneh banget. Kerjanya minjam mu," desis Kiara yang tampak perhitungan. Mata Kiara langsung turun ketempat tidurnya dan melihat panggilan masuk yang ternyata dari Kevin.


Wajahnya langsung terlihat bahagia. Dan langsung dengan cepat mengangkat telpon itu.


📞" Hallo," sapa Kiara. Kevin yang jauh di sana. Tersenyum ketika mendengar suara kekasihnya.


📞" Hay, kamu apa kabar?" tanya Kevin tersenyum.


📞" Aku baik-baik saja. Kamu bagaimana apa kamu juga baik-baik saja?" tanya Kiara yang sekarang sudah berjalan keteras balkonnya dan menelpon di sana.


📞" Hmmm, aku baik-baik saja, sangat baik," jawab Kevin yang juga bangkit dari atas tempat tidur yang juga berjalan ke arah jendela.


📞" Bagaimana pekerjaan kamu apa semuanya lancar?" tanya Kiara.


📞" Semuanya lancar, tidak ada masalah," jawab Kevin.


📞" Lalu. Kapan aku akan pulang?" tanya Kiara yang tampaknya sudah merindukan Kevin. Kevin mendengarnya langsung tersenyum.


📞" Apa kamu merindukanku?" tanya Kevin yang terlihat menggoda Kiara.


📞" Kalau aku tidak merindukanmu. Bukannya itu hal yang aneh," jawab Kiara dengan satu tangannya di dadanya melihat ke arah kamar Kevin seakan akan ada Kevin di sana yang menelpon sambil melihatnya.


📞" Iya memang itu akan menjadi aneh. Selesai pekerjaanku. Aku akan pulang," jawab Kevin.


📞" Apa itu lama?" tanya Kiara.


📞" Tidak lama. Hanya sebentar," jawab Kevin.


📞" Aku akan menunggumu," ucap Kiara.


📞" Iya ketika aku pulang. Aku akan langsung menemuimu. Karena aku sangat merindukanmu," ucap Kevin membuat Kiara tersenyum lebar.


" Aku juga," sahut Kiara.


📞" Hmmm, Ya sudah kamu istirahatlah. Aku hanya menelponmu untuk menanyakan keadaanmu. Aku takut kamu marah. Kalau aku tidak mengabarimu," ucap Kevin yang memang semenjak sampai dia tidak menelpon Kiara dan hanya mengirim Kiara pesan. Itupun hanya sekali saat dia pertama sampai.


📞" Kamu benar. Aku pasti bertanya-tanya. Kenapa kamu tidak mengabariku. Tetapi sekarang aku sudah lega. Karena kamu sudah mengabariku," ucap Kiara.


📞" Ya sudah kamu istirahatlah. Tidur yang nyenyak," ucap Kevin lagi.


📞" Hmmm, kamu juga," sahut Kiara.


📞" Aku mencintaimu," ucap Kevin sebelum menutup telponnya.


📞" Aku juga mencintaimu," jawab Kiara dengan senyum mengembang.


📞" Selamat malam," ucap Kevin.


📞" Selamat malam," jawab Kiara dan dengan perlahan menutup telponnya.


Kiara yang berada di balkon terlihat bahagia karena baru mendapat telpon dari Kevin. Suatu hal yang sangat di nanti-nantinya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Kevin yang terlihat sangat bahagia. Dia merasa lega karena sudah mengabari Kiara. Karena dia tau Kiara akan merasa resah jika tidak di kabari. Maklumlah Kiara memang anaknya pemikiran.


Bersambung.


__ADS_2