
" Ada ala denganmu?" tanya Kevin heran.
" Aku. Memang ada apa denganku. Aku tidak kenapa-napa. Aku biasa saja," sahut Kiara dengan santai.
" Kenapa kau tidak mendengarkanku. Aku sudah menyuruhmu tetap di sana. Aku menyuruhmu di sana agar Arya dan 2 bodyguard itu bisa menjagamu. Kau pikir ini Jakarta yang bisa pergi dengan sesukamu. Bagaimana jika terjadi sesuatu denganmu. Kau sadar tidak kau menjadi pusat perhatian dan orang-orang menginginkanmu," ucap Kevin menekan suaranya.
Kevin malah memarahi Kiara tanpa tau Kiara sangat kesal dengannya.
" Kenapa kau bodoh sekali Kiara dalam situasi seperti ini. Kau sangat pintar dalam bidang akademik. Tapi dalam hal ini kau sangat bodoh dan sangat polos," teriak Kevin tidak bisa mengendalikan dirinya.
Kata-kata itu membuat Kiara sakit hati. Matanya bahkan bergenang dengan Kevin yang terus memarahinya dan bahkan mengatainya bodoh membuat dadanya semakin sesak.
" Iya aku memang bodoh dan sangat polos. Kebodohanku dan kepolosan ku membuatku membiarkan semuanya berjalan dengan mudah. Sampai aku tidak tau batas ku. Jika aku tau batasku. Atasanku tidak akan berbicara seperti ini kepadaku. Aku tidak akan memintanya untuk menjagaku. Aku juga tidak akan berani memintanya untuk menandatangani surat baik, aku juga tidak akan berani menghabiskan waktunya bersamaku. Aku baru menyadari jika aku memang bodoh sampai aku tidak bisa mengendalikan diriku," ucap Kiara membuat Kevin bingung.
" Apa maksudmu?" tanya Kevin.
" Aku yang salah membiarkan semuanya seperti ini. Aku berpikir terlalu jauh. Aku sudah membuat diriku bergantung padamu. Aku yang salah. Aku sudah melewati batasanku," ucap Kiara dengan air matanya yang jatuh.
Tidak ingin terlihat bodoh di depan Kevin yang merasa menyukai tetapi tidak terbalaskan. Kiara langsung pergi. Tetapi Kevin kembali menarik tangannya.
" Aku belum selesai bicara denganmu," ujar Kevin.
" Lepaskan tanganku," ucap Kiara kembali melepaskan tangannya tetapi Kevin menahannya.
Sampai Kiara benar-benar kesal dan mendorong Kevin sampai mantel yang dipegang Kevin jatuh dan Kevin mundur selangkah menjauh dari Kiara.
" Kiara," lirih Kevin.
Kiara menarik napasnya panjang dia ingin mengatakan semua ini tetapi tidak bisa mengatakannya.
" Aku membencimu Kevin," teriak Kiara yang akhirnya mengeluarkan kemarahannya.
" Kau tidak perlu ikut denganku kalau kau pada akhirnya meninggalkanku. Dan pergi dengan wanita itu. Kau tidak perlu bersikap seperti ini seolah-olah mengkhawatirkan ku. Padahal kau habis bersenang-senang dengannya. Aku benci semua ini. Aku benci diriku yang membiarkan semuanya berjalan, aku benci membiarkan perasaanku seperti ini," ucap Kiara yang berbicara dengan napasnya naik turun.
__ADS_1
" Kau mengatakan hanya sebentar. Tapi apa bahkan beberapa jam sampai saat ini juga tidak selesai. Apa gunanya aku di sana. Apa hanya melihat orang-orang minum. Melihat mu minum. Itu gunanya aku," lanjut Kiara yang sudah menunjukkan di mana letak masalahnya.
" Mereka memaksaku minum. Apa yang aku lakukan menghindar dengan segala alasan. Tetapi pikiranku kemana-mana," teriak Kiara lagi.
Kevin bisa melihat kemarahan di wajah Kiara. Kemarahan Kiara dengan apa yang terjadi. Kiara terus mengumpat dengan air matanya yang jatuh.
" Aku hanya memikirkan apa yang kau lakukan dengannya, aku hanya memikirkan kau dengan wanita itu," teriaknya menunjuk tepat di wajah Kevin dengan emosi semakin besar.
Kevin melangkah cepat mendekati Kiara. memegang ke-2 pipi Kiara membungkam mulut Kiara yang sedari tadi berteriak-teriak dengan mulutnya.
Sontak hal itu membuat Kiara kaget matanya sampai mau keluar saat Kevin menciumnya dengan penuh emosi.
Hanya mencium sebentar. Kevin melepasnya. Dan menatap dalam-dalam Kiara. Mata Kiara juga melihat ke-2 bola mata yang merah itu.
kening mereka saling menempel dan hidung mereka juga menempel dengan deru napas Kevin jelas terdengar sesak dengan wajah Kiara penuh kebingungan.
" Apa yang kau lakukan. Kau hanya membuatku bingung? tanya Kiara yang merasa hanya di permainkan.
" Dan kau membuat perasaanku berantakan. Kau harus bertanggung jawab dengan apa yang kau perbuat," ucap Kevin dengan suara seraknya.
Kevin tidak hanya mencium saja. Kali ini dia memperdalam ciumannya. Menggigit lembut bawah bibir Kiara agar Kiara membuka mulutnya.
Kiara yang tidak mengerti apa yang terjadi memejamkan matanya dan memberikan aksen untuk Kevin melakukan apa yang di inginkannya.
Kiara yang tadinya di penuhi kemarahan sekarang Kiara seakan bisa memahami sesuatu yang ingin di sampaikan Kevin dari bahasa tubuhnya.
Kevin yang mendapat izin semakin memperdalam ciumannya bahkan dia memajukan wajah Kiara lebih dekat kepadanya. Agar ciumannya semakin dalam.
Jika di katakan membuktikan. Iya Kevin mengetahui bagaimana perasaannya kepada wanita yang membuatnya sangat bodoh. Wanita yang membuatnya marah sampai tidak bisa mengontrol diri.
Dan malam ini tidak terkendalikan dia ingin Kiara benar-benar tau bagaimana perasaannya kepada wanita yang berhasil membuatnya seperti ini.
Jika dia jatuh cinta pada wanita itu. Iya sekarang Kevin mengakui jika memang itu adalah cinta. Kiara yang datang kedalam hidupnya memberi warna dalam hidupnya dan akhirnya dia mencintai wanita itu.
__ADS_1
Kiara yang juga hanyut dalam ciuman yang seakan memberikan penjelasan kepadanya memegang erat kemeja Kevin. Dia hanya mengikuti kemana Kevin menuntunnya. Jika ditanya jantungnya. Sekarang jantungnya berdebar tidak menentu.
Dia telah menyadari. Semua yang terjadi malam ini adalah kecemburuannya dan dia sangat marah kepada Pria yang sekarang menciumnya dengan lembut.
Ciuman terus berlanjut saling bertukar perasaan dengan gairah dan emosi masing-masing.
Dalam ciuman itu. Kevin juga kembali mengingat kejadian 1 tahun lalu. Dimana dia menyadari jika itu adalah wanita
yang sama dengannya malam ini.
Kevin tidak bisa melupakan kejadian itu. Makanya saat pertama kali bertemu Kiara dia sudah mulai ada perasaan yang aneh.
Dan sampai sekarang perasaannya semakin besar kepada wanita itu. Dan sekarang dia sudah merasa lega. Karena bisa menyampaikan perasaan itu.
Setelah beberapa menit berciuman saling bertukar perasaan. Kevin melepas ciuman itu. Kiara baru bisa bernapas. Dengan perlahan Kiara membuka matanya. Dengan napasnya yang masih tidak stabil.
Kiara menatap Kevin yang juga menatapnya. Ada rasa ketengan di hatinya saat Kevin menciumnya. Seakan-akan Kiara mendapat jawaban dari pertanyaannya.
Kevin yang terus menatapnya, mengusap lembut pipi Kiara dengan jarinya. Masih ada air mata di sana membuat Kevin mencium lembut pipi Kiara.
Kiara memejamkan matanya saat merasa hangat di pipinya. Kevin juga mencium kening Kiara. Membuat hati Kiara semakin berdebar. Tetapi Kiara tidak mampu mengeluarkan 1 katapun.
" Maafkan aku. Aku sudah meninggalkanmu. Seharusnya aku tidak mengabaikanmu. Seharusnya aku tidak mengingkari janjiku. Maaf kan aku sudah membuatmu marah. Maaf sudah membuat kecewa. Maaf sudah membuatmu bingung, maafkan aku telah merusak malam mu," ucap Kevin dengan tulus benar-benar meminta maaf pada Kiara yang sekarang masih diam saja dengan debaran jantungnya yang semakin kencang.
" Aku sangat mengkhawatirkan mu. Jangan membuatku khawatir," ucap Kevin lagi dengan lembut.
" Kenapa khawatir?" tanya Kiara yang memang harus tau alasannya. Dia tidak ingin terbawa suasana lagi.
" Aku tidak perlu menjawabnya. Kau tau alasannya Kiara. Kau adalah wanitaku. Dan tetap lah di sisiku sampai kapanpun," ucap Kevin meraihnya kepelukannya. Mendengar kata wanita membuat Kiara seakan mengerti.
" Aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi lagi," ucap Kevin memeluk erat. Setelah berpelukan.
Kevin melepasnya kembali dan mengambil mantelnya yang jatuh. Kevin langsung memakaikan ke tubuh Kiara yang pasti sangat menggigil.
__ADS_1
Bersambung