
" Aku belum mau pulang," jawab Kiara menolak permintaan Kevin.
" Kiara," tegur Kevin dengan napasnya yang masih sesak.
" Kevin kau masih emosi, wajahmu memerah, kau juga tidak mungkin menyetir dalam keadaan seperti ini," ucap Kiara menjelaskan alasannya untuk tidak ingin pulang sekarang.
Kevin menyandarkan tubuhnya di dingding kursi. Menghembuskan napasnya perlahan kedepan dan itu di lakukannya beberapa kali.
Benar kata Kiara, dia memang tidak bisa mengendalikan dirinya. Dia sangat marah dengan apa yang terjadi. Kecerobohan Kiara merupakan hal yang membuatnya seperti kesetanan.
Kiara meraih minuman itu dari tangan Kevin dan meminumnya Kevin hanya melihat Kiara yang meminumnya.
" Aku harus meminumnya ini pemberian Alana," ucap Kiara. Mendengar Alana Kevin melihat Kiara.
" Alana,"
" Hmmm, Alana adikmu," sahut Kiara membenarkan.
" Kau bertemu dengannya?" tanya Kevin.
" Iya aku bertemu untuk yang ke-2 kali dengannya. Saat aku ke sekolah dia memanggilku dan memberikanku minuman ini untuk menyemangati ku ujian," jelas Kiara.
" Begitu rupanya," sahut Kevin yang menanggapi datar. Kiara melihat Kevin sebentar seperti ada yang ingin di katakannya.
" Kau tidak terlalu dekat dengan adikmu?" tanya Kiara menyampaikan apa yang ada di pikirannya.
" Apa yang di katakannya kepadamu sampai kau harus menanyakan itu?" tanya Kevin kembali.
" Tidak. Dia tidak mengatakan apa-apa. Aku hanya merasa jika Alana jauh dari mu. Terlihat dari wajahnya dan caramu menanggapi apa yang aku katakan," jawab Kiara.
" Kiara, jangan terlalu jauh masuk kedalam keluargaku. Aku dan keluarga ku punya privasi yang tidak harus di katakan dan juga di ketahui orang lain," jelas Kevin dengan wajah serius.
" Oh begitu rupanya," sahut Kiara datar. Kiara menarik napasnya panjang dan meluruskan pandangannya kedepan.
" Apa aku sangat menyebalkan hari ini?" tanya Kiara pelan.
" Apa maksudmu?" tanya Kevin.
" Sepertinya kau tidak nyaman berbicara denganku, kau sangat sensitif hari ini," ucap Kiara.
Kevin menghembuskan napasnya kedepan. Kiara benar dia memang terlalu sensitif. Perasaannya memang bercampur aduk.
Mendengar perkataan kakaknya, melihat Kiara dengan Pria lain, melihat Kiara yang hampir mati dan tidak cocok untuk membahas masalah adiknya. Perasaannya memang tidak tenang.
" Maaf, jika apa yang aku katakan membuatmu tidak nyaman, dan..." Kevin memberi jeda pada omongannya menetralkan kembali dirinya.
" Aku juga tidak bermaksud berteriak-teriak kepadamu," ucap Kevin yang benar-benar harus tenang.
" Kiara, hubungan ku dengan saudara-saudara ku. Tidak seperti kau dengan saudara-saudara mu yang bila berkumpul akan membicarakan keseharian. Jika kami berkumpul yang di bicarakan adalah bisnis pekerjaan,"
" Sedangkan Alana dia masih di bawah umur masih sekolah. Dia tidak mungkin mengikuti pembahasan itu, jadi memang benar aku tidak terlalu dekat dengannya," jelas Kevin yang pada akhirnya menjawab pertanyaan Kiara
Kiara tersenyum melihat kembali ke arah Kevin.
" Aku juga tidak terlalu dekat dengan saudaraku yang lainnya. Bukan hanya Alana saja. Mungkin jika bertemu, berpapasan di dalam rumah. Hanya akan menanyakan bagaimana sekolahnya dan pekerjaan hanya sebatas itu. Aku tidak punya waktu untuk mendengarkan keseharian Alana, begitu juga Alana tidak punya waktu untuk mendengarkan keseharianku. Karena memang seperti itulah keluarga kami," jelas Kevin lagi.
" Orang kaya memang identik seperti itu. Tidak bisa saling berbagi cerita dengan saudaranya sendiri," batin Kiara yang tidak mengedipkan matanya sama sekali.
" Tidak semua Kiara keluarga. Bisa seperti keluargamu, yang sangat dekat dan saling merangkul," lanjut Kevin yang sekarang mengakui keluarga dari wanita yang di sampingnya itu sangat hangat.
" Aku menyukaimu," ucap Kiara tiba-tiba menatap Kevin dengan dalam membuat Kevin kaget. Di tengah dia banyak bicara, Kiara malah melontarkan kalimat itu.
" Apa katamu?" tanya Kevin memastikan.
__ADS_1
" Hmmm, aku menyukai kebijakannya, kau selalu jujur dengan apa yang ada. Kau juga sangat bijak dalam bertindak. Makanya orang-orang banyak menyukaimu," lanjut Kiara mengalihkan pandangannya lurus kedepan.
Kevin membuang napas perlahan kedepan. Kiara sudah membuat jantung copot. Eh tapi malah di gosting. Kevin pikir Kiara mengungkap isi hatinya.
Kiara memang pintar mempermainkan perasaan Kevin. Ditengah dia serius eh malah di PHP in.
" Maaf aku sudah terlalu banyak bertanya dan maaf dengan kecerobohan ku tadi," ucap Kiara lagi.
" Hmmm," sahut Kevin berdehem yang sudah tidak mood dengan hati yang di otak-atik.
" Oh iya kapan hasil ujianku di beri tahu?" tanya Kiara.
" Secepatnya?" jawab Kevin.
" Aku sangat dek-dekan," ucap Kiara.
" Bagaimana persiapan ke Paris?" tanya Kevin.
" Astaga itu akan 3 hari lagi, aku belum mempersiapkan apa-apa sih, karena kemarin fokus pada ujian," jawab Kiara.
" Yang jelas jaga kesehatan dan makan yang benar, jangan sampai kamu masuk rumah sakit kayak kemarin," sahut Kevin membuat Kiara kaget.
" Kamu tau aku masuk rumah sakit?" tanya Kiara. Kevin memejamkan matanya bisa-bisanya dia keceplosan.
" Makanya kamu menunda ujian," sahut Kiara lagi menebak asal-asalan. Kiara tau saja semuanya, membuat Kevin semakin tidak bisa berkata-kata.
" Itu hanya kebetulan, aku hanya lupa memberi tahumu tentang penundaan ujian dan soal rumah sakit aku tidak sengaja bertemu kakakmu," jelas Kevin mencari alasan.
" Oh, begitu. Ya kebetulan yang sangat tepat. Tetapi itu memang keberuntunganku dengan begitu aku bisa mengikuti ujian," sahut Kiara tersenyum seakan percaya dengan alasan Kevin.
" Lain kali lebih fokus pada dirimu, jaga makanmu jangan sampai ketidak pedulianmu membuatmu kehilangan banyak kesempatan," ucap Kevin lagi memberi peringatan.
Saran Kevin yang sangat lembut membuat hati Kiara bergetar. Kata-kata itu sangat manis di perdengarkan telinga Kiara. Perhatian kecil yang tulus yang membuatnya penuh ke anehan.
" Terima kasih," sahut Kiara. Kevin mengangguk.
*********
Akhirnya Kevin mengantar Kiara pulang. Ternyata sebelum mobil Kevin sampai. Mobil Saras sampai terlebih dahulu. Saras mematikan mesin mobilnya, dan keluar dari mobilnya.
Saras heran kenapa mobil Kevin tidak memasuki rumahnya dan malah berhenti di depan.
" Kenapa Kevin tidak langsung masuk," batin Saras bingung.
" Terima kasih sudah mengantarku," ucap Kiara membuka seat beltnya.
" Sama-sama," jawab Kevin.
" Ya sudah aku masuk dulu, jangan lupa kabari jika hasil ujianku sudah ke luar," ucap Kiara. Kevin menganggukkan kepalanya.
Kiara pun keluar dari mobil Kevin dengan tersenyum dan melambaikan tangannya.
" Gadis itu bukannya, Kiara !" lirih Saras kaget dengan Kiara yang ke luar dari mobil Kevin.
" Jadi benar Gadis itu memang sangat special untu Kevin. Sejak kapan mereka menjalin hubungan, aku tidak tau jika Kiara bisa menaklukkan hati Kevin," batin Saras yang melihat Kevin terus. Saras pun memilih untuk masuk.
Sementara Kevin terus melihat Kiara sampai masuk kerumahnya. Dia memang tidak akan puas. Jika tidak melihat Kiara benar-benar masuk. Rasa khawatir masih ada di hatinya.
**********
Kiara memasuki rumahnya dengan suasana hatinya yang benar- benar bahagia.
" Kiara baru pulang?" sapa Sahila melihat Kiara.
__ADS_1
" Iya ma," jawab Kiara.
" Bagaimana ujian kamu?" tanya Sahila memberi Kiara minuman. Kiara menatap mamanya heran dengan mengambil gelas berisi susu itu.
" Mama tau Kiara ujian?" tanya Kiara bingung
" Hmmm, bagaimana apa lancar?" tanya Sahila.
" Iya lancar," jawab Kiara meneguk minuman pemberian mamanya.
" Semoga hasilnya bagus dan kamu bisa masuk Universitas yang kamu mau," ucap Sahila mengusap bahu Kiara memberi semangat.
" Iya ma," jawab Kiara masih terheran-heran dengan mamanya yang bisa tau. Mungkin dari kakanya mamanya mengetahuinya.
" Hmmmm, ya sudah kamu sana istirahat, kamu sudah makan?" tanya Sahila.
" Hmmm, sudah ma, tadi Kiara makan sama teman Kiara," jawab Kiara.
" Ya sudah sana istirahat, kamu pasti lelah," ucap Sahila. Kiara mengangguk dan memberi gelas tersebut pada mamanya.
" Kiara naik dulu," ucap Kiara pamitan. Sahila hanya mengangguk.
Kiara menaiki anak tangga langsung memasuki kamarnya. Kiara memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya, Kiara mandi di bawah guyuran shower dengan rambutnya yang di cuci.
Setelah beberapa menit Kiara keluar dari kamar mandi menggunakan piyama ping lengan pendek lengan pendek di atas lututnya. Kiara berdiri di depan cermin dengan mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.
" Dia sangat menyeramkan saat memarahiku," gerutunya mengingat Kevin yang memarahinya sembari mengeringkan rambutnya.
" Apa iya aku harus menjelaskan kepadanya mengenai Sandy, Cih, aneh sekali, seakan-akan dia sangat emosi kepadaku hanya karena itu," Kiara terus bergerutu di depan cermin. Sesekali tersenyum merasa aneh dengan kelakuan Kevin.
" Tetapi dia memang sangat kesal hari ini," batin Kiara
Kiara menoleh kebelakang ke arah teras kamarnya. Kiara sepertinya memikirkan sesuatu.
Kiara menyisir rambutnya dengan buru-buru. Setelah selesai menyisir rambutnya Kiara mengambil ponselnya yang berada di atas ranjang. Lalu buru-buru keluar dari kamar. Kiara menuruni anak tangga dan menuju dapur.
" Mau ngapain Kiara?" tanya Sahila yang mencuci piring melihat Kiara membuka tudung saji.
" Mau makan?" tanya Sahila.
" Tidak ma," jawab Kiara yang seperti mencari sesuatu.
" Kiara pergi sebentar," ucap Kiara pamit dengan berlari sepertinya tidak menemukan apa yang dicarinya.
" Baru juga pulang, di suruh istirahat bukannya istirahat malah pergi," oceh Sahila geleng-geleng.
Kiara keluar dari pagar rumahnya dan berlari. Kiara berlari di daerah perumahan, entah apa yang ingin di lakukannya tetapi dia terus berlari dengan kencang.
***********
Kiara sudah duduk di taman bermain yang ada di komplek perumahannya duduk di ayunan dengan kakinya yang berpijak pada bumi. Kiara melihat jam di ponselnya jam 9 Malam.
" Kenapa mengajakku bertemu," terdengar suara Pria yang khas membuat Kiara menoleh kebelakang melihat Kevin dengan kaos abu-abu dan celana trainer. Ke-2 tangan Kevin di letakkan di dadanya.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...
__ADS_1