Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 41 Perdebatan Kevin dan Kiara.


__ADS_3

Hujan terlewati, Kiara dan Kevin pulang bersama. Mungkin selesai melepas rindu dengan banyak drama di antara ke-2 nya. Pada akhirnya kevin menelpon Arya dan menyuruhnya untuk menjemputnya setelah mengirim lokasi.


Kevin dan Kiara duduk di belakang di kursi pengemudi Jarak mereka tidak berdekatan. Kevin dan Kiara sama-sama lebih menepi ke arah pintu masing-masing.


Mereka juga tidak melakukan obrolan. Mereka hanya diam. Mungkin karena ada Arya jadi Kevin tidak mengeluarkan suaranya.


Arya yang menyetir di depan wajar sangat heran dengan Kevin dan Kiara. Tidak biasanya bosnya seperti itu. Bahkan beberapa kali Arya melihat dari kaca spion melihat Kevin dan Kiara.


" Apa Tuan Kevin memang sedekat itu dengan bocah itu," batin Arya yang sangat penasaran.


Karena tidak fokus menyetir. Saat mata Arya berpindah pada jalanan di depan. Arya terpaksa membanting stir kekanan mengelakkan mobil di depannya. Sontak membuat mobil oleng dan membuat Kiara langsung bergeser pada Kevin.


Nyitttt suara mobil yang mengelakkan kecelakaan dan melaju kencang. Sehingga Kevin dan Kiara sudah berdekatan. Kevin Memegang lengan Kiara agar tidak berpindah lagi dan tidak mengakibatkan benturan.


Keduanya juga saling melihat dengan dalam dengan perasaan masing-masing. Di tengah-tengah Arya yang sibuk membuat mobil kembali pada jalannya.


Nyitttt Arya pun merem mendadak. Kiara yang hampir terbentur kursi bagian depan langsung di cegah Kevin dengan meletakkan lima jarinya dan akhirnya kening Kiara hanya membentur 5 jari Kevin.


" Kau tidak apa-apa?" tanya Kevin saat mobil sudah berhenti. Kiara menggeleng dengan mengusap-usap keningnya.


" Maaf tuan," sahut Arya merasa bersalah menengok ke arah belakang.


" Apa kau tidak bisa menyetir dengan benar," bentak Kevin kesal dengan Arya yang hampir menghilangkan nyawanya dan Kiara.


" Maaf tuan saya kurang fokus menyetir," jawab Arya merasa bersalah.


" Lain kali hati-hati, menyetir dengan benar, jangan melihat yang lain-lain," ucap Kevin penuh sindiran.


" Baik tuan," jawab Arya menunduk.


" Cepat jalan!" perintah Kevin.


" Baik tuan! jawab Arya menyetir kembali.


" Dia pasti sengaja melakukannya," batin Kiara yang kesal dengan Arya yang sepertinya punya dendam pribadi pada Kiara.


" Kau benar-benar tidak apa-apa?" tanya Kevin lagi yang mencemaskan Kiara. Bahkan mereka masih tetap berdekatan.


" Aku tidak apa-apa," jawab Kiara, menjauh sedikit, dia merasa canggung dekat dengan Kevin. Mungkin hujan-hujanan tadi sudah cukup.


Setelah melakukan perjalanan. Akhirnya mobil Kevin sampai. Sebelum membuka pintu. Kiara melihat ke arah Kevin.


" Terima kasih sudah mengantarku," ucap Kiara berpamitan. Kevin hanya mengangguk. Kiara tanpa basa-basi langsung keluar dari mobil itu.


" Terima kasih untuk hari ini," batin Kevin yang melihat Kiara memasuki gerbang rumahnya dan menutupnya kembali. Kevin juga melihat Kiara yang tersenyum.


Setelah kepergian Kevin. Arya kembali menyetir memasukkan mobil kedalam pekarangan rumah tuannya.


Kiara langsung memasuki kamarnya. Dia memang kelelahan dan memilih langsung beristirahat. Dia baru kembali kerumah hampir jam 11.


Tetapi untung Kiara sudah mengabari mamanya dan lagi pula memang hujan. Menyulitkan Kiara untuk pulang. Padahal dia asyik berduaan dengan Kevin.


Kiara yang sudah berada di kamarnya meletakkan tasnya di tempat atas tidur.


" Hari ini benar-benar aneh," gumamnya dengan senyum tidak tau artinya.


" Astaga!" ucap Kiara yang melihat dirinya masih memakai jas milik Kevin.


" Kenapa aku lupa mengembalikannya," gumam Kiara melepas jas itu dari tubuhnya dan menenteng di tangannya. Kiara tiba-tiba malah mencium aroma jas itu.


" Wangi sekali, pasti parfumnya mahal," gumam Kiara yang terus menghirup aroma jas milik Kevin.

__ADS_1


" Kenapa aromanya sama seperti," Kiara yang mengingat sesuatu langsung menghampiri lemarinya dan membukanya.


Kiara mengambil jaket coklat yang pernah membalut tubuhnya. Kiara kembali menghirup aroma jaket tersebut dan menghirup jas milik Kevin secara bergantian dan berulang-ulang.


" Kok sama," ucap Kiara merasakan aroma yang sama.


Meski jaket Kevin sudah di cuci. Tetapi aroma itu masih menempel. Mungkin parfum Kevin benar-benar sangat mahal sampai aroma itu tidak hilang sama sekali.


" Apa ini juga miliknya," tebak Kiara yang menerka-nerka, " ini aromanya sangat sama," Kiara terus mengendus kembali jaket dan jas yang benar-benar sama.


" Aku juga sepertinya pernah mencium aroma ini. Kenapa rasanya tidak asing," batin Kiara yang mengingat-ingat di mana lagi aroma iri terciumnya.


*************


Kevin memasuki kamarnya, rambutnya masih basah karena air hujan. Kevin membuka jam tangannya dan matanya mengarah pada pintu terasnya. Kevin berjalan mendekati teras itu. Kevin melihat kekamar Kiara yang lampunya sudah di matikan.


" Kenapa dia belakangan sangat cepat tidur," gumam Kevin.


Kevin sepertinya kurang bertemu dengan Kiara. Padahal dari jam 5 sore dia bersama Kiara. Bahkan ada adegan peluk-pelukan yang di saksikan hujan deras.


**********


Universitas Lexus.


Clarissa berjalan dengan wibawanya di koridor kampus tersebut. Beberapa mahasiswa yang berpapasan dengannya menundukkan kepala memberi sapaan.


Dengan Kemeja merah, dan rok depan selutunya senada dengan warna bajunya dan heels nya yang tinggi dengan rambut di ikat 1 meninggi.


Clarissa berjalan dengan elegan dan sudah seperti model dengan arah yang berlawanan. Clarissa melihat Sandy yang juga berjalan ke arahnya.


" Dasar Pria sombong, bisanya hanya menghinaku," Clarissa mengumpat di dalam hatinya dengan terus berjalan melihat Sandy.


" Apa dia pikir dia sudah sangat istimewa. Dia pasti merasa sangat berharga. Karena aku mengejar-ngejarnya, makanya dia seperti itu," gerutu Clarissa di dalam hatinya.


" Wajahnya selalu sok baik," batin Clarissa sewot.


Sementara Sandy menghentikan langkahnya dan melihat punggung Clarissa yang berjalan tanpa menoleh. Sandy hanya melihat sebentar lalu kembali melanjutkan langkahnya. Mungkin Sandy heran.


Biasanya jika Clarissa berhadapan dengannya. Clarissa akan seperti ulat keket yang terus menggodanya. Tetapi hari ini Clarissa mengacuhkannya.


Perusahaan Lexus.


Pagi ini Kiara mengunjungi Perusahaan itu. Bukan karena menemui papanya atau kakaknya. Tetapi Kiara langsung menemui Kevin.


Apa lagi yang di lakukannya jika tidak meminta tanda tangan Kevin untuk surat baik. Agar dia bisa mendaftar kuliah kembali dan bahkan bisa mendapatkan beasiswa.


" Kiara datang dengan membawa papar bag dan map biru di tangannya. Kiara langsung menghampiri meja resepsionis.


" Ada yang bisa saya bantu, mbak?" tanya Resepsionis tersebut dengan ramah.


" Saya ingin menemui pak Kevin," jawab Kiara.


" Apa sudah ada janji?" tanya r


Resepsionis tersebut.


" Belum ada?" jawab Kiara apa adanya.


" Kalau begitu tunggu sebentar, dengan mbak siapa?" tanya Resepsionis memegang telpon.


" Kiara," jawab Kiara. Resepsionis tersebut mengangguk dan menelpon.

__ADS_1


" Baik pak!" jawab Resepsionis menutup telponya.


" Mari Mbak saya antar," ucap Resepsionis dengan ramah. Kiara mengangguk dan mengikuti.


Sementara Kevin yang di dalam ruangannya bingung dengan telpon yang baru di letakkan di tempatnya.


" Kenapa dia ingin menemuiku?" tanya Kevin bingung.


Tok-tok-tok-tok.


" Masuk!" perintah Kevin.


Sang Resepsionis membuka pintu dan mempersilahkan Kiara masuk.


" Terima kasih," ucap Kiara.


Resepsionis itu hanya tersenyum mengangguk. Sebelum pergi Resepsionis itu menutup pintu ruangan Kevin. Kiara pun menghampiri Kevin yang duduk di bangku kerjanya.


" Hay apa kabar?" tanya Kiara basa-basi yang berdiri di depan Kevin.


Jujur Kevin sangat aneh dengan Kiara yang tiba-tiba menemuinya. Walau dia sangat senang jika melihat Kiara yang ada tanpa dicari.


" Kenapa menemuiku?" tanya Kevin yang tidak menjawab pertanyaan Kiara. Kiara tersenyum dan langsung pada intinya meletakkan map biru yang di pegangnya di meja Kevin.


" Apa ini?" tanya Kevin bingung.


" Lihat saja?" jawab Kiara.


Kevin pun langsung mengambil dan melihat isi dalam map itu. Sebuah Dokument.


" Semoga dia langsung menandatanganinya," batin Kiara penuh harapan.


Kevin membaca dengan detail isi Dokument tersebut. Dokument yang dapat di mengerti nya. Kevin mengangkat kepalanya dan melihat kearah Kiara yang berdiri tegak.


" Apa maksudnya?" tanya Kevin menaikkan 1 alisnya.


" Hmmm, aku minta tanda tangan," jawab Kiara singkat membuat Kevin mendengus dan menutup map tersebut.


" Apa kau sudah merasa kita sedekat itu. Sampai kau berani datang dan menyuruhku menandatangani apa yang sudah kau buat," sahut Kevin sinis. Membuat Kiara rada takut-takut dengan exsperesi Kevin yang tampak tidak suka dan bahkan suara Kevin yang tidak seperti biasanya.


" Bukan itu maksudku, aku hanya ingin mendaftar kuliah, dan aku butuh tanda surat baik dari kampus sebelumnya. Agar aku bisa mendaftar dan tidak mengulang lagi," jelas Kiara.


" Dan kau mengira aku menandatanganinya," sahut Kevin.


" Ya, karena aku rasa kau tidak akan membesarkan hal itu. Itu hanya tanda tangan dan tidak akan berpengaruh apa-apa kepadamu," jelas Kiara.


" Bawa kembali," ucap Kevin memberikan map itu pada Kiara, " aku tidak ada urusan dengan kuliahmu dan aku juga tidak punya alasan untuk menandatanganinya," tegas Kevin.


" Kevin aku mohon tolonglah! Apa sulitnya menandatanganinya. Kau bahkan mengenalku, dan aku rasa kau akan menandatanganinya tanpa banyak bicara," ucap Kiara yang terus memohon.


" Aku sudah mengatakan tidak ada alasan untuk menandatanganinya. Aku hanya mengobati lukamu di pemakaman, menerima pemberianmu, mengobatimu di perpustakaan, membawamu dari orang-orang yang ingin berniat jahat kepadamu. Dan kita hanya menunggu hujan reda. Dan pagi ini kau datang meminta tandatangan. Apa kau salah paham dengan semua yang terjadi. Sampai dengan percaya dirinya jika aku akan menanda tanganinya," ucap Kevin sinis.


" Apa yang dikatakannya, apa dia berpikir aku..." batin Kiara yang sekarang menjadi kesal dengan Kevin.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2