
Akhirnya Kiara dan Kevin sudah tiba di perpustakaan mereka duduk di lantai dengan menyadarkan punggung masing-masing di rak buku. Mereka saling berhadapan dengan dengan kaki yang sama-sama di luruskan.
Kiara membaca fokus dengan menundukkan kepalanya dengan buku yang berada di pahanya.
Sementara Kevin yang ada di hadapannya tidak fokus membaca buku dan malah fokus melihat ke arah Kiara yang tampak serius.
Kevin juga tersenyum saat mencuri-curi pandang pada Kiara. Dia mungkin mengingat bagaimana keadaan di mobil tadi yang hampir saja dia kehilangan kendali dengan tingkah Kiara.
Kiara pun melihat kearah Kevin dan Kevin dengan cepat mengalihkan pandangannya, tidak ingin ketahuan oleh Kiara. Bahwa sedari tadi dia terus melihati Kiara.
" Kenapa dia, apa ada yang salah denganku," batin Kiara tersenyum mendapati Kevin yang tersenyum. Kiara tidak peduli dan kembali melanjutkan membaca buku.
Mereka berada di perpustakaan selama 2 jam. Dan selama itu. Kevin benar-benar hanya melihat Kiara tanpa membaca buku. Buku yang di pegangnya hanya sebagai alasan saja.
Akhirnya mereka selesai menghabiskan waktu di perpustakaan dan mereka kembali ke luar dari perpustakaan dan menuruni anak tangga.
Kiara merogoh tasnya sambil berjalan mengambil tasnya. Tetapi yang pertama di dapatkan Kiara adalah tiket yang di berikan adiknya.
" Kevin!" tegur Kiara mengeluarkan tiket itu dari tasnya.
" Hmmm," jawab Kevin menghentikan langkahnya melihat ke arah Kiara.
" Apa kau sibuk?" tanya Kiara.
" Apa lagi, ada lagi yang kau inginkan," sahut Kevin seakan tau jika Kiara pasti masih ada maunya.
" Ishhh, kau langsung seperti itu," ucap Kiara berdesis.
" Ada apa?" tanya Kevin. Walau kesal tapi masih mau bertanya.
" Aku punya 2 tiket film. Bagaimana, jika kita menonton," ajak Kiara dengan hati-hati. Membuat Kevin geleng-geleng.
" Aku tidak suka menonton," jawab Kevin ketus melanjutkan langkahnya.
Membuat Kiara menarik ujung bibirnya kesamping dan kembali mengejar Kevin.
" Aku tau, mana ada yang kau sukai, tapi pliss sekali ini aja. Tiketnya akan sia-sia," desak Kiara memohon yang benar-benar ingin mengajak Kevin menonton bersamanya.
Kevin tidak menanggapi, tetap berjalan. Kiara berlari cepat dan menyetop jalan Kevin.
" Sekali ini saja, aku tidak tau mengajak siapa. Anggaplah ini sebagai ucapan terima kasihku, karena kemarin sudah menolongku, please,"
Kiara memohon dengan menyatukan ke-2 tangannya. Kevin benar-benar gila dengan semua tingkah Kiara yang menurut Kiara biasa. Tetapi tidak dengan Kevin yang semakin gila.
" Ayo lah, aku mohon," ucap Kiara lagi.
" Kau selalu ketagihan," ucap Kevin.
" Hanya sekali saja, hanya sebentar," rengek Kiara yang terus memohon. Kevin membuang napasnya kesamping dengan kasar dengan berkacak pinggang.
" Mau ya," ucap Kiara lagi.
" Masuk kemobil," sahut Kevin melanjutkan langkahnya membuat Kiara kesenangan. Kevin kembali mau di ajak.
Memang lagi dan lagi Kevin menuruti Kiara. Tidak tau kenapa. Tetapi melihat wajah Kiara yang seperti itu. Seperti ada kata untuknya jangan tolak.
Akhirnya mobilnya sudah berhenti di depan Mall terbesar di Jakarta. Mereka akan menonton Bioskop yang ada di dalam Mall tersebut.
" Ingat hanya sebentar," ucap Kevin menegaskan membuka seat beltnya.
__ADS_1
" Iya," sahut Kiara merasa puas berhasil mengajak Kevin menonton bersama dengannya. Kevin dan Kiara sama-sama keluar dari mobil.
Sebenarnya ini bukan pekerjaan Kevin harus menemani seorang wanita menonton. Tetapi desakan Kiara membuatnya benar-benar luluh dan sekarang harus menemani Kiara.
Kiara dan Kevin sudah memasuki Mall menuju gedung bioskop dengan langkah mereka serentak saling berdampingan.
" Sebentar kita beli cemilan dulu!" ucap Kiara menghentikan langkahnya.
" Apa tidak bisa langsung menonton," sahut Kevin yang benar-benar geram, semakin lama Kiara semakin banyak tingkah.
" Filmnya 15 menit lagi. Jadi beli cemilan dulu supaya tidak bosan, ayo!" tanpa di anggukkan Kevin.
Kiara menarik tangan Kevin paksa dan membwanya membeli popcro dan 2 cup minuman.
" Terima kasih," ucap Kiara pada penjual. Kiara dan Kevin langsung memasuki bioskop. Di dalam bioskop juga sudah mulai banyak pengunjung dan lebih banyak orang yang berpasangan.
" Di sana!" tunjuk Kiara pada tempat duduk di tengah-tengah, Kevin hanya mengikuti saja.
" Aku sepertinya membuatnya kesal," batin Kiara merasa bersalah. Tetapi sangat bahagia.
Sementara di tempat yang sama. Shirin dan Evan juga memarkirkan mobil di Mall yang sama. Mereka sama-sama turun dari mobil. Dan bergandengan tangan memasuki Mall. tersebut.
" Memang kamu ingin menonton apa?" tanya Evan terus menggandeng tangan kekasihnya.
" Film romantis," jawab Shirin.
" Oh begitu," sahut Evan.
" ayo, filmnya mau tayang," ucap Shirin Evan mengangguk.
Evan dan Shirin memasuki bioskop yang sama dengan Kevin dan Kiara. Tetapi Evan dan shirin duduk di bagian belakang, 2 kelang dari tempat Kiara dan Kevin.
" Kenapa tidak asing dengannya," batin Evan yang benar-benar penasaran.
" Kenapa sayang?" tanya Shirin melihat kekasihnya bengong.
" Tidak apa-apa," jawab Evan.
" Ayo fokus, filmnya mau mulai," ucap Shirin Evan mengangguk.
Lampu bioskop di matikan, saatnya film akan mulai. Saat mati Kepala Kevin berkeliling keatas seakan bingung.
" Kau seperti tidak pernah saja masuk kedalam bioskop," celetuk Kiara, Kevin hanya meliriknya.
" Kau sering menonton?" tanya Kevin.
" Tidak aku juga tidak suka menonton film," jawab Kiara yang mulai memakan popcornnya.
" Lalu kenapa mendesakmu kemari, kalau kau saja tidak suka?" tanya Kevin.
" Adikku membelikan tiket 2, aku juga tidak tau kenapa dia sangat baik. Padahal aku sudah menolaknya, tetapi malah memaksaku. Dari pada mubazir apa salahnya di gunakan. Dia juga membelinya dengan uang jajajnya. Lagi pula kau juga tidak sibuk," jelas Kiara melihat kearah Kevin.
" Aku sangat sibuk," sahut Kevin.
" Tidak terlalu, buktinya kau mau pergi," sahut Kiara. Kevin terdiam, memang dia mau pergi bukan karena tidak sibuk. Tetapi karena tidak bisa menolak Kiara.
" Sudah. Jangan di bahas lagi, kita tonton saja," ucap Kiara yang masih saling melihat dengan Kevin.
" Kau menggunakan tiket dari adikmu, untuk ucapan terima kasih mu, kau sungguh pengiritan," ucap Kevin membuat Kiara berdesis.
__ADS_1
" Kau ini, sudah lah, filmnya sudah mulai, fokus menonton, jangan membicarakan hal lain," sahut Kiara kesal mengalihkan pandangannya ke layar bioskop. Kevin hanya mendengus.
" Baiklah! Ini tidak di anggap ucapan terima kasih ku, nanti aku akan meneraktirmu lagi," ucap Kiara.
" Kau selalu mencari alasan agar terus bersamaku," ucap kevin membuat Kiara mengerutkan dahinya dan menoleh kesal kearah Kevin.
" Itu hanya pikiran mu saja, aku tidak pernah melakukanny," ucap Kiara kembali mengalihkan pandangannya.
" Kenapa dia mengatakan hal itu," batin Kiara kesal.
Kevin kembali tersenyum. Ya jika Kiara mengatakan ini bukan ucapan terima kasihnya. Maka akan ada lagi waktu untuk mereka bersama.
Film sudah di putar 20 menit. Film yang ternyata bergenre romantis. Kiara sambill makan menonton film tersebut.
Sebenarnya dia tidak suka melihat film-film romantis. Dia lebih tertarik melihat film horor. Tetapi dia juga tidak tau jika adiknya memberi tiket seperti itu.
Kevin dan Kiara sama-sama fokus. Melihat pasangan yang ada di layar bioskop yang mana ke-2 pasangan itu sedang berjalan sambil berbicara dan Tiba-tiba hujan deras dan pasangan itu sama-sama berlari.
Sontak hal itu membuat Kiara dan Kevin saling melihat. Mungkin mereka mengingat tentang yang pernah terjadi kepada mereka. Bahkan tokoh pria tersebut sama dengan Kevin melindungi wanitanya dengan jasnya.
" Kau mau," tanya Kiara mengalihkan suasan dengan menawarkan makanannya. Kevin menggeleng.
" Ini minummu!" ucap Kiara yang terus mengalihkan suasana. Kevin merasa Kiara canggung hanya mengambil saja.
Kiara kembali fokus kedepan dan melihat layar. Pasangan itu berhenti di depan pondok kecil. Pria itu mengusap-usap tangan si wanita memberi kehangatan.
Membuat Kiara menelan salavinanya mengingat perlakuan Kevin yang ada Kiara gugup sangat gugup di samping Kevin.
Pasangan di dalam film itu saling berbicara, mereka saling memandang duduk berdampingan di atas lantai. Kiara sambil minum menggunakan sedotan melihat kelanjutan Film itu.
Adegan selanjutnya pasangan di dalam film itu sudah tidak berbicara malah diam saling menatap. Tokoh Pria tersebut mendekatkan kepalanya kepada wanita dan langsung meraih bibirnya.
Sontak adegan ciuman di dalam film itu membuat Kiara tersedak.
Uhuk uhuk uhuk, Kiara terbatuk melihat adegan ciuman itu. Kevin hanya menoleh ke arah Kiara dengan mendengus.
" Tidak aku tidak apa-apa," ucap Kiara gugup tanpa ada yang bertanya. Kevin menaikkan 1 alisnya melihat Kiara yang benar-benar gugup.
" Dasar Zavier sialan, bisa-bisanya dia memberikan tiket film seperti ini," batin Kiara mengutuk adiknya.
Drama itu semakin panas saat pasangan itu sudah berbaring di lantai tanpa melepas ciuman pria itu menindih si wanita dan menciumnya dengan berutal bahkan sampai kemana-mana.
Kevin hanya tersenyum melihat Kiara yang sangat gelisah. Bahkan Kiara beberapa kali memejamkan matanya saat melihat adegan panas yang di lakukan pasangan itu.
Untung saja adegannya tidak vulgar parah kalau tidak bisa gila Kiara. Hanya sebatas pasangan kekasih yang melakukan ciuman panas, walau tangan si Pria sampai kemana dan bahkan sudah membuka pakaiannya.
Kiara hanya bisa bergurutu kesal di dalam hatinya dengan tontonan yang tidak bermoral seperti itu. Sepanjang film banyak adegan yang tak senonoh yang di lakukan pasangan kekasih itu.
Tetapi ternyata Kiara tidak melanjutkan menonton dan memilih tertidur sampai film habis. Kevin menoleh kearah Kiara dan melihat Kiara yang sudah tertidur.
" Mengajak menonton, tetapi dia sendiri malah tertidur," batin Kevin geleng-geleng.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
__ADS_1
Terima kasih...