Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 72 Makan malam bersama


__ADS_3

Kiara memang sudah sangat merindukan teman-teman kuliahnya. Dia juga belum saling mengabari melalu telpon atau sosial media.


" Baiklah! Kau bisa kesana. Aku akan mengantarmu. Aku juga besok ada urusan di sana?" sahut Kevin.


" Benarkah" tanya Kiara tidak percaya. Kevin mengangguk.


" Terima kasih," sahut Kiara kesenangan dan kembali melanjutkan makannya. Kevin bisa melihat Kiara memang kelaparan. Hanya saja Kiara agak gengsi sedikit. Tiba-tiba pandangan mata Kiara menoleh ke arah jendela yang turun salju.


" Apa musim salju?" tanya Kiara melihat Kevin.


" Kayaknya," jawab Kevin yang juga melihat kejendela. Pandangan Kevin langsung melihat kearah Kiara yang fokus melihat salju. Kevin mengingat saat bertemu Kiara di menara Eiffel.


" Apa kau sering mengunjungi menara Eiffel?" tanya Kevin. Kiara kembali menoleh kearah Kevin.


" Iya, aku sering mengunjunginya, terkadang sendiri terkadang berdua dengan teman 1 kamarku," jawab Kiara.


" Kevin," tegur Kiara.


" Iya," sahut Kevin.


" Mari jalan-jalan di Paris kalau kalau kau memiliki waktu senggang," ajak Kiara benar-benar bicara apa adanya. Kevin menatap lama Kiara.


" Aku ingin mengajakmu ke tempat-tempat yang pasti belum pernah kau kunjungi saat datang ke Paris," lanjut Kiara lagi.


" Baiklah! jawab Kevin tanpa menolak. Kiara tersenyum mendengar kata itu.


Pasangan itu memang terlihat sweet tetapi tidak tau hubungan mereka seperti apa. Karena memang ke-2nya belum menyatakan perasaan masing-masing. Masih tetap menyimpan dan membiarkan berkembang semakin besar.


Kiara dan Kevin tetap melanjutkan makannya. Kevin terus menatap Kiara. Dia benar-benar jatuh hati pada Kiara.


Kiara mampu membuat hidupnya sangat berwarna. Kiara mampu membuatnya emosi, tersenyum, melakukan hal gila, khawatir bahkan meneteskan air mata.


Kata-kata kakaknya benar. Dia akan terus melakukan segala hal demi Kiara. Awalnya dia tidak tau kenapa melakukan itu. Tetapi semakin lama dia tau. Dia melakukan itu karena memang jatuh hati pada Kiara. Dia meyakini jika dia memang jatuh cinta pada wanita di depannya.


" Kenapa dia menatap ku seperti itu," batin Kiara yang menutupi salah tingkahnya dengan terus makan.


" Apa dia tidak bisa tidak melihatku, aku bingung harus ngapain," Kiara malah sangat canggung melihat Kevin yang terus menerus menatapnya.


*******


Akhirnya Kiara dan Kevin selesai makan. Mereka berjalan di pinggir jalan dengan langkah yang serentak.


" Kevin terima kasih," ucap Kiara menoleh ke arah Kevin.


" Untuk apa?" tanya Kevin.


" Untuk makan malamnya, aku sangat lapar. Jadi sangat tepat kau mengajakku makan," ucap Kiara jujur.


" Bukannya tadi kau mengatakan tidak lapar dan mau tidur," sahut Kevin tersenyum.


" Itu tadi," sahut Kiara tersenyum.

__ADS_1


" Dan untuk parfumnya," ucap Kiara lagi.


" Kau menyukai parfumnya?" tanya Kevin.


" Iya. Itu aroma favorite ku. Kau tau dari mana aku menyukainya," tanya Kiara.


" Aku bisa mencium dari aroma tubuhmu," ujar Kevin.


" Begitu!" sahut Kiara.


" Cuaca di Paris ternyata sangat dingin seharusnya aku membawa mantel lebih tebal," ucap Kiara mulai merasa semakin dingin.


" Kiara," tegur Kevin menghentikan langkahnya. Kiara juga ikut berhenti.


" Ada apa?" tanya Kiara yang sudah berada di hadapan Kevin. Kevin membuka syal nya dan langsung memakaikan keleher Kiara.


" Sangat dingin pakailah," ucap Kevin lembut sembari memakaikannya.


" Lalu kau, memakai apa?" tanya Kiara.


" Aku lebih kuat darimu. Jadi pakailah," jawab Kevin. Kiara tersenyum menerima perlakukan manis Kevin. Tetapi mata Kiara melihat kearah belakang Kevin.


Sesuatu benda yang mencuri perhatiannya. Sehingga tidak fokus pada pria tampan di depannya.


Sampai Kevin harus membalikkan tubuhnya melihat apa yang membuat Kiara harus mengabaikannya.


" Lucu sekali," gumam Kiara mengagumi benda yang di lihatnya.


Kevin melihat kearah Kiara. Wajah Kiara terlihat sangat gemas melihat kalung itu.


" Jika menyukainya kenapa tidak membelinya," ucap Kevin.


" Hah," sahut Kiara langsung menoleh ke arah Kevin.


" Apa dia pikir harganya semurah itu. Dengan entengnya bicara membelinya. Apa dia pikir harganya di bawah 1 juta," gerutu Kiara di dalam hatinya.


" Kau ingin melihatnya lebih dekat?" tanya Kevin.


" Tidak, dia hanya mencuri perhatianku. Terlihat indah. Ayo lanjut berjalan," ajak Kiara langsung pergi.


Tetapi Kevin masih berdiri menatap kalung yang indah yang mencuri perhatian Kiara. Kevin tersenyum melihatnya. Lalu menyusul Kiara pergi.


Tidak berapa lama akhirnya mereka sampai. Saat Kevin membuka Apartemennya ternyata. Arya. Dan 2 bodyguard Kevin Dedy dan Rio sudah ada di ruang tamu. Ketika melihat bosnya datang mereka langsung menundukkan kepalnya.


Kiara semakin canggung dengan kehadiran pria itu. Tetapi Kiara juga kesal dengan Pria-pria itu. Ya Kiara masih punya dendam pribadi dengan orang-orang itu.


" Kalian baru datang?" tanya Kevin.


" Iya tuan," sahut Dedy dan Rio serentak.


" Ya sudah kalian istirahat lah sudah malam!" ucap Raihan.

__ADS_1


" Baik tuan," jawab mereka serentak. Lalu pergi menuju kamar yang ada di bawah.


" Kau juga istirahat," ucap Kevin pada Kiara.


" Iya," jawab Kiara mengangguk lalu menaiki anak tangga untuk istirahat di kamarnya.


**********


Pagi-pagi sekali Cherry sudah bangun. Dia bahkan sudah mandi dan sekarang sedang berdiri di depan cermin menyisir rambutnya. Cherry menggunakan dress putih selututnya dengan lengan pendek.


Kiara sebenarnya sudah dari subuh bangun. Dia memang tidak bisa tidur. Tidur hanya tidur-tidur ayam. Sebentar-sebentar bangun. Dia hanya merasa tidak tenang karena berada di Apartemen yang di dalamnya ada 4 pria.


Walau dia mempercayai Kevin. Tetapi dia tetap waspada. Dan alhasil membuatnya tidur tidak tenang. Meski begitu tetapi Kiara tidak mengantuk sama sekali.


Bahkan dia sangat semangat karena hari ini Kevin berjanji untuk mengantarnya kekampus karena Kevin juga ada urusan.


Rasa ngantuk itu tidak ada karena semangatnya yang akan bertemu teman-teman nya lagi. Juga beberapa Dosen yang pasti di kenalnya.


Setelah merasa sempurna Kiara mengambil ponselnya dan tasnya. Kiara langsung keluar dari kamarnya.


Kevin juga yang sudah rapi keluar dari kamarnya dan sama-sama melihat ke arah Kiara. Kevin menatap Kiara lama karena penampilan Kiara yang mengingatkannya pada gadis yang 2 tahun lalu di temuinya.


Pakainya jelas sama. Hanya wajah yang tidak berapa jelas untuk Kevin. Sebenarnya feeling Kevin sudah 100% jika wanita itu adalah Kiara.


" Apa ada yang salah?" tanya Kiara mengoreksi dirinya. Kevin melihatnya sangat aneh membuatnya juga merasa kurang nyaman.


" Tidak ada," jawab Kevin, " ya sudah ayo kita pergi," ajak Kevin.


Kiara mengangguk. Saat menuruni anak tangga Kepala berkeliling melihat di sekelilingnya. Seperti dia mencari-cari seseorang.


" Dimana dayang-dayang mu," tanya Kiara yang ternyata 3 anak buah Kevin yang di carinya.


" Mereka ada pekerjaan," jawab Kevin.


" Kukira mereka belum bangun," sahut Kiara.


Kevin tidak menanggapi lagi dan melanjutkan langkahnya sejajar dengan Kiara. Mereka keluar dari Apartemen itu dan langsung memasuki mobil yang sudah terparkir.


Di dalam mobil Kiara membuka jendela mobil, melihat keluar indahnya kota Paris di pagi hari yang sudah lama tidak dikunjunginya. Sesekali Kevin hanya menoleh kearah Kiara. Melihat betapa bahagianya wanita yang di sampingnya itu.


" Kau ada urasan apa kekampus?" tanya Kiara menoleh kearah Kevin.


" Aku ada mata kuliah," jawab Kevin. Membuat Kiara kaget.


" Kau Kuliah di Lexus?" tanya Kiara schok. Kevin mengangguk.


" Aku menyelesaikan beberapa bulan lagi. Agar mendapat gelas master," jelas Kevin.


" Astaga berarti kau seniorku," sahut Kiara masih tidak percaya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2