Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 98 berakhirnya.


__ADS_3

Setelah pulang dari perayaan ulang tahunnya. Kiara yang menyandarkan dirinya di kepala ranjang dengan terus melihat ponselnya.


Kiara masih berharap jika ada yang menelponnya. Sebenarnya bukan jika ada yang menelponnya. Tetapi berharap jika Kevin menelponnya.


" Apa pak Arya sudah memberikannya?" Batin Kiara yang benar-benar penasaran.


" Seharusnya jika Pak Arya memberikannya. Kevin seharunya membaca surat itu dan Kevin seharusnya menelponku. Tetapi kenapa dia tidak menelpon juga, apa memang belum di berikan Pak arya," batin Kiara yang terus menunggu Kevin untuk menghubunginya.


Kiara yang sudah terjebak dalam cinta. Sekarang harus menanggung nasib saat Pria yang di sukainya benar-benar tidak mempedulikannya dan terkesan membuangnya.


Mata Kiara menoleh ke arah meja belajarnya yang terdapat paketan. Kiara mengingat paketan itu adalah kiriman dari sabat SMA-nya Shella waktu di Singapura.


Kiara memang tidak sempat membuka isi paketan itu. Karena waktu yang mepet dia yang di mana dia berangkat ke Paris.


Kiara bangkit dari ranjangnya dan mengambil paketan itu. Kiara membawanya ketempat tidurnya dan membukanya dengan bersilah kaki di atas. Tempat tidurnya.


Paketan itu berisi Album foto yang sudah di janjikan oleh temannya. Kiara mulai membuka lembaran album foto itu. Lumayan wajahnya tersenyum sedikit kala mengingat masa-masa SMA Nya.


Paling tidak dia tidak memikirkan Kevin untuk sesaat. Kerena melihat foto-fotonya dulu.


" Mereka sekarang apa kabar ya," gumam Kiara seakan merindukan teman-teman 1 kelasnya dulu. Kiara membuka album foto selanjutnya dan sudah mulai memasuki waktu kelulusan.


Selain foto-foto wisuda dia dan teman-temannya. Kiara juga melihat foto-foto saat mereka merayakan party kelulusan. Kiara tersenyum tipis melihat foto-foto itu sampai akhirnya tangannya membuka album terakhir.


Wajah Kiara berubah menjadi seperti orang bingung di kala melihat salah satu foto yang tidak asing baginya, sampai Kiara harus menundukkan kepalanya melihat asli atau tidak foto itu.


" Kevin," gumamnya yang tidak mungkin salah lihat. Kiara melihat Kevin memeluknya dari belakang.


..." Kita pernah bertemu sebelumnya,"...


..." Kau tidak mengingatnya,"...


Tiba-tiba lintasan ingatan itu timbul. Kiara mengingat bahwa Kevin pernah mengatakan mereka 2 tahun lalu pernah bertemu.


" Apa jangan-jangan itu yang di maksud Kevin, apa kami pertama kali bertemu di acara kelulusan. Lalu kenapa dia memeluknya," Kiara bergerutu di dalam hatinya bingung sendiri dengan apa yang di lihatnya.


" Iya benar, itu yang di maksud Kevin selama ini. Kami memang pernah bertemu. Aku mengingat malam itu memang ada sesuatu pada diriku. Saat aku bangun pagi itu, aku juga bertanya pada Shella. Karena memang aku merasakan ada sesuatu. Alkohol membuatku tidak mengingat kejadian itu. Dan ternyata itu. Aku tidak menyangka mengingat hal sekecil itu," gerutu Kiara tersenyum lebar saat dia mengingat pertama pertemuannya dengan Kevin.


*************


Kevin pulang kerumahnya. Kevin masih berada di dalam mobilnya. Kevin melihat paper bag kecil yang di depannya berisi kue yang tadi diberikan Kiara. Kevin menatap lama dan membuka sabuk pengamannya.


Tidak ada niat membawanya masuk. Tetapi pada akhirnya Kevin harus membawanya masuk. Memang Kevin yang ingin melupakan Kiara seperti tidak akan bisa lupa.


Kevin memasuki rumahnya dengan memegang paper bag tersebut. Kevin mengeluarkan ponselnya dari sakunya ketika mendengar notif.

__ADS_1


" Aku mengingatnya. Aku mengingat pertama kali kita bertemu. Aku sangat ingat. Tetapi aku tidak tau bagaimana kita bertemu apa kita saling menyapa atau apa. Ayo ceritakan kepadaku, telpon aku atau ajak aku bertemu," pesan dari Kiara.


Kiara memang pintar. Dia mengirim pesan wa dari nomor lain agar Kevin membacanya. Dia tidak ingin Kevin mengabaikannya lagi untuk yang kesekian kalinya.


Kevin membaca pesan itu sambil berjalan. Clarissa yang juga berjalan dari arah yang berlawanan yang sama sedang fokus pada ponsel dan mereka sama-sama tidak tau dan jarak mereka yang semakin dekat dan akhirnya mereka saling bertabrakan.


" Auhhhhh," lirih Clarissa, kantung kecil yang pegang Kevin terjatuh dari tangannya.


" Kevin hati-hati dong," oceh Clarissa. Kevin buru-buru mengambil paper bagi kecil itu.


" Maaf kak," ucap Kevin langsung pergi.


" Aneh banget," gumam Clarissa menengok kebelakangnya dan melihat Kevin yang berjalan buru-buru.


" Bodo amat ahhhh," gumamnya membalikkan tubuhnya melanjutkan langkahnya. Saat melanjutkan langkahnya Clarissa harus berhenti.


Ketika melihat sesuatu di lantai. Kartu ucapan yang ternyata terjatuh dari dalam laper bag tersebut. Clarissa langsung berjongkok dan langsung mengambilnya. Clarissa membaca tulisan yang ada di kartu ucapan itu.


" Jadi papa sudah mengetahui hubungan Kevin dan Kiara," batinnya menarik kesimpulan sendiri. Melihat ke arah anak tangga.


************


Kevin memasuki kamarnya duduk di pinggir ranjangnya meletakkan apa yang di pegangnya sedari tadi di atas nakas. Kevin menarik napasnya panjang, membuangnya perlahan.


" Aku mohon Kiara lupakan semuanya. Aku sangat pengecut. Bisa-bisanya aku menyuruh kau melupakan semuanya. Aku benar-benar Pria jahat, aku benar-benar sangat jahat," gumamnya dengan mengusap kasar wajahnya.


" Tadi jatuh," ucap Clarissa lagi meletakkan di atas nakas. Kevin hanya melihat kakaknya.


Mata Clarissa melihat di atas dan melihat foto-foto Kiara dan Kevin yang pasti foto-fotonya yang di ambil ketika mereka di awasi.


" Papa mengetahui semuanya," ucap Clarissa


" Dan kamu akan di suruh memilih. Kevin kamu sudah memulainya dan Kiara masih terlalu muda menghadapi semuanya. Jika kamu berani memulainya. Kamu pasti tau resikonya. Lari dan membiarkan orang kebingungan bukan jalan yang terbaik. Kamu bisa mengakhirinya tetapi dengan bicara dengannya. Memberitahunya semuanya. Bukan lari tanpa bicara apa-apa. Itu sangat pengecut Kevin. Kamu hanya mempermainkan hati Kiara. Kasian dia," ucap Clarissa mengingatkan adiknya.


Kevin hanya diam saja. Menyimak semuanya. Pasti apa yang di katakan mamanya benar.


" Sudahlah! kamu lebih tau apa yang akan kamu lakukan. Kakak hanya memberi saran," ucap Clarissa langsung pergi dari kamar Kevin.


" Apa yang kakak katakan memang benar. Seharusnya aku bisa menghadapinya bukan lari dan membiarkan Kiara kebingungan. Tetapi aku tidak punya pilihan. Aku harus melakukannya. Aku tidak berani menghadapi Kiara," batin Kevin.


Clarissa menuruni anak tangga dengan langkahnya yang cepat. Sambil mulutnya komat-kamit.


" Aku harus lebih waspada. Bisa-bisa papa juga menyuruh orang untuk mengawasiku. Aku tidak mau Ketauan seperti Kevin. Kevin masih enak hanya seperti itu. Bagaimana nanti aku. Ahhhhh bisa-bisa kaki langsung di potong jika papa tau semuanya," gerutu Clarissa yang mulai merasa was-was.


Haria yang menaiki anak tangga, harus berpapasan dengan Clarissa. Haria dan Clarissa sama-sama menghentikan langkah mereka.

__ADS_1


" Apa jangan-jangan dia yang memberitahu papa," batin Clarissa mencurigai Haria.


" Tetapi tidak mungkin juga, kalau dua yang memberitahu. Otomatis dia akan kenal juga," batinnya lagi yang meragukan semuanya.


" Ahhhhh, masa bodo," batin Clarissa yang langsung melanjutkan langkahnya tanpa mempedulikan Haria. Saat melewati Haria, Clarissa benar-benar ketus. Sangat jelas menunjukkan rasa kebencian kepada Haria.


Haria juga yang tidak peduli melanjutkan langkah kakinya menaiki anak tangga.


**********


Pagi dari pagi terus berganti. Sudah 3 hari Kiara tidak menemui Kevin. Tidak menelpon, tidak mendapat kabar dari pesan atau apapun. Komunikasi mereka bahkan benar-benar hilang. Kiara pasti kebingungan dengan semua yang terjadi.


Sekarang Kiara yang berada di coffee shopnya sedang bertemu dengan Arya. Arya mengajaknya bertemu dan Kiara meminta bertemu di tempat usaha milik keluarganya.


Kiara senang bertemu Arya. Dia sangat berharap pertemuan itu berhubungan dengan Kevin jadi hatinya tidak galau lagi.


" Ada apa ya pak Arya?" tanya Kiara dengan wajahnya yang tampak bahagia. Arya membuka tasnya dan mengeluarkan beberapa map dari tasnya.


" Ini kontrak kamu. Kamu tandatangan ya. Sebagai berakhirnya pekerjaan kamu di hotel Lexus," jelas Arya. Memberikan pulpen. Kiara mengangguk.


" Kenapa bukan Kevin yang memberikannya," batin Kiara sambil menandatangani.


" Dan ini satu lagi," Arya kembali memberikan map warna lain pada Kiara. Kiara bingung, apa lagi itu sampai dia mengkerutkan dahinya.


" Apa ini?" tanya Kiara bingung.


" Itu semua beberapa prosedur, yang harus di siapkan saat mendafta ulang di universitas Harvard. Semuanya lengkap di sana, sekalian ada jadwal dan sebagainya. Tuan Kevin menyuruh saya untuk memberikannya kepada kamu," jelas Arya.


" Kenapa dia tidak memberikan sendiri, bukannya seharusnya jika urusan ini dia harus memberikan dan menjelaskan sendiri," batin Kiara benar-benar bingung.


" Apa ponselnya hilang." tanya Kiara.


" Tidak," jawab Arya sambil menggeleng.


" Lalu kenapa dia tidak mengangkat telponku. Dan sampai detik ini tidak mengabariku bahkan masalah kampus dia menyuruh pak Arya," batin Kiara.


" Kiara, fokuslah pada kuliahmu. Jangan memikirkan apa-apa. Termasuk tuan Kevin. Hubungan kerja sama dengan Lexus sudah berakhir dan ini adalah reward terakhir. Jadi kamu jangan menemui tuan Kevin lagi. Kalau ada sesuatu langsung tanyakan padaku," jelas Arya membuat Kiara kaget.


" Apa Kevin yang berbicara begitu?" tanya Kiara merasa jantungnya berdebar tidak menentu saat mendengar kata untuk tidak menemui Kevin lagi.


" Maaf, saya harus permisi. Intinya urusan kuliah kamu. Kamu bisa mengurus sendiri medepannya. Saya sudah memberikan jadwal proses awalnya. Jadi sisanya kamu bisa mengurus sendiri," ucap Arya dengan tegas lalu berdiri dan langsung pergi membiarkan Kiara dalam kebingungan.


" Hubungan kerja sama, tidak menemui. Jadi memang benar aku dan dia dia tidak memiliki hungungan apa-apa. Jadi memang benar. Jika apa yang aku lakukan. Beberapa hari ini hanya sia-sia. Karena kontrak di Lexus berakhir. Lalu dia juga mengakhirinya," batin Kiara merasakan sesak di dadanya. Saat benar-benar merasa di campakknan.


" Tapi kenapa seakan sakit sekali. Itu tidak mungkin. Arya sangat membenciku dia pasti mengarang cerita. Agar aku tidak dekat dengan Kevin. Aku akan percaya jika Kevin mengatakan langsung," batin Kiara menyeka air matanya.

__ADS_1


Meski sakit hati karena tindakan Kevin yang harus menyuruh orang lain untuk memberikan prosedur penting untuk kuliah Kiara. Tetapi Kiara tetap berfikir positif dan menganggap Kevin mungkin hanya sibuk.


Bersambung........


__ADS_2