Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 103 perbedaan status sosial


__ADS_3

" Materi dan status sosial," jawab Shirin membuat Kiara bingung.


" Maksud apa?" tanya Kiara yang benar-benar bingung.


" Alasan terbesar orang tua. Mengapa tidak memberikan anaknya restu adalah. Karena hubungan status sosial. Materi kekayaan," ucap Shirin. Kira masih bingung sehingga tidak bisa mencernanya.


" Mana ada orang tua yang menginginkan anaknya menikah dengan gadis biasa. Dan pasti orang-orang kaya yang memiliki banyak uang. Memiliki banyak kekuasaan yang sangat tinggi pasti tidak akan memberi restu ketika calon istri atau suami dari anak mereka yang sama sekali tidak sedarajat dengan kita," jelas Shirin dengan detail.


" Maksud kakak. Kekasih kakak yang sekarang ini adalah anak kolong merat dan hubungan kakak dan dia sedang tidak baik-baik saja. Karena restu itu," ucap Kiara menebak-nebak


" Kamu benar. Aku dan dia terhalang restu. Karena aku dan dia bagaikan langit dan bumi. Sama sekali tidak akan pernah menyatu," jawab Shirin.


" Aku hanya orang biasa sementara dia sangat luar biasa. Jadi mana mungkin kami mendapatkan restu. Hubungan kami terhalang oleh restu," jelas Shirin lagi.


" Hubungan yang terhalang restu karena materi," batin Kiara yang memikirkan sesuatu.


" Terkadang Aku baru menyadari jika aku yang terlalu berlebihan menyukai pria yang levelnya jauh lebih tinggi dari pada aku. Dan ketika status sosial itu menjadi perbedaan. Kita baru menyadari dan ternyata itu menyakitkan. Menyadari di belakang itu sangat membuat luka yang benar-benar besar," ucap Shirin dengan wajahnya yang benar-benar lesu.


" Apa status sosial itu sangat penting?" tanya Kiara.


" Sangat Kiara. Untuk orang-orang tinggi yang mempunyai banyak uang. Pasti sangat pemilih dalam mencari kan anaknya pasangan. Dan orang seperti ku. Jelas sangat tidak pantas untuk menjadi menantu dari orang kaya itu," sahut Shirin.


" Mana mungkin Shirin seorang pramugari dari pesawat Lexus mendapat restu dari Mitra Winaya yang kekayaannya tidak terhitung," sahut Shirin yang jujur apa adanya jika kekasihnya adalah anak dari Mitra Winata.


Mungkin Kiara sangat di percayainya sampai bisa berbicara jujur. Jika kekasihnya adalah anak dari Mitra Winata.


" Mitra Winata pemilik grup Lexus?" tanya Kiara yang benar-benar kaget mendengar nama itu.


" Kamu benar, aku menjalin hubungan dengan salah satu anaknya Evan," sahut Shirin.


" Evan yang aku pernah bertemu di bioskop?" tanya Kiara memastikan.


" Iya kamu benar. Evan anak dari Mitra Winata. Dan hubungan kami terjalin sembunyi-sembunyi karena dia tidak mau papanya mengetahuinya. Yang pasti jika papanya tau dia akan terkena masalah dan mungkin juga aku," jelas Shirin yang menceritakan apa adanya mendengarnya Kiara terdiam.


" Ya, lagi pula mana mungkin orang seperti ku. Harus mendapatkan restu. Itu sangat mustahil. Terkadang aku juga harus menyadari. Siapa aku sebenarnya. Sehingga sangat berani untuk menuntut semuanya darinya," ucap Shirin yang terlihat pasrah.


" Apa jangan-jangan....." batin Kiara yang belum bisa menyimpulkan apa yang ada di pikirannya.


Mendengar kata-kata Shirin membuat Kiara seakan menyadarkan sesuatu.


" Keluarga Mitra Winata bukan orang sembarangan. Mencari pasangan untuk anaknya harus benar-benar sederajat dengan mereka. Bukan orang rendahan. Sangat tidak di pandang oleh mereka," lanjut Shirin.


Kiara benar-benar terdiam. Seakan apa yang di jelaskan Shirin menjelaskan sesuatu kepadanya.


" Apa mungkin Kevin menghindariku. Karena hal ini. Dia menghindari ku Karena aku dan dia yang benar-benar sangat berbeda," ucap Kiara di dalam hatinya. Kiara mulai berpikiran mengenai hal itu.


" Tidak mungkin, itu tidak mungkin. Kalaupun iya. Kenapa dia tidak mengatakan. Kenapa malah menghindariku," Kiara benar-benar sangat bingung dan belum bisa menyimpulkan sesuatu.


" Kiara," tegur Shirin yang melihat Kiara bengong.


" Hah! iya," sahut Kiara gugup.


" Kamu kenapa?" tanya Shirin.


" Tidak apa-apa," jawab Kiara bengong. Padahal dia sangat memikirkan tentang masalahnya dengan Kevin.


" Lalu apa rencana kakak?" tanya Shirin.

__ADS_1


" Masalahnya sangat besar dan harus membuatku dan dia berpisah untuk sementara," jawab Shirin.


" Padahal aku sangat lelah dan ingin mengakhiri hubunganku dengan Evan. Tetapi dia memaksa untuk tetap melanjutkan," lanjut Shirin.


" Aku akan pergi pulang kampung," ucap Shirin.


" Apa itu jalan yang terbaik?" tanya Kiara.


" Hmmm, itu yang terbaik," jawab Shirin.


" Ya sudah, aku hanya berdoa. Semoga kakak bisa menjalani semuanya dengan baik dan masalah lainnya cepat selesai," ujar Kiara dengan penuh harapan.


" Iya, makasih ya," sahut Shirin.


***********


Kiara pulang kerumahnya melamun di dalam kamarnya. Apa lagi jika tidak pembahasannya dengan Shirin tadi siang.


Krekk tiba-tiba Ziva memasuki kamarnya.


" Kak pinjam charger," ucap Ziva.


" Itu di meja," tunjuk Kiara. Ziva langsung mengambilnya.


" Kakak kenapa?" tanya Ziva.


" Nggak apa-apa," jawab Kiara bohong.


" Ya sudah aku balik dulu. Pinjem bentar," ujar Vira pamit.


" Hmmm," jawab Ziva.


" Apa orang kaya tidak akan merestui hubungan anaknya dengan orang biasa?" tanya Kiara tiba-tiba. Membuat Ziva bingung.


" Kalau menurut drama Korea yang sering aku lihat. Orang-orang kaya akan menjodohkan anaknya dengan pilihan mereka yang sepantaran juga," jawab Ziva menurut pengalamannya.


" Memang kenapa?" tanya Ziva.


" Tidak apa-apa keluarlah," sahut Kiara.


" Aneh," gumam Ziva langsung pergi.


***********


Pagi-pagi sekali Kiara sudah bangun dan siap-siap dengan buru-buru. Apa yang di katakan Shirin kemarin membuatnya kepikiran.


Jika Kevin menghindarinya. Karena hubungan mereka yang sudah ketahuan dan seperti kata Shirin. Mitra Winata pasti tidak akan merestui hubungan itu.


Dan mungkin seperti kata adiknya. Mungkin saja kebanyakan orang tua seperti itu sudah memilihkan jodoh untuk anaknya. Kiara juga mengingat Haria. Dan bahkan sangat akrab dengan Mitra Winata yang membuat Kiara bisa menyimpulkan dengan sendiri masalahnya.


Karena Kevin terus bungkam dan membuatnya tidak mendapat jawaban apa-apa. Kiara memutuskan untuk menemui Kevin langsung. Dia harus benar-benar mendapat penjelasan yang akurat dari Kevin.


Agar semuanya jelas. Dia juga harus tau bagaiman hubungannya selama ini. Dia tidak akan rela. Jika memang akhirnh di permainkan oleh Kevin yang sudah di anggapnya pengecut.


Setelah beres. Kiara yang memakai blouse putih dan rok lipat-lipat hitam sepahanya. Kiara langsung keluar dati kamarnya dan menuruni anak tangga.


" Nggak sarapan dulu Kiara!" tegur Danu yang melihat Kiara sangat buru-buru.

__ADS_1


" Tidak pa, nanti aja," sahut Kiara yang benar-benar buru-buru pergi. Bahkan tanpa berpamitan membuat Danu dan yang lainnnya bingung.


Kiara langsung mendorong pagar rumahnya dan berlari menuju depan untuk memberhentikan Taxi. Dia memang akan ngos-ngosan karena harus buru-buru menemui Kevin yang dia tau sedang berada di Hotel Lexus.


Kiara mendapat informasi dari Arya. Kevin Adam klien di sana dan benar-benar kesempatan Kiara untuk menemuinya tanpa sepengatahuan Kevin. Karena dia tidak mau rencananya berantakan karena Kevin pasti menghindarinya.


*********


Hotel Lexus.


Mobil Kevin berhenti di depan Hotel Lexus. Kevin langsung keluar dari mobil itu. Dan tiba-tiba Arya yang sudah ada di Hotel tersebut menghampiri Kevin.


" Tuan Kevin, ada keributan di dalam," ucap Arya melaporkan.


" Ada apa, apa yang terjadi?tanya Kevin


" Non Haria sedang ada di dalam?" Jawab Arya.


" Lalu?" tanya Kevin. Arya berbisik membuat Kevin mengkerutkan dahinya. Kevin pun langsung memasuki memasuki hotel berjalan dengan cepat. Arya dan Kevin memasuki lif menuju lantai di mana keberadaan Haria.


Setelah leluar dari lift. Kevin langsung menyaksikan Haria yang duduk di lantai dengan 2 pelayan yang memegang tangannya. Haria yang tampak mabuk seperti orang gila meracau tidak jelas.


" Ayo nona, jangan di sini," ucap salah satu pelayan hotel yang mencoba menngangkat tangannya.


" Tidak jangan menyentuhku. Aku tidak mau ikut dengan kian," Haria langsung menepis tanga pelayan itu.


" Aku hanya butuh Kevin. Aku hanya menginginkannya bukan dengan orang seperti kalian," teriak Haria yang benar-benar tidak sadar dengan apa yang di ucapkannya. Karena pengaruh alkohol yang di minumnya.


" Sejak kapan dia seperti itu?" tanya Kevin.


" Sepertinya sejak tadi malam tuan. Staff hotel bilang sudah menemukan nona Haria sejak jam 4 subuh dan di ajak pergi tidak mau," jelas Arya. Kevin menarik napasnya dalam-dalam dan langsung mendekati Haria.


Staff hotel yang melihat Kevin langsung berdiri dan menundukkan kepalanya.


" Siapkan kamar untukny!" perintah Kevin.


" Baik tuan," jawab staf langsung pergi. Kevin berjongkok di depan Haria. Melihat wanita itu sangat menyedihkan. Entah sudah berapa gelas yang sudah di minummnya membuatnya memang seperti orang gila.


" Haria ayo bangun," ucap Kevin yang bersuara dingin. Mendengar suara Kevin yang khas membuat Haria membuka matanya. Ingin memastikan apakah suara itu benar-benar dari Kevin atau tidak.


" Kevin!" Lirih Haria walau dalam ke adaan mabuk dia jelas bisa mengenali Pria itu memang adalah Kevin.


" Apa yang kau lakukan. Kenapa kau minum terlalu banyak. Ayo berdi jangan di sini. Apa yang kau lakukan akan mengganggu pengunjung hotel ini," ucap Kevin. Haria langsung memeluk Kevin sehingga wajahnya sudah berada di bidang dada Kevin.


" Aku merindukanmu Kevin, aku tidak mau berpisah dari mu. Aku ingin kita terus bersama. Aku mohon jangan meninggalkan ku. Aku mencintaimu. Aku tidak mau kehilanganmu. Ayo bawa aku pergi. Kita harus pergi. Kita harus hidup bahagia berdua," ucap Haria yang terus meracau.


Kevin melihat di sekitarnya. Pengunjung hotel sepertinya mulai risih dengan keributan yang diciptakan Haria. Sampai mereka membuka pintu kamar mereka ingin mengetahui apa yang terjadi.


Kevin yang tidak mau suasana semakin rusuh akhirnya dia memutuskan untuk menggendong Haria ala bridal style membawanya pergi dari tempat itu. Sebelum dia dan Haria menjadi tontonan.


" Kamu akan membawaku pergi iya kita memang harus pergi bersama," racau Haria yang dengan senyumnya. Merasa bahagia ada gendongan Kevin.


" Kau urus meeting sebentar. Aku akan mengurusnya sebentar," ucap Kevin pada Arya yang sedari tadi hanya berdiri mematung.


" Baik tuan," jawab Arya menundukkan kepala. Kevin punembawa Haria. Kedalam kamar yang sudah di siapkan Staff. Agar Haria beristirahat dan tidak membuat kerusuhan di korodior Hotel tersebut.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2