Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 130. Sarapan pertama.


__ADS_3

Mentari pagi kembali tiba. Kevin menaiki anak tangga menuju kamar di mana Kiara tertidur. Kevin berdiri di depan pintu dan mengetuk pintu dengan pelan.


tok tok tok.


" Kiara!" panggil Kevin.


" Apa dia belum bangun," gumam Kevin. Kembali mengetuk dan memanggil nama kekasihnya itu. Tetapi tak kunjung datang yang akhirnya membuat Kevin membuka pintu tersebut.


Kevin membuka perlahan dan memperlihatkan Kiara yang memang masih tertidur. Kevin geleng-geleng sambil tersenyum tipis. Lalu melangkah mendekati tempat tidur Kiara. Kevin duduk perlahan tanpa ingin membangunkan Kiara.


" Kiara bangun!" ucap Kevin dengan lembut mengusap pipi Kiara dan menyinggirkan rambut Kiara yang menutup wajah cantik itu.


" Kiara!" ucap Kevin lagi yang terus memanggil Kiara yang masih tertidur.


" Hmmmm," Kiara berdehem dengan suara berat. Karena masih mengantuk. Dia memang sangat lelah. Jadi wajar masih tidur meski sudah sangat pagi.


" Ayo bangun Kiara, ini sudah pagi," ucap Kevin lagi. Dengan perlahan Kiara membuka matanya dan menyaksikan Kevin yang tersenyum manis kepadanya.


" Ayo bangun," ucap Kevin. Kiara menguap dengan menutup mulutnya.


" Aku masih mengantuk," ucap Kiara yang yang sangat sulit untuk bangun.


" Bangunlah, kamu mandi aku menunggumu di bawah. Kamu harus pulang. Kakak mu nanti khawatir kepadamu," ucap Kevin.


" Bukannya kamu bilang kita akan jalan-jalan hati ini?" ucap Kiara.


" Iya kita akan jalan-jalan. Tetapi kamu harus kembali ke hotel dulu. Kamu harus menemui kakakmu dulu dan minta izin padanya. Setelah itu aku akan mengajakmu pergi kemanapun yang kamu mau," ucap Kevin. Kiara hanya menyimak saja perkataan Kevin. Matanya masih menyipit sangat sulit untuk terbuka lebar.


" Sudah, ayo bangun," ucap Kevin lagi. Kiara menganggukan matanya.


" Ya sudah. Aku akan menunggumu di bawah," ucap Kevin. Kiara kembali mengangguk. Lalu Kevin berdiri dan melihat Kiara malah ingin memejamkan matanya lagi.


" Kiara!" panggil Kevin, " jangan tidur lagi. Apa perlu aku membawamu kekamar mandi," ucap Kevin. Kiara langsung menggeleng.


" Tidak perlu!" jawab Kiara dengan cepat.


" Ya sudah. Kalau begitu cepat bangun. Jangan membuatku lama-lama menunggu," ucap Kevin. Kiara mengangguk. Kevin pun pergi keluar dari kamar Kiara. Setelah memastikan Kiara akan bangun.


*********


Tidak berapa lama akhirnya Kiara pun keluar dari kamar mandi. Tidak tau dari mana Kevin mendapatkannya. Yang jelas Kiara di siapkan pakaian.


Kiara berdiri di depan cermin mengeluarkan beberapa peralatan makeup nya dari dalam tasnya untuk memoles sedikit wajahnya. Agar tidak terlalu pucat.


Setelah merasa cukup dengan pakaian berbahan baldu berwarna coklat yang di pakainya. Kiara pun akhirnya menuruni anak tangga. Kiara tidak melihat Kevin ada di ruang tamu.


Tetapi Kiara mendengar ada suara aktivitas dari arah kirinya yang berasal dari dapur yang membuat langkah Kiara langsung menuju kemana arah suara itu.


Kiara melihat Kevin sedang menuangkan air putih. Dan melihat ada 2 piring di atas meja. Ternyata Kevin menyadari kekasihnya ada di sana.


" Kamu sudah selesai?" tanya Kevin. Kiara mengangguk.


" Kalau begitu Kemarilah, kita sarapan dulu. Sebelum kamu kembali," ucap Kevin. Kiara mengangguk dan melangkah dengan kakinya yang pelan menghampiri Kevin.

__ADS_1


Kevin menarik kursi seakan mempersilahkan Kiara untuk duduk. Kiara tersenyum manis ketika mendapat hal kecil tetapi sangat manis.


" Arya sudah mengantarkan sarapannya?" tanya Kiara.


" Tidak!" jawab Kevin yang sudah duduk di samping Kiara.


" Lalu ini?" tanya Kiara. Kevin tampak tersenyum.


" Jangan bilang ini kamu yang buat," ucap Kiara menebak-nebak.


" Kenapa? kamu tidak akan percaya jika aku yang membuatnya," ucap Kevin.


" Jadi serius ini kamu yang buat," tanya Kiara memastikan. Kevin menganggukkan matanya.


" Sudah makanlah jangan banyak tanya," ucap Kevin.


" Akhirnya aku bisa juga merasakan masakanmu," ucap Kiara dengan tersenyum lebar.


" Ya sudah makanya makan. Jangan banyak bicara. Nanti keburu dingin," ucap Kevin. Kiara mengangguk dengan cepat dan langsung menyendokkan nasi goreng yang di buatkan Kevin padanya. Kiara seperti chef. Makanan itu sangat lama di dalam mulutnya seperti meneliti dengan betul-betul.


" Bagaimana rasanya apa enak?" tanya Kevin. Kiara tersenyum dan mengangguk.


" Ini enak sekali," jawab Kiara. Kevin tersenyum mendengar pujian itu.


" Kalau begitu lanjutkan makan," ucap Kevin lagi sambil mengacak pucuk kepala Kiara. Kiara tersenyum dan melanjutkan makan yang di siapkan sang pacar untuk knya.


Memang harinya sangat bahagia. Sudah bertemu dengan Kevin dan sekarang d


************


Setelah sarapan sampai habis. Akhirnya Kiara dan Kevin pun pergi ke Hotel di mana tempat Kiara dan kakaknya menginap. Mobil Kevin sudah berhenti di depan hotel.


" Ya sudah aku masuk dulu. Kamu tunggu sini," ucap Kiara sambil membuka seat beltnya. Kevin mengangguk.


" Bentar ya!" ucap Kiara saat sudah di membuka mobil. Kevin menganggukkan kepalanya. Kiara pun langsung berjalan agak cepat memasuki hotel tersebut.


Memang Kevin tidak ikut masuk. Dia menunggu Kiara di luar untuk meminta izin pada Rangga. Kalau Kevin sampai masuk dan malah ikut minta izin. Itu namanya bukan pacaran sembunyi-sembunyi.


Jadi ya untuk sementara hubungan mereka akan seperti itu dulu. Nanti kalau sudah dapat restu mereka pasti akan terang-terangan di depan semua orang.


Kiara yang sudah di depan kamar hotel menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Lalu membuka pintu kamar itu.


" Kak Rangga," ucap Kiara yang sudah masuk dan melihat sang kakak yang sedang memakai sepatu yang sepertinya ingin bekerja.


" Hmmm, kamu sudah balik," ucap Rangga terus memakai sepatu.


" Hmmm, iya. kakak sudah mau kerja lagi?" tanya Kiara.


" Iya. Ini sudah kesiangan. Para kliennya sudah menunggu mungkin," ucap Rangga yang sudah selesai memakai sepatu. Lalu berdiri mengambil jas dan tas kantornya.


" Kakak pergi dulu, ada apa-apa telpon kakak," ucap Rangga menepuk bahu Kiara. Lalu pergi.


" Kiara mau pergi lagi," ucap Kiara menghentikan langkah Rangga. Rangga pun langsung berbalik badan.

__ADS_1


" Kamu mau pergi lagi?" tanya Rangga. Kiara mengangguk.


" Dengan siapa?" tanya Rangga.


" Teman Kiara yang semalam," jawab Kiara dengan cepat.


" Memang kemana?" tanya Rangga lagi.


" Nggak tau kemana. Karena dia yang nentuin jalannya," jawab Kiara yang memang apa adanya tidak tau tujuannya akan pergi kemana.


" Berapa orang?" tanya Rangga lagi yang seperti bapak yang posesif dengan sang anaknya.


" Cuma berdua aja," jawab Kiara.


" Cowok apa cewek?" tanya Kevin. Kiara menelan salavinanya mendengar pertanyaan. Itu. Jika di jawab dengan jujur akan masalah. Jika tidak itu sama saja dia berbohong.


" Apa yang harus aku jawab," batin Kiara yang kepanikan.


Dratttt, Drtttt.


Ponsel Rangga berbunyi dan Rangga langsung mengangkatnya.


" Halo, oh oke-oke, aku akan turun," ucap Rangga dalam telponnya.


" Ya sudah kalau mau jalan-jalan. Kamu hati-hati. Ada apa-apa telpon kakak," ucap Rangga dengan buru-buru. Lalu tanpa basa-basi Rangga langsung pergi. Kiara yang langsung membuang napasnya dengan panjang.


" Hahhhhhhhh," untung saja," ucap nya yang langsung merasa lega.


***********


Rangga yang buru-buru langsung keluar dari kamar hotel. Memasuki lift. Langkahnya semakin cepat ketika sudah keluar dari lift menuju lobi hotel untuk memasuki mobil yang sudah di siapkan untuknya.


Langkah Rangga harus terhenti. Ketika melihat Kevin yang berdiri di samping pintu mobil. Rangga heran dan langsung menghampiri Kevin. Karena mobil yang menjemputnya parkir di belakang mobil Kevin.


" Pak Kevin!" tegur Rangga.


" Rangga," ucap Kevin yang sedikit gelisah saat tidak sengaja bertemu dengan Rangga. Kakak dari kekasihnya.


" Bapak sedang apa di sini?" tanya Rangga. Kevin yang tiba-tiba mendapat pertanyaan itu menjadi gugup.


" Oh, itu. Saya sedang menunggu seseorang," jawab Kevin. " Kamu sendiri sedang apa di sini?" tanya Kevin pura-pura tidak tau.


" Ada pekerjaan dari kantor," jawab Rangga.


" Begitu rupanya," sahut Kevin.


" Ya sudah pak, Kevin kalau begitu saya permisi dulu, soalnya sudah hampir telat," ucap Rangga pamit.


" Iya," jawab Kevin. Rangga dan Kevin sama-sama menundukkan kepala mereka. Lalu Rangga buru-buru memasuki mobil tersebut.


" Hhhhhhhh, untung saja," batin Kevin membuang napasnya panjang merasa lega yang hampir ketahuan oleh Rangga.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2