
Mobil Kevin berhenti di pemakaman mewah yang pasti Kiara tau di mana itu.
" Kita mau Ziarah?" tanya Kiara menoleh kearah Kevin.
" Iya ini hari jummat, biasanya aku akan mengunjungi mama. Jadi aku ingin mampir sebentar untuk bertemu mama. Kamu tidak akan keberatan kan?" tanya Kevin. Kiara menggeleng dengan cepat.
" Mana mungkin aku keberatan. Aku juga bisa sekalian ziarah ke makam kakek ku," sahut Kiara.
" Ya sudah, ayo turun!" ucap Kevin membuka seat beltnya. Kiara mengangguk dan juga langsung membuka seat beltnya. Kevin mengambil boucket bunga dari kursi belakang yang sudah di belinya tadi.
Kevin dan Kiara saling melihat dan langsung keluar dari mobil. Saat keluar. Kiara menoleh kebelakang dan melihat orang-orang Kevin. Masih terus melihat Kevin.
" Mereka pasti bergosip yang tidak-tidak tentangku," batin Felly yang langsung punya pikiran buruk pada Arya dan 2 anak buah Kevin.
" Kiara," tegur Kevin yang sudah berada di samping Kevin.
" Hmmm, iya kenapa?" tanya Kiara yang menjadi linglung.
" Ayo! jangan melamun," ajak Kevin. Kiara mengangguk dan melangkah sejajar dengan Kevin. Menuju tempat mama Kevin beristirahat.
Sesampai di tempat pemakaman itu Kiara dan Kevin berjongkok bersebelahan. Kevin menyiram air pada mesan sang mama sambil mengusap-usap mesan itu. Agar tetap kinclong.
Kiara tersenyum sambil menaburi kelopak- kelopak kembang yang mempercantik makam itu.
" Ma apa kabar?" tanya Kevin yang berbicara tidak seperti biasanya. Yang akan bicara dari hatinya. Kiara mendengarnya tersenyum. Kevin lebih leluasa bicara pada mamanya.
" Ma aku datang bersama wanita yang aku cintai," ucap Kevin.
Kiara mendengarnya sampai terharu. Tidak menyangka akan mendengar minat itu dari Kevin. Kiara hanya melihat Kevin yang berbicara pada mamanya.
" Mama benar. Dia wanita yang pertama yang aku perkenalkan pada mama. Namanya Kiara. Mama bisa melihat dia seperti apa. Dia sangat cantik, sangat pintar, hati nya sangat baik, dia wanita yang membuat Kevin tidak punya alasan untuk tidak mencintainya," ucap Kevin lagi.
Mata Kiara berkaca-kaca mendengar tulusnya Kevin berbicara. Menyampaikan semua pada mamanya. Dia ingin menangis tetapi harus menahannya.
" Kemarin aku menyakitinya dan membuatnya menangis. Membuat pikirannya sampai Kemana- kemana. Sampai dia harus masuk rumah sakit. Aku berjanji di depan mama jika aku tidak akan melakukan itu lagi," ucap Kevin yang sekarang melihat Kiara.
Akhirnya air mata Kiara harus jatuh dengan ucapan Kevin. Dia merasa menjadi wanita yang paling beruntung.
__ADS_1
" Aku juga tidak akan pernah meninggalkannya. Apapun yang terjadi aku akan terus bersamanya. Aku sangat mencintai wanita di hadapan mama. Dia wanita yang sangat special untuk Kevin. Dia membuat hidup Kevin sangat berharga," ucap Kevin yang terus bicara sambil menatap Kiara dengan dalam.
" Mama menjadi saksi. Bagaimana aku sangat mencintai wanita ini," ucapnya lagi.
" Kiara kamu tidak ingin bicara sesuatu pada mamaku?" tanya Kevin. Kiara mengangguk. Dan mengalihkan pandangannya pada makan itu.
" Hay tante, aku Kiara. Kita sudah pernah kenalan. Aku pacarnya Kevin anak Tante," ucap Kiara. Kevin tersenyum mendengarnya.
" Apa Tante. Iya pasti. Aku janji sama Tante. Aku akan terus di sampingnya. Kami akan terus bersama dan Kevin akan terus tersenyum. Aku janji pada Tante," ucap Kiara yang menatap Kevin dengan dalam.
Kevin tersenyum. Dia memang sangat bahagia dan memang ini adalah kebahagian yang tidak pernah iya rasakan. Kevin harus mengakui jika kehadiran Kiara di dalam hidupnya sangat membuat hidupnya lebih berwarna dan layaknya manusia normal pada umumnya.
" Kamu tidak mengatakan kepada mama jika kamu mencintaiku?" tanya Kevin. Kiara mendengarnya kaget.
" Hmmm, apa aku harus mengatakan itu?" tanya Kiara yang pasti malu mengucap cinta di depan Kevin mengangguk. Dia memang ingin Kiara mengatakan hal itu. Tidak tau kenapa dia harus mendengarkannya.
" Aku sudah mengatakannya," ucap Kiara tersenyum.
" Tapi aku tidak mendengarnya," ucap Kevin mendengarnya," sahut Kevin.
" Ishhhh, sudahlah, sekarang ayo kita kembali. Hujan sudah mau turun," ucap Kiara menunjuk lagi. Jika pagi ini benar-benar sangat mendung. Kevin menoleh ke atas dan melihat langit memang sangat gelap.
" Baiklah," jawab Kevin. Mereka pun berpamitan pada mama Kevin. Kiara juga menyempatkan menyapa sang kakek.
Begitu juga Kevin yang memang harus melakukan pendekatan pada kakek dari pacarnya itu. Seperti masih hidup saja. Harus ada pendekatan.
Setelah itu mereka kembali memasuki mobil. Ternyata hujan benar-benar turun dan untungnya mereka sudah masuk kedalam mobil dan hanya basah sedikit saja. Karena asyik bercerita di dekat mobil dan langsung di sembur air hujan.
" Aihsss seharusnya kita cerita di dalam mobil saja. Jadi tidak sampai basah-basahan," oceh Kiara sambil mengusap-ngusap bakunya rambutnya yang sedikit basah.
Kevin membuka laci yang ada di mobilnya dan mengambil handuk berwarna putih yang kecil.
" Keringkan rambutmu," ucap Kevin memberikan. Kiara mengangguk dan langsung melakukan apa yang di katakan Kevin.
" Kalau hujan seperti ini. Kita tidak akan bisa kemana-mana," ucap Kiara yang kehilangan semangat.
" Kamu kecewa?" tanya Kevin.
__ADS_1
" Iya," jawab Kiara cepat, " maksudku tidak," ucapnya lagi meralat kata-katanya. Kevin mendengarnya hanya mendengus.
" Bukan begitu. Jika hujan bukannya aku benar. Kita tidak akan bisa melakukan apa-apa," ucap Kiara.
" Kita tunggu saja hujannya reda. Bukannya waktu masih panjang," ucap Kevin. Kiara mengangguk.
" Kamu mau makan?" tanya Kevin.
" Memang ada makanan?" tanya Kiara bingung. Kevin mengangguk.
" Dapat dari mana?" tanya Kiara. Kevin tidak menjawab dan bahkan menarik gas mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan santai. Membuat Kiara heran.
" Kita mau kemana?" tanya Kiara heran. Bisa-bisanya Kevin membawanya pergi. Padahal hujan deras.
Pertanyaan Kiara tidak di jawab Kevin. Sampai 5 menit kemudian Kevin memberhentikan mobilnya di pinggir danau dan hujan masih sangat deras.
" Kita ngapain di sini?" tanya Kiara benar-benar bingung. Sampai kepalanya berkeliling dan hanya melihat mobil anak buah Kevin yang tetap saja menjadi pengekor.
" Kenapa dia diam saja. Buat penasaran saja," batin Kiara yang memang sangat penasaran.
Kiara masih tetap tidak mendapat jawaban sementara Kevin sudah memasuki bangku belakang dan membuat Kiara bingung entah apa yang di lakukan Pria itu.
Ternyata jok belakang di jadikan Kevin menjadi datar tanpa sandaran. Seperti Tempat tidur. Mobil Kevin memang canggih. Hanya tinggal memencet tombol tetapi bagian belakang sudah di buat berbeda.
Kiara hanya pelongo-pelongo. Melihat apa yang di lakukan Kevin. Dia juga takjub dengan canggihnya mobil Kevin. Maklum saja anak orang kaya. Jadi sangat wajar
" Kemarilah!" ajak Kevin pada Kiara. Kiara mengangguk dan menyusul Kevin kebelang bersilah menghadap Kevin yang masih sibuk.
" Kamu sedang apa?" tanya Kiara bingung.
" Aku hanya ingin mengajakmu makan," jawab Kevin mengambil kerdus dan mengeluarkan satu persatu isinya yang ternyata makanan.
" Makan. Apa maksudnya akan makan di dalam mobil," batin Kiara masih penuh pertanyaannya. Yang memang hanya di jawab dengan singkat.
" Bantu aku!" ucap Kevin. Kiara mengangguk. Kevin meletakkan 2 piring putih di depannya dan di depan Kiara. Dan mengeluarkan nasi dari dalam kotak bekal ada juga beberapa lauk menata di piring Kiara dan juga Kevin.
Mereka sepertinya sedang sarapan pagi romantis di dalam mobil di tengah hujan-hujanan.
__ADS_1
Bersambung.....