Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 118 Bertemu mertua.


__ADS_3

Setelah Sahila menyiapkan makan siang untuk suaminya. Kiara pun yang sudah siap-siap langsung pergi ketempat papanya bekerja yang tak lain adalah tempat pacarnya juga bekerja. Dengan memakai atasan rajut berwarna cream dan rok putih sepahanya dia tampil sangat gerli saat menemui papanya.


Kiara pergi menggunakan Taxi dan sudah berhenti di depan perusahaan itu. Saat Kiara turun dari taxi. Kiara melihat Mitra Winata yang keluar dari perusahaan dengan beberapa orang yang mengikut di belakangnya. Yang mungkin bodyguard dari Mitra Winata.


Langkah Mitra Winata memang menunjukkan kewibawaan sebagai pimpinan dan memang terlihat orang yang sangat serius yang pasti sama dengan Kevin yang juga sangat serius dan bersifat dingin. Tetapi belakangan ini sangat hangat kepadanya.


" Apa iya orang seperti mereka akan jadi pemilih untuk kehidupan anak-anaknya. Apa mereka tidak bisa menerima rakyat jelata untuk masuk kedalam kehidupan mereka. Apa harus yang sederajat dengan mereka," batin Kiara yang terus melihat Pria yang tak lain adalah ayah dari kekasihnya.


" Lalu bagaimana dengan hubunganku selanjutnya dengan Kevin. Apa benar kata kak Shirin hubungan yang tanpa restu dan di lakukan diam-diam tanpa ada yang tau. Tidak akan ada ujungnya dan hanya akan membuat kita terluka," Kiara bergerutu di dalam hatinya. Seketika dia mengkhawatirkan hubungannya dengan Kevin. Ketika mengingat Shirin.


Karena dia dan Shirin sama. Dan Shirin jauh lebih berpengalaman di bandingkan Kiara. Shirin dan Evan sudah menjalani hubungan selama 1 tahun lebih secara diam-diam dan yang di dapatkannya hanya penderitaan.


Karena mendapatkan cinta dari pria anak kolong merat. Bukan suatu kebahagian. Tetapi suatu penderitaan. Saat ingin melepas tidak bisa di lepas Semua serba salah.


Kiara terus melamun dengan pandangan matanya yang lepas dari Mitra Winata yang berdiri di pinggir mobil. Berbicara dengan salah satu seorang bodyguardnya.


Saat Mitra Winata ingin memasuki mobilnya. Tidak sengaja matanya mengarah pada Kiara yang 15 meter darinya. Mata mereka bahkan bertemu.


Sampai Kiara yang akhirnya sadar jika orang yang di lihatnya sudah melihatnya. Kiara langsung mengalihkan pandangannya dan menundukkan kepalanya. Lalu dengan langkah yang cepat pergi dari tempat itu.


" Ya ampun Kiara apa yang kamu lakukan. Kenapa kamu terus melihatnya. Kan jadi ketahuan," batin Kiara merasa bodoh dengan tindakannya yang ketahuan memperhatikan papa dari pacarnya.


Sementara Mitra Winata masih melihat Kiara yang berjalan memasuki perusahaan.


" Kenapa gadis itu melihatku seperti itu," batin Winata yang heran dengan Kiara.


" Apa aku pernah bertemu dengannya. Kenapa wajahnya tidak asing," ucap Winata di dalam hatinya merasa Kiara pernah di temunya.


" Tuan!" tegur bodyguard Winata yang sudah membukakan pintu mobil mempersilahkan tuannya untuk masuk. Winata mengangguk dan memasuki mobilnya dengan rasa penasaran kepada Kiara. Kiara sih pakai acara main tatap-tap segala.


*********


Kiara pun berjalan melangkah mencari papanya. Yang sebelumnya dia memang sudah menghubungi papanya.


" Semoga saja tuan Winata tidak berpikiran yang aneh-aneh kepadaku. Aku berharap dia melupakan kejadian tadi," batin Kiara yang ternyata masih kepikiran dengan apa yang terjadi di halaman perusahaan.


" Kamu sih Kiara. Pakai sok-sokan ingin melihatnya secara terang-terangan. Sekarang semuanya menjadi ribet. Bagaimana kalau Tuan Mitra Winata tersinggung. Kan urusannya bisa panjang," Kiara terus bergerutu menyalahkan kebodohannya sendiri dengan apa yang di lakukannya barusan.


Dia bahkan ketakutan jika perbuatannya menyebabkan sesuatu.


" Semoga tidak terjadi apa-apa," batinnya berharap banyak.

__ADS_1


" Kiara!" tegur seseorang yang membuat Kiara berhenti melamun. Kiara mengenal suara itu dan langsung membalikkan badannya yang ternyata adalah papanya.


" Papa," sahut Kiara yang langsung menghampiri papanya.


" Kiara mengantar makan siang, untuk papa," ucap Kiara memberikan 1 kantung pada papanya yang berisi bekal dan Kiara masih memegang 1 kantung lagi yang tidak tau apa isinya.


" Oh sudah selesai di masak rupanya," sahut Danu tersenyum.


" Iya pa. Makanya Kiara langsung buru-buru kesini. Supaya makananya tetap hangat dan enak di makan," ucap Kiara.


" Makasih ya," ucap Danu.


" Sama-sama pa," jawab Kiara. Tiba-tiba mata Danu melihat Kevin yang berjalan bersama Arya.


" Pak Kevin!" tegur Danu. Kiara yang mendengar nama Kevin langsung kaget.


" Sayang sebentar ya," ucap Danu meninggalkan Kiara sebentar dan menghampiri Kevin.


" Kevin. Apa Kevin itu," batin Kiara yang belum berbalik badan. Dia yang penasaran pun akhirnya berbalik badan dan ternyata benar. Kevin yang di panggil papanya. Adalah orang yang di tebak-tebakanya.


Mata Kiara dan Kevin saling bertemu. Kiara menyelipkan rambutnya kebelakang daun telinganya dia merasa canggung saat berhadapan dengan Kevin dan ada papanya di sana. Kevin pun mengalihkan pandangannya pada Danu yang sudah berdiri di hadapannya.


" Begini saya ingin membahas proyek yang di bicarakan Pak Winata kemarin," ucap Danu menyampaikan apa yang ingin di katakannya.


" Baiklah. Setelah selesai makan siang. Datanglah keruangan saya. Kita akan bicarakan dengan serius," ucap Kevin.


" Baik pak," sahut Danu. Kevin kembali melihat Kiara. Dan Kiara mengukir senyum tipis. Ternyata Arya memperhatikan atasannya dengan Kiara uang curi-curi pandang.


" Kalau aja ada papanya. Diam seribu bahasa. Kalau tidak ada pasti nempel-nempel dengan tuan Kevin," batin Arya yang kelihatan sewot dengan Kiara.


Arya memang jelas tau hubungan tuannya dengan Kiara. Karena jika tidak memiliki hubungan yang special. Tidak mungkin Kiara dan Kevin kerap bersama.


" Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu," ucap Kevin berpamitan.


" Iya pak, makasih waktunya," sahut Danu. Kevin Danu sama-sama menundukkan kepala dan Kevin langsung meninggalkan Danu berjalan mengarah pada Kiara.


Kiara semakin canggung saat kekasihnya itu akan melihatnya. Dia tidak tau harus seperti apa. Tidak mungkin menyapa atau tersenyum Pati papanya bertanya-tanya.


Langkah Kevin yang semakin dekat membuat jantungnya berdetak kencang sampai Kevin benar-benar berjalan melewatinya dan tangan Kevin langsung menyambut jari telunjuknya memegang sebentar tanpa mengehentikan langkahnya membuat Kiara tersenyum penuh kebahagian.


Dengan sentuhan Kevin yang sebentar tetapi membuat hatinya yang sangat bahagia. Debaran jantungnya yang terus berdetak tidak normal. Kevin memang terlihat cuek dan dingin. Tetapi Kevin punya cara tersendiri bagaimana bersifat romantis.

__ADS_1


" Kiara!" tegur Danu membuyarkan lamunan Kiara dan menghilangkan senyum di wajahnya dengan cepat. Ketika tanpa iya sadari papanya sudah ada di depannya.


" Pa," ucap Kiara gugup.


" Kamu tidak ikut makan bersama papa?" tanya Danu menawarkan Kiara makan bersamanya.


" Oh, tidak usah pa. Kiara langsung pulang saja," jawab Kiara.


" Begitu rupanya. Padahal papa ingin mengajak kamu makan bersama papa," ucap Danu sedikit kecewa. Karena putrinya akan pulang.


" Iya pa, maaf ya pa. Nanti kapan-kapan. Kiara akan makan sama papa di kantor papa," ucap Kiara yang merasa tidak enak.


" Ya sudah sayang tidak apa-apa," sahut Danu.


" Ya sudah. Kalau begitu. Kiara pergi dulu," ucap Kiara pamit. Danu mengangguk. Sebelum pergi. Kiara mencium punggung tangan papanya dan langsung pergi.


*********


Kiara berjalan dengan langkah yang cepat. Tidak tau apa yang di burunya. Tetapi dia berjalan dengan cepat di koridor kantor. Saat melewati tembok. Tiba-tiba ada yang menarik tangannya dan membuatnya terpekik kaget.


Lebih kagetnya tubuhnya sudah bersandar di dingding dengan Kevin yang berada di depannya dan memegang ke-2 bahunya membuat Kiara kaget.


" Kevin," ucap Kiara mengusap dadanya yang masih ngos-ngosan. Karena tindakan Kevin yang membuatnya kaget.


" Sedang apa di sini?" tanya Kevin yang sudah melepas tangannya dari bahu Kiara.


" Aku sedang mengantar makan siang papa?" jawab Kiara.


" Begitu rupanya," sahut Kiara.


" Lalu kamu bagaimana apa kamu sudah makan siang?" tanya Kiara. Kevin menggeleng dia memang belum makan siang.


" Mau makan siang bersamaku," tawar Kiara mengangkat paper bag yang sedari tadi di pegangnya.


" Kamu juga menyiapkan untukku?" tanya Kevin menaikkan 1 alisnya. Kiara mengangguk.


" Iya. Mama yang menyiapkan. Membuatkan untuk papa dan aku juga menyisihkan untukmu. Aku ingin kamu makan siang buatan mamaku," ucap Kiara Kevin tersenyum tipis dan mengusap pucuk kepala Kiara


" Bagaimana mau makan siang bersamaku?" tanya Kiara memastikan kembali. Kevin mengangguk. Kiara tersenyum melihatnya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2