Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 129. Melepas Rindu.


__ADS_3

Kevin dan Kiara masih saling berpelukan melepas rindu. Kevin yang tadinya sangat lelah. Jadi hilang seketika saat melihat kehadiran kekasihnya.


Dia tidak percaya kekasihnya akan datang menemuinya. Padahal 3 hari lagi dia baru pulang ke Indonesia. Kevin melepas pelukan itu menatap Kiara dalam-dalam.


" Kenapa kamu bisa sampai disini dan dari mana kamu tau Apertemen ku?" tanya Kevin sambil mengusap lembut pipi Kiara.


" Aku lapar. Apa ada makanan di sini," ucap Kiara yang bukan menjawab. Malah mengatakan dia lapar.


" Ada. Kamu mau makan?" tanya Kevin. Kiara mengangguk.


" Kalau menunggu sebentar bisa. Biasanya makanan ku akan datang sebentar lagi," ucap Kevin.


" Hmmmm, iya, aku akan menunggunya," jawab Kiara.


" Ha sudah, ayo kita duduk. Aku akan mengambilkan mu minum dan kau harus menceritakan kepadaku kenapa bisa sampai di sini," ucap Kevin.


" Iya," Kiara mengangguk. Kevin mengantarkannya ke sofa. Setelah Kiara duduk. Kevin mengambilkan Kiara minum.


Kepala Kiara berkeliling melihat ruangan itu. Dia masih mencari-cari apa memang benar Haria ada atau tidak.


" Kamu masih tidak percaya. Bahwa Haria memang tidak ada di sini," ucap Kevin yang sudah datang dengan air putih yang di bawanya. Lalu Kevin langsung duduk di samping Kiara.


" Aku takut saja, kamu memang menyembunyikannya," ucap Kiara. Kevin mendengarnya mendengus. Kiara sangat sensitif dengan Haria. Bisa-bisanya masih tidak mempercayainya.


" Kalau begitu katakan kepadaku. Kenapa kamu bisa percaya ada di sini," ucap Kevin.


" Saat aku ingin keluar aku melihatnya dan kak Saras memasuki Taxi dan membawa koper. Aku mendengar dia menelpon dan mengatakan kamu dan dia sudah punya janji. Dia mengatakan jelas. Bahwa di dalam telponnya ingin menyusul kamu dan akan tinggal bersama beberapa hari," ucap Kiara dengan wajah cemberutnya menjelaskan pada Kevin dengan apa yang di dengarnya.


" Tapi dia tidak ada di sini. Aku bahkan baru pulang dari pekerjaanku dan mana mungkin ada dia," ucap Kevin yang terus mengatakan. Jika Haria memang tidak ada.


Kevin melihat wajah kekasihnya belum tenang. Kevin mengambil ponselnya yang di letakkan di atas meja dan terlihat menelpon seseorang.


" Kamu mau menelpon siapa?" tanya Kiara heran. Kevin meletakkan hanphonenya di tangannya dengan menadah keatas dan menghidupkan volumenya.


" Hallo Kevin kenapa?" tanya seorang wanita.


" Kak Saras," gumam Kiara yang mengenali suara Saras walau lewat telpon.


" Kemana kakak mengantarkan Haria?" tanya Kevin.


" Oh itu. Kemarin kakak mengantarnya ke Bandara tujuan Surabaya," jawab Saras. Kevin menoleh ke arah Kiara.


" Apa dia tidak pergi ke Jerman?" tanya Kevin.


" kakak rasa tidak. Karena kakak pastikan dia memang menaiki pesawat tujuan Surabaya. Karena kakak pergi setelah dia naik pesawat," jawab Saras dengan yakin.


" Memang ada apa?" tanya Haria bingung.


" Tidak apa-apa kak. Kalau begitu terima kasih. Atas informasinya. Selamat malam," ucap Kevin menutup telponnya


" Iya selamat malam," jawab Saras. Setelah menutup telponnya Kevin Kevin langsung meletakkan ponselnya kembali di atas meja. Lalu menaikkan 1 alisnya melihat Kiara.


" Sudah jelaskan," ucap Kevin. Kiara menganggukan kepalanya. Kevin tersenyum dan mendekat lebih dekat pada Kiara. Mengusap pucuk kepala Kiara.

__ADS_1


" Apa karena itu kamu kemari?" tanya Kevin. Kiara mengangguk memang itu kenyataannya. Dia ke Jerman karena Haria.


Kevin tersenyum melihat ke gabutan Kiara yang hanya cemburu sampai harus menyusulnya ke Jerman.


" Tapi aku juga tidak pergi sendiri. Aku ikut sama kak Rangga yang kebetulan ada pekerjaan di Jerman. Dan aku juga tidak mengawasimu dengan mata-mata," sahut Kiara yang tidak mau Kevin berpikiran dia wanita yang sangat posesif.


" Memang aku mengatakan apa. Aku tidak mengatakan apa-apa," ucap Kevin.


" Kamu pasti berpikiran aku bisa tau di mana kamu tinggal. Karena sebelumnya aku mencari tahu," sahut Kiara.


" Kalau begitu katakan. Apa yang sebenarnya?" tanya Kevin.


" Aku tidak sengaja bertemu Arya. Aku dan kak Rangga setelah dari Bandara bertemu dengan Arya di dekat hotel tempat kami menginap. Ya sudah aku tanyakan saja kepadanya di mana kamu tinggal," jawab Kiara menjelaskan.


" Hanya itu saja?" tanya Kevin. Kiara mengangguk.


" Dan aku langsung kemari ingin mengetahui apa yang aku pikirkan sekalian," lanjut Kiara.


" Tanpa kamu merindukanku?" tanya Kevin.


" Kevin. Aku sudah mengatakan. Aku juga merindukanmu. Aku mana bisa lama-lama tidak bersamamu," ucap Kiara dengan suara manjanya.


" Aku tau itu," jawab Kevin.


" Lalu kamu memberi alasan apa untuk kemari kepada kakak kamu ?" tanya Kevin.


" Aku mengatakan aku ingin bertemu dengan orang yang mendukungku," jawab Kiara.


" Kami benar-benar," sahut Kiara gemas mencubit hidung Kiara.


Kevin tersenyum dengan lebih mendekatkan wajahnya pada Kiara. Kevin menatap wajah Kiara dengan intens dan Kiara yang mendapat tatapan itu pasti jantungnya langsung berdetak.


Debaran jantungnya semakin kencang saat Kevin memegang pipinya dengan tatapan mau Kevin yang bisa membuatnya melayang. Tatapan mata itu turun ke bibir merah Kiara.


Kiara sepertinya sudah tau apa yang ingin di lakukan Kevin. Sampai Kiara menutup matanya. Kevin tersenyum dan memiringkan kepalanya. Ingin meraih bibir yang menjadi candunya.


Tetapi belum sempat itu terjadi. Arya yang datang tanpa mengetuk pintu dan harus melihat hal itu.


" Maaf tuan saya tidak melihat," suara Arya membuat Kiara dan Kevin kaget. Kiara membuka matanya dan refleks mendorong Kevin pelan.


" Aishhhhh, kenapa dia ada di sini," batin Kiara yang panik seketika.


" Benar-benar perusuh," batin Verro dengan kesal.


Mereka berdua jadi salah tingkah yang kepergok Arya. Salah tingkah bercampur kesal dan malu.


" Apa kamu tidak bisa memencet bel," ucap Kevin dengan nada kesalnya. Sementara Kiara gelisah. Tidak tau harus berbuat apa.


" Pintunya terbuka tuan," jawab Arya memang apa adanya. Jika pintunya terbuka. Kevin memang lupa menutupnya. Karena Kiara yang asal menerobos masuk tanpa memikirkannya.


" Apapun itu. Itu sama saja," ucap Kevin yang pasti merasa benar.


" Maaf tuan," sahut Arya yang terus meminta maaf.

__ADS_1


" Ya sudah. Ngapain kamu kemari? tanya Kevin.


" Saya mengantarkan makan malam tuan," jawab Arya. Kevin melihat ke arah Kiara yang tampak gelisah dan malu dengan kejadian itu. Kevin pun berdiri dan langsung menghampiri Arya. Mengambil apa yang di pegang Arya.


" Jangan memikirkan hal yang aneh-aneh. Atau bergosip yang tidak. Awas saja. Aku nanti mendengarkan hal itu," ucap Kevin dengan wajah serius dan memberi sedikit ancaman.


" Iya Tuan," jawab Arya gugup.


" Ya sudah sana," ucap Kevin mengusir Arya.


" Baik tuan," jawab Arta yang langsung pergi tanpa melihat wajah Kiara.


" Jangan lupa pintunya di tutup," ucap Kevin.


" Iya tuan," jawab Arya.


Kevin menarik napas panjang dan membuangnya perlahan. Lalu menghampiri Kiara yang duduk di sofa yang juga terlihat membuang napas panjang dan sudah mulai tenang.


" Aku ambil piring dulu," ucap Kevin.


" Iya," jawab Kiara yang tampak gugup.


" Hhhhhh, semoga saja dia tidak berpikiran yang aneh-aneh tentangku," batin Kiara terlihat mengelus dadanya.


" Kamu jangan khawatir. Semuanya akan baik-baik saja. Dia juga taukan bagaimana hubungan kita," ucap Kevin yang sudah kembali datang membawa piring dan kembali duduk di samping Kiara.


" Memang sih. Tapi aku takut saja. Mulutnya ember pada kak Rangga," jawab Kiara yang ternyata mengkhawatirkan hal itu.


" Jangan takut. Dia tidak akan mengatakan apa-apa. Lupakan dia yang penting sekarang kita makan," ucap Kevin memindahkan makanan tersebut kedalam piring. Kiara mengangguk-angguk saja. Dia memang sangat lapar.


" Ayo makan!" ucap Kevin mempersilahkan pacarnya untuk makan.


" Iya," jawab Kiara yang langsung memakan apa yang di berikan Kevin.


" Lalu kapan kamu kembali ke Indonesia?" tanya Kiara di sela-sela makannya.


" Sesuai jadwalku. 3 hari lagi," jawab Kevin. " Kamu sendiri bagaimana. Kapan akan kembali ke Indonesia?" tanya Kevin. Aku juga tidak tau. Aku belum mengatakannya pada kak Rangga," jawab Kiara.


" Berarti kalau Rangga bekerja. Kamu akan ikut. Atau hanya menunggunya?" tanya Kevin.


" Aku sudah berjanji padanya. Untuk tidak merepotkannya. Jadi aku akan menunggu saja," jawab Kiara.


" Kalau begitu dari pada waktu kamu kosong. Ayo jalan-jalan bersamaku besok," ucap Kevin membuat Kiara kaget.


" Besok?" tanya Kiara tidak percaya. Kevin mengangguk.


" Kamu mau?" tanya Kevin.


" Serius?" tanya Kiara lagi tidak percaya.


" Iya aku serius," jawab Kevin.


" Hmmmmm, ya sudah kalau begitu. Aku mau. Jelas sangat mau," jawab Kiara. Kevin tersenyum mendengarnya

__ADS_1


" Ya sudah makan lagi," ucap Kevin. Kiara kembali mengangguk dan melanjutkan makannya. Tidak sia-sia dia ke Jerman. Selain bertemu dengan Kevin dia juga akan di ajak jalan-jalan. Jadi bahagianya double.


Bersambung.


__ADS_2