
Alana tampak bersemangat menceritakan kepada papanya bagaimana dia mengagumi Kiara dan bahkan menjadikannya motivasi.
" Jadi gadis ini gadis yang sering di bicarakan di yayasan Lexus," batin Janika. Dia memang tidak pernah melihat langsung wajah Kiara. Dia hanya sering mendengar desas-desus gadis yang bisa di katakan yang membuat Yayasan Lexus menjadi maju dan di kenal orang.
" Ya papa senang jika kamu termotivasi untuk menjadi seperti Kiara. Papa juga pasti sangat bangga jika memiliki anak sepintar seperti Kiara," sahut Winata.
" Apa-apa an sih Alana. Malah memuji-muji Kiara lagi. Dan om Winata tampak biasa saja. Bukannya dia sudah tau. Apa dia ingin basa-basi dulu ya," batin Haria yang tampak kesal.
" Benar pa, apa boleh Alana belajar lain kali dengan kak Kiara?" tanya Alana yang meminta izin pada papanya yang ingin Alana menjadi guru privatnya.
" Sepertinya guru lesmu tidak memiliki wawasan seperti Kiara. Sampai kamu harus ingin menggantinya. Jika kau memang sudah tidak menginginkan guru lesmu untuk mengajarinya. Mungkin Kiara tidak akan masalah menggantikannya," sahut Winata.
Hal itu membuat Kiara kaget dan langsung melihat ke arah Winata dengan matanya yang terbuka lebar. Sementara Alana yang mendengarnya malah tersenyum kesenangan.
" Apa itu berarti kak Kiara akan menjadi guru privat Alana?" tanya Alana memastikan.
" Jangan tanya papa. Tanya padanya apa dia bersedia atau tidak," sahut Winata yang menoleh kearah Kiara dengan tersenyum manis. Sementara Kiara semakin gugup. Deru napasnya juga terlihat tidak stabil.
" Sial. Apa lagi ini. Kenapa om Winata malah membuat wanita ini malah memiliki kesempatan yang banyak untuk bersama Kevin," batin Haria yang tampak mengepal tangannya.
" Apa maksud Om Winata bicara seperti itu. Kenapa dia malah menunjukku sebagai guru privat untuk Alana," batin Kiara semakin dek-dekan.
" Kak Kiara apa kakak mau?" tanya Alana yang ingin memastikan sekarang. Kiara di kagetkan dengan pertanyaan Alana.
" Alana jangan mendesaknya seperti itu. Biarkan Kiara berpikir dulu. Lagian dia harus membagi waktunya untuk hal yang lain juga," ucap Winata dengan senyum manisnya kepada Kiara.
Senyum yang pasti mengandung arti yang sama sekali tidak apa artinya yang pasti melihat senyum itu membuat Kiara semakin gugup.
" Dia akan mengabari papa. Jika dia setuju. Benarkan Kiara?" tanya Winata. Kiara menelan salavinanya tampak tidak bisa menjawab.
" Baiklah pa jika begitu. Kak Kiara harus mau ya," ucap Alana dengan senyum cerianya.
" Kenapa aku merasakan ada hal yang aneh. Kenapa sikap papa seperti itu. Kenapa aku merasa seperti ada sesuatu. Karena tidak mungkin papa mengundang Kiara begitu saja dan bahkan menjadikan Kiara guru privat Alana yang pasti itu bukan hal yang biasa," batin Saras yang merasakan ada yang tidak beres bahkan dia juga gelisah dan mungkin sama gelisahnya dengan Kiara.
" Kamu juga mengenalnya Saras?" tanya Winata yang tiba-tiba bertanya pada Saras. Saras yang melamun langsung tersentak kaget yang tiba-tiba mendapat pertanyaan.
" Iya pa," jawab Saras dengan cepat. " Kiara salah satu pasien yang pernah Saras tangani," lanjut Haria.
" Dan kamu juga ada di sana saat adik iparmu menjenguknya?" tanya Winata tiba-tiba membuat Saras langsung melotot.
Clarissa juga langsung kaget seperti ada ban yang tiba-tiba pecah. Sementara yang lainnya heran dengan adik ipar siapa yang di maksud dari Winata.
" Alana pernah menjenguknya?" tanya Mariana yang mungkin Alana yang di maksud. Karena sepertinya Alana yang tampak akrab dengan wanita itu.
" Tidak ma, Alana juga tidak tau kak Kiara sakit," sahut Alana yang merasa tidak pernah menjenguk Kiara.
__ADS_1
" Tanyakan pada Saras adik ipar yang mana. Sampai dia harus datang 2 kali ke kantor Kevin hanya untuk memberikan hasil medis Kiara," sahut Winata.
Kata-kata Winata sudah menjelaskan jika Winata sudah tau hubungan itu dan sepertinya tau siapa-siapa saja yang terlihat.
" Kevin," sahut Alan, lalu melihat istrinya yang tampak gugup.
" Tamat, semuanya tamat," batin Clarissa semakin gemetar. Seakan sudah tau apa tujuan Winata mengundang Kiara Kerumah itu.
" Saras kamu tau sesuatu?" tanya Alan pada istrinya yang gugup. Sementara Haria sudah tersenyum tipis. Dia memang menunggu-nunggu moment itu.
" Akhirnya. Pembahasan pada intinya di bahas juga dan wanita ini akan tau di mana dia berada sebenarnya," batin Haria yang sudah kesenangan dan bahkan sudah merasa sangat bahagia.
" Saras kamu juga belum menjawab pertanyaan papa. Seberapa sering adik iparmu mengunjungi Kiara. Sewaktu di rumah sakit?" tanya Winata lagi.
" Apa sebenarnya Kevin dan gadis ini punya hubungan. Dan apa gadis ini yang pernah di bahas papa sewaktu meeting," batin Evan yang penasaran dengan apa yang terjadi.
" Saras?" tanya Winata lagi. Alan langsung menyenggol siku istrinya. Agar menjawab pertanyaan sang papa.
" Iya pa aku melihat Kevin menjenguknya," jawab Kiara gugup.
" Kenapa kau memberikan hasil medis Kiara kepadanya?" tanya Winata. Saras kembali diam
Sementara Kiara melihat heran ke arah Saras yang tampak ketakutan.
" Kak Saras kelihatan sangat bingung dan gugup. Apa dia sebenarnya tau hubungan Kevin dan Kiara ya. Makanya dia terlihat seperti memihak pada Kiara," batin Haria yang melihat terus kearah Saras. Seakan sangat puas melihat Saras yang ketakutan.
Karena Haria cukup kesal dengan Saras yang beberapa kali mengacaukan rencananya dan bahkan bicara suka-suka padanya.
" Saras papa kamu bertanya. Apa salahnya menjawab," sahut Janika yang menegur Saras.
" Aku menyuruhnya memberikan pada Kevin," sahut Kiara dengan keberaniannya mengeluarkan suara.
Semua mata langsung tertuju pada Kiara. Yang mengatakan hal itu yang menunjukkan dia dekat dengan Kevin. Meski berani tetapi suara Kiara tampak bergetar.
" Apa yang kamu lakukan Kiara, kenapa berani sekali sih Kiara. Cari masalah saja" batin Clarissa yang panik.
" Kevin harus tau semua tentang diriku termasuk hal sedetail tentang medisku," lanjut Kiara.
Pernyataan Kiara sudah menjelaskan jika dia dan Kevin sudah memiliki hubungan yang istimewa dan semua orang yang ada di meja makan itu perlahan-lahan bisa menarik kesimpulan. Gadis yang di undang Kerumah mereka memiliki hubungan istimewa dengan Kevin.
" Gila, dia benar-benar punya hubungan dengan Kevin," batin Evan yang menarik kesimpulan.
" Apa maksud kamu. Kenapa kamu kenapa Kevin harus tau semua tentang kamu. Memang kamu ada hubungan apa dengan Kevin?" tanya Janika heran.
" Ya pasti hubungan itu istimewa bukan," sahut Winata.
__ADS_1
" Kiara. Kevin sudah tau semua tentang kamu dari yang kecil atau yang besar. Bagaimana dengan kamu apa sudah tau siapa Kevin," ucap Winata tampak dengan wajah seriusnya.
" Apa kamu menyadari jika Kevin adalah anak Mitra Winata. Jika kamu tidak tau siapa Mitra Winata kamu bisa tanya papa atau kakak mu yang bekerja di perusahaan Lexus. Mungkin mereka akan menjelaskan pada kamu siapa Kevin sebenarnya dan apakah pantas kamu ingin Kevin tau semua tentang kamu," ucap Winata yang berbicara terlihat santai. Tetapi sangat pedas dan menusuk.
Mata Kiara sudah bergenang. Inti dari ucapan Winata adalah membicarakan status sosial yang masih dengan lembut. Orang-orang yang ada disitu jelas sudah paham jika Winata berbicara seperti itu. Yang berarti Winata ingin Kiara sadar siapa dirinya dan tidak pantas bersama Kevin.
" Mampus lo. Sekarang kau benar-benar akan sadar siapa dirimu dan posisimu seperti apa. Seharusnya kau tidak bermimpi terlalu jauh," batin Haria yang tampak menikmati suasana di tempat itu.
" Ahhhh, sudahlah kita kebanyakan bicara sampai-sampai mengngguri makanan ini. Ayo Kiara kita makan dulu jangan tegang-tegang seperti ini. Santai lah Kiara. Jadi mari makan. Karena makanan ini special untuk kamu," ucap Winata yang tiba-tiba mengalihkan pada makanan.
Mungkin dia ingin memberi Kiara tenaga dulu. Baru dia akan menyerang lagi. Winata sudah mulai mengambil makanannya.
" Aku tidak bisa makan. Jika Om bum menjelaskan lebih lanjut kepadaku siapa Kevin sebenarnya," sahut Kiara yang mengehentikan Winata yang mengambil makanan.
Perkataan Kiara yang berani pun kembali menyita perhatian.
" Kiara kenapa juga kamu harus bertanya seperti itu," batin Clarissa yang malah panik dengan tindakan Kiara.
Winata langsung melihat Kiara yang tampak menantangnya.
" Walau aku tinggal di depan rumah Kevin. Tetapi aku tidak pernah mengenalnya. Dan tidak tau siapa. Aku terbiasa untuk tinggal di luar kota dan Luar Negri. Jadi aku tidak tau siapa dia. Mungkin jika tidak keberatan Om Winata bisa menjelaskannya agar aku tau siapa sebenarnya laki-laki yang aku cintai," lanjut Kiara dengan menahan air matanya.
Orang-orang di meja makan semakin kaget dengan kata-kata Kiara. Tetapi tidak bisa dipungkiri jika mereka menganggap Kiara sangat gentelment berbicara seperti.
" Jadi wanita ini benar kekasih Kevin. Dia tinggal di depan rumah. Aku tidak percaya. Jika Kevin bisa jatuh cinta pada seorang gadis," batin Janika yang harus salut dengan Kiara.
" Dia benar-benar sangat lantang bicara. Apa dia pikir. Dia sudah merasa paling hebat, dia tidak tau saja siapa yang di hadapinya, " batin Haria yang tampak kesal dengan keberanian Kiara.
" Gadis ini benar-benar sangat berani. Sepertinya dia dan Kevin saling mencintai," batin Alan yang salut dengan Kiara.
" Kak Kiara punya hubungan dengan kak Kevin," batin Alana yang baru mengerti sekarang.
" Dia lebih berani di bandingkan aku. Aku tidak tau jika gadis muda ini sangat nekat seperti ini," batin Evan yang malu dengan dirinya yang sampai detik ini tidak berani mengungkap hubungannya dengan wanita yang di cintainya.
" Kau benar-benar ingin aku menjelaskannya?" tanya Winata yang menatap Kiara.
" Iya aku ingin tau?" jawab Kiara yang tampak menantang.
" Aku akan bicara dengan singkatnya jika Kevin anak Mitra Winata yang itu artinya. Dia tidak bisa menjalin hubungan dengan sembarangan Wanita. Wanita itu harus 2 tingkat dengan keluarga Mitra Winata bukan bawahan atau lebih rendah dari itu," ucap Winata. Hati Kiara mendengarnya pasti tergores. Tetapi memang itu yang ingin di dengarnya.
" Dan itu berati......
" Cukup!" suara yang sangat lantang langsung menghentikan ucapan Winata yang pasti kata-kata yang ingin menyakiti Kiara.
Bersambung.....
__ADS_1