
" Ayo kita pulang?" ajak Kevin. Kiara mengangguk. Kevin menggenggam tangannya dan membawanya pergi dari tempat itu.
Kevin dan Kiara sudah sampai di dekat mobil. Kevin membukakan pintu mobil untuk Kiara dan Kiara pun masuk. Kevin juga memakaikannya sabuk pengaman.
Kedekatan Kevin kepada Kiara. Membuat jantung Kiara semakin tidak aman. Dia sampai menahan napasnya saat Kevin hembusan napas Kevin menerpa wajahnya.
Wajah tampan itu terlihat dingin saat berada di depannya. Tetapi dia bisa merasakan kehangatannya. Kevin pun melihat kearah Kiara.
Mata mereka yang bertemu membuat Kiara kaget dan salah tingkah. Jangtung nya semakin parah berdetak nya. Tangan Kevin mengusap lembut pipi Kiara membuat Kiara benar-benar ingin pingsan.
Kevin tersenyum dan beranjak dari depan Kiara.
Kevin langsung memasuki mobil duduk di kursi pengemudi. Kepergian Kevin membuat Kiara membuang napasnya sebanyak mungkin.
Saat di perjalanan. Kiara masih diam saja. Dia juga tidak tau harus berbicara apa. Yang ada dia akan canggung.
Kevin meraih tangan Kiara yang ada di pahanya saling menautkan. Kevin menggengam erat membuat Kiara menoleh kearahnya.
Kiara menanggapi dengan senyuman tipis dengan perasaannya semakin gelisah. Kevin seakan berhasil membuatnya diam dan terlihat bodoh.
Tidak berapa lama akhirnya mereka sampai. Dengan tangan yang masih saling menggenggam Kevin mengantarkannya sampai kedepan pintu kamarnya.
" Istirahatlah," ucap Kevin mengusap lembut lengan Kiara.
" Iya," jawab Kiara yang merasa canggung lalu masuk dengan cepat dan menutup pintu kamarnya.
Kiara masih menyandarkan punggungnya di pintu kamarnya dengan membuang napasnya panjang. Dia baru bisa bernapas panjang sekarang.
Kiara berjalan mendekati ranjangnya. Dan langsung menjatuhkan tubuhnya. Kiara memegang kalung yang di berikan Kevin. Tangannya berpindah kebibirnya.
" Dia memang mencuimku dengan semua kata-katanya," ucap Kiara tersenyum lebar.
" Tadi benar-benar dia melakukannya. Bukan tidak sengaja. Dia memang melakukannya," Kiara tersenyum dengan hatinya yang berbunga-bunga.
Kiara melompat ketempat tidurnya menghempas tubuhnya keranjang menatap langit kamarnya dengan senyum mengembang di wajahnya.
Kiara menarik selimut menutup wajahnya yang sedari tadi tertawa-tawa. Dia memang seperti orang gila. Heboh sendiri di kamarnya dengan perasaannya yang senang seakan baru di tembak. Kevin adalah orang pertama yang di sukainya dan juga yang menciumnya.
*********
Kevin juga masuk kedalam kamarnya dengan perasaanya yang merasa lega. Dia sangat lega malam ini bisa memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya.
Walau tidak menyatakan langsung. Tetapi dengan ciuman itu berharap Kiara mengerti. Wajah Kevin juga di penuhi dengan senyuman yang indah berbaring miring ketika mengingat hal itu kembali.
Mereka sama-sama gila sendiri di kamar masing-masing dengan hati yang berbunga-bunga. Setelah saling emosi dan sekarang berbuah manis.
__ADS_1
**********
Pagi hari telah tiba. Kiara mengkerutkan matanya karena sinar matahari yang mengusik matanya. Kiara menarik ke-2 tangannya keatas dengan menguap panjang.
" Kenapa cepat sekali pagi, padahal mimpinya masih tanggung," gumam Kiara.
" Mimpi astaga apa itu mimpi. Itu bahkan seperti kenyataan," gumam Kiara. Dia benar-benar bergerutu kejadian tadi malam bagai mimpi untuknya.
Kiara bangkit dari tidurnya duduk dengan menguap panjang kembali menarik tangannya ke atas, memukul-mukul mulutnya Aaaaaaa sehingga menimbulkan bunyi seperti tarjan.
Tok-tok-tok Kiara baru menghentikan kerandoman nya ketika mendengar ketukan pintu.
" Masih pagi siapa yang mengetuk-ngetuk pintu," ucap Kiara yang langsung bangkit dari ranjang dengan wajahnya yang acak-acakan, rambutnya yang berantakan.
Namanya juga habis bangun tidur. Tetapi kali ini parah karena tadi malam dia guling-guling dan mengacak-acak rambutnya seperti orang gila.
Kiara menarik gagang pintu dengan menutup mulutnya dengan 1 telapak tangannya. Karena masih mengantuk. Matanya juga tidak terbuka lebar.
Saat melihat siapa yang di depan pintu. Mata Kiara terbuka lebar dengan wajahnya yang kaget.
" Kevin," pekik Kiara kaget dengan Kevin yang tersenyum tampak rapi berdiri di depan pintu
dengan melihat Kiara yang memang sangat berantakan.
" Memalukan," batin Kiara mengutuk dirinya. Bisa-bisanya dengan santai dia membuka pintu dengan penampilannya yang acak-acakan. Rambutnya yang berantakan dan bahkan menguap di depan pria itu.
" Ada apa?" tanya Kiara gagap dengan Kevin. Kevin mendengus kasar melihat Kiara yang bangun tidur dan berantakan seperti itu tetap sangat cantik.
" Aku tidak melihatmu keluar kamar, padahal ini sudah jam 9," sahut Kevin.
" Benarkah!" tanya Kiara menengok kebelakang melihat jam yang menggantung di dinding.
" Astaga aku kesiangan," sahut Kiara merasa malu di hadapan Kevin.
" Ya sudah bersiaplah!" ucap Kevin.
" Apa kita kembali ke Jakarta hari ini?" tanya Kiara. Kevin menggeleng.
" Lalu? tanya Kiara bingung
" Bukannya kamu sendiri yang bilang. Jika aku punya waktu kita jalan-jalan di Paris," ucap Kevin.
" Hmmm, iya apa itu artinya kita jalan-jalan sekarang?" tanya Kiara memastikan. Kevin menganggukkan matanya. Kiara tersenyum.
" Ya sudah aku siap-siap dulu," ucap Kiara. Semangat 45 nya langsung timbul. Kevin menganggukkan matanya.
__ADS_1
Kiara melambaikan tangannya pelan dan langsung menutup pintu kamar. Dengan cepat Kiara mengambil handuk dan langsung memasuki kamar mandi sementara Kevin menunggu di ruang tamu.
Kiara memasuki kamar mandi sambil bernyanyi-nyanyi membuka pakaiannya dan langsung menghidupkan shower.
Suaranya yang tidak seberapa itu terus bernyanyi sambil menggosok-gosok tangan, lehernya dengan sabun. Untung di kamar mandi jadi suaranya agak tertolong.
Tidak berapa lama dia selesai mandi. Kiara keluar menggunakan handuk di lilit di pinggangnya sangking bahagianya Kiara bersiul dengan memutar-mutarkan tubuhnya. Dia benar-benar seperti anak SMA yang sedang jatuh cinta.
" Aku pakai baju apa ya," gumamnya mengangkat kopernya ke atas tempat tidur. Membukanya dan langsung mengacak-acak mencari pakaian yang indah untuk jalan-jalan bersama Kevin.
Sampai akhirnya tubuhnya itu sudah di lapisi dress pink yang sangat lucu dengan motif bunga-bunga seperti hatinya yang berbunga-bunga.
Kiara berdiri di depan cermin menata rambutnya sedikit membuat keriting sedikit bagian bawahnya. Mulutnya terus bernyanyi-nyanyi.
Setelah selesai menata rambutnya. Kiara memberi polesan makeup di wajahnya. Memberi maskara di matanya. Dia benar-benar ingin tampil cantik di depan Kevin.
Saat memberi lisptik di bibirnya Kiara tersenyum geli saat mengingat tadi malam kevin menciumnya. Bahkan mengatakan beberapa kata yang membuat jantungnya ingin berhenti malam itu.
Ritual terakhirnya. Kiara menyemprotkan kan parfum yang banyak ke tubuhnya. Kiara lumayan berlebihan hari ini. Dia memang tidak pernah seheboh itu hanya untuk jalan-jalan saja.
Untuk menghadiri event-event saja dia berdandan tidak seheboh itu. Tetapi ini dia benar-benar sangat heboh karena hanya akan pergi bersama Kevin.
" Selesai," gumamnya berputar di depan cermin ala barbie.
Kiara mengambil tas putih sandangnya dan juga ponselnya. Kiara keluar dari kamarnya yang sangat berantakan. Dia tidak punya waktu untuk membersihkannya. Karena tidak mau ayang nya menunggu kelamaan.
Masih di ujung anak tangga. Kiara melihat Kevin yang duduk sambil menscroll ponselnya dengan serius.
Kiara menarik napas panjang membuangnya perlahan, bercermin di depan layar ponselnya mengecek penampilannya apa ada yang kurang. Seperti tidak ingin ada kelewatan.
Kiara kembali membuang napasnya perlahan dan langsung menuruni anak tangga menghampiri Kevin.
" Maaf menunggu lama," ucap Kiara sudah berdiri di samping Kevin. Kevin menoleh ke arah Kiara. Melihat Kiara yang sudah tampil cantik di sampingnya membuatny tersenyum.
" Tidak apa-apa," jawab Kevin berdiri.
" Mantelmu mana?" tanya Kevin yang tidak melihat Kiara menenteng mantelnya. Padahal di luar musim salju.
" Astaga ketinggalan di kamar," sahut Kiara menepuk jidatnya, " Ya sudah tunggu sebentar. Biar aku ambil," ucap Kiara.
" Tidak usah, biar aku saja, tunggulah di sini," ucap Kevin. Kiara mengangguk mengiyakan saja.
Kevin pun melangkah sedikit berlari menaiki anak tangga menuju kamar Kiara. Untuk mengambil mantel Kiara.
Bersambung.....
__ADS_1