
Kiara masih bingung dengan kata-kata Kevin. Dan melihat terus ke arah Kevin.
" Jadi bawalah pergi data yang sudah kau buat, aku tidak akan menandatanganinya," lanjut Kevin dengan sinis.
" Kevin tapi, aku sudah mengatakan ini hanya tanda tangan dan tidak akan merugikan mu," ucap Kiara yang mendesak Kevin.
" Apa yang aku katakan kurang jelas, aku tidak punya urusan apa-apa dengan itu, sebaiknya kau pulang," usir Kevin secara halus.
" Sama saja," desis Kiara geram
" Apa maksudmu?" tanya Kevin, melihat heran Kiara.
" Kau sama saja dengan Clarissa. Kalian hanya memanfaatkan orang lain. Aku sudah berkorban banyak untuk group keluargamu yang menjadikan keluargaku budak. Aku sudah matian-Matian belajar sampai aku tidak tinggal dengan orang tuaku. Aku matian-Matian agar aku tetap menjadi nomor satu yang menguntungkan Lexus dan membanggakan Yayasan itu. Saat aku melakukan hal bodoh dan akhirnya keluar dari kampus sialan itu. Tetapi apa Clarissa terus menghalangiku. Agar aku tidak bisa mendaftar kemana-mana. Aku hanya ingin kalian memberiku kebebasan untuk memilih jalanku sendiri. Dan aku kira, kau tidak akan peduli dengan urusan kakak mu. Tetapi ternyata aku salah semuanya sama. Kau dan Clarissa tidak ada bedanya," ucap Kiara yang sekarang marah-marah di depan Kevin dengan penuh kekesalan.
" Setelah tidak mendapat tanda tangan. Kau malah menilaiku dan menyamakan ku dengan kakakku, secepat itu penilaianmu akan berubah," sahut Kevin sinis yang melihat kemarahan di wajah Kiara.
" Apa yang aku katakan memang benar. Memang tidak ada bedanya, kau dan dia sama saja. Hanya memberikan tanda tangan surat baik saja tidak bisa. Meski kau tidak bertanya kenapa aku sangat membenci Grup Lexus. Maka aku akan jawab jika group kalian telah mencuri kebebasanku. Dan aku tidak Sudi mengeluarkan tenaga untuk kalian," kecam Kiara dengan sinis.
Kiara yang tidak mendapatkan apa-apa langsung mengambil kasar map di atas meja dan pergi dengan melihat Kevin penuh kebencian.
Tetapi Kiara menghentikan langkahnya dan kembali menghampiri Kevin. Kiara meletakkan paper bag yang sedari tadi di pegangnya di atas meja Kevin. Kevin hanya melihat benda itu.
" Terimakasih," ucap Kiara lalu pergi dengan kemarahan yang besar.
Bahkan Kiara menutup pintu dengan kuat. Sementara Kevin hanya diam yang baru pertama kali melihat Kiara marah.
" Kenapa dia cepat sekali menilai orang," batin Kevin membuang napasnya kedepan.
Kevin pun melihat isi papar bag tersebut dan ternyata isinya jas dan jaket, bahkan dress yang di berikan Kevin kepadanya. Kevin hanya mengeluarkan jaket coklat yang dulu di berikannya pada Kiara saat Kiara tertidur.
" Apa dia tau, jika aku memberikan ini," gumam Kevin.
Kevin kembali melihat isi paper bag tersebut. Kevin melihat coffee dan roti lapis yang menjadi favoritnya belakangan ini. Bahkan ada kartu ucapannya.
" Terima kasih untuk semuanya, kau sangat baik, semangat bekerja," tulisan tangan itu tampak manis membuat Kevin mendengus bahkan tersenyum.
" Tadi dia baru saja menjelekkan ku, apa dia sadar memberikan ini kepadaku," ucap Kevin masih tersenyum melihat tingkah aneh Kiara yang berubah-ubah.
Kiara dengan kemarahan ke luar dari perusahaan itu karena usahanya sia-sia Kiara membuang map yang sudah di kerjakannya mati-matian ke tong sampah di sampingnya.
" Aku salah menemui orang, tidak ada bedanya, dasar menyebalkan. Aku yakin Clarissa pasti sudah memprovokasinya terlebih dahulu," gerutu Kiara yang di penuhi dengan kemarahan.
" Sekarang semuanya sia-sia aku memang tidak akan bisa kuliah di tempat yang aku inginkan. Lihat saja nanti aku akan buat kau menyesal telah menolak tanda tanganku. Apa dia mengira aku sengaja mendekatinya hanya karena tanda tangan itu. Aku bahkan tidak Sudi dekat-dekat dengan orang seperti kalian," gerutu Kiara lagi dengan suaranya yang keras.
" Aisss kenapa juga aku langsung memberikan itu. Di dalamnya kan ada tulisannya. Ahhhh, aku sangat menyesal semuanya tidak sesuai skenario," ucapnya melihat kebelakang.
Kiara baru menyadari. Jika dia menyelipkan kata-kata manis di dalam tas yang di berikannya pada kevin.
" Ahhhh, sudahlah, sudah terlanjur juga," ucap Kiara dan langsung pergi.
*************
Kiara berjalan sedari tadi dengan tidak bersemangat. Dia benar-benar lesu. Karena semua yang dikerjakannya sia-sia. Belum lagi dengan Kevin yang benar-benar sangat menyebalkan.
__ADS_1
Kiara memasuki mini market, membuka pendingin minuman dan mengambil minuman kaleng. Kiara dengan tidak bersemangat dan meletakkan di meja kasir. Saat Kiara merogoh tasnya mencari dompetnya.
" Aisss, kenapa aku sial sekali," desis Kiara yang menyadari dompetnya ketinggalan.
" Tidak jadi," ucap Kiara kesal.
" Sekalian punya saya saja," sahut suara seorang wanita yang berdiri di belakang Kiara menunggu antrian. Kiara langsung menengok kebelakang.
" Kamu," lirih Kiara yang masih mengingat Shirin pramugari yang melayaninya.
" Ini mas," Shirin memberikan uangnya. Kasir tersebut mengambil dan memberikan belanjaan pada Shirin.
" Ini punya kamu," ucap Shirin memberikan Kiara minuman kaleng itu.
" Kak, Shirin," ucap Kiara. Shirin mengangguk tersenyum.
" Terimah kasih kak, sudah membantuku, nanti aku akan ganti," ucap Kiara merasa tidak enak.
" Kalau begitu aku akan menunggunya," jawab Shirin dengan senyumnya.
Ternyata pertemuan Shirin dan Kiara berakhir dengan mengobrol di salah satu bangku yang di sediakan di depan mini market tersebut.
" Jadi itu yang membuat wajahmu murung," ucap Shirin setelah mendengar keluhan Kiara yang jujur apa adanya.
" Ahhhh, memang orang kalau sudah punya kekuasaan seperti itu. Selalu mempermainkan orang lemah," oceh Kiara lagi. Shirin hanya tersenyum mendengar ocehan Kiara
" Dan orang lemah seperti kita butuh uang dari orang berkuasa seperti mereka," sahut Shirin apa adanya.
" Itu sudah takdir, mereka membutuhkan tenagaku dan aku membutuhkan upah dari mereka," sahut Shirin dengan santai.
" Apa enaknya sih, memberikan tenaga kepada orang-orang berkuasa seperti mereka," ucap Kiara.
" Ada enak dan ada tidak enaknya. Tetapi ada juga bonusnya," sahut Shirin tersenyum lebar membuat Kiara mengkerutkan keningnya.
" Ahhhhh, masa bodo yang jelas mereka semua menyebalkan," sahut Kiara yang masih dongkol.
" Ya sudah kamu jangan marah-marah terus. Percayalah nanti kamu juga akan mendapatkan apa yang kamu mau," ucap Shirin berfikir positif.
" Kalau pikiran mereka masih seperti itu, jauh-jauh deh dari semua itu," sahut Kiara yang benar-benar tidak ada harapan lagi.
" Tetapi aku yakin semuanya akan berubah," sahut Shirin percaya diri.
**********
Keesokan harinya. Pagi-pagi Kevin harus di buat kesal dengan laporan yang di berikan Arya kepadanya.
" Jadi dia membatalkan kontraknya?" tanya Kevin melihat ke arah Arya.
Arya baru saja melaporkan. Jika Kiara membatalkan kontrak menjadi brand ambassador Lexus.
" Jadi dia benar-benar semarah itu," desis Kevin mendengus.
" Lalu bagaimana?" tanya Kevin.
__ADS_1
" Nona Kiara, tidak termasuk kontrak permanen, jadi bisa di batalkan secara sepihak. Asal mengganti kerugiannya," jelas Arya.
" Dan dia mengembalikannya?" tanya Kevin.
" Benar tuan, nona Kiara mentransfer semua honornya," jawab Arya.
" Dugaan ku benar, dia memang akan melakukannya. Karena dia sangat mudah membuang-buang uang," batin Kevin.
" Tuan!" tegur Arya Kevin hanya melihat kepada Arya.
" Minggu depan kita ada acara penggelaran pengenalan Hotel Lexus di Paris, dan nona Kiara sudah terdaftar di sana. Beberapa Pembisnis dari Luar Negri juga sudah mengenalnya sebagai salah satu wanita yang mengharumkan Lexus. Dengan kepintarannya, dan itu bisa menjadi hal bagus untuk perkembangan Hotel Lexus," ucap Arya menjelaskan dengan lesu.
" Lalu?" ucap Kevin.
" Kalau nona Kiara membatalkan kontraknya. Berarti nona Kiara tidak akan ikut dan perusahaan akan mengalami kerugian yang besar dan klien kita bisa kecewa," lanjut Arya mengatakan resikonya
" Bukannya Pak Danu tidak akan membiarkan itu," sahut Kevin.
" Tuan, jelas Pak Danu tidak ada urusannya. Setelah hotel Lexus di resmikan Pak Danu sudah selesai menjalankan proyeknya dan sisanya benar-benar di ambil alih nona Kiara. Dan nona kiara tanggung jawab perusahaan," jelas Arya.
Kevin harus mengakui apa yang di katakan Arya benar. Tetapi Kevin memang sudah mewanti-wanti semua itu. Jika Kiara memang akan melakukan itu.
Karena Kiara memang tidak akan peduli dengan apapun. Bahkan Kiara mengembalikan uang yang cukup besar yang padahal uang itu bisa di gunakan Kiara untuk kuliah.
" Kalau begitu, aku serahkan semuanya kepadamu," sahut Kevin yang tidak ingin ambil pusing.
" Tapi tuan, apa saya harus membujuknya," sahut Arya dengan lemas.
" Jika menurutmu itu cara yang benar ya lakukan," ucap Kevin yang sepertinya tidak mau tau.
Arya benar-benar lemas. Dia tidak tau lagi harus melakukan apa. Karena Kiara tidak mungkin bisa di bujuk.
**********
Malam hari Kiara berdiri di teras kamarnya dengan ke-2 tangannya di letakkan di pagar balkon.
" Uhhhhhhh, udaranya segar sekali," ucap Kiara menarik napas dalam-dalam.
" Akhirnya aku bisa keluar juga dari Perusahaan itu. Cukup sekali memberikan tenaga pada Perusahaan itu, aku kembali kerja di Restauran. Tapi tidak apa-apa memang lebih baik seperti itu dari pada menghabiskan tenaga untuk perusahaan yang hanya memperbudak itu," Oceh Kiara.
Kevin memasuki kamarnya. Saat meletakkan tasnya di atas tempat tidur. Kevin melihat map biru di atas nakas. Map yang kemarin di berikan Kiara dan Kevin menemukannya di tong sampah saat sedang menunggu supir menjemputnya.
Entah kenapa Kevin harus mengambil map itu dan malah di bawanya pulang. Kevin juga melihat tulisan di kartu ucapan yang di berikan Kiara yang memang di simpan Kevin dan anehnya di tempelkan Kevin di lampu tidurnya.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...
__ADS_1