Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 105 Luapan Amara


__ADS_3

Meski suara Kiara sangat pelan. Tetapi Kevin dapat mendengar suara itu dan langsung menoleh kebelakang. Betapa terkejutnya Kevin saat melihat Kiara yang berdiri di depan pintu.


Wanita yang di hindarinya. Melihatnya di dalam kamar bersama wanita lain dan Kevin melihat Kiara tampak terkejut dengan hal itu. Dia juga melihat dengan jelas. Air mata wanita itu yang menetes.


Sementara Kiara bingung kenapa dia malah bertahan di depan pintu itu dan malah tidak pergi.


Bukannya dia sudah tau jika Kevin dan wanita itu memang memiliki hubungan sementara dia apa gunanya berada di sana.


Hubungannya saja tidak ada dengan Kevin dan tidak pantas marah atau justru meneteskan air matanya seperti yang di lakukannya sekarang. Karena itu hanya akan semakin membuatnya seperti orang bodoh.


" Kiara," lirih Kevin tidak habis pikir dengan Kiara yang melihatnya seperti itu. Kiara dengan cepat menyeka air matanya. Langsung pergi dengan berlari.


" Kiara!" panggil Kevin melepas kasar tubuh Haria. Tetapi Haria kembali menahan tangan Kevin. Sangat tidak ingin di tinggalkan oleh Kevin.


" Jangan peri," ucap Haria yang terus memohon.


" Lepa!" Kevin dengan kuat menjatuhkan tangan Haria dan langsung pergi mengejar Kiara. Dia tidak peduli dengan apapun lagi. Yang dia pedulikan. Hanya Kiara yang pasti sekarang salah paham dengannya.


" Kevin!" teriak Haria.


" Sial," desis Haria dengan geram.


" Kenapa dia harus mengejar wanita itu. Apa dia tidak bisa meninggalkannya. Apa hebatnya wanita itu. Kenapa membuatnya menggilainya dan mempedulikannya. Apa istimewanya dia di bandingkan aku.


" Aku yang lebih baik dari semuanya. Aku yang seharusnya bersamanya. Perasaannya hanya milikku bukan dia," Haria terus merocos benar-benar tidak terima dengan Kevin yang malah mengejar Kiara.


Haria memang tidak akan pernah rela jika Kevin sampai di miliki oleh orang lain. Apa lagi sekarang dia sudah berkorban sangat banyak dan sama sekali tidak mendapatkan hasil apa-apa.


***********


Sementara Kiara terus berlari dengan cepat. Sampai Kiara sudah berada di depan lift. Jari telunjuknya langsung menekan tombol lift.


Dia tidak ingin terlihat bodoh di depan Kevin. Dia sangat menyesal punya pikiran untuk mendatangi Kevin.


Dia baru menyadari jika dirinya sedang mengemis cinta pada Kevin dan sekarang tau sendiri betapa sakitnya semua itu. Kiara terus menyeka air matanya sambil menunggu pintu lift terbuka.


" Cepat terbuka, cepat! desak Kiara.


Pintu lift yang yang kunjung terbuka membuat Kiara langsung memilih melewati tangga darurat. Dia benar-benar ingin lari sejauhnya agar Kevin tidak melihatnya menangis.


Kevin sudah tiba di depan lift. Seakan tau Kiara tidak melewati lift. Kevin pun mengejarnya dari tangga darurat.


" Kiara!" panggil Kevin dari tangga atas yang melihat Kiara berlari dengan kencang. Kevin yang tidak ingin terjadi salah paham terus berlari mengejar Kiara.

__ADS_1


Dia memang menghindari Kiara. Tetapi dia tidak mau Kiara salah paham dengan semua itu. Kevin yang tadi melihat air mata Kiara yang menetes membuatnya semakin bersalah.


Kevin benar sangat muak dengan larangan papanya. Yang membuatnya justru sangat menderita dan pastinya Kiara lebih menderita. Seperti apa yang di katakan kakak iparnya kemarin di perusahaannya.


Karena setiap apa yang di katakan papanya hanya membuatnya seperti seorang pengecut dan harus menyakiti hati wanita yang sangat di cintainya. Yang seharusnya dia dan Kiara bahagia. Bukan menyakiti Kiara seperti ini.


Lari Kevin sangat kencang dan akhirnya bisa mengejar Kiara yang berada di parkiran bawah tanah. Kevin pun akhirnya bisa menghampiri Kiara.


" Kiara tunggu," ucap Kevin langsung memegang tangan Kiara menahannya untuk tidak pergi.


" Lepaskan aku!" ucap Kiara dengan menekan suaranya memberontak agar tangannya di lepaskan. Tetapi Kevin sangat kuat dan tangan itu tidak lepas sama sekali.


" Kiara! kamu dengarkan aku dulu," ucap Kevin.


" Lepaskan aku bilang," sahut Kiara menguatkan volume suaranya yang menunjukkan dia benar-benar marah pada pria yang akhirnya berbicara kepadanya. Kiara juga menatapnya dengan penuh kebencian sangat-sangat benci dengan Pria di depannya itu.


" Kiara apa yang kamu lihat tidak seperti apa yang kamu pikirkan," ucap Kevin yang berusaha menjelaskan.


" Apa yang aku lihat tidak urusannya denganku," teriak Kiara dengan suaranya mengelegar.


Wajah itu sangat marah dan ini pertama kali Kevin mendengar suara keras itu dan wajah marah melebihi saat dulu Kiara marah-marah saat di kantornya saat ingin mendapatkan tanda tangannya surat baik darinya.


" Jadi lepaskan aku!" Kiara akhirnya bisa melepaskan tangannya dari Kevin.


" Kiara," ucap Kevin pelan dengan wajahnya yang penuh penyesalan. Mata indah Kevin yang sudah bergenang


" Aku tau kau membenciku. Tapi dengarkan aku sekali ini saja," ucap Kevin.


" Apa yang harus aku dengarkan dari orang seperyiu. Kau selalu mempermainkan ku. Kau pikir aku boneka yang sesuakamu melakukan semua kepadaku,"


" Kenapa kau melakukan itu kepadaku. Atau karena aku masih kecil yang seperti kau katakan kemarin. Jika kau tau aku masih kecil masih anak-anak. Pemahaman kita berbeda. Seharusnya kau tidak membuatku bingung. Agar aku tidak melebihi batasku," teriak Kiara mengungkap isi hatinya yang benar-benar di keluarkannya karena sudah tidak tertahankan lagi.


" Apa semua ini. Semua yang terjadi. Kau menghindariku. Tidak ingin bertemu denganku. Kau tidak membalas pesanku. Kau berjanji untuk menelponku. Tetapi kau malah mengingkarinya dan menunjukkan semua ini kepadaku. Hal-hal yang membuatku sangat bingung,"


" Aku tidak tau Kevin. Harus bersikap seperti apa dan harus menganggap apa selama ini hubungan kita. Kita di Paris di Amerika. Kita selalu bersama. Layaknya orang-orang yang memiliki hubungan special. Tetapi kenapa kenapa ketika pulang semuanya berubah kau malah tidak sekalipun mengabariku dan terus menghindariku,"


" Beberapa kali aku juga melihatmu dengan wanita itu terus. Tetapi aku tidak tau aku berbuat apa. Aku tidak tau kenapa aku harus marah. Apa aku saja yang terlalu percaya diri jika aku berpikir kau perasaan kepadaku. Iya aku hanya terlalu percaya diri," Kiara terus mengoceh dengan air matanya yang jatuh sementara Kevin diam yang tidak bisa bicara sedari tadi.


" Aku lupa siapa aku. Aku lupa dengan batasanku. Aku tidak sadar jika aku sedang berhubungan dengan CEO besar yang seharusnya aku tidak pernah melewati batasannku menjalin hubungan dengannya. Karena aku cuma wanita biasa yang sama seperti wanita lain di luar sana hanya berkhayal saja bisa menjalin hubungan dengan besar sepertimu. Dan bodohnya aku malah termakan semuanya," lanjut Kiara.


" Cukup Kiara, kau tidak perlu bicara lagi. Biarkan aku yang bicara. Biarkan aku menjelaskan semuanya," ucap Kevin mendekatkan dirinya pada Kiara yang sedari tadi menangis dan berteriak-teriak.


" Apa yang mau kau jelasnya. Kau menjelaskan wanita yang berada di dalam kamar denganmu adalah calon istrimu. Tunangan mu dan kalian akan menikah. Makanya kau menghindariku dan seenaknya mempermaikan perasaanku. Kau sangat kejam Kevin. Kau benar-benar kejam," teriak Kiara yang memukul dada Kevin.

__ADS_1


" Aku sangat membencimu, kau sangat jahat kepadaku. Aku benar-benar sangat membencimu. Apa salahku kepadamu. Aku membencimu Kevin," teriak Kiara yang terus memukul-mukul dada Kevin.


Kevin mendengar semua itu memegang sangat merasa bersalah kepada Kiara. Dia memang melihat kehancuran pada wanita itu.


Kevin memegang ke-2 pipi Kiara dan ingin menciumnya. Tetapi Kiara langsung menolak dengan wajahnya miring kesamping. Kevin melihat jelas penolakan Kiara yang sangat membenci dirinya.


" Apa lagi yang ingin kau lakukan, menciumku, berbicara manis, melakukan ini itu lalu seenaknya pergi seperti yang sering kau lakukan kepadaku," ucap Kiara yang sudah menatap Kevin dengan penuh kemarahan.


" Aku wanita Kevin. Sampai kapan kamu mempermainkanku. Aku muak dengan semuanya. Aku muak Kevin dengan semuanya," tegas Kiara menekan suaranya. Kiara menarik kuat kalung yang melekat di lehernya dan membuang kewajah Kevin.


" Kiara," lirih Kevin.


" Aku bukan boneka mu. Kau yang mendekatiku. Kau yang membuatku kehilangan kendali. Sampai aku tidak bisa melewati batasan ku. Kau yang menciumku saat itu. Yang aku berpikir itu artinya kau memiliki perasaan kepadaku. Kau memperlakukanku selayakanya seorang kekasih. Yang aku juga berpikir jika hal itu ada. Tetapi aku salah. Kau tidak pernah menganggapku semua itu. Kau hanya menganggapku Kiara anak kecil yang tidak akan mengerti soal itu. Makanya dengan senaknha kau menjauhiku," umpat Kiara yang sudah tidak adalagi yang tertahan di hatinya.


" Kiara dengar kan aku dulu," ucap Kevin kembali memegang lengan Kiara


" Meyinggir dariku," ucap Kiara melepaskan tangannya dari Kevin. Kiara langsung mendorong Kevin jauh darinya. Kiara memegang menarik kuat kalung yang ada di lehernya dan langsung melemparnya ke wajah Kevin.


" Aku bukan mainan mu. Aku sangat membencimu. Aku menyesal bertemu dengan mu. Aku menyesal harus menghabiskan banyak waktu untuk Pria pengecut sepertimu," kacam Kiara yang kehilangan kendali langsung pergi dengan menyeka air matanya.


" Kiara," panggil Kevin yang sama sekali tidak di respon Kiara.


Kevin bahkan sedari tadi tidak bisa berbicara. Karena Kiara terus mengoceh dengan penuh kemarahannya membuat Kevin tidak bisa berbuat apa-apa.


Kevin terduduk dengan memijat kepalanya. Matanya yang sedari tadi bergenang akhirnya menetes juga.


" Kamu benar, aku memang pengecut. Aku tidak bisa berbicara dengan keadaanku. Aku tidak bisa mempertahankan apa yang membuatmu bahagia. Maaf kan aku Kiara. Seharusnya kamu tidak mengalami hal ini. Maaf kan aku," ucap Kevin merasa bersalah karena telah menyakiti wanita yang di cintainya.


Papanya membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa. Rasa takutnya akan terjadi sesuatu pada Kiara membuat Kevin memilih untuk mengakhiri semuanya dan menerima nasibnya yang mungkin tidak akan bisa memiliki orang yang di cintai.


Tetapi Kevin tidak sadar jika hal itu membuat Kiara benar-benar terluka. Merasa di permainkan karena sudah terlanjur memberikan hatinya kepada Kevin.


Kiara harus melanjutkan tangisnya di terminal. Menangis terisak-isak dengan hujan turun. Kiara sudah tidak tau berapa lama dia berada di sana. Yang jelas sudah malam hari dan stok air matanya masih banyak. Sedari tadi tidak henti-hentinya menangis.


" Kenapa aku bodoh sekali, seharusnya aku tidak mengatakan itu. Itu sama saja aku merendahkan diriku. Dia akan berpikiran jika aku benar-benar tergila-gila dengannya," oceh Kiara menyesal sudah mengungkap isi hatinya di depan Kevin.


" Seharusnya aku sadar diri. Aku tidak mungkin bisa menjalin hubungan dengan CEO Grup Lexus. Aku hanya wanita biasa. Kenapa aku menghkahyal terlalu tinggi," ucapnya lagi yang sekarang malah minder.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.

__ADS_1


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya


Terima kasih...


__ADS_2