
Kiara dan Kevin sama-sama mengeluarkan makanan dari tempat bekal dan menata di atas piring. Ada meja kecil yang di letakkan di tengah-tengah untuk tempat makanan mereka.
" Kita akan sarapan di sini?" tanya Kiara. Kevin mengangguk.
" Hmmm, kita akan sarapan pagi di sini. Karena hujan jadi kita akan menikmati sarapan kita di sini," ucap Verro menjelaskan.
" Kamu sengaja menyiapkannya?" tanya Kiara. Verro mengangguk.
" Aku memang membawa sarapan untuk kita. Tetapi aku tidak tau. Kalau tiba-tiba akan hujan," jawab Kevin. Kevin membuka bagian atas mobil.
Sehingga di dalam mobil terlihat terang dan hujan terlihat menetes. Kiara tersenyum melihat hal yang simple. Tetapi sangat indah. Dia bisa melihat keindahan langsung di sekitarnya.
Melihat hujan dengan jelas karena jendela yang terbuka. Kevin terlihat membereskan tempat-tempat makanan. Agar terlihat rapi. Dan menyisakan di atas meja. 2 minuman dan 2 berwarna merah dan 2 piring makanan.
" Kamu belum sarapan kan?" tanya Kevin. Kiara mengangguk.
" Kalau begitu. Mari sarapan," ucap Kevin. Kiara mengangguk.
Mereka yang duduk berhadapan pun mulai sarapan di dalam mobil dengan hujan yang deras.
" Apa mereka tidak sarapan?" tanya Kiara.
" Siapa?" tanya Kevin.
" Dayang- dayangmu," ucap Kiara.
" Mereka pasti sudah sarapan," jawab Kevin sambil mengunyah makanannya. Kiara hanya mengangguk-angguk saja.
Mereka menikmati sarapan mereka sambil mengobrol memang sangat simple. Tetapi sangat berkesan romantis dan sangat indah. Kevin pasti punya cara sendiri bagaimana cara berkencan.
Dan kelihatan Kiara senang-senang saja dengan hal kecil yang di berikan Kevin. Kiara melihat Kevin dan menyodorkan apa yang di isinya pada sendoknya.
" Cobalah punya ku," ucap Kiara. Kevin tersenyum dan langsung membuka mulutnya. Padahal apa yang di makan Kevin dan Kiara sama saja. Mungkin Kiara ingin romantis-romantisan. Makanya Kiara pakai menyuapi Kevin segala.
" Kamu juga coba punyaku," ucap Kevin yang ternyata tidak mau kalah untuk menyuapi Kiara. Kiara mengangguk dan membuka mulutnya. Menerima suapan dari Kevin.
" Enak?" tanya Kevin. Kiara mengangguk. Mereka saling tersenyum dan kembali makan bersama. Dan sesekali saling menyuapi.
Hujan masih saja turun. Kiara dan Kevin sudah selesai makan dan sekarang 2 orang itu membereskan meja dan bekas-bekas makanan yang berjatuhan. Kiara melihat arloji di tangannya yang ternyata masih menunjukkan pukul 10 pagi.
" Kamu tidak kekantor?" tanya Kiara.
__ADS_1
" Kalau aku kekantor. Aku tidak akan mengajakmu pergi," jawab Kevin.
" Begitu rupanya! memang tidak apa-apa. Jika bolos kekantor?" tanya Kiara.
" Sangat apa-apa. Meski seorang CEO. Tidak harus bolos dengan sesuka hati kekantor," jawab Verro.
" Lalu kenapa bolos? Apa papamu tidak akan marah?" tanya Kiara.
" Pasti. Papa sangat tidak suka orang yang bekerja tidak disiplin. Apa lagi masalah pekerjaan," jawab Kevin.
" Lalau kenapa bolos?" tanya Kiara yang memang belum mendapat jawabannya.
" Karena aku ingin menebus kesalahanku. Yang sudah menghindarimu. Jadi aku rasa. 1 hari tidak akan masalah untuk bolos," jawab Kevin sedikit penjelasan.
" Apa itu tidak akan masalah?" tanya Kiara.
" Tidak sama sekali," jawab Kevin melipat meja dan menyimpannya. Sehingga dia dan Kiara sudah tidak ada pembatas lagi.
" Sudah jangan memikirkan masalah pekerjaanku. Lupakan semuanya," ucap Kevin. Kiara mengangguk. Kiara membalikkan tubuhnya dan melihat hujan turun ke arah jendela.
Tiba-tiba sebuah benda melingkar di lehernya. Kiara menundukkan kepalanya dan melihat benda itu. Adalah kalung yang pernah di buangnya ke wajah Kevin. Kalung yang pernah di berikan Kevin padanya.
Kiara memiringkan kepalanya menengok kearah belakang. Melihat Kevin.
" Aku tidak suka. Jika kamu harus membuangnya," ucap Kevin. Memasangkan dengan sempurna kalung itu di leher Kiara.
Saat Kiara membuangnya. Kevin memang mengambilnya dan menyimpannya. Dia sangat yakin suatu saat nanti. Akan memasangkan kembali kepada Kiara.
Setelah kalung itu terpasang sempurna. Kiara membalikkan badannya menghadap Kevin. Kepalanya masih menunduk dan mengusap-usap kalung itu. Kevin memperbaiki rambut Kiara.
" Maaf, aku sudah membuangnya," ucap Kiara mengangkat kepalanya menatap Kevin dengan dalam. Dengan penuh penyesalan karena membuang kalung pemberian Kevin. Wajar sih dia membuangnya. Karena dia sudah sangat kecewa dengan Kevin.
" Aku yang minta maaf. Semua tidak akan terjadi. Jika bukan karena ku. Aku yang salah dengan semua ini," ucap Kevin memegang pipi Kiara.
" Kevin. Mari kita lupakan masalah ini," ucap Kiara. Kevin Mengangguk dengan tersenyum.
" Iya. Kita akan melupakannya. Dan akan menjadikan semua ini sebagai pembelajaran untuk kita," sahut Kevin yang menyetujui semuanya.
" Jangan melepasnya dari lehermu," ucap Kevin.
" Iya aku tidak akan melakukan itu lagi," jawab Kiara berjanji. Dengan senyum merekah di wajahnya.
__ADS_1
" Hmmmm, hujannya sama sekali belum reda," ucap Kiara.
" Memang kamu ingin pergi ketempat sesuatu?" tanya Kevin. Kiara menggeleng.
" Karena kamu yang mengajakku. Jadi aku hanya akan pergi kemana kamu membawaku," jawab Kiara.
" Baiklah. Setelah hujan selesai. Kita akan pergi," sahut Kevin Kiara mengangguk. Kevin pun membaringkan tubuhnya. Sementara Kiara masih melihat kalung indah yang terpasang cantik di lehernya.
Kevin tersenyum melihat kekasihnya yang tampak bahagia. Kevin memegang lengan Kiara membuat Kiara menoleh ke arahnya.
" Kemarilah," ucap Kevin menelentangkan 1 tangannya agar Kiara meletakkan kepalanya di lengannya. Kiara tersenyum dan akhirnya membaringkan tubuhnya di samping Kevin dengan lengan Kevin yang menjadi bantalnya.
" Aku membaca pesanmu. Jika kamu mengingat di mana pertama kali kita bertemu," ucap Kevin. Kiara tersenyum. Dia memang hanya menebak-nebak karena tidak sengaja melihat foto Kevin di album itu.
" Dan kamu belum menceritakan. Bagaimana kamu mengingatnya," ucap Kevin sambil mengusap-usap pucuk kepala Kevin.
" Apa cerita itu masih penting?" tanya Kiara.
" Aku ingin mendengarnya," sahut Kevin.
" Setelah pulang dari Luar Negri bersamamu. Aku membuka album kiriman dari teman SMA ku. Saat aku membuka dan melihat isi-isi album itu. Aku melihat ada kamu. Dan aku merasa mungkin di sana kita pertama kali bertemu," ucap Kiara menjelaskan dengan singkat.
" Hanya itu saja," sahut Kevin. Kiara mengangguk.
" Kamu tidak mengingat yang lainnya?" tanya Kevin.
" Aku ragu. Tapi dari foto itu. Sepertinya kamu menolongku saat aku ingin jatuh. Karena jelas kamu menahan tubuhku," jawab Kiara yang tak bisa menjelaskan apa-apa.
" Aku mengira kamu mengingat sesuatu yang jauh lebih penting?" sahut Kevin membuat Kiara mengangkat kepalanya dan melihat Kevin.
" Memang apa ada yang lebih penting?" tanya Kiara penasaran. Kevin mengangguk.
" Apa? tanya Kiara penasaran.
" Memang awal pertemuan kita ada di sana. Tetapi ada hal yang jauh lebih penting di sana," ucap Kevin yang membuat penasaran.
" Memang apa?" tanya Kiara semakin penasaran.
" Aku mengira kamu mengingatnya?" ucap Kevin membuat penasaran.
" Memang apa. Kenapa seperti sangat penting sekali," batin Kiara kebingungan.
__ADS_1
...Bersambung...