Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 52 pemakaman


__ADS_3

Pagi hari kembali Kiara ke luar dari kamarnya, berbarengan dengan Zavier yang juga baru ke luar dari kamarnya dengan memakai seragam sekolah.


" He Zavier!" panggil Kiara geram dengan suara mengeras sedikit.


" Kenapa kak?" tanya Zavier. Kiara menghampiri Zavier dan berdiri di depan Zavier.


" Tiket apa yang kau berikan," sambar Kiara langsung pada intinya.


" Tiket, tiket apa, oh, yang kemarin itu, bagaimana? apa kakak sudah menonton filmnya. Bagaimana filmnya menarik bukan? pasti sangat menarik," sahut Zavier tertawa seperti tidak berdosa.


Tidak tau saja semakin dia berbicara Kiara semakin kesal dan ingin menerkam adiknya itu. Tidak tertahankan lagi Kiara langsung menarik telinga Zavier dan menjewernya kuat.


" Auh, kak sakit, apa yang kakak lakukan, sakit kak, sakit," keluh Zavier memegang tangan Kiara yang berada di telinganya.


" Dasar otak kotor, bisa-bisanya kamu menyuruh kakak menonton seperti itu, kamu benar-benar adik kurang ajar," geram Kiara yang terus mengumpat.


" Ampun kak, memang apa yang salah, itu hanya film romantis, ampun, ampun, sakit kak, tolong ampuni Zavier," teriak Zavier memohon pada Kiara.


" Romantis kepala kamu. Bisa-bisanya kamu beli tiket seperti itu. Kamu sudah mempermalukan kakak, kamu sengajakan melakukannya," lanjut Kiara yang tidak kunjung melepas telinga sang adik yang sedari tadi mengeluh ketakutan.


" Ampun kak, aku tidak tau. Teman aku yang memberikan tiket itu," sahut Zavier mengakui menahan sakit.


" Jadi kamu bohongi kakak," geram Kiara semakin memperkuat jeweran nya.


" Ampun kak, sakit, please lepas kak, sakit telinga aku, aku mohon kak lepas. Ini akan putus kak," keluh Zavier yang terus memohon ampun. Melihat telinga adiknya sudah memerah, Kiara pun melepasnya.


" Ishhh, kakak apa-apaan sih, sakit," protes Zavier mengusap-usapnya telinganya.


" Sudah salah, bohong lagi," ketus Kiara.


" Iya maaf, tiket itu dari teman aku. Dia bilang hanya film romantis, aku mana tau," ucap Zavier membela diri.


" Ishhhhh. Awas ya kalau sekali lagi kamu seperti itu," tunjuk Kiara geram dan langsung pergi.


" Memang apa yang salah," gumam Zavier terus mengusap-ngusap telinganya yang memerah.


" Kenapa telingaku yang menjadi korban, di kasih tiket malah aku yang kenak sasaran," protes Zavier melihat kepergian sang kakak dengan kesal.


Kiara menuruni anak tangga setelah puas menjewer Zavier.


" Banyak drama bilang sok-sok-an pake uang jajan lagi. Rupanya pemberian temannya. Tetap saja dia sudah membuatku malu di depan Kevin," Kiara terus mengoceh menuruni anak tangga.


Ting.


Kiara langsung membuka ponselnya ketika menerima pesan.


..." Ujianmu akan di laksanakan hari Sabtu, jadi belajarlah. Jika kau tidak lulus kesempatanmu akan hilang,"...


Kiara langsung tersenyum membaca pesan dari Kevin. Seakan melupakan kekesalannya pada Zavier. Tetapi entahlah, senyum karena dia akan secepatnya ujian atau senyum karena masih pagi Kevin memberinya pesan.


" Ehemmm," Rachel berdehem di ujung anak tangga melihat Kiara yang tersenyum lebar membuat Kiara terkejut dan langsung menutup ponselnya.


" Senyam-senyum, chat dari pacar ya," tebak Rachel menatap curiga.


" Apaan sih, nggak jelas banget," sahut Kiara ketus menuruni anak tangga, melewati Rachel tanpa mempedulikannya.


" Isssh, di tanya juga," desis Rachel kesal karena di anggurin, " apa dia masih marah ya," batin Rachel yang sebenarnya mendekati Kiara untuk minta maaf omongannya kemarin.


Kiara berlalu kemeja makana. Di meja makan semua sarapan sudah lengkap untuk anak masing-masing, sementara untuk Kiara belum ada.


Karena memang biasanya Kiara menyiapkan sendiri. Kiara menuang air putih dan meneguknya.


" Aku pergi dulu," ucap Kiara pamit pada mama dan papanya tanpa menyalam.


" Kamu nggak sarapan dulu?" tanya Sahila. Kiara diam dan pergi saja.

__ADS_1


" Masih ngambek aja," gumam Ziva.


Kiara berpapasan dengan Rangga yang menuju meja makan.


" Nggak sarapan Kiara?" tanya Rangga. Kiara tetap berjalan dan tidak mempedulikan kakaknya.


" Kenapa sih, susah banget baiknya," ucap Rangga menggaruk-garuk kepalanya.


Danu hanya membuang napas perlahan dan melanjutkan sarapannya.


**********


Hari jummat seperti biasa. Kevin akan mengunjungi makam mamanya. Kevin akan membelikan mawar putih untuk mamanya dan meletakkan di pusarah makam itu.


Kali ini Kevin tersenyum di depan makam itu. Seakan menceritakan suasana hatinya yang bahagia. Kevin mengusap mesan mamanya dengan senyum manisnya yang sangat tulus.


Tidak tau apa yang di ceritakan Kevin kepada mamanya. Tetapi dari wajahnya dia seperti menceritakan hal yang sangat bahagia. Dan mungkin ini pertama kalinya Kevin berkunjung dengan kebahagian.


" Kau tersenyum, tetapi tidak bicara apa-apa," Kevin membalikkan badannya ketika mendengar suara yang sangat khas yang ternyata Kiara berdiri di belakangnya. Kiara menangkapnya yang senyam-senyum.


" Kau," ucap Kevin heran.


Kiara langsung berjongkok di samping Kevin.


" Kenapa kau ada di sini?" tanya Kevin.


" Aku ingin zarah ke memakan kakekku," jawab Kiara.


" Lalu kenapa di sini, kenapa tidak langsung zarah?" tanya Kevin.


" Ada kau, nanti kau akan mendengar apa yang aku sampaikan pada kakekku," jawab Kiara.


" Jadi kau ingin menyuruhku pergi?" tanya Kevin.


" Tidak," jawab Kiara.


Kiara tersenyum yang melihat Kevin berdoa dengan khusyuk dan wajah Kevin yang begitu teduh, jujur hatinya bergetar melihat pemandangan itu.


Tidak tau kenapa tetapi dia sangat suka melihat wajah Kevin yang seperti itu. Seakan membuat ketenangan di dalam hatinya.


" Amin," sahut Kiara setelah Kevin mengaminkan doanya dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya.


" Kenapa kau melihatku ku? tanya Kevin yang dilihati Kiara dengan senyumnya.


" Tidak, aku hanya penasaran apa yang kau katakan kepada mamamu melalalui hatimu," ucap Kiara.


" Yang jelas tidak menjelekkan orang lain," sahut Kevin penuh sindiran, membuat Kiara menarik ujung bibirnya kesal dengan Kevin yang mengingat hal itu.


" Ishhh, aku menyesal bertanya," desis Kiara.


" Kau masih masih mau tetap di sini?"'tanya Kevin.


" Iya, aku mau berkenalan dengan mamamu," ucap Kiara. Membuat Kevin bingung.


" Hay tante," sapa Kiara melambaikan tangannya membuat Kevin mendengus ada-ada saja tingkah wanita itu.


" Tante aku Kiara, aku tinggal di depan rumah Tante, aku sudah mengenal anak Tante sekitar 2 bulan dan dia pria yang sangat sulit senyum. Tetapi beberapa kali aku melihatnya tersenyum, dia sangat tampan saat tersenyum," ucap Kiara, Kevin mendengus penuh senyum melihat kata-kata Kiara


Bisa-bisa Kiara mengatakan hal itu saat ada dirinya. Lagi dan lagi apa yang mungkin di anggap Kiara biasa, membuat hati Kevin semakin bergetar.


" Seperti itu, jika kau menemui mamamu, kau harus mengeluarkan suara, agar hatimu jauh lebih baik," ucap Kiara meletakkan telapak tangannya di dada kevin.


Sontak hal itu membuat Kevin kaget, bisa-bisa Kiara reflex melakukan itu.


" Hati kita akan jauh lebih tenang jika kita berbicara langsung. Memang berbicara dari hati akan sampai juga. Tepak ada kepuasan sendiri. Jika berbicara langsung," lanjut Kiara menatap Kevin dalam-dalam.

__ADS_1


" Kau mengerti?" tanya Kiara dengan santai.


Kiara ingin Menyinggirkan tangannya. Tetapi Kevin menahan tangan Kiara. Sehingga seperti awal dan menatap Kiara penuh arti.


" Kiara kau benar-benar sangat berani," lirih Kevin dengan suaranya yang bergetar tanpa mengedipkan mata melihat Kiara.


" Hah, apa," sahut Kiara bingung masih dengan telapak tangan di dada Kevin.


Dan mungkin Kiara bisa merasakan debaran jantung Kevin. Kepolosan Kiara memang membuat Kevin gila. Semakin lama, Kiara hanya semakin menguji perasaannya.


Kiara dan Kevin masih saling menatap di depan pusarah makam itu dengan posisi tangan yang sama. Kevin menyadarkan dirinya dan Menyinggirkan tangan Kiara.


" Ziarahlah, aku sudah selesai," ujar Kevin langsung berdiri. Kevin menjadi salah tingkah dengan barusan yang terjadi. Lama-lama dia tidak bisa mengendalikan dirinya.


" Hey tunggu dulu!" Kiara berdiri dan memegang lengan Kevin. Membuat Kevin semakin keringat dingin dan melihat tangan Kiara yang berada di lengannya.


" Berpamitan dulu pada mamamu!" ucap Kiara menggerakkan kepalanya ke arah sang makam.


" Maksudnya?" tanya Kevin dengan suara pelan. Kiara meluruskan badannya sejajar dengan arah makam itu.


" Tante kita pulang dulu, apa? baiklah Tante, tenang saja aku akan memastikan hal itu, dada Tante," Kiara melambaikan tangannya lagi. Kevin melihatnya mendengus. Tidak tau apa yang di lakukan wanita itu yang terlihat menggemaskan.


Setelah berpamitan pada mama Kevin. Kiara menghampiri makan kakeknya.


" Dada kakek, Kiara pamit, nanti saja Kiara ceritakan semuanya," ucapnya melambaikan tangan.


Kevin hanya bisa melihat tingkah Kiara yang semakin menggemaskan.


" Apa hidupnya memang seperti itu," batik Kevin geleng-geleng kepala.


" Kiara sayang kakek," ucap Kiara dan melihat ke arah makam mama Kevin, " Tante juga," lanjutnya lagi.


Kevin melihat dan mendengarnya semakin tidak tau harus menanggapi seperti apa lagi. Tingkah Kiara benar-benar mengacak-acak perasaannya.


" Ayo!" ajak Kiara kembali memegang tangan Kevin mengajaknya pergi. Tetapi Kevin menahannya.


" Kenapa kau bertingkah seperti ini?" tanya Kevin.


" Apa, memang apa yang aku lakukan, apa ada yang salah?" tanya Kiara dengan wajah polosnya.


" Ada apa?" tanya Kiara merasa aneh dengan Kevin.


" Tidak apa-apa," sahut Kevin melepas tangannya dan berjalan duluan.


" Aneh sekali," batin Kiara heran lalu mengikuti Kevin.


***********


Kiara dan Kevin berjalan berdampingan di daerah pemakaman menuju tempat parkiran di mana mobil Kevin terparkir.


" Kapan mamamu meninggal?" tanya Kiara sambil terus berjalan lambat di samping Kevin.


" Saat usiaku 7 tahun," jawab Kevin. Kiara menoleh ke arah Kevin.


" Karena apa?" tanya Kiara.


" Sakit," jawab Kevin.


" Walau kau dari kecil tidak bersama mamamu. Tetapi kau masih mempunya ibu," ucap Kiara yang memang mengetahui 2 ibu tiri Kevin dari kakaknya yang bercerita.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.

__ADS_1


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya


Terima kasih...


__ADS_2