
Kiara pun memasuki rumah bersama Kevin
tetapi tangan mereka tidak bergandengan seperti tadi. Tangan mereka sudah berpisah karena mungkin segan jika harus bergandengan di depan papa dan mamanya.
Saat memasuki ruang tamu. Ternyata ada papa dan mamanya di ruang tamu dan bukan hanya itu saja. Bahkan ada juga Rachel, Rangga, Ziva dan Rangga yang mengobrol di ruang tamu.
Mata Ziva yang memang mengharap pada pintu langsung terbelalak. Ketika melihat orang yang datang kerumahnya yang tak lain adalah Kevin yang tidak mungkin baginya. Ziva pun langsung menyikukan Rachel yang duduk di sampingnya.
" Apa sih," ucap Rachel kesal.
" Itu," ucap Ziva melototkan matanya ke arah tujuan mata Ziva dan memperlihatkan Kiara yang datang bersama Kevin.
" Kiara," lirih Rachel langsung menganga kaget. Kagetnya Rachel membuat orang-orang yang ada di ruang tamu melihat apa yang di lihat Rachel.
Danu dan Sahila juga sampai berbalik badan melihat apa yang di lihat Raquel yang ternyata adalah Kiara dan Kevin. Kiara tampak gugup. Sementara Kevin jauh lebih tenang.
Kiara dan Kevin saling melihat. Kevin menganggukkan matanya kepada Kiara seakan memberikan isyarat untuk tenang. Kiara tampak menarik napas panjang dan membuangnya perlahan kedepan mencoba untuk tenang juga dan akhirnya mereka melangkah bersama.
" Ma, pa," ucap Kiara pelan saat sudah ada di ruang tamu. Yang lainnya langsung berdiri dan Kevin langsung menyalim punggung tangan Danu dan juga Sahila.
" Pak Kevin," tegur Danu. Meski tau Kevin dan putrinya berhubungan tetapi dia masih menghormati Kevin sebagai atasannya bekerja.
" Ada apa ini, kenapa tumben sekali kemari?" tanya Danu basa-basi.
" Saya ingin bicara kepada bapak tentang hubungan saya dan Kiara," ucap Kevin. Danu dan Sahila saling melihat dengan penasaran. Rachel dan yang lainnya juga pasti penasaran.
" Oh, begitu rupanya, kalau begitu mari duduk," sahut Danu yang langsung mempersilahkan untuk duduk.
" Makasih Pak," Kevin pun duduk dan langsung di susul Kiara.
" Hmmm, kalau begitu pa, kita masuk dulu. Kita mau istirahat dulu," sahut Rangga.
" Iya masuklah," sahut Sahila.
__ADS_1
Rangga, Rachel, Ziva dan Zavier pun masuk. Sebenarnya mereka penasaran dengan apa yang akan di sampaikan Kevin. Tetapi tidak mungkin juga mereka menunggu apa yang akan di bicarakan kesannya sangat tidak etis harus ikut campur.
" Ada apa ini pak Kevin. Sepertinya penting sekali?" tanya Danu yang sudah duduk di hadapan Kevin dan Kiara.
" Maaf pak, tapi kita tidak lagi di perusahaan. Alangkah baiknya bapak panggil saya Kevin saja," ucap Kevin dengan sopan.
" Oh, begitu rupanya. Saya soalnya terbiasa. Makanya bisa sampai seperti itu," ucap Danu.
" Ya sudah memang nak Kevin ini ingin bicara apa?" tanya Sahila. Kevin dan Kiara saling melihat.
Kiara sudah sangat dek-dekan. Dia rasa ini terlalu mendadak sampai memang harus Kevin memintanya menjadi istrinya. Saat usianya masih 19 tahun.
" Ya Allah, apa papa akan kaget ya mendengar permintaan Kevin. Apa tanggapan papa ya," batin Kiara yang semakin panik dengan tangannya yang saling menggenggam erat.
" Pak Danu, mungkin bapak sudah tau bagaimana hubungan saya dan Kiara. Dan begini saya ingin lebih serius menjalin hubungan dengan Kiara," ucap Kevin dengan lancar.
Danu dan Sahila saling melihat. Mereka belum mengerti apa yang di maksud Kevin.
" Saya ingin menikah dengan Kiara," jawab Kevin langsung to the point hanya dengan 1 kali tarikan napas saja.
" Menikah," pekik Danu dan Sahila serentak. Jelas mereka sangat kaget mendengar ucapan Kevin yang akan menikahi putrinya.
" Benar pak, Tante," jawab Kevin dengan yakin. Danu menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.
" Saya ingin serius dengan Kiara dan ingin menjadikannya sebagai istri saya," ucap Kevin memperjelas maksud dan tujuannya.
" Begini nak Kevin. Saya tau kalian menjalin hubungan dengan Kiara. Dan saya juga tau kendala apa saja yang kalian hadapi dalam berhubungan. Dan jika di katakan untuk menikah jelas itu membuat saya sangat kaget dan menurut saya itu terlalu cepat. Mengingat Kiara juga masih sangat muda dan pasti tidak siap dengan hal itu," ucap Danu yang menanggapi permintaan Kevin untuk menikahi putrinya.
" Apa itu artinya papa tidak setuju jika aku dan Kevin menikah," batin Kiara mengambil kesimpulan.
" Benar nak Kevin, ini terlalu mendadak dan apa lagi kamu juga tau bagaimana konflik dalam hubungan kalian, bukannya jika kita membuat sampai ke pernikahan akan bertambah masalah," sahut Sahila menambahi dengan
" Maaf, jika permintaan saya membuat kalian benar-benar kaget. Saya hanya ingin serius dengan Kiara. Saya ingin menjaganya dan mengikatnya dengan pernikahan," ucap Kevin yang mencoba menyampaikan alasannya kenapa dia harus menikahi Kiara.
__ADS_1
" Kami tau, kamu sangat mencemaskan putri saya. Tetapi hal ini terlalu mendadak. Lagi pula Kiara masih mempunyai kakak perempuan dan kakak laki-laki. Yang mana mereka juga belum menikah dan terlebih lagi usia Kiara yang masih sangat muda dan Kiara juga masih dalam proses pendidikan," ucap Danu yang juga memberikan alasannya.
" Nak Kevin jangan salah paham dulu. Kami mengatakan seperti ini bukan berarti kami tidak merestui hubungan kalian. Kami sebagai orang tua hanya ingin kalian saling mengenal dulu. Ya walau kami tau kalian memang sudah sangat saling mengenal. Tetapi kami ingin kalian benar-benar memahami dulu hubungan kalian dan setelah itu barulah kalian memikirkan untuk pernikahan," ucap Sahila. Kevin dan Kiara saling melihat.
" Jadi saran Tante, sebaiknya nak Kevin jangan terburu-buru dulu. Karena pernikahan tidak semudah apa yang kalian pikirkan. Jadi kalian benar-benar harus matang dulu dalam pernikahan," lanjut Sahila yang benar-benar menjelaskan kepada Kevin dan Kiara.
" Iya Tante, saya mengerti apa yang Tante dan Pak Danu pikirkan, memang sebagai orang tua tidak mudah untuk memberikan kepercayaan mengenai hubungan kami," ucap Kevin dengan besar hati menerima keputusan orang tua Kiara yang pasti tidak langsung menyetujui pernikahan itu.
" Ya saya harap kalian berdua sebaiknya menjalani dulu hubungan kalian. Agar kalian bisa saling mengerti dan saling memahami," ucap Sahila.
" Iya Tante," jawab Kevin dengan senyumnya.
" Aku sudah menduga akan seperti ini. Karena memang tidak mungkin mama dan papa langsung menyetujui rencana pernikahan yang Kevin ajukan," batin Kiara yang tampak kecewa. Sementara Kevin tampak lebih tenang menaggapinya.
Setelah mengobrol di ruang tamu dengan ke-2 orang tua Kiara. Akhirnya Kiara mengantarkan Kevin sampai gerbang rumahnya.
" Ya sudah aku pulang dulu," ucap Kevin dengan mengusap pipi Kiara.
" Hmmm, kamu tidak marah kan dengan keputusan orang tuaku?" tanya Kiara pelan yang takut jika pacarnya akan marah. Kevin tersenyum mendengarnya.
" Aku tidak punya alasan untuk marah. Jadi tidak ada yang perlu di Khawatir kan," jawab Kevin.
" Serius?" tanya Kiara ragu.
" Iya aku serius jadi jangan khawatir tidak ada masalah," sahut Kevin yang langsung mencium kening Kiara.
" Jangan memikirkan apapun. Aku pulang dulu," ucap Kevin memberi saran. Kiara mengangguk.
" Hmmm, hati-hati," sahut Kiara. Padahal hanya beberapa langkah saja. Dia harus sampai mengatakan hati-hati. Kevin mengusap rambut Kiara dan langsung pergi kerumahnya.
Kiara pun menunggu kekasihnya itu memasuki rumahnya. Setelah memastikan masuk. Barulah Kiara memasuki rumahnya.
Bersambung......
__ADS_1