Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 122 berpamitan.


__ADS_3

Setelah makan nasi goreng bersama di pinggir jalan. Kevin pun mengantarkan Kiara pulang kerumahnya seperti biasanya.


" Ya sudah aku masuk dulu," ucap Kiara pamit sambil membuka seat beltnya.


" Kiara aku ingin bicara sesuatu," ucap Kevin dengan tiba-tiba dengan wajah seriusnya.


" Ada apa?" tanya Kiara yang sudah membuka sabuk pengamannya. Kevin terlihat menarik napas panjang dan membuangnya perlahan kedepan dan langsung menghadap Kiara.


" Kiara aku akan ke Jerman untuk perjalanan bisnis," ucap Kevin yang ternyata ingin berpamitan untuk ke Luar Negri.


" Lama?" tanya Kiara yang langsung menanyakan waktu. Kiara memang sangat bucin sampai tidak ingin lama-lama di tinggal.


" 1 Minggu," jawab Kevin. Mendengarnya wajah Kiara sudah mulai lesu. 1 Minggu itu sangat lama untuknya.


" Memang kapan berangkatnya?" tanya Kiara.


" Besok pagi," jawab Kevin.


" Jam berapa?" tanya Kiara yang penasaran.


" Pesawatku akan berangkat jam 7 pagi," jawab Kevin lagi.


" Kenapa sangat mendadak. Kenapa juga harus mengatakan sekarang," sahut Clara dengan wajah cemberutnya. Sangat terlihat jelas. Dia tidak ingin di tinggalkan.


" Maafkan aku ini memang sangat mendadak. Lagian aku hanya 1 Minggu saja," ucap Kevin.


" Apa dia mengira 1 Minggu tidak lama," batin Kiara.


" Ya sudah, memang jika aku bilang jangan pergi apa kamu juga tidak akan pergi," sahut Kiara. Kevin mendekatkan dirinya pada Kiara dan mengusap pipi Kiara dengan lembut. Sementara mata Kiara sudah menunduk saja.


" Hey, aku cuma pergi 1 Minggu bukan 1 tahun," ucap Kevin dengan tersenyum.


" Apa itu waktu yang sebentar untukmu?" tanya Kiara sudah melihat kembali ke arah Kevin.


" Mungkin bagiku juga lama," ucap Kevin


" Ya sudah. Yang penting kamu hati-hati di sana dan jangan terlalu lelah bekerja, makan yang teratur," ucap Kiara memberi pesan pacarnya.


" Iya, makasih ya kamu sudah mengingatkan aku," sahut Kevin yang tersenyum.


" Jangan lupa. Kamu juga telpon aku," ucap Kiara menegaskan pada pacarnya.

__ADS_1


" Pasti, aku akan selalu mengabarimu," sahut Kevin.


" Ya sudah aku masuk dulu," ucap Kiara kembali pamitan dan membuka pintu mobil. Tetapi Kevin menahan tangannya. Saat Kiara berbalik badan kembali ke arah Kevin. Wajah Kevin sudah di hadapannya dan yang membuatnya kaget bibit Kevin menempel di bibirnya.


Mendapat serangan tiba-tiba membuat Kiara tersentak kaget dengan matanya yang terbuka lebar. Ternyata Kevin tidak hanya mengecup bibirnya.


Tetapi memperdalam ciuman itu, bahkan ke-2 tangannya sudah memegang pipi Kiara agar dia bisa memperdalam ciumannya. Sampai akhirnya Kiara juga menutup matanya dan memegang erat jas Kevin.


Kevin yang menuntun ciuman itu memberikan sensasi pada Kiara. Sampai Kiara benar-benar hanyut. Mungkin mereka akan saling merindukan. Jadi wajar lah jika mereka saling bermesraan dulu sebelum Kevin meninggalkannya selama 1 Minggu.


Setelah beberapa menit. Akhirnya Kevin melepas ciumannya dari Kiara. Napas Kiara terlihat tidak beraturan. Barulah dia memang bisa bernapas setelah ciuman itu selesai.


Kevin dan Kiara sama-sama membuka mata perlahan. Seperti biasa pipi Kiara pasti memerah akibat perbuatan Kevin. Kevin mencium lembut kening Kiara.


Kiara kembali memejamkan matanya saat merasa hangat di keningnya. Tidak hanya itu. Kevin juga mencium pipi Kiara dengan lembut.


" Aku pasti sangat merindukanmu," ucap Kevin. Kiara tersenyum tipis.


" Aku juga. Aku pasti merindukanmu," ucap Kiara menatap mata Kevin dengan dalam. Mereka saling menatap dengan penuh cinta.


" Kamu jangan lama-lama pergi," ucap Kiara yang tidak ingin di tinggal lama-lama.


" Ya sudah, kalau begitu aku masuk dulu. Ini sudah sangat malam," ucap Kiara yang kembali pamit pada Kevin.


" Masuklah! Langsung istirahat," ucap Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya dengan tersenyum tipis. Lalu Kiara langsung keluar dari mobil Kevin.


Kevin menurunkan jendela mobil. Melihat Kiara yang sedikit membungkukkan tubuhnya dengan melambaikan tangannya. Kevin juga melambaikan tangannya. Dan Kiara langsung memasuki rumahnya.


Ternyata sedari tadi ada yang memperhatikan Kiara. Bukan dari rumah Kevin tetapi dari rumah Kiara. Rachel yang berada di kamarnya yang tadi ingin menutup jendela kamarnya.


Harus berhenti karena mobil yang berhenti di depan rumahnya mencuri perhatiannya. Lama menunggu Rachel kaget. Ketika melihat yang keluar dari mobil itu ternyata Kiara adiknya sendiri.


" Kiara," pekiknya terkejut. " Siapa yang mengantarnya," batin Rachel yang penasaran.


" Kiara tampak bahagia. Perasaan dia tidak punya teman dekat di Jakarta. Lagian mana mungkin jika orang asing bisa masuk kedalam perumahaan ini," Rachel terus bertanya-tanya siapa yang mengantar adiknya.


Rachel masih terus melihat mobil mewah itu dan betapa terkejutnya Rachel. Ketika mobil itu memasuki Rumah yang berada di depannya.


" Mobil itu masuk kedalam rumah Tuan Mitra Winata," ucapnya tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


" Lalu siapa yang mengantar Kiara. Pasti salah satu orang yang di tinggal di rumahnya. Bukannya Kiara sangat membenci Grup Lexus jadi kok dia bisa sampai diantar dan dari apa yang aku lihat Kiara tampak bahagia," ucapnya dengan penuh rasa penasaran.

__ADS_1


" Kiara layaknya di antarkan pulang oleh pacarnya... Apa itu berati Kiara memang....." Rachel langsung menutup mulutnya dengan tangannya saat tebakannya sudah semakin jauh.


" Tidak mungkin. Itu tidak mungkin. Mana mungkin Kiara menjalin hubungan asmara dengan orang di rumah itu. Kiara sangat membenci grup Lexus dan lagian jika memang iya. Siapa orangnya," batin Rachel yang semakin bingung dengan rasa penasaran.


" Belakangan ini Kiara memang sangat aneh. Layaknya seperti orang yang kasmaran," lanjutnya lagi dengan pemikirannya yang terus penasaran.


Bagi Rachel tidak masalah jika adiknya menjalin hubungan dan itu seharunya bagus. Karena setaunya adiknya itu memang tidak pernah dekat dengan cowok dan jika pada akhirnya sang adik menjalin hubungan dengan Pria dia pasti ikut bahagia dan mendukungnya.


Hanya yang membuatnya resah dan gelisah. Karena sangat orang itu berasal dari rumah Mitra Winata yang membuatnya bertanya-tanya siapa orang itu.


Karena memang rasanya mana mungkin adiknya menjalin hubungan asmara dengan orang yang ada di sana apalagi mobilnya sangat mewah yang pasti bukan orang sembarangan.


*************


Clarissa sekarang sudah mandi dan juga sudah mengganti pakaian yang di bawakan Santi asistennya. Dia memang menghubungi Santi untuk membajak beberapa pakainya. Jika di katakan beberapa ada tanda-tanda jika Clarissa tidak akan pulang dan mungkin bertahan di tempat Sandy.


Clarissa berdiri di depan cermin, menyisir rambutnya yang masih sedikit basah. Clarissa menoleh ke arah tempat tidur yang sudah rapi. Tiba-tiba wajahnya terukir senyum kebahagian. Bagaimana tidak.


Dia mengingat bagaimana percintaannya dengan Sandy yang membuatnya merasa bahagia. Clarissa langsung menggelengkan cepat kepalanya saat menyadari pikirannya yang jauh kemana-mana.


" Apa yang kamu pikirkan. Sudahlah, itu juga sudah berlalu," ucapnya di dalam hatinya dengan wajahnya yang memerah malu sendiri dengan pemikirannya yang jauh terhadap Sandy.


**********


Setelah selesai bersiap sebentar. Clarissa keluar dari kamar. Langkah kakinya yang pelan berjalan mencari sandi sambil kepalanya berkeliling seakan melihat isi rumah Sandy.


Rumah itu tidak terlalu luas. Tetapi sangat rapi untuk pria yang tinggal di rumah itu. Harus di ajungi jempol karena. Karena rumah itu sangat terawat. Bersih dan juga rapi.


" Kami sudah selesai mandi," sahut Sandy membuat Clarissa tersentak kaget yang menampilkan Sandy yang entah sejak kapan berdiri dengan membawa 2 piring yang tidak tau apa isinya.


" Hmmm, iya," jawab Clarissa gugup.


" Kalau begitu duduklah, kita makan malam dulu," ucap Sandy beralih terlebih dahulu ke depan Tv dan meletakkan apa yang di bawanya tadi di atas meja. Sandy menoleh ke arah Clarissa dan melihat Clarissa masih bengong,"


" Clarissa, ayo kemari," ajak Sandy.


" Hmmm, iya," sahut Clarissa menghampiri Sandy. Clarissa memang tampak malu-malu.


" Kamu duduklah, aku akan mengambil minum dulu," ucap Sandy. Clarissa mengangguk dan Sandy kembali kedapur untuk mengambil minum. Mata Clarissa turun ke atas meja yang menampilkan makanan spageti yang sangat mengunggah selera.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2