
Kiara harus menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi padanya. Hatinya benar-benar hancur ketika melihat Kevin yang bersama Haria. Wanita yang yang menjadi kekasih Kevin yang di katakan Haria sebagai tunangannya.
Sebenarnya dia sudah tau jika wanita itu adalah tunangan Kevin. Karena sebelumnya Haria sudah mengatakannya. Tetapi Kiara masih ingin membuktikannya. Dia masih ingin mendengar penjelasan dari Kevin sampai dia harus memastikan sendiri dan alhasil itu lah yang di dapatkannya.
" Kamu jahat Kevin. Seharusnya kamu tidak memberiku harapan, kamu sangat jahat kepadaku. Kenapa mendekatiku jika kamu malukan ini kepadaku. Kamu yang mendekatiku. Kamu yang membuatku kehilangan batasan ku. Dan akhirnya kamu menghindariku dan menunjukkan semua ini kepadaku. Aku sangat membencimu Kevin. Sangat," ucap Kiara mengusap-usap dadanya yang sangat sesak.
***********
Sementara Kevin berada di dalam mobilnya. Dia mencari Kiara. Dia tidak bisa tinggal diam. Dia tidak bisa melihat semua ini selempang-lempang itu saja.
Apapun yang Terjadi dia harus menemui Kiara dan menjelaskan semuanya kepada Kiara. Apa kejadian yang sebenarnya. Dia sudah tidak peduli dengan larangan sang papa. Yang dia pedulikan. Bagaimana caranya. Agar bisa langsung menemui Kiara dan memperbaiki segalanya.
Niat memperbaiki memang sudah tercantum di pikiran Kevin. Dia benar-benar ingin melanjutkan hubungannya dengan Kiara. Tanpa peduli dengan apapun. Jika dia bisa menjaga Kiara maka itu sudah cukup baginya.
" Kiara. Kamu di mana, aku mohon dengarkan aku," ucap Kevin terus menelpon Kiara sambil menyetir. Tetapi Kiara tidak mengangkat telponya sama sekali.
" Kiara please di mana kamu. Angkat telponmu. Jangan seperti ini. Aku mohon Kiara. Kasih aku kesempatan untuk Semua ini. Aku mohon Kiara," Kevin hanya bisa bergerutu di dalam mobilnya sambil menelpon Kiara yang sama sekali tidak mengangkat telponnya.
Kevin baru menyadari. Jika apa yang di lakukannya kepada Kiara benar-benar kelewatan. Sekarang dia baru sadar jika perbuatannya menyakiti wanita itu.
**************
Si sisi lain Haria ternyata sudah sadar dari mabuknya dia mondar-mandir di seperti setrikaan di sekitar ranjangnya. Dia begitu gelisah.
" Kevin benar-benar tidak peduli dengan ku dan malah mengejar wanita itu. Siapa dia kenapa wanita itu sangat penting untuknya. Kenapa dia begitu peduli sampai meninggalkanku," batin Haria yang merasa khawatir.
" Aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi. Kevin hanya milikku. Aku tidak akan membiarkan dia dengan wanita lain. Jika aku tidak bisa mendapatkannya. Maka tidak dengan wanita lain juga. Karena dia hanya satu-satunya menjadi milikku," batinnya dengan keyakinan penuh.
Haria pun langsung pergi dari hotel itu. Entah dia mau kemana tidak ada yang tau yang mungkin dia akan mencari Kevin. Dia tidak bisa membiarkan Kevin lari darinya.
__ADS_1
**********
Ternyata pagi hari sudah berganti menjadi malam. Entah sudah berapa lama Kiara yang memang harus menangis terus menerus. Dia berjalan di pinggir jalan dengan air mata di pipinya. Tidak tau di mana dan dia sudah sejauh mana berjalan.
Kiara sama sekali tidak tau. Dia hanya berjalan dengan mengikuti langkah kakinya. Di dalam bayangannya dia hanya mengingat masa-masa indah saat dia bersama Kevin.
Waktu yang di habiskannya bersama Kevin. Waktu pertemuannya dengan Kevin. Hari-hari yang benar-benar di habiskannya dengan Kevin.
Kevin berhasil membuatnya bergantung pada Kevin dan bahkan mempercayai Kevin. Tetapi setelah semuanya terjadi inilah balasan untuknya. Dia mendapatkan semua ini. Penghiyanatan yang sangat menyakitkan.
Bukan penghiyanatan. Tetapi lebih kebodohan. Membiarkan perasaannya yang semakin dalam. Tetapi tidak tau bagaimana kejelasan hubungan mereka.
" Dasar bodoh kau memang sangat bodoh Kiara. Kau membiarkan dirimu di permainkan. Kau wanita sangat bodoh dan sekarang kau malah menangis. Untuk apa kau menangisi semua ini. Kau menangisi Pria yang sama sekali tidak mempedulikan mu. Kau memikirkan Pria yang sama sekali tidak memikirkanmu," batin Kiara yang baru menyadari betapa bodohnya dirinya sekarang.
Dratttt Dratttt Dratttt
Ponsel yang di pegangnya berdering. Kiara melihat layar ponsel itu yang ternyata panggilan dari kakaknya. Kiara langsung mengangkatnya.
" Kamu di mana?" tanya Rachel. Kiara melihat di sekelilingnya dia juga tidak tau keberadaanya di mana. Dia tidak menyadari sudah sejauh mana dia berjalan. Sampai tidak sadar dengan tempat dirinya berada di mana.
" Kiara malah bengong. Kamu di mana? sudah jam segini belum pulang juga," ucap Rachel menegur adiknya yang membuatnya kesal karena Kiara diam saja. Kiara melihat layar ponselnya yang ternyata sudah jam 12 malam.
Kiara terkejut dengan jam yang di ponselnya. Dia tidak menyangka jika dari pagi dia berjalan sambil menagis dan sekarang dia tidak tau di mana keberadaannya.
" Kiara," tegur Rachel lagi yang jauh di sana.
" Aku. Aku, aku...." Kiara tidak tau di mana dia. Dan harus menjawab apa dia pun tidak tau.
" Dimana?" desak Rachel.
__ADS_1
" Aku ada di mana?" tanya Kiara di dalam hatinya yang terus melihat di sekelilingnya.
" Hallo, Kiara?" tanya Rachel lagi.
" Aku di rumah teman?" jawab Kiara bohong. Dia sekarang menjadi panik. Karena tidak tau di mana dan tidak mungkin memberi tahu kakaknya di ada di tempat yang sama sekali tidak di ketahuinya yang pasti kakaknya akan panik.
" Kamu nginap atau bagaiman, atau mau di jemput?" tanya Rachel.
" Oh... Aku aku menginap," jawab Kiara gugup.
" Ya sudah kalau begitu. Lain kali kalau mau nginap di rumah teman bilang jangan pergi dari pagi. Tetapi tidak ada kabar," oceh Rachel.
" Iya kak maaf," sahut Kiara merasa tidak enak.
" Ya sudah, kakak tutup telponya dulu," ucap Rachel langsung mematikan ponselnya.
Dengan perlahan Kiara menurunkan ponselnya dari telinganya dan kembali melihat di sekelilingnya. Dia benar-benar bingung dengan keberadaannya. Berada di pinggir jalan dan hanya kendaraan yang lalu lalang.
" Kenapa aku bisa sejauh ini berjalan. Di mana ini," gumam Kiara yang benar-benar ketakutan. Karena dia memang tidak lama tinggal di Jakarta dan pasti dia tidak hafal jika tempat itu sudah sangat jauh entah di mana-mana.
Kiara pun melanjutkan langkahnya dengan cepat. Mencari tempat keramaian. Dia tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya. Lebih baik dia pergi dari tempat itu sebe
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
__ADS_1
Terima kasih...