
Kevin juga melihat ke bimbingan di wajah Kiara. Wajar sih Kiara pasti sangat schok dengan kejadian itu. Bahkan Kevin melihat Kiara berusaha menahan air matanya.
" Ikut dengan ku," ucap Kevin.
" Ha," sahut Kiara yang semakin linglung. Tidak menunggu jawaban Kiara. Kevin meraih tangannya dan membawanya pergi.
Kevin yang seakan tau. Kiara tidak ingin pulang membawanya ke Hotel Lexus. Kevin bisa melihat Kiara sebelumnya sepertinya ada masalah dan bukan hanya karena schok yang hampir di perkosa.
Kiara hanya mengikuti Kevin berjalan sampai akhirnya memasuki kamar VVVIP miknya. Kepalanya berkeliling melihat Kamar yang sudah 2 kali di masukinya.
" Kenapa membawaku kemari?" tanya Kiara bingung.
" Istirahat di sini," ucap Kevin yang melihat tatapan Kiara benar-benar kosong.
Kiara mengangguk tanpa menolak. Kiara langsung menaiki tempat tidur, dan berbaring miring dengan menekuk tubuhnya.
Kevin hanya melihat pergerakan tubuh Kiara yang membelakanginya dan terdengar suara isakan tangis yang akhirnya keluar. Kiara menggigit ujung selimut dan menangis sepuasnya mengeluarkan apa yang di rasakannya.
" Kenapa semua orang jahat, siapa mereka kenapa ingin menyakitiku," batin Kiara yang terus terisak jika mengingat hal yang mengerikan itu. Membuatnya semakin ketakutan jika bayangan Pria menyeramkan menghampiri pikirannya.
Kevin menarik napasnya melihat Kiara yang seperti itu membuatnya tidak bisa melakukan apapun. Kevin memilih pergi membiarkan Kiara menangis meluapkan kesedihannya.
Sepeninggalan Kevin. Kiara masih tetap konsisten menangis sengugukan. Dia mengumpat di dalam hatinya.
Setelah beberapa jam. Kevin kembali memasuki kamar itu. Kevin tidak menemukan Kiara di atas tempat tidur.
" Apa dia pulang?" tanya Kevin melihat arloji tangannya pukul 11 malam.
" Kenapa dia pulang diam-diam," batin Kevin seakan mencemaskan Kiara.
Krekk..
Suara bukaan pintu terdengar di mana Kiara keluar dari kamar mandi dengan wajahnya yang basah dengan matanya yang bengkak.
" Dia belum pulang," batin Kevin merasa lega. Melihat Kiara sudah di depannya.
" Kau sudah merasa lebih baik?" tanya Kevin.
" Iya aku sudah tidak apa-apa. Terima kasih sudah menolongku," ucap Kiara dengan serak.
" Kau sudah mengatakannya tadi," sahut Kevin.
" Benarkah, kalau begitu aku akan mengatakannya lagi," sahut Kiara, sudah merasa jauh lebih baik setelah menangis panjang.
" Apa kau ingin makan?" tanya Kevin basa-basi
Kiara mengusap perutnya. Sepertinya menghilangkan stres memang makanan obatnya, dia juga memang lapar.
" Iya," jawab Kiara. Kevin mengeluarkan ponselnya dan memberikan pada Kiara.
" Pesanlah," ucap Kevin.
Kiara mengangguk dan mengambil ponsel itu dan memesan apa yang di inginkannya. Kevin cukup lega. Kiara benar-benar sudah tenang karena kembali dia melihat Kiara yang apa adanya dan tidak gengsian.
" Sudah!" ucap Kiara memberikan ponsel itu kembali. Kevin mengangguk dan mengambilnya.
" Hmmmm, boleh aku pinjam lagi, aku ingin menelpon orang tuaku," ucap Kiara. Kevin tanpa menolak mengangguk dan memberikan kembali.
" Apa yang harus aku katakan. Aisss aku tidak mungkin mengatakan aku ada di hotel. Lalu jika aku tidak menelpon apa mereka akan khawatir," gumam Kiara yang bingung.
" Kau tidak mengingat nomornya?" tanya Kevin.
" Oh, tidak aku ingat. Aku hanya tidak tau bilang apa. Aku juga tidak tau apakah di cari atau tidak karena tadi aku pergi dari rumah setelah bertengkar," jawab Kiara yang keceplosan.
" Aisss, kenapa harus mengatakannya," desis Kiara merasa bodoh.
Sementara Kevin hanya menanggapi biasa. Tanpa di tanya dia sudah tau. Jika Kiara sebelumnya memang ada masalah.
" Maksudku, tadi aku..." Kiara menjadi gugup dan tidak tau harus mengatakan apa. Kevin meraih ponsel itu dari tangan Kiara.
__ADS_1
" Kau mau ngapain?" tanya Kiara bingung saat melihat Kevin menelpon Seseorang.
**********
Sekarang Kiara sedang menikmati seblak level 7 yang tadi di pesannya. Dia memakan dengan lahap seakan meluapkan kesialannya malam ini.
Kevin dan Kiara, sama-sama duduk di lantai yang beralaskan karpet. Kevin hanya melihat Kiara yang makan dengan lahap dengan makanan yang baru pertama kali di lihatnya.
" Kau tidak mau?" tanya Kiara.
" Makanlah, melihatmu makan sudah membuatku kenyang," sahut Kevin.
" Pantas kau sangat kaya. Dengan melihat orang makan saja kau sudah kenyang jadi kapan uangmu akan berkurang," sahut Kiara bicara sambil kepedasan membuat Kevin mendengus.
Jika sudah kembali menjadi Kiara yang di kenalnya. Kiara akan kembali berbicara sesukanya.
" Kau merasa kau lebih baik?" tanya Kevin.
" Hmmm, kau terus menanyakan itu. Tetapi iya aku jauh lebih baik. Aku hanya tidak percaya jika hal itu terjadi kepadaku. Aku hanya berjalan dengan bergerutu kesal karena keluargaku. Tetapi aku menjadi kualat bertemu orang-orang seperti mereka," Kiara seakan menjelaskan lagi tanpa Kevin bertanya.
" Sepertinya masalahmu sangat besar dengan keluargamu sampai kau dapat karma secepat itu," sahut Kevin membuat Kiara menatap dengan wajah merungut pada Kevin.
" Jahat sekali kau mengatakan itu karma," ucap Kiara dengan kesal.
" Kau yang mengatakannya tadi," ucap Kevin.
" Haahhhhhh, Kiara membuang napasnya perlahan. Mereka memojokkanku dan tidak tau apa yang kau rasakan. Jadi jelas aku kesal dengan mereka semua. Aku jarang di rumah dan mungkin ini paling lama aku di rumah dan saudara-saudara ku kesal atau mungkin bosan melihatku, jadi makanya mereka berbicara seperti itu," jelas Kiara lagi yang terus curhat dengan Kevin sambil makan dengan kepedasan.
" Sepertinya kata-kata mereka sangat menyakitkan sampai kau tidak mau pulang," tebak Kevin Kiara mengangguk
" Hmmm, baiklah habiskan makanmu, sepertinya selera makanmu berkurang saat menceritakan kronologisnya," sahut Kevin. Kiara mengangguk.
" Aku minta maaf," ucap Kiara tiba-tiba di tengah makannya.
" Soal apa?" tanya Kevin
" Di ruanganmu kemarin. Sepertinya kata-kata ku kelewatan," ucap Kiara mengakui kesalahannya. Membuat Kevin tersenyum tipis.
" Aku hanya ingin melanjutkan kuliah dan mendapatkan beasiswa?" ucap Kiara dengan lesu.
" Apa kau tidak mendapatkan beasiswa di Lexus?' tanya Kevin.
" Aku tidak mau kuliah di sana. Aku ingin kuliah di tempat yang aku inginkan," jawab Kiara jujur.
" Di mana?" tanya Kevin yang ingin tau.
" Perth, Australia," jawab Kiara.
Kevin berdiri, Kiara melihat Kevin menuju laci di samping kamar. Kevin mengambil sesuatu dan kembali duduk di samping Kiara.
Kiara kaget saat melihat Kevin memegang map biru yang tidak asing baginya.
" Bukannya itu?" tanya Kiara.
" Kau ingin aku menandatanganinya?" tanya Kevin. Kiara mengangguk dengan cepat.
" Jika kau tidak keberatan, tanda tangani lah,"
" Aku akan menandatanganinya dengan berbagai sarat?" ucap Kevin membuat Kiara cepat-cepat minum dan menghentikan makannya.
" Katakan apa?" tanya Kiara dengan semangat membuat Kevin mendengus melihat semangat 45 Kiara.
" Kau harus mengikuti ujian di Universitas Lexus. Jika ujianmu berhasil aku tidak ada alasan untuk tidak menandatangani ini," ucap Kevin.
" Ujian, untuk apa, apa itu jebakan," sahut Kiara merasa curiga.
" Terserahmu berpikir apa, ujian itu hanya membuktikan jika kau berhak mendapatkan surat baik itu, dan keluar dari universitas Lexus karena kesalahan dan bukan bukan penurunan nilai," jawab Kevin.
" Oke baiklah, aku akan lakukan," sahut Kiara dengan cepat tanpa menolak.
__ADS_1
" Nilai sempurna," ucap Kevin.
" Iya akan," jawab Kiara yakin.
" Soal 100 dan salah minimal salah 10," ucap Kevin.
" Iya pasti, aku akan belajar dan akan menyelesaikan soal apapun sehingga tidak lebih salah dari 10," sahut Kiara yang benar-benar yakin. Kevin cukup salut dengan percaya diri Kiara.
" Baiklah, berarti aku akan menandatanganinya setelah kau membuktikan itu," ucap Kevin.
" Oke, kapan," tanya Kiara yang sudah tidak sabaran.
" Aku akan mengaturnya kapan kau mengikuti ujian itu," jawab Kevin.
" Baiklah akan aku tunggu, kalau bisa lebih cepat," sahut Kiara yang benar-benar semangat.
" Dan ke-2," ucap Kevin lagi.
" Masih ada," perots Kiara. Kevin menaikkan alisnya.
" Iya katakan apa lagi," ucap Kiara yang tidak ingin membuat Kevin berubah pikiran.
" Harvard," jawab Kevin.
" Maksudnya?" tanya Kiara bingung.
" Aku rasa jika ingin keluar dari kamupus Lexus. Bukannya Harvard Universitas yang bisa menandinginya," ucap Kevin.
" Tapi... oke aku akan mencobanya. Tetapi itu bukan syarat wajibkan," ucap Kiara hati-hati.
" Iya aku hanya menyarankan," sahut Kevin.
" Baiklah, aku akan mencobanya," jawab Kiara tidak masalah.
" Dan yang terakhir," sahut Kevin.
" Masih ada lagi," ucap Kiara pelan.
" Kau harus menyelesaikan pekerjaanmu yang kau buang sia-sia, dan kau batalkan seenaknya," ucap Kevin.
" Maksudmu Ambassador Hotel Lexus?" Tebak Kiara. Kevin menganggukkan matanya.
" Kau tau kan jika karenamu semua orang pusing," ucap Kevin, Kiara lesu mendengarnya.
" Kau tidak mau," sahut Kevin.
" Tidak, aku tidak mengatakan apa-apa. Baiklah, aku akan melanjutkan kontrakku sampai habis dan akan mengikuti perjalanan ke Paris. Tetapi aku minta 1 syarat," ucap Kiara mengajukan syarat membuat Kevin menaikkan alisnya.
" Kau meminta syarat," sahut Kevin.
" Hanya satu saja," ucap Kiara memohon.
" Katakan apa?" tanya Kevin.
" Tolong jaga aku," ucap Kiara tiba-tiba.
Sontak perkataan Kiara membuat Kevin menatapnya. 3 kata itu membuat jantung Kevin berdebar tidak menentu. Bisa-bisanya Kiara mengatakan hal itu.
" Apa maksudmu?" tanya Kevin menelan salavinanya.
" Aku tidak bisa menjaga diriku dan model itu bukan hal yang gampang. Sebenarnya aku memutuskan kontrakku, tidak ada kaitannya dengan apa yang aku minta kepadamu. Aku memang tidak bisa menjalani profesi itu. Kau kan tau sendiri bagaimana aku. Aku sangat mudah mengiyakan. Apa lagi kalau orang-orang yang kuhadapi itu orang-orang yang berhubungan dengan pekerjaan. Jadi aku sangat khawatir, jadi aku butuh orang untuk di sisiku," jelas Kiara jujur apa apadanya.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
__ADS_1
Terima kasih...